{"id":17724,"date":"2023-06-09T08:48:46","date_gmt":"2023-06-09T08:48:46","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=17724"},"modified":"2023-06-09T08:48:46","modified_gmt":"2023-06-09T08:48:46","slug":"cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress"},"content":{"rendered":"<p>Error 403 Forbidden merupakan salah satu pesan error umum yang terjadi akibat ada kesalahan pada file .htaccess Anda. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini sering terjadi, terlebih ketika sedang mengakses website. Sebagai informasi, error 403 forbidden adalah suatu kode\/status yang muncul ketika ada masalah untuk mengakses website tersebut.<\/p>\n<p>Perlu diketahui bahwa error 403 terjadi karena berbagai alasan dan keadaan. Terkadang, error ini diakibatkan karena perusahaan hosting Anda melakukan beberapa perubahan dalam sistem atau beberapa update.<\/p>\n<p>Sebelum memulai tutorial, simak terlebih dulu pengertian dan penyebab error 403 Forbidden!<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-error-403-forbidden\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Apa_Itu_Error_403_Forbidden\"><b>Apa Itu Error 403 Forbidden?<\/b><\/span><\/h2>\n<p>Error 403 Forbidden adalah kode status HTTP yang mengindikasikan adanya kesalahan permission saat Anda mengakses website. Umumnya pesan yang muncul tertulis adalah: \u201c<strong>Forbidden: You don\u2019t have permission to access [directory] on this server<\/strong>\u201d.<\/p>\n<p>Biasanya, error 403 muncul ketika Anda coba mengakses bagian website yang tidak Anda miliki hak aksesnya. Dengan kata lain, error ini muncul sebagai perlindungan file atau resource pada halaman website Ada. Jadi, pengunjung tidak bisa mengakses websitenya.<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa contoh pesan http error 403 lain yang kerap ditemukan :<\/p>\n<ul>\n<li>HTTP Error 403 \u2013 Forbidden<\/li>\n<li>403 forbidden request forbidden by administrative rules<\/li>\n<li>403 Forbidden<\/li>\n<li>Access Denied You don\u2019t have permission to access<\/li>\n<li>Error 403<\/li>\n<li>Error 403 Forbidden<\/li>\n<li>Error 403 Access Denied<\/li>\n<li>HTTP ERROR 403<\/li>\n<li>403 Forbidden \u2013 nginx<\/li>\n<li>Forbidden<\/li>\n<li>You are not authorized to view this page<\/li>\n<li>Forbidden: You don\u2019t have permission to access [directory\/file] on this server<\/li>\n<li>It appears you don\u2019t have permission to access this page<\/li>\n<li>HTTP Error 403 \u2013 Forbidden \u2013 You do not have permission to access the document or program you requested<\/li>\n<li>Access to [domain Anda] was denied. You don\u2019t have the authorization to view this page.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"h-penyebab-http-error-403-forbidden\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Penyebab_HTTP_Error_403_Forbidden\"><b>Penyebab HTTP Error 403 Forbidden<\/b><\/span><\/h2>\n<p>Tiba-tiba mendapatkan pesan error 403 pada saat Anda sedang melakukan pengembangan. Sungguh menyebalkan, bukan? Namun, sebelum kita mencoba mengatasinya, kita perlu terlebih dulu mencari penyebab sebenarnya.<\/p>\n<p>Penyebab sederhana mengapa pesan error ini muncul adalah karena Anda mecoba mengakses halaman atau website, tapi Anda tidak memiliki permission untuk mengaksesnya. Menampilkan pesan error 403 forbidden merupakan salah satu cara website menyatakan bahwa Anda tidak memiliki cukup permission untuk mengakses sesuatu lebih jauh.<\/p>\n<p>Utamanya, penyebab utama dari error 403 forbidden adalah :<\/p>\n<ul>\n<li>Kesalahan pada file atau hak akses folder<\/li>\n<li>Kesalahan pengaturan pada file\u00a0<strong>.htaccess<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, beberapa kemungkinan penyebab terjadinya error 403 muncul antara lain :<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Halaman index tidak ada.<\/strong>\u00a0Nama homepage website tidak berupa\u00a0<strong>index.html<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>index.php<\/strong>.<\/li>\n<li><strong>Error pada plugin WordPress.<\/strong>\u00a0Plugin tidak dikonfigurasikan dengan benar atau tidak kompatibel satu sama lain.<\/li>\n<li><strong>Kesalahan pada alamat IP.<\/strong>\u00a0Nama domain mengarah ke alamat IP yang salah, atau alamat lama yang sekarang menghosting website yang melarang akses Anda.<\/li>\n<li><strong>Serangan malware.<\/strong>\u00a0Serangan malware bisa merusak file\u00a0<strong>.htaccess<\/strong>. Anda harus membasmi malware sebelum me-restore file.<\/li>\n<li><strong>Link halaman web baru.