{"id":23563,"date":"2025-01-09T04:00:48","date_gmt":"2025-01-09T04:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=23563"},"modified":"2025-01-09T04:00:48","modified_gmt":"2025-01-09T04:00:48","slug":"penjelasan-http-status-code","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code","title":{"rendered":"Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code"},"content":{"rendered":"<p>HTTP status code merupakan kode error yang ditampilkan oleh server mengenai status permintaan klien ketika suatu halaman web diakses. Jika Anda melihat ini di browser Anda, berarti ada masalah dengan server asal Anda yang menangani permintaan tersebut.<\/p>\n<p>Ada beberapa jenis code error HTTP, yang dikelompokkan berdasarkan respons server terhadap permintaan klien, dan dapat menjadi sinyal penting untuk pemecahan masalah. Memahami arti kode status server ini dapat membantu Anda menjaga kinerja situs web sekaligus memaksimalkan upaya SEO Anda.<\/p>\n<p>Artikel ini akan menjelaskan pengertian dan jenis kode status HTTP serta membantu Anda memahami code error yang dapat memengaruhi SEO situs web Anda. Sekarang, baca sampai akhir!<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-yang-dimaksud-dengan-http-status-code\" class=\"wp-block-heading\">Apa Arti HTTP Status Code?<\/h2>\n<p>Saat Anda mengunjungi situs web, browser Anda mengirimkan permintaan ke server web untuk menampilkan konten halaman. Setelah memproses permintaan, server mengirimkan kembali konten yang diminta bersama dengan HTTP response code.<\/p>\n<p>Kode status ini terdiri dari tiga digit. Angka pertama pada kisaran 1-5 menunjukkan jenis status. Digit kedua dan ketiga menunjukkan kode status dalam rentang digit pertama. IANA (Internet Assigned Numbers Authority) menyimpan lebih dari 40 kode HTTP resmi.<\/p>\n<p>Kode ini sebenarnya ada di header HTTP halaman, namun browser biasanya tidak menampilkan kode ini secara default. Anda dapat menggunakan validator bawaan browser atau pemeriksa header HTTP untuk melihat header HTTP yang dihasilkan oleh server Anda.<\/p>\n<p>HTTP status code hanya muncul ketika server tidak dapat memproses permintaan dan browser tidak dapat menampilkan konten yang diminta. Oleh karena itu, kode ini sering muncul sebagai kode error Internet. Jenisnya berbeda-beda tergantung masalah yang terjadi.<\/p>\n<h2 id=\"h-jenis-jenis-kode-internet-dan-artinya\" class=\"wp-block-heading\">Jenis Kode Internet dan Artinya<\/h2>\n<p>HTTP response code atau kode Internet dibagi menjadi lima kategori. Setiap kategori mewakili jenis komunikasi yang terjadi antara server web dan klien. Ada lima jenis kode Internet yang umum, yaitu:<\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>1xx (informasi)<\/strong> \u2012 Server telah menerima dan sedang memproses permintaan.<\/li>\n<li><strong>2xx (berhasil)<\/strong> \u2012 Server berhasil menerima permintaan dan mengembalikan respons yang diharapkan.<\/li>\n<li><strong>3xx (redirect)<\/strong> \u2012 Perubahan pada resource mengharuskan server mengambil tindakan tambahan untuk menyelesaikan permintaan.<\/li>\n<li><strong>4xx (client error)<\/strong> \u2012 Server tidak dapat memenuhi permintaan karena sintaks yang salah (bad syntax).<\/li>\n<li><strong>5xx (server error)<\/strong> \u2012 Server tidak dapat memenuhi permintaan yang valid.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selanjutnya kita akan membahas lima jenis kode Internet dan response code yang paling umum.<\/p>\n<h3 id=\"h-100-informasi\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"100_Informasi\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>100 Informasi<\/h3>\n<p>Kode status HTTP dengan angka dalam kisaran 100 menunjukkan bahwa server masih memproses permintaan. \u200bKode error Internet ini ditampilkan sementara dan terdiri dari bilah status dan kolom header opsional. Pesan ini diakhiri dengan baris kosong.<\/p>\n<p>HTTP response code dalam kategori ini memberi tahu pengguna bahwa suatu proses sedang berjalan dan meminta mereka menunggu respons. Oleh karena itu, server mungkin mengirimkan banyak kode sambil menunggu.<\/p>\n<p><strong>100 Continue<\/strong><\/p>\n<p>Kode ini memverifikasi bahwa server tidak menolak header permintaan dan meminta klien untuk mengirim isi pesan. Tujuan kode ini adalah untuk menentukan apakah server akan menerima permintaan tanpa mengirimkan badan permintaan, agar prosesnya lebih efisien.<\/p>\n<p><strong>101 Switching Protocols<\/strong><\/p>\n<p>Server mengikuti permintaan yang dikirim oleh agen pengguna dan mengganti protokol untuk pengiriman respons yang lebih optimal. Misalnya, beralih ke versi HTTP baru akan mengurangi waktu pengunduhan dan latensi server.