Dalam bidang perkembangan website, efisiensi serta modularitas seakan sudah menjadi istilah umum yang hampir setiap hari digunakan. Di tengah kejenuhan ketika harus menulis ulang kode yang sama untuk beberapa aplikasi atau web perusahaan. Sekarang bisa dimudahkan berkat adanya framework yang mampu membantu pekerjaan secara signifikan.

Bagi yang belum tahu framework adalah sekumpulan instruksi yang di gabung dalam satu wadah khusus guna untuk memudahkan para web developer dalam melakukan pemrograman secara efektif dari segi waktu dan pekerjaan. Dengan menggunakan framework proses pembuatan website akan jauh lebih singkat dibandingkan PHP native. Pasalnya, web developer tidak harus membuat semua kode dari awal.

Pengertian CodeIgniter

 

Codeigniter adalah satu dari sekian banyak framework yang biasa digunakan oleh para developer PHP. Jenis framework ini bisa dibilang paling banyak digunakan di antara jenis framework lainnya, karena mampu mempercepat pengembangan web berbasis PHP berdasarkan package serta array library yang lebih luas.

Selain itu, Framework codeigniter juga terkenal ringan karena sistem utama framework ini hanya membutuhkan beberapa library kecil sehingga bisa menghemat resource website.

Framework Codeigniter pertama kali diperkenalkan pada tanggal 28 Febrari 2006. Sejak saat itu framework ini terus mengalami perkembangan dari segi fitur dan kehandalan. Jika melihat dari perkembangan trend yang ada, framework Codeigniter cocok digunakan dalam pembuatan website komersial seperti : Website startup, e-Commerce, Company profile, Portal berita, sistem informasi, blog, dll.

Fitur Pada CodeIgniter

Berikut ini adalah fitur-fitur penting yang ada di CodeIgniter, yaitu :

  1. Sistem berbasis Model-View-Controller (MVC)
  2. Sangat Ringan dan Butuh Sedikit Sumber Daya (Memory + CPU)
  3. Mensupport berbagai macam database dan kaya fitur
  4. Mendukung Query Builder untuk mengakses database
  5. Validasi Form dan Data
  6. Mengamankan website dari XSS (Cross Site Scripting)
  7. Manajemen Session

Cara Kerja CodeIgniter

Code igniter adalah framework bersifat MVC atau Model-View-Controller. Ketika seorang pengguna melakukan permintaan untuk suatu resource, controller yang akan memberi respon pertama. “Controller” akan memahami permintaan pengguna dan melakukan permintaan data yang diperlukan dari “Model”.

Berikut prosedur tentang cara kerja Codeigniter :

1. Pengguna melakukan permintaan tentang data ‘A’.

2. “Controller” menerima permintaan Pengguna dan meminta “Model” untuk mencari data ‘A’.

3. “Model” mencari di database untuk data ‘A’.

4. Setelah diperoleh data tersebut, “View” mengkonversi data ‘A’ menjadi data yang mampu dibaca manusia dan dikirim kembali ke browser.

Baca Juga  Syntax Error Pada WordPress

5. Pengguna menerima data ‘A’ Pengertian Codeigniter.

Upload File Menggunakan CodeIgniter

Upload file menggunakan CodeIgniter memiliki dua bagian utama, yaitu :

  • Frontend.

Pada bagian frontend dibuat menggunakan form HTML dengan tipe file input form.

  • Backend.

Pada bagian backend, menggunakan library upload file untuk memproses input file yang dikirim dari form dan menyimpan file ke dalam direktori upload.

Pada cara berikut ini menggunakan localhost XAMPP  untuk menjalankan web server.

