{"id":23335,"date":"2024-12-19T03:20:08","date_gmt":"2024-12-19T03:20:08","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=23335"},"modified":"2024-12-19T03:20:08","modified_gmt":"2024-12-19T03:20:08","slug":"membuat-container-docker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker","title":{"rendered":"Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini"},"content":{"rendered":"<p>Docker merupakan tool yang mampu membantu menyederhanakan proses deployment bagi developer yang sedang menciptakan aplikasi atau layanan yang berjalan pada beberapa sistem operasi. Dengan cara menciptakan container Docker, Anda mampu meluncurkan beberapa aplikasi atau layanan menggunakan gampang dalam sistem misalnya VPS hosting atau dedicated machine.<\/p>\n<p>Docker juga ringan, lebih gampang digunakan, dan mempunyai performa yang lebih baik dibandingkan menggunakan impian machine. Container Docker mempunyai seluruh dependensi yang diharapkan dalam menjalankan pelaksanaan sebagai akibatnya meminimalkan kasus kompatibilitas. Penting buat menciptakan container Docker dari awal untuk proyek pengembangan apa pun yang diluncurkan memakai perangkat lunak open-source ini.<\/p>\n<p>Nah, pada artikel ini akan menyebutkan cara menciptakan container Docker, memandu Anda memahami keuntungannya pada pengembangan perangkat lunak, dan tips terbaik untuk menggunakannya.<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-container-docker\" class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Container Docker?<\/h2>\n<p>Container Docker adalah paket perangkat lunak mandiri yang berisi semua dependensi yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi tertentu di berbagai sistem operasi. Selama penggunaan, image Docker menentukan semua instruksi konfigurasi untuk memulai atau menghentikan container. Container baru dibuat setiap kali pengguna menjalankan image.<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-fungsi-container-docker\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Apa_Fungsi_Container_Docker\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Apa Fungsi Container Docker?<\/h2>\n<p>Container Docker adalah solusi yang sangat bermanfaat bagi para developer pada saat ini. Dengan adanya Container Docker, aplikasi mampu berjalan pada sistem operasi yang sama, akan tetapi terpisah dari sistem operasi dan container lain. Fitur ini memastikan performa yang konsisten pada lingkungan pengembangan dan staging.<\/p>\n<p>Untuk bisnis, container Docker membantu meningkatkan kecepatan deployment dan memaksimalkan pemanfaatan resource sistem. Dari segi resource, penggunaan container Docker membutuhkan memori yang jauh lebih rendah daripada impian machine. Selain itu, sifatnya yang portabel memungkinkan migrasi dan penyesuaian pada aplikasi legacy.<\/p>\n<p>Singkatnya, Anda dapat dengan mudah mengoptimalkan proses pengembangan, berhemat waktu, dan memaksimalkan peluang keberhasilan proyek pengembangan aplikasi yang hemat biaya dengan cara menciptakan container Docker.<\/p>\n<h2 id=\"h-cara-membuat-container-docker\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Cara_Membuat_Container_Docker\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Cara Membuat Container Docker<\/h2>\n<p>Tutorial ini menggunakan VPS (Virtual Private Server) dengan sistem operasi Ubuntu 22.04. Pertama, pastikan Docker terinstal di server Anda. Apabila belum memiliki, lakukan penginstalan terlebih dahulu. Setelah penginstalan selesai, ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat container Docker dan menjalankan aplikasi Anda di lingkungan yang terisolasi.<\/p>\n<h3 id=\"h-1-buat-image-docker\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"1_Buat_Image_Docker\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>1. Buat Image Docker<\/h3>\n<p>Image Docker merupakan blueprint untuk sebuah container. Image ini menyimpan semua kode, pustaka, dan dependensi yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi Anda. Saat Anda menjalankan image Docker (yang dapat bersifat pribadi atau dibagikan secara publik pada platform seperti Docker Hub), image tersebut diubah menjadi container Docker.<\/p>\n<p>Meskipun Anda dapat membuat image Docker baru, akan lebih mudah untuk mengembangkan menggunakan image dasar, karena Docker Hub menyediakan banyak image dasar siap pakai.