<\/strong>\u00a0Pemilik website mungkin sudah memperbarui link halaman, berbeda dengan versi yang tersimpan dalam cache.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"h-15-cara-mengatasi-403-forbidden-di-wordpress\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"15_Cara_Mengatasi_403_Forbidden_di_WordPress\"><b>Cara Mengatasi 403 Forbidden di WordPress<\/b><\/span><\/h2>\n<p>Sebelumnya, Anda sudah mengetahui beberapa hal yang menjadi penyebab error 403 Forbidden WordPress. Pada artikel ini, kami menawarkan 10 cara yang bisa Anda ikuti untuk mengatasi error 403, yaitu :<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><span id=\"1_Cek_File_htaccess\">1. Cek File .htaccess<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu cara yang bisa Anda coba untuk mengatasi error 403 forbidden adalah melakukan pengecekan pada file .htaccess\u00a0website.<\/p>\n<p>Untuk mengaksesnya melalui cPanel, ikuti langkah di bawah ini :<\/p>\n<ul>\n<li>Silahkan login ke cPanel akun hosting Anda dan masuklah ke menu <strong>File Manager<\/strong>.<\/li>\n<li>Di dalam direktori\u00a0<strong>public_html<\/strong>, cari file\u00a0<strong>.htaccess<\/strong>.<\/li>\n<li>Jika Anda tidak dapat menemukan\u00a0file\u00a0<strong>.htacess<\/strong>\u00a0apa pun, klik\u00a0<strong>Settings<\/strong>\u00a0dan aktifkan opsi\u00a0<strong>Show Hidden Files (dotfiles)<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Agar dapat memahami file .htaccess lebih baik, lihat file konfigurasi server yang sebagian besar cara kerjanya adalah dengan mengubah konfigurasi pada pengaturan Server Web Apache.<\/p>\n<p>Meskipun file .htaccess dapat ditemukan di hampir semua website WordPress, pada kasus tertentu, apabila website Anda tidak memiliki file .htaccess atau terhapus secara tidak sengaja, maka Anda harus membuat file .htaccess secara manual.<\/p>\n<p>Setelah Anda menemukan file .htaccess, maka yang perlu Anda lakukan adalah :<\/p>\n<ul>\n<li>Buat backup\u00a0file .htaccess dengan mengunduh\u00a0<strong>.htaccess<\/strong>\u00a0ke komputer Anda.<\/li>\n<li>Setelah itu,\u00a0<strong>hapus (delete)<\/strong>\u00a0file tersebut.<\/li>\n<li>Buka website Anda.<\/li>\n<li>Jika website Anda sudah kembali normal, maka penyebabnya hanyalah file\u00a0<strong>.htaccess<\/strong>\u00a0yang rusak.<\/li>\n<li>Buat file .htaccess yang baru, masuk ke\u00a0<strong>dashboard WordPress,<\/strong>\u00a0dan klik\u00a0<strong>Settings \u00bb Permalinks<\/strong>.<\/li>\n<li>Tanpa perlu membuat perubahan apa pun, klik tombol\u00a0<strong>Save<\/strong>\u00a0yang ada di bawah halaman.<\/li>\n<li>File\u00a0<strong>.htaccess<\/strong>\u00a0baru akan dibuat untuk website Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><span id=\"2_Cek_Hak_Akses_File\">2. Cek Hak Akses File<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Alasan lain yang menyebabkan website Anda menampilkan error 403 Forbidden\u00a0adalah masalah permissions pada file atau folder. Biasanya, secara default, file yang dibuat memiliki permission tertentu.<\/p>\n<p>Permission ini menentukan kontrol terhadap file, seperti :<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Read<\/strong>: izin untuk membuka, membaca dan melihat isi file atau folder pada suatu situs web.<\/li>\n<li><strong>Write<\/strong>: izin untuk memodifikasi (menambah, mengedit, menghapus) file atau folder pada suatu situs web.<\/li>\n<li><strong>Execute<\/strong>: izin untuk menjalankan file sebagai script\/akses folder dan melakukan commands.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Terkadang, agar file bisa diakses, Anda perlu mengubah permissions pada suatu file atau folder terlebih dulu. Anda dapat melakukannya dengan dua cara, yaitu melalui\u00a0<strong>FTP Client<\/strong>\u00a0atau melalui\u00a0<strong>File Manager<\/strong>\u00a0di cPanel.<\/p>\n<h4><strong>2.1 Melalui FTP Client<\/strong><\/h4>\n<p>Salah satu tools FTP Client yang banyak digunakan adalah\u00a0<strong>FileZilla<\/strong>. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk mengubah permissions file atau folder di Filezilla :<\/p>\n<ul>\n<li>Buatlah koneksi ke website Anda melalui FileZilla. Kemudian, masuk ke dalam direktori utama dari akun hosting Anda.<\/li>\n<li>Temukan folder <strong>public_html<\/strong>\u00a0yang merupakan folder tempat menyimpan file website. Klik kanan pada folder tersebut, lalu pilih\u00a0<strong>File Permission<\/strong>.<\/li>\n<li>Isilah kolom <strong>Numeric value<\/strong>\u00a0dengan angka\u00a0<strong>755<\/strong>. Kemudian, beri tanda ceklis pada pernyataan\u00a0<strong>Apply to directories only<\/strong>\u00a0untuk mengubah hak akses pada semua folder\/direktori. Jangan lupa, klik\u00a0<strong>OK\u00a0<\/strong>untuk menyimpan perubahan.