{"id":17911,"date":"2023-07-20T08:46:15","date_gmt":"2023-07-20T08:46:15","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=17911"},"modified":"2023-07-20T08:46:15","modified_gmt":"2023-07-20T08:46:15","slug":"pengertian-dan-cara-menggunakan-chown","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown","title":{"rendered":"Pengertian dan Cara Menggunakan Chown"},"content":{"rendered":"<p>Pada OS Linux, setiap file diasosiasikan dengan kelompok kepemilikan (ownership) dan pemilik (owner). Chown command Linux merupakan singkatan dari \u201cchange owner.\u201d Command ini digunakan pada sistem Unix-like atau sistem yang menyerupai Unix oleh superuser. Pada artikel ini, kami akan membahas kegunaan Chown command dan cara menggunakannya.<\/p>\n<p>Dengan opsi chown, anda bisa mengubah kepemilikan file, direktori, dan link. Jika user reguler ingin mengubah suatu file, superuser dapat menggunakan chown command untuk mengganti kepemilikan file dan memberikannya hak akses.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><span id=\"Pengertian_chown\">Pengertian Chown<\/span><\/strong><\/h2>\n<p><strong>Chown<\/strong> adalah sebuah perintah di sistem operasi Unix dan Linux yang digunakan untuk mengubah kepemilikan suatu file atau direktori. Dengan menggunakan perintah chown, anda dapat mengubah kepemilikan dari suatu file atau direktori ke user lain yang memiliki hak akses yang sesuai.<\/p>\n<p>Misalnya, ketika seorang pengguna ingin memberikan hak akses tertentu kepada user lain untuk suatu file atau direktori, ia dapat menggunakan perintah chown untuk mengubah kepemilikan file atau direktori tersebut ke user yang akan diberikan akses.<\/p>\n<p>Perintah chown memiliki sintaks yang sederhana dan mudah dipahami. Namun, perlu diingat bahwa anda harus berhati-hati ketika menggunakan perintah chown. Jika terdapat kesalahan dalam pemberian hak akses file, maka dapat menyebabkan kegagalan akses pada file atau direktori dan bisa menyebabkan timbulnya celah keamanan pada sistem.<\/p>\n<h2 id=\"h-cara-menggunakan-chmod-dan-chown\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Cara_Menggunakan_CHMOD_dan_CHOWN\"><b>Cara Menggunakan Chmod dan Chown<\/b><\/span><\/h2>\n<p>Perintah chown dan chmod dapat dijalankan menggunakan Terminal yang ada di Linux. Kedua perintah ini hanya dapat dieksekusi oleh user yang\u00a0<b>root<\/b>\u00a0atau\u00a0<b>super user<\/b>. Anda dapat melihat kepemilikan dan user pemilik dari sebuah file menggunakan perintah\u00a0<b>ls -l<\/b>\u00a0atau ll.<\/p>\n<p>Hasil yang akan ditampilkan formatnya seperti ini :<\/p>\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p><span style=\"color: #ff0000;\"><i>drwxrwxr-x 2 semutvps semutvps 4090 Des 3 07:16 folderC<\/i><\/span><\/p><\/blockquote>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><i>drwxrwxr-x<\/i><\/td>\n<td>Bagian ini menampilkan permission (hak akses) suatu file atau folder. Huruf d di depan mengartikan bahwa itu adalah sebuah direktori. Jika file tidak ada huruf depan di depannya, misalnya seperti ini -rw-rwx-wx&nbsp;<\/p>\n<p>rwx adalah tipe permission yang berlaku pada file atau folder tersebut.<\/p>\n<p>\u201crwx\u201d awal menunjukkan hak akses untuk\u00a0<b>user<\/b>. \u201crwx\u201d kedua menunjukan hak akses untuk\u00a0<b>group<\/b>\u00a0owner, dan r-x \u00a0menunjukkan hak akses untuk tipe user\u00a0<b>others<\/b>.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><i>2<\/i><\/td>\n<td>Jumlah hard links. Biasanya hard link merupakan nama tambahan untuk sebuah file.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><i>semutvps<\/i><\/td>\n<td>Merupakan informasi nama user pemilik dari file atau folder.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><i>semutvps<\/i><\/td>\n<td>Merupakan informasi nama group dari sebuah file atau folder.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><i>4096<\/i><\/td>\n<td>Menampilkan ukuran file dalam ukuran byte. Anda dapat menggunakan opsi \u00a0-h untuk menampilkan ukuran dalam bentuk lainnya<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><i>Des 3 07:16<\/i><\/td>\n<td>Tanggal terakhir file tersebut dimodifikasi.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><i>FolderC<\/i><\/td>\n<td>Nama file atau folder.