<\/p>\n<p>Pertama, masuk ke VPS Anda menggunakan client SSH seperti PuTTY. Selanjutnya, daftarkan semua image Docker di sistem Anda menggunakan perintah Linux berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">sudo docker images<\/pre>\n<p>Untuk menampilkan informasi detail tentang image Docker yang ada, gunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">sudo docker images --help<\/pre>\n<p>Gunakan opsi <strong>-q<\/strong> dari command prompt untuk mencantumkan ID numerik image yang tersedia di sistem:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">sudo docker images -q<\/pre>\n<p>Untuk mencantumkan semua image tidak berhubungan (non-dangling) yangditandai atau direferensikan oleh container baru, gunakan command berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">sudo docker images -f dangling=false<\/pre>\n<p>Dalam tutorial ini, kita akan menarik gambar berbasis MySQL. Kunjungi halaman masing-masing pada image untuk informasi lengkap. Jalankan perintah berikut untuk mengimpor gambar baru ke direktori saat ini. Jangan lupa ganti <strong>&lt;<\/strong>image name or image id<strong>&gt;<\/strong> dengan nama atau ID image pilihan Anda:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker pull &lt;image name or image id&gt;<\/pre>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-23350 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-2.webp\" alt=\"\" width=\"998\" height=\"355\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-2.webp 998w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-2-768x273.webp 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-2-640x228.webp 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-2-400x142.webp 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 998px) 100vw, 998px\" \/><\/p>\n<p>Alternatifnya, Anda dapat membuat image Docker menggunakan Easypanel. Alat ini menyediakan GUI yang menyederhanakan pengelolaan image Docker, terutama bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan operasi command line.<\/p>\n<p>EasyPanel memungkinkan Anda membuat image Docker dengan mudah untuk aplikasi yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman, termasuk Node.js, Ruby, Python, PHP, Go, dan Java. Alat ini mengotomatiskan banyak proses yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan dan ketergantungan.<\/p>\n<p>Anda dapat menggunakan templat berbasis Docker atau templat yang diinstal dengan EasyPanel. Bergantung pada keahlian dan kebutuhan proyek Anda, pilih salah satu dari dua metode, yakni Docker untuk sistem kontrol yang lebih komprehensif, atau EasyPanel yang lebih sederhana.<\/p>\n<h3 id=\"h-2-tulis-dockerfile\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"2_Tulis_Dockerfile\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>2. Menulis Dockerfile<\/h3>\n<p>Dockerfile adalah file teks yang memberitahu Docker bagaimana image dibuat. Dockerfile mencantumkan semua perintah Docker yang diperlukan untuk merakit image container. Dockerfiles memastikan bahwa image selalu dibuat dengan cara yang sama, membuat prosesnya lebih konsisten dan lebih mudah dikelola.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah contoh templat Dockerfile sederhana:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">FROM ubuntu:latest\r\nWORKDIR \/app\r\nCOPY . .\r\nRUN apt-get update &amp;&amp; apt-get install -y curl\r\nCMD [\"curl\", \"https:\/\/www.example.com\"]<\/pre>\n<p>Di Dockerfile, setiap command membuat lapisan baru di image Docker. Begini cara kerjanya, seperti yang ditunjukkan pada contoh:<\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>FROM ubuntu:latest<\/strong> \u2012 Perintah ini mengambil parent image Ubuntu terbaru dan menetapkannya sebagai tingkat dasar. Lapisan selanjutnya akan dibuat berdasarkan ini.<\/li>\n<li><strong>WORKDIR \/app<\/strong> \u2012 Mengatur direktori kerja container dan membuat lapisan baru untuk dijadikan konteks perintah berikutnya.<\/li>\n<li><strong>COPY . .<\/strong> \u2012 Salin file lokal ke folder yang sama dengan container untuk membuat lapisan tambahan file proyek.<\/li>\n<li><strong>RUN apt-get update &amp;&amp; apt-get install -y curl<\/strong> \u2012 Command <strong>run<\/strong> Docker menginstal cURL ke dalam container dan menambahkan level baru ke daftar paket yang diperbarui dan paket cURL yang diinstal.