<\/li>\n<li>Setelah berhasil mengubah hak akses folder, ulangi lagi langkah\u00a0<strong>ketiga<\/strong>. Tapi, kali ini isilah\u00a0<strong>Numeric value<\/strong>\u00a0dengan angka<strong>\u00a0644<\/strong>\u00a0dan beri tanda ceklis pada pernyataan\u00a0<strong>Apply to files only<\/strong>\u00a0untuk mengubah hak akses untuk file website Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika sudah selesai, silahkan akses website Anda kembali. Apabila website sudah berjalan dengan normal, artinya error memang disebabkan oleh hak akses atau permissions file.<\/p>\n<h4><strong>2.2 Melalui File Manager cPanel<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li>Silahkan login ke cPanel akun hosting Anda dan akses menu <strong>File Manager<\/strong>.<\/li>\n<li>Masuklah ke direktori <strong>public_html<\/strong>. Pada direktori ini, Anda bisa mengubah hak akses file atau folder dengan cara klik kanan pada file yang akan Anda ubah. Lalu, pilih,\u00a0<strong>Change Permissions<\/strong>\u00a0dan ubah angkanya sesuai kebutuhan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika sudah selesai, akses website kembali dan lakukanlah refresh pada halaman website. Apabila error masih muncul, cobalah cara mengatasi error 403 forbidden selanjutnya.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Nonaktifkan Plugin<\/strong><\/h3>\n<p>Jika kedua metode sebelumnya tidak berhasil, kemungkinan error dapat disebabkan oleh plugin. Untuk mengatasinya, Anda bisa\u00a0 menonaktifkan semua plugin pada WordPress Anda, berikut langkahnya :<\/p>\n<ul>\n<li>Silahkan akses akun hosting menggunakan FTP klien. Kemudian, masuklah ke direktori <strong>public_html<\/strong>\u00a0atau ke folder utama dimana file instalasi WordPress disimpan.<\/li>\n<li>Masuklah ke folder <strong>wp-content<\/strong>\u00a0dan ganti nama folder\u00a0<strong>plugins<\/strong>\u00a0menjadi\u00a0<strong>disabled-plugins<\/strong>. Cara ini akan menonaktifkan semua plugin.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selanjutnya, akses kembali website Anda. Jika website dapat diakses dengan baik, berarti permasalahannya memang ada pada plugin.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui plugin mana yang bermasalah, silakan ganti nama folder\u00a0<strong>disabled-plugins<\/strong>\u00a0menjadi\u00a0<strong>plugins<\/strong>. Kemudian, masuklah ke menu\u00a0<strong>Plugins<\/strong>\u00a0di\u00a0 dashboard WordPress Anda dan nonaktifkan plugin satu persatu.<\/p>\n<p>Lakukan pengecekan website setiap kali Anda menonaktifkan plugin. Dengan cara ini, Anda akan menemukan plugin yang menjadi penyebab error 403 Forbidden. Anda dapat menghapus plugin tersebut kemudian melakukan instalasi atau update versi terbaru jika ada.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><span id=\"4_Upload_Halaman_Index\">4. Upload Halaman Index<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Periksa nama homepage website Anda, apakah sudah berupa\u00a0<strong>index.html<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>index.php<\/strong>. Jika namanya lain, ada dua cara untuk melakukan langkah ini. Cara pertama dan yang paling mudah adalah dengan mengganti nama homepage menjadi\u00a0<strong>index.html<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>index.php<\/strong>.<\/p>\n<p>Tapi, jika Anda ingin tetap menggunakan nama homepage saat ini, Anda bisa upload halaman index ke direktori <strong>public_html<\/strong> dan membuat redirect ke homepage yang ada saat ini. Berikut cara melakukannya :<\/p>\n<ul>\n<li>Upload file\u00a0<strong>index.html<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>index.php<\/strong>\u00a0ke folder\u00a0<strong>public_html<\/strong>\u00a0Anda. Gunakan file manager akun hosting Anda atau FTP untuk melakukannya.<\/li>\n<li>Buka file\u00a0<strong>.htaccess<\/strong>.<\/li>\n<li>Masukkan snippet kode berikut untuk mengalihkan file\u00a0<strong>index.php<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>index.html<\/strong>\u00a0ke homepage saat ini. Jangan lupa untuk mengganti\u00a0<code>homepage.<\/code><span class=\"enlighter-m3\"><code>html<\/code>\u00a0dengan nama asli halaman.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<pre class=\"wp-block-code\" style=\"padding-left: 40px;\"><code>Redirect \/index.html \/homepage.html<\/code><\/pre>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Cek A Record<\/strong><\/h3>\n<p>Error 403 forbidden juga bisa terjadi jika nama domain Anda mengarah ke alamat IP yang salah. Akibatnya, Anda pun tidak punya permission untuk mengakses kontennya. Jadi, periksa ulang apakah nama domain Anda sudah mengarah ke alamat IP yang benar.