{"id":19070,"date":"2023-12-16T02:22:19","date_gmt":"2023-12-16T02:22:19","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=19070"},"modified":"2023-12-16T07:48:32","modified_gmt":"2023-12-16T07:48:32","slug":"cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk","title":{"rendered":"Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa tahun yang lalu, CD\/DVD digunakan untuk menginstal ulang sistem operasi pada PC\/laptop. Namun laptop modern dengan bodi ramping seperti netbook, ultrabook, dan tablet PC biasanya tidak memiliki ruang CD sehingga banyak orang yang meninggalkan penggunaan CD\/DVD. Saat ini banyak orang yang menggunakan flashdisk atau flashdisk untuk melakukan proses install ulang sistem operasi pada PC\/Laptopnya. Selain itu, alasan mengapa flash disk lebih umum digunakan dibandingkan CD\/DVD untuk instalasi ulang adalah karena fleksibilitasnya. Flash disk juga memungkinkan Anda menyimpan file instalasi jika suatu saat Anda membutuhkannya lagi.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan chip CD\/DVD secara berulang-ulang dapat menyebabkan kerusakan seperti goresan pada permukaan CD\/DVD. Hal ini biasanya menyebabkan proses instalasi ulang gagal di tengah proses instalasi ulang. Namun, untuk menggunakan flash disk sebagai media instalasi ulang sistem operasi, Anda harus menjadikan media tersebut dapat di-boot. Bagi yang belum mengetahui apa itu bootable, bootable merupakan salah satu fitur atau layanan yang ada pada setiap sistem operasi.<\/p>\n<p>Fitur ini ditempatkan pada media penyimpanan seperti CD, flash disk, atau media penyimpanan. Ada banyak aplikasi seperti Rufus yang bisa digunakan untuk membuat flash disk menjadi bootable. Banyak orang yang sangat menyukai aplikasi ini. Berbagai fitur menarik ini juga memungkinkan aplikasi Rufus berjalan dua kali lebih cepat dibandingkan aplikasi sejenis lainnya. Rufus juga mendukung beberapa bahasa selain bahasa Inggris, dan Rufus versi terbaru mendukung banyak bahasa termasuk bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Tentunya hal ini sangat membantu bagi yang masih baru mengenal aplikasi ini. Ada juga fungsi utilitas tingkat rendah yang dapat digunakan untuk melakukan pemformatan media penyimpanan yang tidak mengancam. Rufus dapat berjalan di berbagai sistem operasi Windows misalnya Windows 7, 8, 8.1, dan Windows 10 pada arsitektur 32-bit atau 64-bit.<\/p>\n<h2><b>Pengertian Rufus\u00a0<\/b><\/h2>\n<p>Sebelum kita membahasnya beberapa dari Anda mungkin belum mengetahui apa itu Rufus. Rufus merupakan aplikasi yang dibuat oleh Pete Batard dan sudah ada sejak tahun 2011. Fungsi utama Rufus adalah memformat perangkat flash USB seperti flash disk dan kartu memori agar dapat di boot. Aplikasi ini berlisensi GNU GPL V3, sehingga Anda dapat mendownloadnya secara gratis dari situs resminya.<\/p>\n<h2><strong>Fungsi Rufus\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p>Seperti yang telah disebutkan, fungsi utama aplikasi Rufus adalah membuat flash disk atau media penyimpanan lainnya dapat di boot. Namun selain itu, beberapa cara menggunakan Rufus dijelaskan di situs resminya.<\/p>\n<ul>\n<li>Membuat media instalasi USB dari ISO bootable (Windows, Linux, UEFI, dan lain-lain)<\/li>\n<li>Bekerja pada sistem yang tidak memiliki OS yang terinstal<\/li>\n<li>Flash BIOS atau firmware lain dari DOS. Mode DOS sendiri berguna untuk berbagai keperluan, termasuk mengupdate BIOS.<\/li>\n<li>Berguna untuk menjalankan utilitas tingkat rendah<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Cara menggunakan Rufus<\/strong><\/h2>\n<p>Setelah Anda mengetahui apa itu Rufus dan fitur apa saja yang dimilikinya, mari beralih ke topik utama cara menggunakan Rufus. Sebelum melanjutkan, Anda harus mendownload aplikasi Rufus terlebih dahulu. Ada dua versi Rufus yang tersedia untuk diunduh. Salah satunya adalah versi installer dan yang lainnya adalah versi portable, yang memiliki ukuran file yang sangat kecil untuk aplikasi desktop hanya 1 MB. Arsitektur 32-bit dan 64-bit juga tersedia, sehingga Anda dapat memilih tergantung pada sistem operasi yang dijalankan PC\/laptop Anda. Siapkan juga ISO OS yang akan Anda gunakan, pada tutorial ini yang akan membuat flashdisk bootable yang berisikan OS Windows 10.<\/p>\n<ul class=\"middle-content\">\n<li>Setelah mendownload aplikasi Rufus, install seperti biasa, jika merupakan aplikasi portable. Cukup klik dua kali file Rufus yang diunduh.<\/li>\n<li>Jalankan aplikasi Rufus dan masukkan flash disk agar bisa bootable. Sebaiknya gunakan flash disk dengan kapasitas 8GB atau lebih.<\/li>\n<li>Rufus secara otomatis mendeteksi informasi berikut dari flash disk Anda, misalnya seperti kapasitas, label volume, dan lain-lain.<\/li>\n<li><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-19076 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-1.jpg\" alt=\"\" width=\"773\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-1.jpg 773w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-1-768x795.jpg 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-1-640x662.jpg 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-1-400x414.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 773px) 100vw, 773px\" \/><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Jika flashdisk yang Anda masukkan tidak terdeteksi, jangan buru-buru menggantinya. Klik ikon tanda panah <strong><em>show advanced drive properties<\/em><\/strong>, akan muncul beberapa opsi tambahan dibawahnya. Centang opsi \u2018<em><strong>List USB Hard Drives<\/strong><\/em>\u2019<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-19078 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-2.