<\/li>\n<li><strong>CMD [\u201ccurl\u201d, \u201chttps:\/\/www.domain.com\u201d]<\/strong> \u2012 Menetapkan perintah default untuk menjalankan aplikasi saat container dimulai.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Perubahan yang harus dilakukan saat container sedang berjalan, seperti menambah atau memodifikasi file, yang ditulis ke semua lapisan yang dapat ditulis. Ini memungkinkan Anda melakukan penyesuaian sementara tanpa mempengaruhi iamge dasar.<\/p>\n<div class=\"protip\">\n<blockquote>\n<h4 class=\"title\"><em>Tips Bermanfaat<\/em><\/h4>\n<p class=\"title\"><em>Jika Anda sudah menggunakan image siap pakai dari Docker Hub, Anda dapat memilih apakah akan membuat Dockerfile. Namun, jika Anda perlu menyesuaikan atau menyempurnakan image, Anda memerlukan file ini.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<\/div>\n<h3 id=\"h-3-buat-container-docker\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"3_Buat_Container_Docker\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>3. Buat Container Docker<\/h3>\n<p>Saat Anda membuat Dockerfile baru, buka direktori yang sama dengan file tersebut dan jalankan perintah Docker build untuk memulai proses pembuatan image baru. Jangan lupa ganti opsi <strong>&lt;<\/strong>image name or image id<strong>&gt;<\/strong> tersebut dengan nama tag Anda.<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker build -t &lt;image name or image id&gt;<\/pre>\n<p>Mulai container baru dari image yang baru saja Anda buat menggunakan perintah <strong>run<\/strong> Docker:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker run &lt;image name or image id&gt;<\/pre>\n<p>Atau jalankan image siap pakai yang diimpor dari Docker Hub. Mari kita gunakan image MySQL yang kita peroleh sebelumnya:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker run mysql<\/pre>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-23351 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-3.webp\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-3.webp 1024w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-3-768x127.webp 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-3-640x106.webp 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-3-400x66.webp 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>Layering image yang efisien sangat penting untuk mengoptimalkan waktu pembuatan dan penggunaan sumber daya. Setiap command di Dockerfile membuat lapisan baru yang di-cache Docker. Saat Anda membuat ulang image, Docker menggunakan kembali lapisan yang tidak diubah untuk mempercepat proses pembuatan.<\/p>\n<p>Selain itu, layering yang efisien mengurangi ukuran image, memungkinkannya diakses, mengirimkan (push), atau meluncurkannya (deploy). Pendekatan ini sangat penting bagi perusahaan yang mengandalkan penerapan cepat agar tetap berada di depan pesaing mereka.<\/p>\n<h3 id=\"h-4-jalankan-dan-kelola-container\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"4_Jalankan_dan_Kelola_Container\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>4. Menjalankan dan Mengelola Container<\/h3>\n<p>Setelah membuat image container, jalankan menggunakan perintah Docker run. Ganti &lt;container name&gt; dengan nama pilihan Anda. Di sini, MySQL Bash menentukan container yang akan dijalankan.<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker run --name &lt;container name&gt; -it mysql bash<\/pre>\n<p>Gunakan command Docker ps dengan opsi -a untuk membuat daftar container yang sedang berjalan di sistem Anda. Untuk menjalankan dengan hak akses root, tambahkan sudo ke perintah.<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker ps -a<\/pre>\n<p>Untuk menampilkan proses teratas sebuah container, gunakan perintah Docker berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker top MyContainer<\/pre>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-23353 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-4.webp\" alt=\"\" width=\"938\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-4.webp 938w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-4-768x147.webp 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-4-640x123.webp 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-4-400x77.webp 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 938px) 100vw, 938px\" \/><\/p>\n<p>Gunakan opsi -p di samping command docker run, untuk memetakan port antara host dan container.