<\/p>\n<p><strong>103 Early Hints<\/strong><\/p>\n<p>Kode ini menunjukkan bahwa klien menerima beberapa kolom header permintaan sebelum pesan HTTP terakhir. Hal ini memungkinkan agen pengguna memuat resource sambil menunggu proses selesai. Server biasanya menyertakan kolom header yang sama dalam respons akhir.<\/p>\n<h3 id=\"h-200-sukses\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"200_Sukses\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>200 Sukses<\/h3>\n<p>HTTP status code dengan angka dalam kisaran 200 mengonfirmasi bahwa server berhasil menerima, memahami, dan menyetujui permintaan.<\/p>\n<p><strong>200 OK<\/strong><\/p>\n<p>Ini adalah kode status respons default untuk permintaan HTTP yang berhasil. Server mengirimkannya beserta resource yang diminta agar website dapat berfungsi dengan baik. Informasi yang ditampilkan dengan kode ini bergantung pada metode permintaan yang Anda pilih, seperti:<\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>GET request<\/strong> \u2012 Berisi entitas yang sesuai dengan sumber daya yang diminta.<\/li>\n<li><strong>HEAD request<\/strong> \u2012 Berisi kolom header permintaan yang terkait dengan resource yang diminta, tidak termasuk isi permintaan.<\/li>\n<li><strong>POST request<\/strong> \u2012 Menjelaskan atau menyertakan hasil tindakan.<\/li>\n<li><strong>TRACE request<\/strong> \u2012 Berisi pesan permintaan yang diterima dari server.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>201 Created<\/strong><\/p>\n<p>HTTP response code ini mengonfirmasi bahwa permintaan berhasil dikirim dan server membuat sumber daya baru yang dikirim kembali ke badan respons.<\/p>\n<p>Bidang header <strong>Location <\/strong>atau Uniform Resource Identifier (URI) dalam permintaan mengidentifikasi resource yang baru dibuat. Tipe media di kolom header <strong>Content-Type <\/strong>menentukan format entitas.<\/p>\n<p><strong>202 Accepted<\/strong><\/p>\n<p>Server menerima permintaan tetapi tidak memulai atau menyelesaikan proses. Mengirim kode respons ini memungkinkan server menerima permintaan untuk proses lain tanpa memaksa agen pengguna untuk mempertahankan koneksi hingga proses selesai.<\/p>\n<p><strong>203 Non-Authoritative Information<\/strong><\/p>\n<p>Response code ini hanya muncul jika Anda menggunakan server proxy. Server proxy memodifikasi 200 kode status respons yang dikirim oleh server web asal sebelum meneruskannya ke klien.<\/p>\n<p><strong>204 No Content<\/strong><\/p>\n<p>Kode ini memberitahu Anda bahwa server berhasil memproses permintaan Anda, tetapi tidak ada konten yang ditampilkan. Kode ini berakhir pada baris kosong pertama setelah kolom header, sehingga permintaan tidak memiliki konten.<\/p>\n<p>Misalnya, kode kesalahan ini mungkin muncul di halaman web yang memiliki fitur &#8220;Simpan dan Lanjutkan&#8221;. Klien tidak perlu keluar dari website setelah berhasil menyimpan perubahan.<\/p>\n<p><strong>205 Reset Content<\/strong><\/p>\n<p>Mirip dengan kode 204, kode 205 &#8220;Reset Content&#8221; berarti server berhasil memproses permintaan, tetapi konten tidak ditampilkan. Satu-satunya perbedaan adalah kode ini meminta agen pengguna untuk mengatur ulang tampilan dokumen.<\/p>\n<p><strong>206 Partial Content<\/strong><\/p>\n<p>Kode 206 biasanya muncul di browser kompatibel yang memiliki header HTTP-Accept-Ranges. Ini berarti browser Anda memiliki dukungan sebagian untuk download. Kode ini menunjukkan bahwa server berhasil memproses permintaan tetapi hanya mengirim sebagian resource yang diminta, seperti yang dicatat di kolom Header <strong>Range<\/strong>.<\/p>\n<h3 id=\"h-300-redirect\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"300_Redirect\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>300 Redirect<\/h3>\n<p>Kode status server dalam kisaran 300 menunjukkan bahwa agen pengguna harus mengambil tindakan tambahan untuk memenuhi permintaan. Hal ini karena resource yang diminta telah dipindahkan ke lokasi lain. Kode ini biasanya muncul saat mengalihkan ke lokasi baru.<\/p>\n<p>Karena fungsi ini, kode 300 sering muncul di URL forwarding. Namun, mungkin tidak terlihat jika permintaan kedua menggunakan metode permintaan GET atau HEAD. Dalam hal ini, agen pengguna dapat melakukan tindakan tambahan tanpa campur tangan pengguna.<\/p>\n<p><strong>300 Multiple Choices<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kode-redirect-dan-cara-redirect-domain\">Kode redirect<\/a> ini menunjukkan bahwa agen pengguna dapat memilih salah satu sumber daya tersedia yang diminta. Pesan ini biasanya muncul ketika ada beberapa ekstensi nama file atau ketika permintaannya ambigu.