<\/p>\n<p>Untuk melakukannya, akses DNS Zone Editor di hPanel Anda :<\/p>\n<ul>\n<li>Login ke\u00a0<strong>hPanel<\/strong>.<\/li>\n<li>Buka bagian\u00a0<strong>Tingkat Lanjut,<\/strong>\u00a0lalu buka DNS Zone Editor.<\/li>\n<li>Kemudian, daftar DNS record pun akan ditampilkan. Cari record dengan label\u00a0<strong>A<\/strong>\u00a0pada kolom Tipe.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-17726 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/daftar-DNS-record.png\" alt=\"\" width=\"1010\" height=\"287\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/daftar-DNS-record.png 1010w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/daftar-DNS-record-768x218.png 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/daftar-DNS-record-640x182.png 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/daftar-DNS-record-400x114.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 1010px) 100vw, 1010px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Cek alamat IP di kolom <strong>Content<\/strong>\u00a0konten.<\/li>\n<li>Jika mengarah ke alamat IP yang salah, klik\u00a0<strong>Edit<\/strong>\u00a0untuk mengubahnya. Kemudian, klik\u00a0<strong>Perbarui<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika Anda tidak menemukan record yang benar, buat yang baru melalui bagian<strong>\u00a0Kelola DNS record<\/strong>. Pastikan Anda memilih\u00a0<strong>A<\/strong>\u00a0untuk\u00a0<strong>Tipe<\/strong>, dan memasukkan alamat IP yang benar ke bidang\u00a0<b>Mengarah ke<\/b>. Kemudian, klik\u00a0<strong>Tambah Record<\/strong>.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-17725 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kelola-DNS-record.png\" alt=\"\" width=\"1009\" height=\"185\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kelola-DNS-record.png 1009w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kelola-DNS-record-768x141.png 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kelola-DNS-record-640x117.png 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kelola-DNS-record-400x73.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 1009px) 100vw, 1009px\" \/><\/p>\n<p>Apabila baru-baru ini Anda melakukan migrasi web host dan lupa mengubah nameserver, domain Anda mungkin masih mengarah ke web host yang lama dan menyebabkan error 403 forbidden.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><span id=\"6_Lakukan_Identifikasi_Malware\">6. Lakukan Identifikasi Malware<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Jika Anda sudah mencoba berbagai cara mengatasi error 403 forbidden, tapi masih belum berhasil juga, mungkin saja error ini disebabkan oleh malware yang menyerang website Anda.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, cobalah untuk melakukan identifikasi malware dengan menggunakan plugin deteksi malware pada WordPress seperti Wordfence.<\/p>\n<p>Anda bisa mendownloadnya melalui menu\u00a0<strong>Plugins \u00bb Add New<\/strong> di dashboard WordPress Anda. Tulislah <strong>Wordfence<\/strong>\u00a0di kolom pencarian, kemudian klik\u00a0<strong>Install Now<\/strong>\u00a0untuk menginstall Wordfence.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-17727 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Wordfence.png\" alt=\"\" width=\"818\" height=\"332\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Wordfence.png 818w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Wordfence-768x312.png 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Wordfence-640x260.png 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Wordfence-400x162.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 818px) 100vw, 818px\" \/><\/p>\n<p>Tunggulah beberapa saat hingga proses instalasi selesai, lalu klik\u00a0<strong>Activate<\/strong>\u00a0untuk mengaktifkan plugin.<\/p>\n<p>Plugin tersebut akan melakukan scanning terhadap semua file dan mengidentifikasi file yang terserang malware. Ada dua opsi yang bisa Anda pilih pada file yang terkena malware, yaitu menghapusnya atau memulihkannya.<\/p>\n<p>Anda bisa memulihkan file tersebut menggunakan file backup, ataupun menggunakan database backup jika Anda tidak mempunyai file full backup website.