Berikut ini langkah-langkah membuat upload file menggunakan CodeIgniter, yaitu :

1. Download dan Konfigurasi File Codeigniter

  1. Akses website resmi CodeIgniter  http://download file CodeIgniter
  2. Download CodeIgniter terdapat pilihan versi CodeIgniter.
  3. Klik Download dan tunggu hingga proses download selesai.
  4. Extract file zip CodeIgniter dengan cara klik kanan lalu pilih Extract All.
  5. Copy folder CodeIgniter hasil extract ke dalam folder xampp/htdocs
  6. Rename folder CodeIgniter agar mudah diakses saat menjalankannya di localhost XAMPP.
  7. Jalankan XAMPP caranya klik Start pada module Apache dan MySQL untuk menjalankan web server dan database.
  8. Pastikan CodeIgniter bisa diakses di localhost komputer. Cara mengakses CodeIgniter dengan memasukkan url localhost ke web browser.

2. Buat Folder Upload

  1. Buka folder CodeIgniter.
  2. Buat folder baru dengan nama “upload”. Folder “upload” digunakan untuk menyimpan semua file image, dokumen, pdf, dan lain-lain.

3. Create Controller

  • Cari folder application > controllers.
  • Masuk ke folder controllers kemudian buat file dengan nama ImageUpload_Controller.php. File tersebut digunakan sebagai backend website yang jadi kerangka dan mesin website.
  • Tambahkan kode dalam file ImageUpload_Controller.php.

Agar file tersebut berfungsi sebagai kerangka dan mesin website, tambahkan kode berikut ke dalam file ImageUpload_Controller.php

<?php 
class ImageUpload_Controller extends CI_Controller
{
    function __construct()
    {
    parent::__construct();
    //load Helper for Form
    $this->load->helper('url', 'form'); 
    $this->load->library('form_validation');
    }
    function index()
    {
        $this->load->view('imageupload_form');
    }
    public function upload() 
    {
        $config['upload_path'] = './upload/';
        $config['allowed_types'] = 'gif|jpg|png';
        $config['max_size'] = 2000;
 
 
        $this->load->library('upload', $config);
 
        if (!$this->upload->do_upload('profile_pic')) 
        {
            $error = array('error' => $this->upload->display_errors());
 
            $this->load->view('imageupload_form', $error);
        } 
        else 
        {
            $data = array('image_metadata' => $this->upload->data());
 
            $this->load->view('imageupload_success', $data);
        }
    }
 
}
?>
  • Kemudian save menggunakan shortcut keyboard Ctrl+S.
Baca Juga  Mengenal Apa Itu Xmlrpc.php WordPress Dan Kenapa Lebih Baik Dinonaktifkan Saja?

4. Create View

  • Buat tampilan frontend upload file pada folder Views. Lokasi folder View ada di application > views.
  • Buat dua file baru di dalam folder views.

Beri dua folder itu dengan nama imageupload_form.php dan imageupload_success.php. Kedua folder tersebut memiliki kegunaan sebagai berikut :

    • imageupload_form.php

File ini menampilkan dua tipe data input file, yaitu pilih file dan upload Berisi tampilan formulir HTML yang memiliki tipe data input file.

    • imageupload_success.php

Menampilkan hasil gambar yang diupload. File ini juga menampilkan link yang bisa Anda klik untuk melihat hasil upload.

  • Tambahkan kode berikut ke dalam file Imageupload_form.php
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
    <title>Upload Image di Codeigniter</title>
    <meta charset="UTF-8">
    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
</head>
<body>
    <h3>Pilih gambar dari komputer Anda dan klik upload</h3>
    <?php echo @$error; ?> 
    <?php echo form_open_multipart('ImageUpload_Controller/upload');?>
    <?php echo "<input type='file' name='profile_pic' size='20' />"; ?>
    <?php echo "<input type='submit' name='submit' value='upload' /> ";?>
    <?php echo "</form>"?>
</body>
</body>
</html>
  • Lalu tambahkan kode berikut ke dalam file Imageupload_success.php
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
    <title>Image Uploaded Success</title>
    <meta charset="UTF-8">
    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
</head>
<body>
<div>
        <h3>SELAMAT!!!, gambar telah berhasil diupload</h3>
        <p>Klik di sini untuk melihat gambar yang baru saja Anda upload
            <?=anchor('upload/'.$image_metadata['file_name'], 'View My Image!')?>
        </p>
 
        <p>
            <?php echo anchor('ImageUpload_Controller', 'Go back to Image Upload'); ?>
        </p>
    </div>
</body>
</html>
  • Kemudian save kedua file menggunakan shortcut keyboard Ctrl+S.