<\/p>\n<p><strong>301 Moved Permanently<\/strong><\/p>\n<p>Kode ini biasanya muncul dengan redirect halaman permanen. Status server 301 menunjukkan bahwa resource telah dipindahkan secara permanen ke URL berbeda yang ditentukan di header <strong>Location<\/strong>.<\/p>\n<p>Perpindahan ini bersifat permanen, jadi ketika perayap web menemukan kode status HTTP ini, mesin telusur mengalihkan semua lalu lintas dari laman lama ke laman baru. Oleh karena itu, pemilik web biasanya menggunakan kode ini saat mentransfer atau mengubah domain, atau saat menggabungkan dua situs web.<\/p>\n<p><strong>302 Found<\/strong><\/p>\n<p>Mirip dengan HTTP status code 301, 302 Found mengarahkan pengguna ke URL lain. Akan tetapi, karena pemindahan ini hanya bersifat sementara, kode ini mengharuskan browser untuk melayani permintaan berikutnya menggunakan URL lama.<\/p>\n<p><strong>303 See Other<\/strong><\/p>\n<p>Kode ini menunjukkan bahwa pengunjung diarahkan ke halaman lain dan bukan ke resource yang baru diunggah. Resource ini dapat diambil menggunakan metode GET request. \u200bKode ini biasanya merespons permintaan HTTP PUT, POST, atau DELETE.<\/p>\n<p><strong>304 Not Modified<\/strong><\/p>\n<p>Server memberitahu browser bahwa resource tersebut tidak berubah sejak di-cache. Hal ini memungkinkan browser mengakses cache lokal dari resource yang diminta, sehingga meningkatkan waktu pemuatan halaman.<\/p>\n<p><strong>305 Use Proxy<\/strong><\/p>\n<p>Resource yang diminta hanya dapat diakses melalui server proxy yang ditentukan di bidang Header <strong>Location<\/strong>. Oleh karena itu, browser harus terhubung ke proxy ini dan mengirim ulang permintaan. Hanya server asal yang dapat menghasilkan HTTP status code ini.<\/p>\n<p><strong>307 Temporary Redirect<\/strong><\/p>\n<p>Redirect code ini memiliki tujuan yang mirip dengan 302 Found. Perbedaannya adalah 307 redirect tidak mengubah metode HTTP yang digunakan untuk mengalihkan permintaan dan konten pesan asli. Situs web biasanya menggunakan redirect 307 untuk mengirim pesan konfirmasi.<\/p>\n<p><strong>308 Permanent Redirect<\/strong><\/p>\n<p>308 Permanent Redirect memiliki arti yang hampir sama dengan 301 Moved Permanently. Namun, kode ini mirip dengan 307 redirect karena tidak mengubah metode HTTP dan isi pesan asli.<\/p>\n<h3 id=\"h-400-client-error\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"400_Client_Error\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>400 Client Error<\/h3>\n<p>Kode error internet 400 menandakan ada masalah di sisi klien dan server tidak dapat memproses permintaan. Masalahnya mungkin disebabkan oleh browser atau permintaan itu sendiri.<\/p>\n<p><strong>400 Bad Request<\/strong><\/p>\n<p>Jika Anda melihat kode error Internet ini, berarti ada masalah di sisi klien yang menghalangi pemrosesan permintaan. Penyebab paling umum mencakup format sintaks permintaan yang salah, cookie tidak valid, dan cache DNS yang tidak sinkron.<\/p>\n<p><strong>401 Unauthorized<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak dapat memproses permintaan karena tidak memiliki kredensial otentikasi yang valid. Responsnya harus menyertakan bidang header WWW-authenticate yang berisi informasi tentang apa yang harus dilakukan pengguna untuk terus mengakses resource yang dilindungi kata sandi.<\/p>\n<p><strong>402 Payment Required<\/strong><\/p>\n<p>Sebelumnya ada rencana untuk menggunakannya dalam sistem pembayaran digital, namun rencana tersebut gagal sehingga kode ini hanya akan digunakan di masa mendatang.<\/p>\n<p>Kode 402 berarti server menolak memproses permintaan karena pengguna belum melakukan pembayaran yang diperlukan. Karena kurangnya aturan penggunaan standar, banyak situs e-commerce menggunakan 402 Payment Required untuk menyiapkan paywall.<\/p>\n<p><strong>403 Forbidden<\/strong><\/p>\n<p>Kode error internet 403 Forbidden mirip dengan 401 Unauthorized. Error 403 menunjukkan bahwa permintaan Anda ditolak otorisasi meskipun ada kredensial yang valid. Oleh karena itu, pengguna tidak boleh mengulangi permintaan tersebut.<\/p>\n<p>Penyebab paling umum adalah izin yang tidak memadai. Misalnya, pengguna dengan peran <strong>Penulis<\/strong> mencoba mengakses halaman yang didedikasikan untuk peran <strong>Editor<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>404 Not Found<\/strong><\/p>\n<p>Error 404 not found memberi tahu pengguna bahwa server tidak dapat menemukan resource yang diminta. Namun, pesan ini tidak menyertakan informasi tentang apakah sumber daya tersebut hilang sementara atau permanen.