{"id":13927,"date":"2021-10-26T08:59:58","date_gmt":"2021-10-26T08:59:58","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=13927"},"modified":"2021-10-26T08:59:58","modified_gmt":"2021-10-26T08:59:58","slug":"pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables","title":{"rendered":"Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables"},"content":{"rendered":"<h2><strong>Pengertian Iptables<\/strong><\/h2>\n<p>Iptables adalah salah satu tools firewall pada sistem operasi Linux. Fungsi iptables adalah mengamankan jaringan dengan melakukan penyaringan traffik pada server.<\/p>\n<p>Dengan iptables dapat mengatur lalu lintas jaringan, termasuk mengizinkan atau memblokir koneksi yang masuk, keluar, atau sekedar melewati server. Pada iptables bisa membuat aturan pada server untuk mengelola jenis paket yang dapat diterima, mengatur traffik berdasarkan asal dan tujuan data, mengelola port, dll.<\/p>\n<p>Iptables bekerja dengan membandingkan lalu lintas jaringan dengan serangkaian aturan yang telah dibuat. Jadi, semua paket dalam lalu lintas jaringan akan dicek. Dalam pengaturan paket, iptables memiliki beberapa tabel yang berfungsi untuk menentukan arah putaran data. Setiap tabel tersebut memiliki rules atau kumpulan aturan yang disebut\u00a0<strong>chain<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Pertama<\/strong>, tabel\u00a0<strong>FILTER<\/strong>. Tabel ini digunakan untuk menyaring paket yang masuk, keluar, ataupun yang hanya lewat. Caranya. dengan menggunakan beberapa aturan, yaitu :<\/p>\n<ul>\n<li><strong>ACCEPT<\/strong> : Menerima paket yang masuk.<\/li>\n<li><strong>REJECT\u00a0<\/strong>: Menolak atau Memblokir paket yang masuk.<\/li>\n<li><strong>DROP<\/strong> : Memutuskan koneksi paket.<\/li>\n<li><strong>LOG<\/strong> : Mencatat paket.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tabel FILTER memiliki tiga chain, yaitu :<\/p>\n<ul>\n<li><strong>INPUT<\/strong>\u00a0: Chain ini menangani semua paket yang masuk ke server.<\/li>\n<li><strong>OUTPUT<\/strong>\u00a0: Chain ini menangani semua paket yang keluar dari server.<\/li>\n<li><strong>FORWARD<\/strong>\u00a0: Chain ini menangani paket yang diteruskan melalui server.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kedua<\/strong>, tabel\u00a0<strong>NAT (Network Address Translation)<\/strong>. Tabel ini digunakan untuk mengubah alamat asal tujuan dari sebuah paket. Ada dua chain pada tabel NAT :<\/p>\n<ul>\n<li><strong>PRE-ROUTING (dstnat)<\/strong>\u00a0: Mengubah destination address pada sebuah paket data.<\/li>\n<li><strong>POST-ROUTING (srcnat)<\/strong>\u00a0: Mengubah source address dari sebuah paket data.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Ketiga<\/strong>, tabel\u00a0<strong>MANGLE<\/strong>. Tabel ini digunakan untuk melakukan penghalusan pada proses pengaturan paket dan memiliki kemampuan untuk menggunakan semua chain yang ada pada IPTABLES di atas.<\/p>\n<h2 id=\"h-cara-menggunakan-iptables-dalam-3-langkah\"><strong><span id=\"Cara_Menggunakan_iptables_dalam_3_Langkah\">Cara Menggunakan Iptables<\/span><\/strong><\/h2>\n<p>Sebelum mengikuti tutorial cara menggunakan iptables, pastikan memiliki akses root ke server. Jika sudah siap dapat langsung mengikuti tiga langkah berikut ini, yaitu :<\/p>\n<h3 id=\"h-1-melakukan-instalasi-iptables\"><strong><span id=\"1_Melakukan_Instalasi_iptables\">1. Melakukan Instalasi iptables<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Untuk mengecek versi iptables yang terinstall pada Linux, perlu melakukan koneksi ke server melalui SSH terlebih dulu.<\/p>\n<p>Caranya, login dengan username dan password yang dapat ditemukan pada detail SSH di panel VPS. Kemudian, jalankan perintah berikut :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -V<\/span><\/pre>\n<p>Jika perintah tersebut menampilkan output versi iptables seperti gambar di bawah ini, maka iptables memang sudah terinstall pada Linux.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13932 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-1.png\" alt=\"\" width=\"801\" height=\"44\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-1.png 801w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-1-768x42.png 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-1-640x35.png 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-1-400x22.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 801px) 100vw, 801px\" \/><\/p>\n<p>Maka, dapat langsung melanjutkan panduan ini ke langkah selanjutnya.