Cara Cek Apakah Upload File CodeIgniter Berhasil 

Untuk menguji apakah CodeIgniter bisa dipakai untuk upload file dapat mengakses URL localhost di web browser.

Pada url di atas, firstapp adalah nama dari folder CodeIgniter. Jadi bisa menyesuaikan url tersebut dengan nama folder CodeIgniter yang telah dibuat.

Baca Juga  Cara Mengaktifkan DNS-over-HTTPS Di Mozilla Firefox Dan Google Chrome

Kemudian klik Pilih File untuk memilih gambar/file yang ingin di upload. Lalu klik Upload untuk mengunggah file ke server.

Apabila proses upload berhasil maka akan mendapatkan tampilan seperti gambar di bawah ini.

Untuk melihat Image yang baru saja di upload klik View My Image. Untuk kembali ke halaman upload file klik Go back to Image Upload.

Kelebihan CodeIgniter

Berikut ini adalah beberapa kelebihan CodeIgniter, yaitu :

1. Berukuran sangat kecil

File download nya hanya sekitar 2MB, itupun sudah includedokumentasinya yang sangat lengkap.

2. Dokumentasi yang bagus

Saat anda mendownloadnya, telah disertakan dengan dokumentasi yang berisi pengantar, tutorial, bagaimana panduan penggunaan, serta referensi dokumentasi untuk komponen-komponennya.

3. Kompitabilitas dengan Hosting

CodeIgniter mampu berjalan dengan baik pada hampirsemua platfom hosting. CodeIgniter juga mendukung database-database paling umum, termasuk MySQL.

4. Tidak ada aturan coding yang ketat

Jika anda hanya ingin menggunakan Controller, tanpa View, atau tidak menggunakan Model, atau tidak salah satu keduanya. Namun dengan menggunakan ketiga komponennya adalah pilihan lebih bijak.

5. Kinerja yang baik

Codeigniter sangat cepat bahkan mungkin bisa dibilang merupakan framework yang paling cepat yang ada saat ini.

6. Sangat mudah diintegrasikan

CodeIgniter sangat mengerti tentang pengembangan berbagai library saat ini. Karenanya CodeIgniter memberikan kemudahan untuk diintegrasikan dengan library-library yang tersedia saat ini.

7. Sedikit Konfigurasi

Konfigurasi CodeIgniter terletak di folder aplication/config. CodeIgniter tidak membutuhkan konfigurasi yang rumit, bahkan untuk mencoba menjalankannya, tanpa melakukan konfigurasi sedikitpun ia sudah bisa berjalan.

8. Mudah dipelajari

Disamping dokementasi yang lengkap, ia juga memiliki berbagai forum diskusi.

9. Dapat dimodifikasi

Pada mulanya Codeigniter sudah terdapat library dan bantuan dari awal mula akan dipakai. Jika apa yang dicari tidak ada, dapat dengan mudah menambahkan library dan bantuan anda sendiri.

Kekurangan CodeIgniter

Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari CodeIgniter, yaitu :

  1. CodeIgniter tidak ditujukan untuk pembuatan web dengan skala besar.
  2. Library yang sangat terbatas. Hal ini dikarenakan sangat sulit mencari plugin tambahan yang terverifikasi secara resmi, karena pada situsnya CodeIgniter tidak menyediakan plugin-plugin tambahan untuk mendukung pengembangan aplikasi dengan CI.
  3. Belum adanya editor khusus CodeIgniter, sehingga dalam melakukan create project dan modul-modulnya harus berpindah-pindah folder.
0 Shares