<\/p>\n<p>Pesan error untuk kode ini dapat bervariasi tergantung pada browser yang Anda gunakan. Beberapa situs web, seperti Hosteko, juga telah mengadopsi ini dan menambahkan penjelasan singkat tentang kesalahan tersebut.<\/p>\n<p>Penyebab umum kesalahan ini meliputi kesalahan ketik URL, masalah caching, atau propagasi domain yang tidak lengkap.<\/p>\n<p><strong>405 Method Not Allowed<\/strong><\/p>\n<p>Server sumber mendukung metode permintaan HTTP, namun resource tujuan tidak. \u200bKode status server ini memiliki header &#8220;<strong>Allow<\/strong>&#8221; yang mencantumkan metode yang didukung yang dapat Anda pilih untuk mengakses resource.<\/p>\n<p><strong>406 Not Acceptable<\/strong><\/p>\n<p>Respons server bertentangan dengan nilai yang ditentukan di header <strong>Accept<\/strong>. Namun, kode ini jarang digunakan karena server cenderung menyajikan sumber daya apa adanya, terlepas dari nilai header Accept.<\/p>\n<p>405 Mirip dengan Method Not Allowed, kode ini biasanya disertai dengan daftar karakteristik entitas yang didukung dan dapat dipilih.<\/p>\n<p><strong>407 Proxy Authentication Required<\/strong><\/p>\n<p>Kode Error Internet ini muncul saat Anda menggunakan server proxy. Error 407 menunjukkan bahwa pengguna harus terlebih dahulu memberikan kredensial autentikasi yang valid ke server proxy.<\/p>\n<p>Pesan error ini disertai dengan kolom header &#8220;Proxy-Authenticate&#8221; yang berisi instruksi untuk mengautentikasi server proxy.<\/p>\n<p><strong>408 Request Timeout<\/strong><\/p>\n<p>Jika pengguna tidak mengirimkan permintaan selama waktu habis, server asal mengirimkan kode ini sehingga koneksi dianggap menganggur.<\/p>\n<p>Error Internet ini biasanya disebabkan oleh koneksi yang lambat atau kesalahan pada URL, sehingga memungkinkan pengguna mengulangi permintaan nanti tanpa melakukan perubahan apa pun.<\/p>\n<p><strong>409 Conflict<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak dapat menyelesaikan permintaan karena terjadi konflik pada resource target. Error ini dapat terjadi ketika beberapa pengguna memperbarui file secara bersamaan atau ketika versi file yang baru diunggah lebih lama dari file yang disimpan di server, sehingga terjadi konflik versi.<\/p>\n<p><strong>410 Gone<\/strong><\/p>\n<p>HTTP response code ini mirip dengan 404 Not Found. Bedanya, angka 410 menunjukkan bahwa sumber daya hilang secara permanen dari server asal dan tidak akan terjadi redirect.<\/p>\n<p><strong>411 Length Required<\/strong><\/p>\n<p>Server mengirimkan kode respons ini ketika permintaan tidak menentukan header <strong>Content-Length<\/strong> yang diperlukan untuk resource.<\/p>\n<p><strong>412 Precondition Failed<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak dapat memenuhi prasyarat yang tercantum pada kolom header permintaan. Error internet ini biasanya terjadi pada permintaan yang berisi header &#8220;If-Unmodified- Since&#8221; atau &#8220;If-None-Match&#8221;.<\/p>\n<p><strong>413 Request Entity Too Large<\/strong><\/p>\n<p>Server menolak memproses permintaan karena entitas permintaan terlalu besar untuk ditangani server. Error ini biasanya terjadi ketika pengguna mencoba mengunggah file yang melebihi batas ukuran server.<\/p>\n<p><strong>414 URI Too Long<\/strong><\/p>\n<p>Server menolak memproses permintaan karena URI permintaan terlalu panjang.<\/p>\n<p>Kode error Internet ini biasanya terjadi ketika klien salah mengubah POST request menjadi GET request, ketika awalan URI redirect mengarah ke akhirannya sendiri, atau ketika klien menyerang server dengan buffer berukuran tetap.<\/p>\n<p><strong>415 Unsupported Media Type<\/strong><\/p>\n<p>Kode ini berarti server tidak mendukung jenis media yang terdapat dalam entitas permintaan klien.<\/p>\n<p><strong>416 Range Not Satisfiable<\/strong><\/p>\n<p>Error 416 berarti server tidak dapat menampilkan semua file yang diminta oleh klien. Kemungkinan penyebabnya adalah file tidak berisi rentang yang diminta atau bidang header permintaan rentang memiliki nilai yang salah.<\/p>\n<p><strong>417 Expectation Failed<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan pada kolom <strong>Expected Request Headers.<\/strong><\/p>\n<p><strong>419 Authentication Timeout<\/strong><\/p>\n<p>Kode error Internet non-standar ini terjadi ketika autentikasi yang sebelumnya valid tidak lagi valid. Kode ini bertindak sebagai alternatif HTTP status code 401 Unauthorized.<\/p>\n<p><strong>422 Unprocessable Entity<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak dapat menyelesaikan permintaan karena mengandung kesalahan semantik. Permintaan tersebut tidak disengaja karena gagal karena variabel, operator, atau urutan operasi yang salah.