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"638\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-2.jpg 800w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-2-768x612.jpg 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-2-640x510.jpg 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-2-400x319.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\u00a0klik tombol\u00a0<em><strong>SELECT,<\/strong><\/em> kemudian silahkan masuk ke folder dimana file ISO sistem operasi disimpan. Pada tutorial ini saya gunakan file ISO Windows 10, pilih file kemudian klik <strong><em>open\u00a0<\/em><\/strong><\/li>\n<li>Anda perlu mengatur Boot Selection pada langkah ini. Namun secara otomatis aplikasi akan menampilkan versi operasi sistem yang sudah Anda tambahkan tadi. Untuk bagian Partition scheme silahkan pilih <strong>MBR<\/strong> dan di bagian Target system menjadi BIOS (or UEFI-CSM).<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-19079 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-3.jpg\" alt=\"\" width=\"467\" height=\"680\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-3.jpg 467w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-3-400x582.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 467px) 100vw, 467px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Pada\u00a0 bagian\u00a0<em><strong>Format<\/strong><strong>Option,<\/strong><\/em> beri nama Volume Label sesuai dengan selera. Kemudian atur File system ke NTFS selanjutnya\u00a0<strong><em>Show advanced format options<\/em><\/strong>\u00a0lalu centang\u00a0<strong><em>Quick Format<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>create extended label and icon files<\/em>\u00a0<\/strong>seperti gambar di bawah ini.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-19080 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-4.jpg\" alt=\"\" width=\"482\" height=\"693\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-4.jpg 482w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-4-400x575.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 482px) 100vw, 482px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Sebelum Anda mengklik tombol\u00a0<em>start,<\/em> disarankan Anda untuk mem-<em>backup<\/em>\u00a0terlebih dahulu data yang ada pada\u00a0<em>flashdisk.<\/em>\u00a0Jika sudah sekarang\u00a0 Klik tombol Start untuk memulai proses pembuatan\u00a0<em>bootable<\/em>\u00a0menggunakan\u00a0<em>flashdisk.\u00a0<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-19081 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-5.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"1067\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-5.jpg 800w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-5-768x1024.jpg 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-5-640x854.jpg 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-5-400x534.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Akan muncul jendela peringatan yang akan mengatakan bahwa seluruh file di dalam flashdisk kita akan terhapus. Jika sudah melakukan backup Anda bisa langsung Klik <em><strong>OK<\/strong><\/em> untuk melanjutkan.<\/li>\n<li>Pada langkah ini kita tinggal menunggu proses pembuatan\u00a0<em>bootable<\/em>\u00a0yang mungkin memakan waktu 10 sampai 15 menit. Tergantung besar\u00a0<em>file<\/em>\u00a0ISO windows dan kecepatan flashdisk yang kita gunakan. Disarankan menggunakan\u00a0<em>flashdisk<\/em> yang sudah support 3.0.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-19082 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-6.jpg\" alt=\"\" width=\"478\" height=\"680\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-6.jpg 478w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-6-400x569.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 478px) 100vw, 478px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Akan muncul\u00a0 status berwarna hijau pada <em>bar<\/em>\u00a0proses disertai\u00a0 tulisan\u00a0<em><strong>Ready.<\/strong><\/em>\u00a0Ini menandakan bahwa proses membuat\u00a0<em>bootable flashdisk<\/em>\u00a0sudah selesai. Silahkan tekan tombol\u00a0<em>close<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>flashdisk<\/em>\u00a0siap digunakan, jangan lupa juga\u00a0<em>eject flashdisk<\/em>\u00a0dengan aman.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-19083 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-7.jpg\" alt=\"\" width=\"523\" height=\"691\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-7.jpg 523w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/cara-menggunakan-rufus-7-400x528.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 523px) 100vw, 523px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Setelah proses pembuatan bootable flash disk selesai, Anda dapat menggunakannya untuk menginstal ulang Windows. Restart PC\/Laptop anda, masuk ke menu setting BIOS, dan atur booting BIOS PC\/Laptop anda agar booting dari flash disk terlebih dahulu.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Awalnya dirancang sebagai pengganti sumber terbuka modern untuk Alat Format Penyimpanan Disk USB HP untuk Windows, tujuan utamanya adalah membuat flash drive USB yang dapat di-boot DOS. Rufus mendukung berbagai macam file ISO yang dapat di-boot, termasuk berbagai distribusi Linux dan file ISO instalasi Windows, serta file image disk mentah, termasuk file terkompresi. Jika perlu, Rufus akan menginstal bootloader seperti SYSLINUX atau GRUB pada flash drive agar dapat di-boot. Anda juga dapat menginstal MS-DOS atau FreeDOS pada flash drive dan membuat media Windows To Go yang dapat di-boot. Rufus juga mendukung pemformatan flash drive sebagai sistem file FAT, FAT32, NTFS, exFAT, UDF, atau ReFS. Selain itu, Anda dapat menggunakan Rufus untuk menghitung hash MD5, SHA-1, dan SHA-256 untuk gambar yang saat ini dipilih.