<\/p>\n<p>Namun, jika outputnya berupa <strong>command not found<\/strong>, artinya iptables belum terinstall. Jadi, jalankan perintah berikut ini untuk menginstall iptables :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo apt-get update\r\nsudo apt-get install iptables<\/span><\/pre>\n<p>Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi iptables selesai dilakukan. Jika sudah berhasil, cek status konfigurasi dengan menjalankan perintah :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -L -v<\/span><\/pre>\n<p>Command<strong>\u00a0<\/strong><code><strong>-L<\/strong>\u00a0<\/code>pada perintah diatas digunakan untuk melihat list semua aturan yang ada. Sedangkan command\u00a0<strong><code>-v<\/code><\/strong> digunakan untuk menunjukkan informasi list aturan tersebut secara detail. Contoh outputnya seperti ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><span style=\"color: #ff0000;\">Chain INPUT (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)\r\npkts bytes target     prot opt in out   source destination\r\n\r\nChain FORWARD (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)\r\npkts bytes target     prot opt in out   source destination\r\n\r\nChain OUTPUT (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)\r\npkts bytes target     prot opt in out   source destination<\/span><\/pre>\n<p>Iptables yang baru saja di install belum memiliki aturan apapun. Sehingga semua <strong>paket yang masuk akan diterima tanpa filter<\/strong>. Tentu saja hal ini masih sangat tidak aman. Tapi tenang saja disini akan menjelaskan bagaimana cara membuat rules\u00a0pada iptables di langkah berikutnya.<\/p>\n<h3 id=\"h-2-membuat-rules-iptables\"><strong><span id=\"2_Membuat_Rules_iptables\">2. Membuat Rules iptables<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Rules iptables merupakan aturan untuk mengelola lalu lintas jaringan pada server. Rules ini akan ditambahkan pada suatu chain tertentu.<\/p>\n<p>Iptables menggunakan perintah\u00a0<code>-A<\/code>\u00a0(<strong>Append<\/strong>) sebagai tanda bahwa ada rules yang ditambahkan :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -A<\/span><\/pre>\n<p>Namun, perintah di atas belum bisa dijalankan karena perintah\u00a0<strong>Append<\/strong>\u00a0tidak bisa berdiri sendiri. Perintah\u00a0<code>-A<\/code>\u00a0membutuhkan argumen pendukung untuk membuat suatu rules.<\/p>\n<p>Berikut ini merupakan argumen yang bisa digunakan untuk membuat rules :<\/p>\n<ul>\n<li><strong>-i : Interface<\/strong> merupakan antarmuka jaringan yang akan di filter, seperti <strong>eth0<\/strong>,<strong>\u00a0lo<\/strong>, dll.<\/li>\n<li><strong>-p : Protocol<\/strong>\u00a0adalah protokol jaringan yang akan di cek dalam suatu rule. Misalnya\u00a0<strong>tcp<\/strong>,\u00a0<strong>udp<\/strong>,\u00a0<strong>icmp<\/strong>, dll.<\/li>\n<li><strong>-s : Source<\/strong> adalah alamat trafik berasal (IP address atau hostname).<\/li>\n<li><strong>-dport : Destination Port<\/strong>\u00a0merupakan nomor port suatu protokol, seperti\u00a0<strong>22\u00a0<\/strong>untuk SSH dan\u00a0<strong>80<\/strong>\u00a0untuk HTTP.<\/li>\n<li><strong>-j : Jump<\/strong>\u00a0merupakan nama target (<strong>ACCEPT, DROP, RETURN<\/strong>) yang dituju ketika membuat rule yang baru.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Argumen di atas tidak harus digunakan satu persatu. Sesuaikan saja dengan kebutuhan. Namun, kalau perlu digunakan semua, urutannya harus seperti ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -A &lt;chain&gt; -i &lt;interface&gt; -p &lt;protocol (tcp\/udp) &gt; -s &lt;source&gt; --dport &lt;port no.&gt;  -j &lt;target&gt;<\/span><\/pre>\n<p>Mari coba membuat rules iptables dengan syntax di atas. Sebagai contoh, di tutorial kali ini akan menambahkan rules pada chain<strong>\u00a0INPUT<\/strong> untuk memfilter koneksi yang masuk dan mencegah koneksi yang dapat membahayakan server.<\/p>\n<p>Rules iptables yang akan digunakan sebagai contoh adalah :<\/p>\n<h4 id=\"h-mengaktifkan-trafik-pada-localhost\" style=\"padding-left: 40px;\"><span id=\"Mengaktifkan_Trafik_pada_Localhost\"><strong>1. Mengaktifkan trafik pada localhost<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Untuk mengizinkan trafik pada localhost, jalankan perintah berikut ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT<\/span><\/pre>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Perintah di atas memastikan koneksi antara database dan aplikasi web pada localhost bisa berjalan dengan baik.<\/p>\n<h4 id=\"h-mengaktifkan-koneksi-pada-port-http-https-dan-ssh\" style=\"padding-left: 40px;\"><span id=\"Mengaktifkan_Koneksi_pada_Port_HTTP_HTTPS_dan_SSH\"><strong>2. Mengaktifkan koneksi pada port HTTP, HTTPS dan SSH<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Untuk memberikan izin akses ke port HTTP (<strong>80<\/strong>), HTTPS (<strong>443<\/strong>) dan SSH (<strong>22<\/strong>), jalankan perintah di bawah ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -A INPUT -p tcp --dport 22 -j ACCEPT\r\nsudo iptables -A INPUT -p tcp --dport 80 -j ACCEPT\r\nsudo iptables -A INPUT -p tcp --dport 443 -j ACCEPT<\/span><\/pre>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Jika sudah dapat mengecek rules yang baru saja dibuat dengan perintah :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -L -v<\/span><\/pre>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Perintah tersebut akan menghasilkan output seperti gambar berikut :<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13931 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-2.png\" alt=\"\" width=\"802\" height=\"208\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-2.png 802w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-2-768x199.png 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-2-640x166.png 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-2-400x104.