<\/p>\n<p><strong>423 Locked<\/strong><\/p>\n<p>Kode error internet 423 menunjukkan bahwa server terkunci dan resource tidak dapat diakses. Kode status HTTP ini adalah bagian dari spesifikasi WebDAV, khususnya mekanisme pengunciannya.<\/p>\n<p><strong>424 Failed Dependency<\/strong><\/p>\n<p>Kode error ini ditampilkan ketika pemrosesan permintaan gagal karena bergantung pada permintaan lain yang gagal. Seperti 423 Locked, kode ini juga merupakan ekstensi HTTP yang merupakan bagian dari spesifikasi WebDAV.<\/p>\n<p><strong>425 Unordered Collection<\/strong><\/p>\n<p>Kode 425 Unordered Collection berarti server mencegah hacker melancarkan serangan replay dengan menolak memproses permintaan yang berpotensi berulang.<\/p>\n<p><strong>426 Upgrade Required<\/strong><\/p>\n<p>Anda perlu meningkatkan ke protokol lain. Respons server harus disertai dengan kolom header pesan pemutakhiran yang berisi protokol yang diminta.<\/p>\n<p><strong>428 Precondition Required<\/strong><\/p>\n<p>Respons bersyarat diperlukan untuk server asal. Artinya, permintaan tersebut harus memiliki header prasyarat. Jika header tidak cocok dengan status sisi server, server mengirimkan kode HTTP 412 lagi.<\/p>\n<p><strong>429 Too Many Requests<\/strong><\/p>\n<p>Kode error Internet ini berarti Anda telah mengirimkan terlalu banyak permintaan dalam jangka waktu tertentu. Server dapat menyertakan header &#8220;Retry-After&#8221; yang berisi interval waktu setelah pengguna akan mencoba kembali permintaan tersebut.<\/p>\n<p><strong>431 Request Header Fields Too Large<\/strong><\/p>\n<p>Server menolak memproses permintaan karena satu atau lebih bidang header HTTP terlalu besar.<\/p>\n<p>HTTP reponse code ini biasanya menunjukkan bidang header yang bermasalah di isi pesan dan memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan masalah tersebut.<\/p>\n<p><strong>440 Login Time-out<\/strong><\/p>\n<p>Kode error internet 440 menunjukkan bahwa sesi Anda telah kedaluwarsa dan Anda harus masuk lagi.<\/p>\n<p><strong>444 No Response<\/strong><\/p>\n<p>Kode non-standar ini hanya muncul di file log NGINX dan memberitahu server untuk menutup koneksi tanpa mengirimkan respons ke klien. Kode status 444 biasanya digunakan untuk menolak permintaan jahat.<\/p>\n<p><strong>449 Retry With<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak dapat memproses permintaan karena klien tidak memberikan informasi yang diperlukan.<\/p>\n<p><strong>450 Blocked By Windows Parental Controls<\/strong><\/p>\n<p>Ini adalah kode ekstensi Microsoft yang muncul ketika Kontrol Orang Tua Windows memblokir akses ke situs web tertentu.<\/p>\n<p><strong>451 Unavailable For Legal Reasons<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak dapat mengakses resource karena pembatasan hukum yang diberlakukan oleh pemerintah.<\/p>\n<p><strong>495 SSL Certificate Error<\/strong><\/p>\n<p>Server NGINX tidak dapat memverifikasi sertifikat SSL klien dan menganggapnya tidak valid.<\/p>\n<p><strong>496 No Certificate<\/strong><\/p>\n<p>Kode respons NGINX ini muncul ketika klien tidak menunjukkan sertifikat SSL yang diperlukan.<\/p>\n<p><strong>497 HTTP to HTTPS<\/strong><\/p>\n<p>Kode respons NGINX ini merupakan evolusi dari kode 400 Bad Request. \u200bKode HTTP ini ditampilkan saat Anda mengirim permintaan HTTP melalui port HTTPS.<\/p>\n<p><strong>499 Client Closed Request<\/strong><\/p>\n<p>Permintaan ditutup sebelum menerima respons dari server NGINX.<\/p>\n<h3 id=\"h-500-error-server\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"500_Error_Server\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>500 Error Server<\/h3>\n<p>Kode error internet 500 menunjukkan bahwa permintaan gagal karena masalah sisi server. Biasanya, server mengirimkan kode status 500 jika tidak dapat menemukan respons yang lebih baik.<\/p>\n<p><strong>500 Internal Server Error<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak dapat memenuhi permintaan karena keadaan yang tidak terduga.<\/p>\n<p>Error ini akan muncul di WordPress ketika plugin, tema, atau file .<strong>htaccess<\/strong> rusak. Kemungkinan penyebab lainnya adalah keterbatasan PHP atau versi PHP yang tidak kompatibel.<\/p>\n<p><strong>501 Not Implemented<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak mengenali metode permintaan atau fungsionalitas yang diperlukan untuk melakukan permintaan. Kode respons ini merupakan kebalikan dari 405 Method Not Allowed dan menunjukkan bahwa server mengetahui fungsionalitas yang diperlukan tetapi tidak mendukungnya.