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><span id=\"7_Edit_Kepemilikan_File\">7. Edit Kepemilikan File<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Kepemilikan file yang salah bisa memicu error 403 forbidden jika Anda menggunakan Linux atau VPS hosting. File dan folder biasanya bisa ditetapkan pada\u00a0<strong>Owner<\/strong>,\u00a0<strong>Group<\/strong>, atau keduanya.<\/p>\n<p>Untuk mengubah kepemilikan file di Linux dan VPS hosting, Anda perlu akses SSH. Anda juga membutuhkan terminal SSH untuk terhubung ke VPS server.<\/p>\n<p>Kemudian, setelah menghubungkan SSH ke web server, cek kepemilikan file menggunakan SSH command :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">ls -1 [file name]<\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Hasilnya akan terlihat seperti berikut :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\">-rwxrw-rw- <\/span><span class=\"enlighter-n1\">1<\/span> <span class=\"enlighter-g1\">[<\/span><span class=\"enlighter-text\">owner<\/span><span class=\"enlighter-g1\">][<\/span><span class=\"enlighter-text\">group<\/span><span class=\"enlighter-g1\">]<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">20<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Jul <\/span><span class=\"enlighter-n1\">20<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">12<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n4\">00<\/span><span class=\"enlighter-text\"> filename.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Periksa bagian owner (pemilik) dan group (grup). Seharusnya, pemilik yang benar adalah username akun hosting Anda. Apabila ternyata lain, gunakan command Linux <strong>chown<\/strong>\u00a0untuk mengubahnya.<\/p>\n<p>Berikut sintaksis dasar untuk chown :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\">chown <\/span><span class=\"enlighter-g1\">[<\/span><span class=\"enlighter-text\">owner<\/span><span class=\"enlighter-g1\">][<\/span><span class=\"enlighter-text\">:group<\/span><span class=\"enlighter-g1\">]<\/span> <span class=\"enlighter-g1\">[<\/span><span class=\"enlighter-text\">file name<\/span><span class=\"enlighter-g1\">]<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Misalnya, kalau username Anda adalah Hosteko, gunakan berikut ini :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\">chown Hosteko filename.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika merasa ragu untuk menggunakan SSH, silahkan hubungi tim dukungan kami yang akan dengan senang hati membantu Anda.<\/p>\n<h3 id=\"h-8-hapus-history-cache-web-anda\" class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Hapus History\/Cache Web Anda<\/strong><\/h3>\n<p>Jangan salah, cache dan cookie web browser Anda juga bisa menjadi penyebab error 403. Agar website bisa dimuat lebih cepat saat Anda mengunjunginya lagi, cache akan menyimpan data.<\/p>\n<p>Tapi, mungkin saja link website sudah diperbarui, dan versi halaman web saat ini sudah berbeda dengan yang disimpan di cache.<\/p>\n<p>Ada juga kemungkinan bahwa penyebabnya adalah cookie. Anda login ke sebuah website dan semuanya berjalan baik-baik saja, tapi kemudian mendapatkan error ini pada kali berikutnya Anda login.<\/p>\n<p>Untuk mengatasinya, Anda bisa clear cache dan cookie browser. Namun, perlu diingat bahwa menghapus cache dan cookie bisa menyebabkan waktu loading berikutnya menjadi lambat karena browser harus meminta semua file website lagi. Anda juga akan logout dari semua website yang tadinya sudah Anda akses untuk login.<\/p>\n<p>Untuk melakukannya di\u00a0<strong>Google Chrome,<\/strong> ikuti cara berikut :<\/p>\n<ul>\n<li>Klik ikon tiga titik di sudut kanan atas, lalu pilih\u00a0<strong>Setelan<\/strong>.<\/li>\n<li>Temukan\u00a0<strong>Privasi dan keamanan,<\/strong>\u00a0lalu klik\u00a0<strong>Hapus data penjelajahan<\/strong>.<\/li>\n<li>Gunakan menu drop-down untuk memilih rentang waktu penghapusan data. Kemudian, centang opsi\u00a0<strong>Cookie dan data situs lainnya\u00a0<\/strong>serta\u00a0<strong>Gambar dan file dalam cache<\/strong>.<\/li>\n<li>Klik\u00a0<strong>Hapus data<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah menyelesaikan langkah-langkah ini, coba kunjungi kembali website dan login jika perlu.<\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;17724&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;0&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;0&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;0\\\/5 - (0 votes)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress&quot;,&quot;width&quot;:&quot;0&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 0px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            <span class=\"kksr-muted\">Jadilah yang pertama untuk memberi nilai<\/span>\n    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Error 403 Forbidden merupakan salah satu pesan error umum yang terjadi akibat ada kesalahan pada file .htaccess Anda. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini sering terjadi, terlebih ketika sedang mengakses website. Sebagai informasi, error 403 forbidden adalah suatu kode\/status yang muncul ketika ada masalah untuk mengakses website tersebut. Perlu diketahui bahwa error 403 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":17729,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[3,153,20],"tags":[7213],"class_list":["post-17724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-pengetahuan-umum","category-tips","tag-403-forbidden"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress-300x188.png",300,188,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png",2400,1500,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Error 403 Forbidden merupakan salah satu pesan error umum yang terjadi akibat ada kesalahan pada file .htaccess Anda. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini sering terjadi, terlebih ketika sedang mengakses website. Sebagai informasi, error 403 forbidden adalah suatu kode\/status yang muncul ketika ada masalah untuk mengakses website tersebut. Perlu diketahui bahwa error 403 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-09T08:48:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Risa Y\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Risa Y\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress\"},\"author\":{\"name\":\"Risa Y\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\"},\"headline\":\"Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress\",\"datePublished\":\"2023-06-09T08:48:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress\"},\"wordCount\":1906,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png\",\"keywords\":[\"403 forbidden\"],\"articleSection\":[\"Blog\",\"pengetahuan umum\",\"Tips\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress\",\"name\":\"Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png\",\"datePublished\":\"2023-06-09T08:48:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png\",\"width\":2400,\"height\":1500},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\",\"name\":\"Risa Y\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Risa Y\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress - Hosteko Blog","og_description":"Error 403 Forbidden merupakan salah satu pesan error umum yang terjadi akibat ada kesalahan pada file .htaccess Anda. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini sering terjadi, terlebih ketika sedang mengakses website. Sebagai informasi, error 403 forbidden adalah suatu kode\/status yang muncul ketika ada masalah untuk mengakses website tersebut. Perlu diketahui bahwa error 403 [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2023-06-09T08:48:46+00:00","og_image":[{"width":2400,"height":1500,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png","type":"image\/png"}],"author":"Risa Y","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Risa Y","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress"},"author":{"name":"Risa Y","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b"},"headline":"Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress","datePublished":"2023-06-09T08:48:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress"},"wordCount":1906,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png","keywords":["403 forbidden"],"articleSection":["Blog","pengetahuan umum","Tips"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress","name":"Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png","datePublished":"2023-06-09T08:48:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png","width":2400,"height":1500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-mengatasi-error-403-forbidden-pada-website-wordpress#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website WordPress"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b","name":"Risa Y","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Risa Y"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Cara-Mengatasi-Error-403-Forbidden-Pada-Website-WordPress.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17724"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17728,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17724\/revisions\/17728"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}