<\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;19070&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;1&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (1 vote)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (1 vote)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa tahun yang lalu, CD\/DVD digunakan untuk menginstal ulang sistem operasi pada PC\/laptop. Namun laptop modern dengan bodi ramping seperti netbook, ultrabook, dan tablet PC biasanya tidak memiliki ruang CD sehingga banyak orang yang meninggalkan penggunaan CD\/DVD. Saat ini banyak orang yang menggunakan flashdisk atau flashdisk untuk melakukan proses install ulang sistem operasi pada PC\/Laptopnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":19084,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[3,20],"tags":[7915,7914,7913],"class_list":["post-19070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-tips","tag-cara-menggunakan-rufus","tag-fungsi-rufus","tag-rufus-adalah"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk-300x169.png",300,169,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png",1920,1080,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Beberapa tahun yang lalu, CD\/DVD digunakan untuk menginstal ulang sistem operasi pada PC\/laptop. Namun laptop modern dengan bodi ramping seperti netbook, ultrabook, dan tablet PC biasanya tidak memiliki ruang CD sehingga banyak orang yang meninggalkan penggunaan CD\/DVD. Saat ini banyak orang yang menggunakan flashdisk atau flashdisk untuk melakukan proses install ulang sistem operasi pada PC\/Laptopnya. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-16T02:22:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-16T07:48:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Anisa Sifa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Anisa Sifa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk\"},\"author\":{\"name\":\"Anisa Sifa\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/61c0f768f730587cc761667478bae74b\"},\"headline\":\"Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk\",\"datePublished\":\"2023-12-16T02:22:19+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-16T07:48:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk\"},\"wordCount\":990,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png\",\"keywords\":[\"cara menggunakan rufus\",\"fungsi rufus\",\"rufus adalah\"],\"articleSection\":[\"Blog\",\"Tips\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk\",\"name\":\"Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png\",\"datePublished\":\"2023-12-16T02:22:19+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-16T07:48:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/61c0f768f730587cc761667478bae74b\",\"name\":\"Anisa Sifa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54654c369cc66656fc14be12bc81225e165c7c14e1c45c7152065cfa06406b19?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54654c369cc66656fc14be12bc81225e165c7c14e1c45c7152065cfa06406b19?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Anisa Sifa\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk - Hosteko Blog","og_description":"Beberapa tahun yang lalu, CD\/DVD digunakan untuk menginstal ulang sistem operasi pada PC\/laptop. Namun laptop modern dengan bodi ramping seperti netbook, ultrabook, dan tablet PC biasanya tidak memiliki ruang CD sehingga banyak orang yang meninggalkan penggunaan CD\/DVD. Saat ini banyak orang yang menggunakan flashdisk atau flashdisk untuk melakukan proses install ulang sistem operasi pada PC\/Laptopnya. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2023-12-16T02:22:19+00:00","article_modified_time":"2023-12-16T07:48:32+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png","type":"image\/png"}],"author":"Anisa Sifa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Anisa Sifa","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk"},"author":{"name":"Anisa Sifa","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/61c0f768f730587cc761667478bae74b"},"headline":"Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk","datePublished":"2023-12-16T02:22:19+00:00","dateModified":"2023-12-16T07:48:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk"},"wordCount":990,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png","keywords":["cara menggunakan rufus","fungsi rufus","rufus adalah"],"articleSection":["Blog","Tips"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk","name":"Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png","datePublished":"2023-12-16T02:22:19+00:00","dateModified":"2023-12-16T07:48:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/cara-menggunakan-rufus-untuk-membuat-bootable-flashdisk#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menggunakan Rufus untuk Membuat Bootable Flashdisk"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/61c0f768f730587cc761667478bae74b","name":"Anisa Sifa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54654c369cc66656fc14be12bc81225e165c7c14e1c45c7152065cfa06406b19?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54654c369cc66656fc14be12bc81225e165c7c14e1c45c7152065cfa06406b19?s=96&d=mm&r=g","caption":"Anisa Sifa"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Cara-Menggunakan-Rufus-untuk-Membuat-Bootable-Flashdisk.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19070"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19093,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19070\/revisions\/19093"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}