<\/p>\n<p><strong>502 Bad Gateway<\/strong><\/p>\n<p>Server yang bertindak sebagai proxy tidak dapat memenuhi permintaan klien karena respons yang tidak valid diterima dari server upstream.<\/p>\n<p>HTTP response code ini dapat terjadi jika domain tidak sepenuhnya disebarkan setelah berpindah ke host baru. Kesalahan konfigurasi dapat menyebabkan firewall menafsirkan permintaan sebagai serangan terhadap server asal Anda.<\/p>\n<p>Kemungkinan penyebab lainnya adalah versi browser tidak lagi didukung atau file di cache browser rusak, menyebabkan server asal kelebihan beban dan menyebabkan browser gagal.<\/p>\n<p><strong>503 Service Unavailable<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak dapat memproses permintaan karena kurangnya resource atau karena maintenance.<\/p>\n<p>Server biasanya mengirimkan kode error Internet ini karena masalah sementara. Respons akan menyertakan kolom header permintaan Retry-After yang berisi perkiraan waktu pemulihan.<\/p>\n<p><strong>504 Gateway Timeout<\/strong><\/p>\n<p>Server proxy tidak menerima respons yang diperlukan untuk memenuhi permintaan dari server hulu secara tepat waktu. Penyebab umum termasuk konfigurasi firewall yang salah, domain yang tidak bisa di-resolve, overload server, masalah konektivitas, keterbatasan pekerja PHP, dan masalah DNS.<\/p>\n<p><strong>505 HTTP Version Not Supported<\/strong><\/p>\n<p>Server tidak mendukung versi protokol HTTP yang digunakan dalam permintaan. Kode error internet ini biasanya muncul saat Anda menggunakan browser web versi lama.<\/p>\n<p>Respons HTTP yang berisi kode ini biasanya berisi informasi tentang protokol yang didukung oleh server.<\/p>\n<p><strong>506 Variant Also Negotiates<\/strong><\/p>\n<p>Server menerapkan protokol Transparent Content Negotiation yang meminta agen pengguna memilih salah satu varian yang didukung untuk menyediakan sumber daya.<\/p>\n<p>&#8220;Referensi melingkar&#8221; mungkin muncul dalam HTTP response code ini. Artinya, sumber daya varian yang dipilih dikonfigurasi untuk berpartisipasi dalam negosiasi konten. Ini akan mencegah proses\u00a0 diselesaikan dengan benar.<\/p>\n<p><strong>507 Insufficient Storage<\/strong><\/p>\n<p>Kode respons WebDAV ini menunjukkan bahwa server tidak dapat menyelesaikan permintaan karena tidak memiliki cukup ruang disk untuk menyimpan representasi.<\/p>\n<p><strong>508 Loop Detected<\/strong><\/p>\n<p>Dalam kode WebDAV, kesalahan 508 Loop Detected menunjukkan bahwa server mengalami loop tak terbatas saat memproses permintaan.<\/p>\n<p>Versi lain disebut &#8220;Resource limit reached&#8221; Ini berarti server tidak dapat memenuhi permintaan Anda karena batas sumber daya yang ditetapkan oleh host web Anda telah terlampaui.<\/p>\n<p><strong>509 Bandwidth Limit Exceeded<\/strong><\/p>\n<p>Kode error internet ini biasanya muncul di website yang menggunakan paket shared hosting. Error 509 menunjukkan bahwa server Anda telah melampaui batas bandwidth karena lalu lintas situs web yang padat.<\/p>\n<p><strong>510 Not Extended<\/strong><\/p>\n<p>Klien tidak menggunakan ekstensi apa pun yang didukung oleh server. Respons kode ini biasanya berisi semua informasi yang diperlukan untuk memberi tahu ekstensi yang diperlukan.<\/p>\n<p><strong>511 Network Authentication Required<\/strong><\/p>\n<p>Kode ini dikirim oleh proxy perantara yang mengontrol akses ke jaringan. Klien harus diautentikasi sebelum jaringan mengizinkan akses.<\/p>\n<p>Error 511 biasanya terjadi saat Anda mencoba mengakses jaringan publik. Untuk mengakses, Anda harus menyetujui Ketentuan Layanan kami.<\/p>\n<p><strong>520 Web Server Returned an Unknown Error<\/strong><\/p>\n<p>Response code Cloudflare ini menunjukkan bahwa server asal Anda mengembalikan respons kosong atau tidak diketahui ke reverse proxy Anda.<\/p>\n<p><strong>521 Web Server is Down<\/strong><\/p>\n<p>Error 521 (juga kode Cloudflare) muncul ketika server asal Anda tidak dapat terhubung ke proxy terbalik Anda. Masalah ini dapat terjadi karena server web asal Anda memblokir koneksi dari alamat IP Cloudflare tertentu.<\/p>\n<p><strong>522 Connection Timed Out<\/strong><\/p>\n<p>Waktu server habis karena Cloudflare tidak dapat menjangkau server asal untuk membuat koneksi Transmission Control Protocol (TCP). Penyebab paling umum dari kesalahan ini adalah kesalahan konfigurasi DNS.<\/p>\n<p><strong>523 Origin is Unreachable<\/strong><\/p>\n<p>Masih dalam kategori error Cloudflare, kode 523 berarti Cloudflare tidak dapat menjangkau web server asal Anda. Kesalahan Internet ini disebabkan oleh entri DNS atau pengaturan server yang salah atau hilang.