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 802px) 100vw, 802px\" \/><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Gambar di atas menunjukkan bahwa iptables akan menerima semua koneksi TCP dari port HTTP, HTTPS dan SSH.<\/p>\n<h4 id=\"h-memfilter-koneksi-berdasarkan-sumber-paket\" style=\"padding-left: 40px;\"><span id=\"Memfilter_Koneksi_berdasarkan_Sumber_Paket\"><strong>3. Memfilter koneksi berdasarkan sumber paket<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Untuk menyaring koneksi yang masuk berdasarkan IP address atau range IP address tertentu, tambahkan IP sumber paket berasal setelah perintah\u00a0<code>-s<\/code> seperti ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -A INPUT -s 192.168.1.2 -j ACCEPT<\/span><\/pre>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Sebaliknya, untuk memutus koneksi IP tertentu bisa menjalankan perintah <strong>DROP<\/strong> berikut ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -A INPUT -s 192.168.1.2 -j DROP<\/span><\/pre>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Selain itu bisa memutuskan koneksi dari suatu range IP address dengan menambahkan perintah <code>-m<\/code>\u00a0dan modul iprange. Kemudian, masukkan range IP address setelah perintah\u00a0<code>--src-range<\/code>.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Jangan lupa gunakan tanda pisah tanpa spasi (-) untuk memisahkan range IP Address. Untuk lebih lengkapnya, silahkan lihat perintah berikut :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -A INPUT -m iprange --src-range 192.168.1.130-192.168.1.180 -j DROP<\/span><\/pre>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Perintah di atas akan memutuskan koneksi dari range IP address <strong>192.168.130\u00a0<\/strong>hingga<strong>\u00a0192.168.1.180<\/strong>.<\/p>\n<h4 id=\"h-memutus-koneksi-trafik-lainnya\" style=\"padding-left: 40px;\"><span id=\"Memutus_Koneksi_Trafik_Lainnya\"><strong>4. Memutus koneksi trafik lainnya<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Setelah mengizinkan koneksi masuk dari port tertentu, bagaimana cara memutuskan semua paket dari trafik diluar rules yang telah dibuat? Sebab, penting untuk mencegah koneksi asing mengakses server melalui port yang terbuka.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Caranya, jalankan perintah berikut ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -A INPUT -j DROP<\/span><\/pre>\n<h4 id=\"h-menghapus-rules\" style=\"padding-left: 40px;\"><span id=\"Menghapus_Rules\"><strong>5. Menghapus rules<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Ada kalanya ingin menghapus semua rules untuk kembali membuat rules dari awal lagi. Untuk melakukannya, jalankan perintah <strong>Flush<\/strong> berikut ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -F<\/span><\/pre>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Selain itu bisa menghapus suatu rule secara spesifik dengan menggunakan perintah <strong>Delete<\/strong>\u00a0atau\u00a0<code>-D<\/code>.\u00a0 Namun, perlu diketahui dulu nomor line dari rule yang akan dihapus. Jadi, jalankan perintah di bawah ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -L --line-numbers<\/span><\/pre>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Setelah dijalankan akan mendapat output yang mirip seperti ini :<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13930 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-3.png\" alt=\"\" width=\"804\" height=\"139\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-3.png 804w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-3-768x133.png 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-3-640x111.png 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-3-400x69.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 804px) 100vw, 804px\" \/><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Pilih rule yang akan dihapus, kemudian ingatlah\u00a0<strong>chain<\/strong>\u00a0serta\u00a0<strong>nomornya<\/strong>. Masukkan chain beserta nomor rule pada perintah delete sebagai berikut :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -D [chain] [nomor rule]<\/span><\/pre>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Sebagai contoh ingin menghapus rule nomor 2 pada chain INPUT. Maka, perintahnya adalah :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -D INPUT 2<\/span><\/pre>\n<h3 id=\"h-3-menyimpan-konfigurasi-iptables-secara-permanen\"><strong><span id=\"3_Menyimpan_Konfigurasi_iptables_secara_Permanen\">3. Menyimpan Konfigurasi iptables secara Permanen<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Rules iptables yang telah dibuat di atas akan hilang ketika server direstart. Jadi, pastikan menyimpan konfigurasi iptables secara permanen dengan perintah di bawah ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo \/sbin\/iptables-save<\/span><\/pre>\n<p>Jangan lupa jalankan perintah tersebut ketika ada perubahan pada rules iptables. Misalnya, ketika ingin menghapus semua rules iptables, maka perlu menjalankan dua perintah berikut ini :<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><span style=\"color: #ff0000;\">sudo iptables -F\r\nsudo \/sbin\/iptables-save<\/span><\/pre>\n<p>Output yang akan dihasilkan adalah :<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13929 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-4.png\" alt=\"\" width=\"806\" height=\"282\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-4.png 806w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-4-768x269.png 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-4-640x224.png 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/iptables-4-400x140.