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2 id=\"h-melihat-informasi-kepemilikan\" class=\"wp-block-heading\"><b>Melihat Informasi Kepemilikan<\/b><\/h2>\n<p>Pertama-tama, login ke VPS dengan menggunakan SSH. .Jika anda lupa, silakan cek tutorial yang mencakup semua hal yang perlu diketahui. .<\/p>\n<p>Sebelum menggunakan chown command Linux, anda perlu memastikan informasi user dan group yang ditunjuk. Informasi ini dapat diperoleh dengan menggunakan <b>cd\u00a0<\/b>dan navigasi ke direktori yang diperlukan.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, path filenya adalah\u00a0<b>\/tmp\/TestUnix<\/b>. Untuk mengaksesnya, gunakan command :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\" style=\"color: #ff0000;\">cd \/tmp\/TestUnix<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Di sini anda dapat mengurutkan file di dalam direktori dengan menggunakan command berikut :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\" style=\"color: #ff0000;\">ls -l<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Pada tutorial ini, kami membuat file bernama\u00a0<b>chownSample.txt\u00a0<\/b>di dalam direktori. Output dari command di atas akan seperti ini :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">-rw-r--r-- <\/span><span class=\"enlighter-n1\">1<\/span><span class=\"enlighter-text\"> root root <\/span><span class=\"enlighter-n1\">0<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Feb <\/span><span class=\"enlighter-n1\">20<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">17<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n1\">35<\/span><span class=\"enlighter-text\"> chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Bagian\u00a0<b>-rw-r\u2013r\u2013\u00a0<\/b>merepresentasian file permission. Root pertama mengacu pada informasi kepemilikan dan root kedua merepresentasikan informasi group. Pada contoh atas, <b>chownSample.txt\u00a0<\/b>memiliki root kepemilikan dan root tersebut termasuk pada root group.<\/p>\n<h2 id=\"h-chown-untuk-file\" class=\"wp-block-heading\"><b>Chown untuk File<\/b><\/h2>\n<p>Untuk mengganti kepemilikan file, format dasar command-nya adalah :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">chown user <\/span><span class=\"enlighter-m0\">filename<\/span><span class=\"enlighter-g1\">(<\/span><span class=\"enlighter-text\">s<\/span><span class=\"enlighter-g1\">)<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Pada file yang sama, yaitu\u00a0<b>chownSample.txt<\/b>, kami akan mengganti kepemilikannya dari root ke user lain dengan nama\u00a0<b>Whales<\/b>. Contoh command-nya seperti di bawah ini :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">chown whales chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Untuk memverifikasi perubahan kepemilikan, gunakan command\u00a0<b>ls -l<\/b>. Command tersebut akan memberikan output sebagai berikut :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">-rw-r--r-- <\/span><span class=\"enlighter-n1\">1<\/span><span class=\"enlighter-text\"> whales root <\/span><span class=\"enlighter-n1\">0<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Feb <\/span><span class=\"enlighter-n1\">20<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">17<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n1\">45<\/span><span class=\"enlighter-text\"> chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Command dapat dimodifikasi untuk mengubah group. Format dasar untuk mengubah kepemilikan dan group adalah :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">chown user<\/span><span class=\"enlighter-g1\">[<\/span><span class=\"enlighter-text\">:group<\/span><span class=\"enlighter-g1\">]<\/span> <span class=\"enlighter-m0\">filename<\/span><span class=\"enlighter-g1\">(<\/span><span class=\"enlighter-text\">s<\/span><span class=\"enlighter-g1\">)<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika ingin mengganti kepemilikan file\u00a0<b>chownSample.text<\/b> yang sama ke owner Whales dengan group aquatic, maka gunakan command :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">chown whales:aquatic chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Untuk memverifikasi kepemilikan dan group, gunakan\u00a0<b>ls -l<\/b>. Output dari command ini akan terlihat seperti :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">-rw-r--r-- <\/span><span class=\"enlighter-n1\">1<\/span><span class=\"enlighter-text\"> whales aquatic <\/span><span class=\"enlighter-n1\">0<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Feb <\/span><span class=\"enlighter-n1\">20<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">17<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n1\">50<\/span><span class=\"enlighter-text\"> chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika hanya kelompoknya saja yang diganti, lewati bagian kepemilikan. Sebagai contoh, anda dapat mengetik command berikut pada command line :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">chown :aquatic chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Chown memiliki fungsi yang mirip dengan chgrp ketika informasi tentang pemilik tidak tersedia. Command ini dapat digunakan dengan beberapa opsi.<\/p>\n<p>Struktur generik dari chown command dengan beberapa opsi akan terlihat seperti ini :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">chown <\/span><span class=\"enlighter-g1\">[<\/span><span class=\"enlighter-text\">OPTIONS<\/span><span class=\"enlighter-g1\">]<\/span> <span class=\"enlighter-g1\">[<\/span><span class=\"enlighter-text\">USER<\/span><span class=\"enlighter-g1\">]<\/span> <span class=\"enlighter-g1\">[<\/span><span class=\"enlighter-text\">:GROUP<\/span><span class=\"enlighter-g1\">]<\/span> <span class=\"enlighter-m0\">filename<\/span><span class=\"enlighter-g1\">(<\/span><span class=\"enlighter-text\">s<\/span><span class=\"enlighter-g1\">)<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2 id=\"h-chown-untuk-direktori\" class=\"wp-block-heading\"><b>Chown untuk Direktori<\/b><\/h2>\n<p>Chown juga dapat diaplikasikan pada direktori. Chown ini hanya berisi file saja, atau direktori saja, atau kombinasi keduanya.<\/p>\n<p>Katakanlah kami memiliki direktori dengan nama TestUnix.Untuk melihat permission-nya, kami gunakan command\u00a0<b>ls-l<\/b>. Contoh outputnya seperti berikut :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">drwxr-xr-x <\/span><span class=\"enlighter-n1\">2<\/span><span class=\"enlighter-text\"> root root <\/span><span class=\"enlighter-n1\">4096<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Feb <\/span><span class=\"enlighter-n1\">20<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">17<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n1\">35<\/span><span class=\"enlighter-text\"> TestUnix<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Bagian pertama\u00a0<b>drwxr-xr-x<\/b>\u00a0mengacu pada\u00a0permission folder. Root pertama merupakan informasi tentang kepemilikan dan root kedua merujuk pada informasi group. Pada contoh ini, TestUnix memiliki root kepemilikan dan root group.<\/p>\n<p>Sama seperti file lainnya, kepemilikan dan group direktori juga dapat diganti. Commandnya seperti ini :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\" style=\"color: #ff0000;\">chown whales \/TestUnix<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Untuk mengganti group saja, gunakan :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\" style=\"color: #ff0000;\">chown :aquatic \/TestUnix<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Untuk mengganti kepemilikan dan group file, gunakan :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\" style=\"color: #ff0000;\">chown whales:aquatic \/TestUnix<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Command yang sama juga dapat digunakan untuk menyediakan beberapa file dan direktori. Berikut contoh format command-nya :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">chown <\/span><span class=\"enlighter-g1\">[<\/span><span class=\"enlighter-text\">OPTIONS<\/span><span class=\"enlighter-g1\">]<\/span> <span class=\"enlighter-g1\">[<\/span><span class=\"enlighter-text\">USER<\/span><span class=\"enlighter-g1\">][<\/span><span class=\"enlighter-text\">:GROUP<\/span><span class=\"enlighter-g1\">]<\/span><span class=\"enlighter-text\"> file1 file2<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Contoh command setelah format diisi dengan tepat :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">chown whales:aquatic \/tmp\/TestUnix\/chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><span class=\"enlighter-text\"> \/tmp\/TestUnix<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2 id=\"h-chown-untuk-link\" class=\"wp-block-heading\"><b>Chown untuk Link<\/b><\/h2>\n<p>Chown command Linux dapat digunakan pada symbolic link ataupun soft link. Symbolic link merupakan link yang mengarah ke file atau folder lain. In command digunakan untuk membuat soft link. Untuk file\u00a0<b>chownSamole.txt<\/b>, symbolic link dapat dibuat dengan menggunakan command di bawah ini :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">ln -s chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><span class=\"enlighter-text\"> symlink<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Untuk memverifikasi informasi kepemilikan dan group, gunakan command\u00a0<b>ls -l.