<\/p>\n<p><strong>524 A Timeout Occurred<\/strong><\/p>\n<p>Cloudflare berhasil menghubungkan TCP ke server asal, tetapi waktu server habis karena proxy terbalik tidak dapat menerima respons HTTP dalam jangka waktu tertentu.<\/p>\n<p><strong>525 SSL Handshake Failed<\/strong><\/p>\n<p>Cloudflare tidak dapat melakukan handshake SSL atau TLS dengan server web asal. Sertifikat SSL situs web Anda mungkin tidak dikonfigurasi dengan benar, sehingga mencegah koneksi aman antara klien dan server Anda.<\/p>\n<p><strong>599 Network Connect Timeout Error<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa proxy HTTP mengirimkan kode respons ini ketika batas waktu sambungan jaringan terjadi pada klien di depan proxy.<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-hubungan-kode-status-http-dan-seo\" class=\"wp-block-heading\">Apa Hubungan Kode Status HTTP dan SEO?<\/h2>\n<p>Search engine menggunakan perayap web untuk mengindeks konten situs web dan memberi peringkat pada hasil pencarian. Saat melakukan crawling situs web, <a href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-kerja-web-crawler\">web crawler<\/a> mendaftarkan semua kode status HTTP yang ditemukannya untuk menentukan kesehatan situs web dan peringkat setiap halaman web. Sehingga, kode status HTTP ini sebenarnya memainkan peran penting dalam SEO situs web Anda.<\/p>\n<p>Untuk hasil terbaik, semua situs web diharapkan memberikan kode HTTP 200, yang menunjukkan bahwa semua sumber daya situs web berhasil diakses.<\/p>\n<p>Kode 300 belum tentu buruk untuk SEO, namun pastinya Anda ingin meminimalkan kemunculannya. Kategori kode status HTTP ini memberi tahu mesin pencari apakah pengalihan halaman bersifat sementara atau permanen.<\/p>\n<p>Selanjutnya, kode error Internet 400 dan 500 merupakan kode yang dapat berdampak negatif pada SEO website Anda. Kategori ini mencegah crawler mengindeks halaman web Anda, sehingga algoritma mesin pencari menganggap situs web Anda berkualitas rendah.<\/p>\n<p>Cara terbaik untuk menjaga kinerja SEO optimal untuk situs web Anda adalah dengan memeriksa kode status di situs web Anda secara rutin. Ada dua cara untuk melihat kode status HTTP situs web Anda, yakni secara manual atau menggunakan alat inspeksi URL.<\/p>\n<p>Metode manual dapat dijalankan halaman demi halaman, sehingga ideal untuk memeriksa halaman web individual. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat bawaan browser Anda.<\/p>\n<h2 id=\"h-kesimpulan\" class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n<p>Memahami arti HTTP status code penting bagi siapa saja yang sering online, terutama webmaster. Masing-masing kode ini menginformasikan klien tentang status permintaan, sehingga memberi tahu pengguna apakah server dapat memperoleh sumber daya yang diminta.<\/p>\n<p>Kami menyarankan Anda memantau status HTTP ini secara rutin dengan pemeriksa header HTTP, karena ini memiliki dampak signifikan terhadap SEO. Idealnya, semua halaman web harus mengembalikan kode HTTP 200. Artinya permintaan HTTP berhasil untuk seluruh situs web.<\/p>\n<p>Kami harap artikel ini membantu Anda lebih memahami kode status HTTP dan merespons status server dengan lebih baik, terutama yang terdapat dalam kode kesalahan Internet. Semoga berhasil!<\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;23563&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;3&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (3 votes)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (3 votes)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HTTP status code merupakan kode error yang ditampilkan oleh server mengenai status permintaan klien ketika suatu halaman web diakses. Jika Anda melihat ini di browser Anda, berarti ada masalah dengan server asal Anda yang menangani permintaan tersebut. Ada beberapa jenis code error HTTP, yang dikelompokkan berdasarkan respons server terhadap permintaan klien, dan dapat menjadi sinyal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":23583,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[49],"tags":[10327,10328,10329,10330,10331,10326,10324,10325],"class_list":["post-23563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internet","tag-100-informasi","tag-200-berhasil","tag-300-redirect","tag-400-client-error","tag-500-server-error","tag-daftar-status-code","tag-http-status-code","tag-penjelasan-status-code"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code-300x169.png",300,169,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png",1366,768,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"HTTP status code merupakan kode error yang ditampilkan oleh server mengenai status