{"id":26510,"date":"2025-07-28T03:24:30","date_gmt":"2025-07-28T03:24:30","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=26510"},"modified":"2025-07-28T03:24:30","modified_gmt":"2025-07-28T03:24:30","slug":"tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown","title":{"rendered":"Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown"},"content":{"rendered":"<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__0\" data-para=\"result__para__0\">Bagi pengguna Linux, sangat krusial untuk mengatur izin dan kepemilikan file dengan tepat, terutama pada server yang dikelola oleh beberapa administrator. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\"> Selain untuk menjaga keamanan, ini juga akan memastikan server berfungsi dengan optimal. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\">Untuk tujuan tersebut, Anda dapat memanfaatkan perintah chmod dan chown. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> Jika Anda belum familiar dengan cara mengubah izin di Linux menggunakan perintah-perintah tersebut, jangan khawatir. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\"> Kami akan membahas ini dalam artikel ini, serta memberikan penjelasan mengenai pengelolaan kepemilikan di Linux. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\"> Mari kita lihat lebih lanjut di bawah ini! <\/span><\/p>\n<h3><span id=\"Memahami_cara_mengganti_permission_Linux\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Memahami Cara Mengubah Permission Linux<\/h3>\n<p>Anda dapat menetapkan perintah yang sama untuk mengubah permission file dan folder di Linux. Berikut adalah beberapa perintah yang paling umum digunakan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>chmod +rwx item <\/strong>\u2013 menambah izin untuk read, write, dan execute.<\/li>\n<li><strong>chmod -rwx item <\/strong>\u2013 menghapus seluruh hak akses dari sebuah item.<\/li>\n<li><strong>chmod +r item <\/strong>\u2013 memberikan izin baca pada sebuah item.<\/li>\n<li><strong>chmod -x item <\/strong>\u2013 melarang semua pengguna untuk mengeksekusi item tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__13\" data-para=\"result__para__13\">Selanjutnya, Anda dapat mengatur berbagai pengaturan izin untuk setiap pengguna. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__14\" data-para=\"result__para__14\"> Kami akan menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini di bawah ini. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__15\" data-para=\"result__para__15\"> Penting! <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__16\" data-para=\"result__para__16\"> Jika Anda mendapatkan pesan kesalahan terkait hak akses saat mencoba mengubah izin atau kepemilikan, cobalah menambahkan kata sudo di depan perintah yang digunakan. <\/span><\/p>\n<h3><span id=\"Model_permission_Linux\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Model permission Linux<\/h3>\n<h4><strong>1. Pengguna dan grupz<\/strong><\/h4>\n<p>Sistem operasi Linux memiliki tiga kategori yang dapat Anda berikan izin dan ownership:<\/p>\n<ul>\n<li><strong><em>owner<\/em> <\/strong>\u2013 Individu yang memiliki file atau direktori.<\/li>\n<li><strong><em>group<\/em> <\/strong>\u2013 sekumpulan pengguna yang berada dalam kelompok yang sama.<\/li>\n<li><strong><em>others<\/em> <\/strong>\u2013 semua pengguna yang bukan merupakan pemilik atau anggota grup.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><strong>2. Jenis izin<\/strong><\/h4>\n<p>Di Linux, file dan direktori memiliki tiga tipe permission, masing-masing diwakilkan oleh inisial. Berikut adalah penjelasannya:<\/p>\n<ul>\n<li><em><strong>read <\/strong>(<strong>r<\/strong>)<\/em> \u2013 memberikan hak kepada pengguna untuk mengakses konten file atau direktori.<\/li>\n<li><em><strong>write <\/strong>(<strong>w<\/strong>)<\/em> \u2013 memberikan izin kepada pengguna untuk melakukan perubahan terhadap isi file. Untuk sebuah dorektori, pengguna dapat membuat, menghapus, dan memindahkan file di dalamnya.<\/li>\n<li><em><strong>execute <\/strong>(<strong>x<\/strong>)<\/em> \u2013 memungkinkan pengguna untuk mengeksekusi file. Jika ditetapkan pada folder, ini berarti pengguna dapat membukanya dan mengakses ke semua data di dalamnya.<span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span id=\"Melihat_izin_saat_ini\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Melihat izin saat ini<\/h3>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\">Dalam pengelolaan hak akses di Linux, penting untuk menggunakan perintah tertentu. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\"> Pertama, akses antarmuka baris perintah pada sistem Anda, seperti Terminal untuk perangkat lokal atau SSH untuk sistem jarak jauh seperti VPS. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> Atau, jika Anda menggunakan VPS dari Hostinger, Anda dapat dengan mudah mengakses CLI sistem menggunakan Terminal browser. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\"> Cukup buka menu manajemen VPS Anda di hPanel, lalu klik tombol di sudut kanan atas. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\">Untuk memeriksa hak akses file dan direktori yang Anda buka, jalankan perintah berikut: <\/span><\/p>\n<p>ls -l<\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<h1 class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42668\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2017\/04\/daftar-item-dan-permission-yang-ditetapkan.png\" alt=\"tampilan terminal menunjukkan daftar item dan permission yang dimilikinya\" width=\"1024\" height=\"139\" \/><\/h1>\n<\/div>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__0\" data-para=\"result__para__0\">Jika Anda hanya perlu memeriksa item tertentu, silakan gunakan perintah berikut ini: <\/span><\/p>\n<p><em>ls -l itemname<\/em><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\">Anda akan mendapatkan hasil yang terlihat seperti ini: <\/span><\/p>\n<p><em>drwxrwxrwx 2 user1 admins 4096 Sep 12 04:33 config<\/em><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\">Hasil ini menyajikan beragam informasi. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\"> Namun, karena kita ingin mengevaluasi izin dan kepemilikan, mari kita fokus pada user1, admins, config, dan drwxrw-r-.\u00a0 <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\">Tempat user1 menunjukkan pemilik item, sedangkan admin adalah grup Linux tempat pengguna tersebut berada. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\"> Nama item terletak di bagian akhir, yaitu konfigurasi. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\"> Rangkaian drwxrw-r- memberi wawasan mengenai pengaturan izin item tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\">Berikut adalah penjelasannya: <\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\"><em><strong>d<\/strong><\/em> \u2013 simbol pertama dalam rangkaian menunjukkan tipe item, yang bisa berupa direktori (d), file biasa (\u2013), atau link simbolik (l). <\/span><\/li>\n<li><em><strong><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\">r<\/span><\/strong><\/em><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\"><em><strong>wx<\/strong> <\/em>\u2013 bagian kedua menandakan hak akses pemilik. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__12\" data-para=\"result__para__12\"> Dalam contoh di atas, kita melihat rwx, yang berarti pengguna1 memiliki kemampuan untuk membaca, menulis, dan menjalankan direktori. <\/span><\/li>\n<li><em><strong><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__12\" data-para=\"result__para__12\">r<\/span><\/strong><\/em><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__13\" data-para=\"result__para__13\"><em><strong>w<\/strong><\/em>&#8211; \u2013 bagian ketiga mengindikasikan izin grup terhadap item tersebut. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__14\" data-para=\"result__para__14\"> Tanda hubung (\u2013) menunjukkan bahwa grup tidak memiliki izin, sehingga anggota grup admin hanya dapat mengakses direktori itu untuk membaca dan menulis. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__15\" data-para=\"result__para__15\"><em><strong>r-<\/strong><\/em> \u2013 bagian keempat menunjukkan hak akses bagi pengguna lainnya. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__16\" data-para=\"result__para__16\"> Karena hanya tersedia r dan dua tanda hubung dalam rangkaian di atas, orang lain hanya diizinkan untuk membaca direktori tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"color: #000000\"><em><strong><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__0\" data-para=\"result__para__0\">Penting! <\/span><\/strong><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\"><strong> Format dan urutan penamaan izin akan senantiasa konsisten.<\/strong> <\/span><\/em><\/span><\/p>\n<h3><span id=\"Mengubah_izin_dengan_chmod\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Mengubah izin dengan chmod<\/h3>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\">Untuk mengubah izin item, gunakan perintah Linux chmod. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\"> Berikut ini adalah syntax dari perintah tersebut: <\/span><\/p>\n<p><em>chmod [option] [mode] [file_folder_name]<\/em><\/p>\n<ul>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\"><em><strong>Option<\/strong> <\/em>merupakan flag tambahan yang mengubah cara kerja perintah chmod. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\"> Anda dapat menemukan daftar lengkapnya di halaman panduan chmod. <\/span><\/li>\n<li><em><strong><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\">M<\/span><\/strong><\/em><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\"><em><strong>ode<\/strong> <\/em>adalah izin baru untuk file atau folder yang dimaksud, yang bisa Anda tulis menggunakan notasi simbolik atau numerik. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\"> Keduanya beroperasi dengan cara yang serupa, namun memiliki fungsi spesifik yang akan kami uraikan di bagian berikutnya. <\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span id=\"Mode_symbolic\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Mode symbolic<\/h3>\n<p>Metode symbolic dalam chmod menggunakan satu karakter yang mewakili kelas pengguna, izin, dan operasi. Berikut daftarnya:<\/p>\n<figure class=\"wp-block-table\">\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\"><strong>Simbol<\/strong><\/td>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\"><strong>Definisi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">u<\/td>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">Pemilik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">g<\/td>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">Grup<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">o<\/td>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">Lainnya<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">a<\/td>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">Semua kelas pengguna (pemilik, grup, dan lainnya)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">+<\/td>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">Menambahkan izin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">\u2013<\/td>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">Menghapus izin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">=<\/td>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">Mengatur izin ke nilai yang ditentukan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">r, w, x<\/td>\n<td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">Izin<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__0\" data-para=\"result__para__0\">Mode symbolic bersifat lebih fleksibel dan lebih deskriptif. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\"> Melalui mode ini, Anda dapat dengan mudah melakukan modifikasi izin, karena Anda memiliki kebebasan untuk mengubah hak akses tertentu pada kategori pengguna. <\/span>Perhatikan contoh berikut ini:<\/p>\n<p><em>chmod u+wx,g-x,o=r script.sh<\/em><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\">Mari kita jelaskan simbol-simbol ini untuk memahami cara kerjanya: <\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\"><em><strong>u+wx<\/strong><\/em> &#8211; menambah (+) hak akses bagi pemilik file (u) untuk melakukan penulisan (w) dan eksekusi (x) pada file tersebut. <\/span><\/li>\n<li><em><strong><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\">g<\/span><\/strong><\/em><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\"><em><strong>-x<\/strong> <\/em>&#8211; menghapus (\u2013) hak akses grup (g) untuk melakukan eksekusi (x) pada file (g). <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\"><em><strong>o=r<\/strong><\/em> &#8211; menetapkan (=) hak akses bagi pengguna lain (o) pada file ini, agar hanya bisa dibaca (r).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\"><em>Sebagai contoh, jika hak akses awal file adalah -r-rwxrwx, maka hak akses yang baru akan menjadi -rwxrw-r-.<\/em> <\/span><\/p>\n<h3><span id=\"Mode_numeric_octal\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Mode numeric (octal)<\/h3>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\">Mode numerik memanfaatkan tiga digit angka untuk memberikan izin baru. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__12\" data-para=\"result__para__12\"> Digit pertama menunjukkan hak akses untuk pemilik, digit kedua menunjukkan hak akses untuk grup pemilik, dan digit ketiga menunjukkan hak akses untuk pengguna lain. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__13\" data-para=\"result__para__13\"> Berikut adalah angka-angka dan penjelasannya: <\/span><\/p>\n<figure class=\"wp-block-table\">\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><strong>Nomor<\/strong><\/td>\n<td><strong>Definisi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>4<\/td>\n<td>Izin membaca<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2<\/td>\n<td>Izin menulis<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>1<\/td>\n<td>Jalankan izin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>0<\/td>\n<td>Tidak ada izin<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/figure>\n<p>Untuk mengatur beberapa izin, cukup tambahkan angka-angkanya.