<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker run -p host_port:container_port &lt;image name&gt;<\/pre>\n<p>Pemetaan port memaparkan aplikasi container secara eksternal dan membuatnya dapat diakses oleh host machine. Proses ini sangat penting untuk aplikasi yang terhubung ke server web, database, atau sistem eksternal.<\/p>\n<p>Untuk menambah volume penyimpanan persisten, gunakan opsi -v:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker run -v host_directory:container_directory &lt;image name&gt;<\/pre>\n<p>Menambahkan volume membuat container Anda lebih stabil, lebih mudah dikelola, dan meningkatkan kinerja. Data Anda dipertahankan meskipun penyiapan container Docker Anda dihentikan, dihapus, atau diperbarui. Selain itu, volume dapat dibagi antara beberapa container, menyederhanakan pengelolaan data dalam pengaturan multi-container.<\/p>\n<div class=\"protip\">\n<blockquote>\n<h4 class=\"title\"><em>Tips Bermanfaat<\/em><\/h4>\n<p class=\"title\"><em>Gunakan perintah Docker CLI atau API Docker untuk mengelola volume.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<\/div>\n<p>Opsi -cpus dan -memory dapat digunakan untuk membatasi sumber daya seperti CPU dan memori. Contoh berikut membatasi CPU kontainer hingga 0,5 dan RAM hingga 500 MB.<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker run --cpus=0.5 --memory=500m &lt;image name&gt;<\/pre>\n<p>Untuk menghentikan container yang sedang berjalan, masukkan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker stop MyContainer<\/pre>\n<p>Perintah berikut menampilkan informasi tambahan seperti ID container, penggunaan CPU, dan penggunaan memori:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker stats<\/pre>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-23354 size-full\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-5.webp\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"67\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-5.webp 1024w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-5-768x50.webp 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-5-640x42.webp 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ps-5-400x26.webp 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>Untuk menghentikan container Docker, ketik perintah berikut di command line:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\" style=\"padding-left: 40px\">docker kill MyContainer<\/pre>\n<h2 id=\"h-tips-terbaik-membuat-container-docker\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Tips_Terbaik_Membuat_Container_Docker\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Tips Terbaik untuk Membangun Container Docker<\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa tips terbaik untuk proses build Docker yang efisien.<\/p>\n<h3><strong>Menjaga Container Tetap Ringan<\/strong><\/h3>\n<p>Container yang lebih kecil bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih aman. Selain itu, ini lebih cepat dan lebih hemat resource, sehingga memungkinkan Anda memaksimalkan pemanfaatan hardware. Karena container ini memiliki komponen yang lebih sedikit, container ini juga mengurangi risiko serangan dan meningkatkan keamanan secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Ikuti tips berikut untuk membuat container Docker yang ringan:<\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pilihlah image dasar yang ringan<\/strong> \u2012 Jika Anda memiliki beberapa image serupa, Anda dapat membuat image dasar dengan komponen bersama dan menggunakannya untuk membuat gambar Docker kustom.<\/li>\n<li><strong>Menerapkan rendering multi-stage<\/strong> \u2012 Hanya menyertakan komponen penting seperti artefak dan lingkungan pada image akhir.<\/li>\n<li><strong>Hapus file yang tidak diperlukan <\/strong>\u2012 Setelah menginstal paket, hapus image Docker, cache, dan file sementara yang tidak digunakan untuk mengoptimalkan kinerja aplikasi Docker.<\/li>\n<li><strong>Gunakan command spesifik<\/strong> \u2012 Perkecil lapisan image dengan menggabungkan command pada command line. Selain itu, hindari menginstal paket yang direkomendasikan atau tidak penting yang direkomendasikan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Gunakan Image Resmi<\/strong><\/h3>\n<p>Membangun image Docker menggunakan image resmi dari Docker Hub menjadikan proses container lebih aman, optimal, dan efisien. Gambar-gambar ini biasanya disesuaikan dengan kasus penggunaan tertentu dan memberikan titik awal yang efisien untuk mengembangkan aplikasi yang canggih dan efisien.