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 806px) 100vw, 806px\" \/><\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;13927&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;2&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (2 votes)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (2 votes)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Iptables Iptables adalah salah satu tools firewall pada sistem operasi Linux. Fungsi iptables adalah mengamankan jaringan dengan melakukan penyaringan traffik pada server. Dengan iptables dapat mengatur lalu lintas jaringan, termasuk mengizinkan atau memblokir koneksi yang masuk, keluar, atau sekedar melewati server. Pada iptables bisa membuat aturan pada server untuk mengelola jenis paket yang dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":13945,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[3,20],"tags":[5111,5110],"class_list":["post-13927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-tips","tag-cara-menggunakan-iptables","tag-pengertian-iptables"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables-300x169.png",300,169,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png",1920,1080,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian Iptables Iptables adalah salah satu tools firewall pada sistem operasi Linux. Fungsi iptables adalah mengamankan jaringan dengan melakukan penyaringan traffik pada server. Dengan iptables dapat mengatur lalu lintas jaringan, termasuk mengizinkan atau memblokir koneksi yang masuk, keluar, atau sekedar melewati server. Pada iptables bisa membuat aturan pada server untuk mengelola jenis paket yang dapat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-26T08:59:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Risa Y\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Risa Y\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables\"},\"author\":{\"name\":\"Risa Y\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\"},\"headline\":\"Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables\",\"datePublished\":\"2021-10-26T08:59:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables\"},\"wordCount\":1030,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png\",\"keywords\":[\"cara menggunakan iptables\",\"pengertian iptables\"],\"articleSection\":[\"Blog\",\"Tips\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables\",\"name\":\"Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png\",\"datePublished\":\"2021-10-26T08:59:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\",\"name\":\"Risa Y\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Risa Y\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables - Hosteko Blog","og_description":"Pengertian Iptables Iptables adalah salah satu tools firewall pada sistem operasi Linux. Fungsi iptables adalah mengamankan jaringan dengan melakukan penyaringan traffik pada server. Dengan iptables dapat mengatur lalu lintas jaringan, termasuk mengizinkan atau memblokir koneksi yang masuk, keluar, atau sekedar melewati server. Pada iptables bisa membuat aturan pada server untuk mengelola jenis paket yang dapat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2021-10-26T08:59:58+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png","type":"image\/png"}],"author":"Risa Y","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Risa Y","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables"},"author":{"name":"Risa Y","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b"},"headline":"Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables","datePublished":"2021-10-26T08:59:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables"},"wordCount":1030,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png","keywords":["cara menggunakan iptables","pengertian iptables"],"articleSection":["Blog","Tips"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables","name":"Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png","datePublished":"2021-10-26T08:59:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-cara-menggunakan-iptables#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan Iptables"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b","name":"Risa Y","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Risa Y"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Menggunakan-Iptables.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13927"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13946,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13927\/revisions\/13946"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}