{"id":16829,"date":"2022-09-14T08:05:23","date_gmt":"2022-09-14T08:05:23","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=16829"},"modified":"2022-09-14T08:05:23","modified_gmt":"2022-09-14T08:05:23","slug":"pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram","title":{"rendered":"Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram"},"content":{"rendered":"<p>Data flow diagram\u00a0atau biasa disebut dengan singkatan DFD adalah ilustrasi alur sebuah sistem atau program. Biasanya, DFD digunakan oleh para\u00a0developer\u00a0aplikasi untuk mempermudah proses pengembangan sistem informasi. Semua pihak yang terlibat dalam program akan digambarkan secara visual dengan DFD.<\/p>\n<p>Data flow diagram\u00a0mulai dipopulerkan pada akhir tahun 1970-an, oleh Larry Constantine dan Ed Yourdon. Hingga kini, DFD terus mengalami perkembangan dan sudah banyak digunakan untuk berbagai keperluan\u00a0development, termasuk pengembangan perangkat lunak.<\/p>\n<h2><span id=\"Apa_itu_Data_Flow_Diagram\"><b>Pengertian Data Flow Diagram<\/b><\/span><\/h2>\n<p><strong>Data flow diagram<\/strong>\u00a0(DFD) adalah gambaran alur informasi suatu sistem atau program dari awal pemrosesan input hingga ke output. DFD digunakan karena terdapat banyak alur kerja yang sulit dijabarkan atau dideskripsikan dengan kata. Selain itu, diagram dapat menggambarkan seluruh alur kerja secara efektif dan lebih mudah dipahami.<\/p>\n<p>Pada\u00a0development\u00a0aplikasi, selain menjabarkan alur kerja DFD juga digunakan untuk menganalisis sistem informasi secara detail. Analisis tersebut nantinya menjadi dasar para\u00a0programmer\u00a0ketika melakukan\u00a0coding. Dengan kata lain, DFD menggambarkan seluruh proses pembuatan program dari awal sampai akhir.<\/p>\n<p>Secara visual terdapat berbagai simbol dalam penggunaan DFD, misalnya panah, lingkaran, dan persegi panjang. Masing-masing simbol memiliki makna dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, analis biasanya menambahkan label yang menjelaskan semua\u00a0step\u00a0tersebut.<\/p>\n<p>DFD sederhana dapat dibuat menggunakan tangan, bisa membuatnya dengan cara menggambar. Namun, ada juga beberapa aplikasi khusus untuk membuat DFD, sebut saja seperti Unified Manual Language (UML), EasyCase, Power Designer, dan lain sebagainya. Tidak ada proses instan karena pada dasarnya DFD dibuat secara manual, baik menggunakan tangan maupun aplikasi khusus.<\/p>\n<h2><span id=\"Apa_itu_Data_Flow_Diagram\"><b>Jenis Data Flow Diagram<\/b><\/span><\/h2>\n<p>DFD memiliki beberapa jenis berdasarkan tahap atau prosesnya, yakni DFD level 0, level 1, dan level 2. Agar lebih paham, berikut ini adalah jenis-jenis DFD :<\/p>\n<ul>\n<li><span id=\"DFD_level_0\"><b>DFD level 0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">DFD level 0 merupakan diagram yang memberikan gambaran interaksi terhadap pihak eksternal. Jenis satu ini bisa dikatakan sebagai diagram konteks karena hanya mengandung fungsi diagram paling dasar. Selain itu, DFD level 0 tidak memuat informasi yang berhubungan dengan\u00a0database\u00a0pada\u00a0data store\u00a0untuk keperluan tertentu.<\/p>\n<ul>\n<li><span id=\"DFD_level_1\"><b>DFD level 1<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Jika DFD level 0 merupakan diagram dasar, DFD level 1 adalah tingkat lanjutannya. DFD jenis ini merupakan diagram yang menjabarkan informasi pasca level 0. Seluruh data yang ada akan dipecah menjadi unit yang lebih kecil agar informasi mudah dipahami.<\/p>\n<ul>\n<li><span id=\"DFD_level_2\"><b>DFD level 2<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Jenis DFD lainnya yaitu level 2 dimana diagram jenis satu ini merupakan lanjutan dari DFD level 1. Pada beberapa kasus, DFD level 2 akan dibuat jika dibutuhkan deskripsi lebih rinci dari proses sebelumnya. Dengan kata lain DFD level 2 tidak wajib dibuat kecuali informasi detail terkait sistem benar-benar diperlukan.<\/p>\n<h2><span id=\"Apa_itu_Data_Flow_Diagram\"><b>Fungsi Data Flow Diagram<\/b><\/span><\/h2>\n<p>Banyak pengembang menggunakan DFD karena fungsinya berperan cukup penting. Tanpa berlama-lama, berikut adalah fungsi DFD :<\/p>\n<ul>\n<li><span id=\"Visualisasi_sistem\"><b>Visualisasi sistem<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">DFD memiliki fungsi untuk memvisualisasikan atau menggambarkan suatu sistem. Dapat melihat komponen-komponen yang alur kerjanya saling terkait satu sama lain sebagai satu kesatuan. Dengan begitu, semua informasi yang diberikan DFD bisa menjadi insight terkait proses kerja dalam software development.