\u00a0<\/b>Command ini akan menghasilkan output sebagai berikut :<\/p>\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">-rw-r--r-- <\/span><span class=\"enlighter-n1\">1<\/span><span class=\"enlighter-text\"> root root <\/span><span class=\"enlighter-n1\">0<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Feb <\/span><span class=\"enlighter-n1\">19<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">22<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n4\">01<\/span><span class=\"enlighter-text\"> chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt\r\n<\/span>lrwxr-xr-x <span class=\"enlighter-n1\">1<\/span><span class=\"enlighter-text\"> root root <\/span><span class=\"enlighter-n1\">5<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Feb <\/span><span class=\"enlighter-n1\">19<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">7<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">22<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n4\">01<\/span><span class=\"enlighter-text\"> symlink -<\/span><span class=\"enlighter-g1\">&gt;<\/span><span class=\"enlighter-text\"> chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<p>Ada dua entry yang tersedia. Satu untuk file fisik dan yang lain untuk symbolic link. Untuk mengganti kepemilikannya, gunakan command :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\" style=\"color: #ff0000;\">chown whales symlink<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Command di atas memiliki fungsi untuk mengganti kepemilikan file\u00a0<b>chownSample.txt<\/b>. Jadi, output command <b>ls-l<\/b> akan seperti ini :<\/p>\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">-rw-r--r-- <\/span><span class=\"enlighter-n1\">1<\/span><span class=\"enlighter-text\"> whales root <\/span><span class=\"enlighter-n1\">0<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Feb <\/span><span class=\"enlighter-n1\">19<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">22<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n4\">01<\/span><span class=\"enlighter-text\"> chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt\r\n<\/span>lrwxr-xr-x <span class=\"enlighter-n1\">1<\/span><span class=\"enlighter-text\"> root root <\/span><span class=\"enlighter-n1\">5<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Feb <\/span><span class=\"enlighter-n1\">19<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">7<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">22<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n4\">01<\/span><span class=\"enlighter-text\"> symlink -<\/span><span class=\"enlighter-g1\">&gt;<\/span><span class=\"enlighter-text\"> chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<p>Untuk mengganti kepemilikan symbolic link, gunakan opsi\u00a0<b>-h<\/b>. Command-nya akan seperti ini :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\" style=\"color: #ff0000;\">chown -h whales symlink<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika menggunakan command\u00a0<b>ls-l,\u00a0<\/b>maka output yang ditampilkan akan seperti di bawah ini. Terlihat dengan jelas bahwa kepemilikan symbolic link telah berganti :<\/p>\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">-rw-r--r-- <\/span><span class=\"enlighter-n1\">1<\/span><span class=\"enlighter-text\"> whales root <\/span><span class=\"enlighter-n1\">0<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Feb <\/span><span class=\"enlighter-n1\">19<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">22<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n4\">01<\/span><span class=\"enlighter-text\"> chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt\r\n<\/span>lrwxr-xr-x <span class=\"enlighter-n1\">1<\/span><span class=\"enlighter-text\"> whales root <\/span><span class=\"enlighter-n1\">5<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Feb <\/span><span class=\"enlighter-n1\">19<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">7<\/span> <span class=\"enlighter-n1\">22<\/span><span class=\"enlighter-text\">:<\/span><span class=\"enlighter-n4\">01<\/span><span class=\"enlighter-text\"> symlink -<\/span><span class=\"enlighter-g1\">&gt;<\/span><span class=\"enlighter-text\"> chownSample.