<\/p>\n<p>Demi alasan keamanan, image resmi menjalani pemeriksaan keamanan menyeluruh dan segala kerentanan segera ditambal. Selain itu, karena distribusinya yang luas, gambar resmi telah teruji dengan baik dan kompatibel dengan berbagai konfigurasi dan platform.<\/p>\n<h3><strong>Membatasi Izin Container<\/strong><\/h3>\n<p>Menjalankan kontainer dengan izin tambahan dapat menimbulkan risiko keamanan. Jika sebuah container disusupi saat dijalankan dengan akses root, peretas dapat memperoleh akses penuh ke sistem.<\/p>\n<p>Untuk menjaga keamanan sistem, berikan izin yang diperlukan saja pada kontainer. Buat pengguna non-root dan gunakan untuk menjalankan aplikasi Anda di dalam container. Anda juga dapat menempatkan penampung dalam mode baca-saja untuk mencegah perubahan yang tidak diinginkan.<\/p>\n<h3><strong>Melindungi Informasi Sensitif<\/strong><\/h3>\n<p>Saat memulai container Docker, Anda dapat mengonfigurasi variabel lingkungan tergantung pada aplikasi atau layanan yang berjalan di dalam container. Variabel yang paling umum mencakup kredensial database, pengaturan aplikasi, dan rahasia otentikasi.<\/p>\n<p>Variabel lingkungan memisahkan data sensitif dari kode dan gambar, menyembunyikannya dari pihak yang memiliki akses ke keduanya. Variabel lingkungan membuat konfigurasi lebih fleksibel karena Anda dapat dengan mudah mengubah data tanpa mengubah Dockerfile atau membangun kembali image.<\/p>\n<h3><strong>Menggunakan Orkestrasi Container<\/strong><\/h3>\n<p>Alat orkestrasi container seperti Docker Compose dan Kubernetes dapat menyederhanakan pengelolaan beberapa aplikasi container. Alat ini menyederhanakan penerapan dengan memungkinkan Anda memulai beberapa container dengan satu perintah. Misalnya, Anda dapat menggunakan Docker Compose untuk menginstal WordPress beserta semua komponen yang diperlukan seperti server web dan database.<\/p>\n<p>Alat orkestrasi juga dapat secara otomatis menyesuaikan layanan sebagai respons terhadap peningkatan lalu lintas. Alat ini mendistribusikan dan mengelola lalu lintas jaringan masuk ke beberapa container untuk meningkatkan kinerja dan keandalan.<\/p>\n<h2 id=\"h-kesimpulan\" class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n<p>Docker adalah alat yang sangat berguna bagi developer dan perusahaan, menyediakan lingkungan yang konsisten, deployment yang efisien, dan pemanfaatan resource yang optimal. Mempelajari cara membuat container Docker akan membuat proses pengembangan Anda lebih efisien dan aman.<\/p>\n<p>Jika Anda masih memiliki pertanyaan tentang cara membuat container Docker, silakan kirimkan pertanyaan tersebut di bagian komentar di bawah artikel ini.<\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;23335&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;3&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (3 votes)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (3 votes)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Docker merupakan tool yang mampu membantu menyederhanakan proses deployment bagi developer yang sedang menciptakan aplikasi atau layanan yang berjalan pada beberapa sistem operasi. Dengan cara menciptakan container Docker, Anda mampu meluncurkan beberapa aplikasi atau layanan menggunakan gampang dalam sistem misalnya VPS hosting atau dedicated machine. Docker juga ringan, lebih gampang digunakan, dan mempunyai performa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":23357,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[153,20],"tags":[10208,10205,10207,10206,10209],"class_list":["post-23335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pengetahuan-umum","category-tips","tag-cara-membuat-container-docker","tag-container-docker","tag-dockerfile","tag-image-docker","tag-tips-membangun-container-docker"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini-300x169.png",300,169,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png",1366,768,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Docker merupakan tool yang mampu membantu menyederhanakan proses deployment bagi developer yang sedang menciptakan aplikasi atau layanan yang berjalan pada beberapa sistem operasi. Dengan cara menciptakan container Docker, Anda