permintaan klien ketika suatu halaman web diakses. Jika Anda melihat ini di browser Anda, berarti ada masalah dengan server asal Anda yang menangani permintaan tersebut. Ada beberapa jenis code error HTTP, yang dikelompokkan berdasarkan respons server terhadap permintaan klien, dan dapat menjadi sinyal [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-09T04:00:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nabilah Atikah S\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nabilah Atikah S\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"17 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code\"},\"author\":{\"name\":\"Nabilah Atikah S\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/fc0ab088e5f1b4414ac8bee6bfc13d10\"},\"headline\":\"Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code\",\"datePublished\":\"2025-01-09T04:00:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code\"},\"wordCount\":3355,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png\",\"keywords\":[\"100 Informasi\",\"200 Berhasil\",\"300 Redirect\",\"400 Client Error\",\"500 Server Error\",\"Daftar Status Code\",\"HTTP Status Code\",\"Penjelasan Status Code\"],\"articleSection\":[\"internet\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code\",\"name\":\"Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png\",\"datePublished\":\"2025-01-09T04:00:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png\",\"width\":1366,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/fc0ab088e5f1b4414ac8bee6bfc13d10\",\"name\":\"Nabilah Atikah S\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/821d61df4f1527cb0f1571e8bd773abee62f2608ad104d91e0814b8876e7843f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/821d61df4f1527cb0f1571e8bd773abee62f2608ad104d91e0814b8876e7843f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nabilah Atikah S\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code - Hosteko Blog","og_description":"HTTP status code merupakan kode error yang ditampilkan oleh server mengenai status permintaan klien ketika suatu halaman web diakses. Jika Anda melihat ini di browser Anda, berarti ada masalah dengan server asal Anda yang menangani permintaan tersebut. Ada beberapa jenis code error HTTP, yang dikelompokkan berdasarkan respons server terhadap permintaan klien, dan dapat menjadi sinyal [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2025-01-09T04:00:48+00:00","og_image":[{"width":1366,"height":768,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png","type":"image\/png"}],"author":"Nabilah Atikah S","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nabilah Atikah S","Est. reading time":"17 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code"},"author":{"name":"Nabilah Atikah S","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/fc0ab088e5f1b4414ac8bee6bfc13d10"},"headline":"Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code","datePublished":"2025-01-09T04:00:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code"},"wordCount":3355,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png","keywords":["100 Informasi","200 Berhasil","300 Redirect","400 Client Error","500 Server Error","Daftar Status Code","HTTP Status Code","Penjelasan Status Code"],"articleSection":["internet"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code","name":"Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png","datePublished":"2025-01-09T04:00:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png","width":1366,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/penjelasan-http-status-code#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penjelasan Lengkap Dari Seluruh Daftar HTTP Status Code"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/fc0ab088e5f1b4414ac8bee6bfc13d10","name":"Nabilah Atikah S","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/821d61df4f1527cb0f1571e8bd773abee62f2608ad104d91e0814b8876e7843f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/821d61df4f1527cb0f1571e8bd773abee62f2608ad104d91e0814b8876e7843f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nabilah Atikah S"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Penjelasan-Lengkap-Dari-Seluruh-Daftar-HTTP-Status-Code.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23563"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23563\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23584,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23563\/revisions\/23584"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23583"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}