<\/span><span class=\"enlighter-m3\">txt<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<h2 id=\"h-penggunaan-rekursif-dari-chown\" class=\"wp-block-heading\"><b>Penggunaan Rekursif dari Chown<\/b><\/h2>\n<p>Chown command dapat digunakan pada direktori. Namun pada satu titik kita akan memperoleh struktur direktori yang rekursif dan ingin mengubah kepemilikan semua file dan direktori.<\/p>\n<p>Penggunaan chown command secara rekursif memastikan kepemilikan atau group di semua direktori dan sub-direktori dapat diubah.<\/p>\n<p>Untuk menjalankan fungsi rekursif, gunakan opsi\u00a0<b>-R<\/b>. Contoh commandnya seperti di bawah ini :<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"enlighter-text\">chown -R <\/span><span class=\"enlighter-g1\">[<\/span><span class=\"enlighter-text\">USER<\/span><span class=\"enlighter-g1\">][<\/span><span class=\"enlighter-text\">:GROUP<\/span><span class=\"enlighter-g1\">]<\/span><span class=\"enlighter-text\"> Directory<\/span><\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika direktorinya seperti TestUnix dengan beberapa subdirektori, maka penggunaan command di bawah ini akan mengganti kepemilikan semua direktori dan sub-direktori ke kepemilikan user Whales.<\/p>\n<div class=\"enlighter-default enlighter-v-standard enlighter-t-classic enlighter-hover \">\n<div class=\"enlighter\">\n<div class=\"\">\n<pre><span class=\"enlighter-text\" style=\"color: #ff0000;\">chown -R whales \/TestUnix<\/span><\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><span id=\"Perbedaan_chown_dan_chmod\">Perbedaan Chown dan Chmod<\/span><\/strong><\/h2>\n<p>Setelah memahami apa itu chown, selanjutnya kami akan membahas perbedaan antara chown dan chmod. Berikut perbedaan chown dan chmod berdasarkan fungsinya.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><span id=\"CHOWN\">Chown<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Perintah chown, di sisi lain, digunakan untuk mengubah kepemilikan suatu file atau direktori. Kepemilikan ini terdiri dari dua bagian, yaitu pemilik (owner) dan grup pengguna (group).<\/p>\n<p>Dengan perintah chown, pengguna dapat mengubah pemilik dan grup pengguna dari suatu file atau direktori ke pengguna lain yang memiliki hak akses yang sesuai.<\/p>\n<h3><strong>Chmod<\/strong><\/h3>\n<p>Perintah chmod digunakan untuk mengubah izin akses (permission) dari suatu file atau direktori. Izin akses ini dapat dibagi menjadi tiga, yaitu hak akses untuk pemilik (owner), grup pengguna (group), dan pengguna lain (others).<\/p>\n<p>Setiap bagian ini memiliki tiga jenis hak akses, yaitu membaca (read), menulis (write), dan menjalankan (execute). Perintah chmod memungkinkan pengguna untuk mengubah hak akses ini dengan memberikan kombinasi tiga jenis hak akses untuk setiap bagian.<\/p>\n<p>Secara garis besar, perbedaan kedua perintah tersebut yaitu perintah chmod digunakan untuk mengatur hak akses, sedangkan perintah chown digunakan untuk mengatur kepemilikan.<\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;17911&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;0&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;0&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;0\\\/5 - (0 votes)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Pengertian dan Cara Menggunakan Chown&quot;,&quot;width&quot;:&quot;0&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 0px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            <span class=\"kksr-muted\">Jadilah yang pertama untuk memberi nilai<\/span>\n    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada OS Linux, setiap file diasosiasikan dengan kelompok kepemilikan (ownership) dan pemilik (owner). Chown command Linux merupakan singkatan dari \u201cchange owner.