<\/p>\n<ul>\n<li><span id=\"Perancangan_model\"><b>Perancangan model<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Selain visualisasi sistem, fungsi lain DFD adalah merancang sebuah model baru secara sistematis. Kamu dapat memprioritaskan fungsi sistem tertentu dalam perancangan guna melihat bagian alur kerja lebih rinci. Hal tersebut memungkinkan kamu untuk fokus ke bagian-bagian penting sebagai acuan perancangan sebuah model.<\/p>\n<ul>\n<li><span id=\"Penyampaian_rancangan_sistem\"><b>Penyampaian rancangan sistem<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Fungsi DFD selanjutnya yaitu untuk menyampaikan rancangan sistem. Pada dasarnya DFD dibuat untuk mendeskripsikan alur kerja melalui pendekatan visual. Gambaran rancangan sistem tersebut nantinya akan disampaikan kepada pihak lain, misalnya klien, programmer, atau pembuat sistem.<\/p>\n<h2><b>Simbol dalam <\/b><span id=\"Apa_itu_Data_Flow_Diagram\"><b>Data Flow Diagram<\/b><\/span><\/h2>\n<p>Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa terdapat beberapa simbol dalam pembuatan DFD. Diantaranya sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li><span id=\"Process\"><b>Process<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Dalam DFD,\u00a0process\u00a0memiliki bentuk bangun ruang berkesinambungan yang digambarkan dengan simbol lingkaran atau persegi panjang bersudut\u00a0rounded.\u00a0Process\u00a0sendiri mewakili sebuah alur untuk mengubah input menjadi output dalam format berbeda.<\/p>\n<ul>\n<li><span id=\"External_entity\"><b>External entity<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Simbol lainnya dalam DFD adalah\u00a0external entity\u00a0atau lebih dikenal dengan sebutan\u00a0terminator. Sesuai namanya,\u00a0external entity\u00a0merupakan pihak ketiga yang berada diluar sistem. Dalam hal ini pihak ketiga yang dimaksud bisa berupa klien, divisi, organisasi, perusahaan, atau sistem lain. Hampir mirip dengan\u00a0process, simbol untuk melambangkan\u00a0external entity\u00a0yaitu kotak atau persegi panjang.<\/p>\n<ul>\n<li><span id=\"Data_store\"><b>Data store<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Data store\u00a0dalam simbol DFD adalah berkas atau\u00a0file\u00a0yang menyimpan seluruh data untuk dipergunakan kembali pada proses selanjutnya. Setiap\u00a0data store biasanya mesti terhubung setidaknya dengan satu input dan\u00a0output.\u00a0Data store\u00a0dilambangkan dengan simbol dua buah garis horizontal sejajar.<\/p>\n<ul>\n<li><span id=\"Data_flow\"><b>Data flow<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Jika\u00a0data store\u00a0merupakan penyimpanan data, maka\u00a0data flow yang mengalirkan data tersebut ke setiap sistem. Dengan kata lain,\u00a0data flow\u00a0bisa dibilang sebagai arus data atau informasi antara suatu proses,\u00a0data store, dan\u00a0terminator. Simbol yang digunakan untuk mewakili\u00a0data flow\u00a0adalah tanda panah.<\/p>\n<h2><span id=\"Apa_itu_Data_Flow_Diagram\"><b>Cara membuat Data Flow Diagram<\/b><\/span><\/h2>\n<p>Cara membuat DFD adalah sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li id=\"1-kelola-basis-data\"><strong>Kelola basis data<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Pertama, cara membuat DFD adalah memastikan bahwa semua informasi yang ada dalam data store telah siap diproses untuk memproduksi output.<\/p>\n<ul>\n<li id=\"2-tentukan-jumlah-masukan-dan-keluaran\"><strong>Tentukan jumlah masukan dan keluaran<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Sebuah proses DFD biasanya memiliki setidaknya satu output dan satu input. Identifikasikan input dan output yang termasuk ke dalam DFD level 0 hingga DFD level 2, sehingga semua proses dapat terpetakan secara jelas.<\/p>\n<ul>\n<li id=\"3-hubungkan-pada-data-store\"><strong>Hubungkan pada data store<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Data store harus dihubungkan dengan masukan dan keluaran masing-masing satu unit agar informasi terekam pada basis data.<\/p>\n<ul>\n<li id=\"4-output-sesuai-proses\"><strong>Output sesuai proses<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Alur kerja pada flowchart selanjutnya harus melalui beberapa rangkaian proses dan menghasilkan output sesuai dengan peruntukannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;16829&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;2&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (2 votes)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (2 votes)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Data flow diagram\u00a0atau biasa disebut dengan singkatan DFD adalah ilustrasi alur sebuah sistem atau program. Biasanya, DFD digunakan oleh para\u00a0developer\u00a0aplikasi untuk mempermudah proses pengembangan sistem informasi. Semua pihak yang terlibat dalam program akan