mampu meluncurkan beberapa aplikasi atau layanan menggunakan gampang dalam sistem misalnya VPS hosting atau dedicated machine. Docker juga ringan, lebih gampang digunakan, dan mempunyai performa yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-19T03:20:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nabilah Atikah S\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nabilah Atikah S\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker\"},\"author\":{\"name\":\"Nabilah Atikah S\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/fc0ab088e5f1b4414ac8bee6bfc13d10\"},\"headline\":\"Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini\",\"datePublished\":\"2024-12-19T03:20:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker\"},\"wordCount\":1729,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png\",\"keywords\":[\"Cara Membuat Container Docker\",\"Container Docker\",\"Dockerfile\",\"Image Docker\",\"Tips Membangun Container Docker\"],\"articleSection\":[\"pengetahuan umum\",\"Tips\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker\",\"name\":\"Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png\",\"datePublished\":\"2024-12-19T03:20:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png\",\"width\":1366,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/fc0ab088e5f1b4414ac8bee6bfc13d10\",\"name\":\"Nabilah Atikah S\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/821d61df4f1527cb0f1571e8bd773abee62f2608ad104d91e0814b8876e7843f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/821d61df4f1527cb0f1571e8bd773abee62f2608ad104d91e0814b8876e7843f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nabilah Atikah S\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini - Hosteko Blog","og_description":"Docker merupakan tool yang mampu membantu menyederhanakan proses deployment bagi developer yang sedang menciptakan aplikasi atau layanan yang berjalan pada beberapa sistem operasi. Dengan cara menciptakan container Docker, Anda mampu meluncurkan beberapa aplikasi atau layanan menggunakan gampang dalam sistem misalnya VPS hosting atau dedicated machine. Docker juga ringan, lebih gampang digunakan, dan mempunyai performa yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2024-12-19T03:20:08+00:00","og_image":[{"width":1366,"height":768,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png","type":"image\/png"}],"author":"Nabilah Atikah S","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nabilah Atikah S","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker"},"author":{"name":"Nabilah Atikah S","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/fc0ab088e5f1b4414ac8bee6bfc13d10"},"headline":"Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini","datePublished":"2024-12-19T03:20:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker"},"wordCount":1729,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png","keywords":["Cara Membuat Container Docker","Container Docker","Dockerfile","Image Docker","Tips Membangun Container Docker"],"articleSection":["pengetahuan umum","Tips"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker","name":"Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png","datePublished":"2024-12-19T03:20:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png","width":1366,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/membuat-container-docker#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketahui Cara Membuat Container Docker Dengan Membaca Artikel Ini"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/fc0ab088e5f1b4414ac8bee6bfc13d10","name":"Nabilah Atikah S","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/821d61df4f1527cb0f1571e8bd773abee62f2608ad104d91e0814b8876e7843f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/821d61df4f1527cb0f1571e8bd773abee62f2608ad104d91e0814b8876e7843f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nabilah Atikah S"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Ketahui-Cara-Membuat-Container-Docker-Dengan-Membaca-Artikel-Ini.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23335"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23335\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23358,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23335\/revisions\/23358"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}