\u201d Command ini digunakan pada sistem Unix-like atau sistem yang menyerupai Unix oleh superuser. Pada artikel ini, kami akan membahas kegunaan Chown command dan cara menggunakannya. Dengan opsi chown, anda bisa mengubah kepemilikan file, direktori, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":17912,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[7252],"class_list":["post-17911","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-chown"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown-300x188.png",300,188,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png",2400,1500,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian dan Cara Menggunakan Chown - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian dan Cara Menggunakan Chown - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada OS Linux, setiap file diasosiasikan dengan kelompok kepemilikan (ownership) dan pemilik (owner). Chown command Linux merupakan singkatan dari \u201cchange owner.\u201d Command ini digunakan pada sistem Unix-like atau sistem yang menyerupai Unix oleh superuser. Pada artikel ini, kami akan membahas kegunaan Chown command dan cara menggunakannya. Dengan opsi chown, anda bisa mengubah kepemilikan file, direktori, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-20T08:46:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Risa Y\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Risa Y\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown\"},\"author\":{\"name\":\"Risa Y\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\"},\"headline\":\"Pengertian dan Cara Menggunakan Chown\",\"datePublished\":\"2023-07-20T08:46:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown\"},\"wordCount\":1170,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png\",\"keywords\":[\"chown\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown\",\"name\":\"Pengertian dan Cara Menggunakan Chown - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png\",\"datePublished\":\"2023-07-20T08:46:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png\",\"width\":2400,\"height\":1500},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian dan Cara Menggunakan Chown\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\",\"name\":\"Risa Y\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Risa Y\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian dan Cara Menggunakan Chown - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian dan Cara Menggunakan Chown - Hosteko Blog","og_description":"Pada OS Linux, setiap file diasosiasikan dengan kelompok kepemilikan (ownership) dan pemilik (owner). Chown command Linux merupakan singkatan dari \u201cchange owner.\u201d Command ini digunakan pada sistem Unix-like atau sistem yang menyerupai Unix oleh superuser. Pada artikel ini, kami akan membahas kegunaan Chown command dan cara menggunakannya. Dengan opsi chown, anda bisa mengubah kepemilikan file, direktori, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2023-07-20T08:46:15+00:00","og_image":[{"width":2400,"height":1500,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png","type":"image\/png"}],"author":"Risa Y","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Risa Y","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown"},"author":{"name":"Risa Y","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b"},"headline":"Pengertian dan Cara Menggunakan Chown","datePublished":"2023-07-20T08:46:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown"},"wordCount":1170,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png","keywords":["chown"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown","name":"Pengertian dan Cara Menggunakan Chown - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png","datePublished":"2023-07-20T08:46:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png","width":2400,"height":1500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menggunakan-chown#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian dan Cara Menggunakan Chown"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b","name":"Risa Y","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Risa Y"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-dan-Cara-Menggunakan-Chown.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17911","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17911"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17911\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17913,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17911\/revisions\/17913"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17912"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}