digambarkan secara visual dengan DFD. Data flow diagram\u00a0mulai dipopulerkan pada akhir tahun 1970-an, oleh Larry Constantine dan Ed Yourdon. Hingga kini, DFD [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":16832,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[6646,6644,6643,6642,6645],"class_list":["post-16829","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-cara-membuat-data-flow-diagram","tag-fungsi-data-flow-diagram","tag-jenis-data-flow-diagram","tag-pengertian-data-flow-diagram","tag-simbol-dalam-data-flow-diagram"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2-300x188.png",300,188,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png",2400,1500,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Data flow diagram\u00a0atau biasa disebut dengan singkatan DFD adalah ilustrasi alur sebuah sistem atau program. Biasanya, DFD digunakan oleh para\u00a0developer\u00a0aplikasi untuk mempermudah proses pengembangan sistem informasi. Semua pihak yang terlibat dalam program akan digambarkan secara visual dengan DFD. Data flow diagram\u00a0mulai dipopulerkan pada akhir tahun 1970-an, oleh Larry Constantine dan Ed Yourdon. Hingga kini, DFD [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-14T08:05:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Risa Y\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Risa Y\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram\"},\"author\":{\"name\":\"Risa Y\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\"},\"headline\":\"Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram\",\"datePublished\":\"2022-09-14T08:05:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram\"},\"wordCount\":863,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png\",\"keywords\":[\"cara membuat data flow diagram\",\"fungsi data flow diagram\",\"jenis data flow diagram\",\"pengertian data flow diagram\",\"simbol dalam data flow diagram\"],\"articleSection\":[\"Blog\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram\",\"name\":\"Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png\",\"datePublished\":\"2022-09-14T08:05:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png\",\"width\":2400,\"height\":1500},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\",\"name\":\"Risa Y\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Risa Y\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram - Hosteko Blog","og_description":"Data flow diagram\u00a0atau biasa disebut dengan singkatan DFD adalah ilustrasi alur sebuah sistem atau program. Biasanya, DFD digunakan oleh para\u00a0developer\u00a0aplikasi untuk mempermudah proses pengembangan sistem informasi. Semua pihak yang terlibat dalam program akan digambarkan secara visual dengan DFD. Data flow diagram\u00a0mulai dipopulerkan pada akhir tahun 1970-an, oleh Larry Constantine dan Ed Yourdon. Hingga kini, DFD [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2022-09-14T08:05:23+00:00","og_image":[{"width":2400,"height":1500,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png","type":"image\/png"}],"author":"Risa Y","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Risa Y","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram"},"author":{"name":"Risa Y","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b"},"headline":"Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram","datePublished":"2022-09-14T08:05:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram"},"wordCount":863,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png","keywords":["cara membuat data flow diagram","fungsi data flow diagram","jenis data flow diagram","pengertian data flow diagram","simbol dalam data flow diagram"],"articleSection":["Blog"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram","name":"Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png","datePublished":"2022-09-14T08:05:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png","width":2400,"height":1500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-jenis-fungsi-dan-contoh-data-flow-diagram#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Data Flow Diagram"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b","name":"Risa Y","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Risa Y"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Pengertian-Jenis-Fungsi-dan-Contoh-Data-Flow-Diagram-2.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16829"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16829\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16833,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16829\/revisions\/16833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}