<\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\">Sebagai ilustrasi, 3 (1+2) akan memberikan hak akses untuk mengeksekusi dan menulis item, sedangkan 7 (1+2+4) memberikan hak akses penuh pada item tersebut. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\"> Sebagai contoh, perintah berikut ini akan mengubah izin file script. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> sh menjadi -rwxrw-r-: <\/span><\/p>\n<h4>chmod 764 script.sh<\/h4>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\">Penggunaan Notasi Numerik lebih simpel dibandingkan dengan simbolik. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\"> Namun, notasi ini tidak terlalu fleksibel karena Anda tidak dapat menambah atau mengurangi izin tertentu. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\"> Oleh sebab itu, notasi ini lebih manjur untuk menerapkan pengaturan tertentu dengan cepat. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\">Sebagai contoh, seorang pemilik bisa membaca dan menulis pada suatu item, tetapi jika Anda ingin mengaturnya agar bisa dieksekusi, dengan notasi simbolik Anda bisa menambah izin menggunakan u+x. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\"> Sementara dengan notasi numerik, Anda perlu menambahkan hak istimewa yang sudah eksis menggunakan 7, bukan hanya 1. <\/span><\/p>\n<h4><span id=\"Perubahan_permission_rekursif\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Perubahan permission rekursif<\/h4>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__12\" data-para=\"result__para__12\">Opsi -R pada chmod mengaktifkan mode rekursif yang memungkinkan Anda untuk menerapkan izin baru pada folder beserta seluruh isinya hanya dengan satu perintah. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__13\" data-para=\"result__para__13\"> Sebagai contoh, bayangkan kita memiliki folder skrip yang mencakup subdirektori subscript1 dan subscript2, serta beberapa file . <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__14\" data-para=\"result__para__14\"> sh. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__15\" data-para=\"result__para__15\"> Struktur direktori adalah sebagai berikut: <\/span><\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">script\/\r\n\u2502\r\n\u251c\u2500\u2500 subscript\/\r\n\u2502  \u2514\u2500\u2500 script1.sh\r\n\u2502\r\n\u251c\u2500\u2500subscript2\/\r\n\u2502\r\n\u251c\u2500\u2500 script2.sh\r\n\u2502\r\n\u2514\u2500\u2500 script3.sh<\/pre>\n<p>Dengan menggunakan chmod rekursif, kita bisa mengganti izin semua item di atas hanya dengan memodifikasi folder <strong>script <\/strong>seperti ini:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">chmod -R 777 script<\/pre>\n<h3 id=\"h-mengganti-ownership-dengan-chown-dan-chgrp\" class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Mengganti_ownership_dengan_chown_dan_chgrp\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Mengganti ownership dengan chown dan chgrp<\/h3>\n<p class=\"wp-block-heading\"><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__0\" data-para=\"result__para__0\">Saat Anda menciptakan sebuah item di Linux, secara otomatis Anda akan menjadi pemilik item tersebut. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\"> Jika Anda tergabung dalam sebuah grup, seluruh anggota grup lainnya akan menerima hak akses yang sama. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\"> Anda dapat mengubah kepemilikan menggunakan perintah chown atau chgrp. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> Namun, chown lebih banyak diterapkan, yang berguna untuk mengalihkan kepemilikan kepada pengguna dan grup. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\"> Berikut adalah syntax perintahnya: <\/span><\/p>\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. chown [options] [user:group] [item]<\/h4>\n<p class=\"wp-block-heading\"><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\">Sebagai contoh, jika Anda ingin mengalihkan kepemilikan file script. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\"> sh kepada johndoe, yang merupakan anggota dari grup admin, gunakan perintah ini: <\/span><\/p>\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. chown johndoe:admins script.sh<\/h4>\n<p class=\"wp-block-heading\"><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\">Untuk memberikan kepemilikan kepada pengguna yang baru dan tetap mempertahankan grup yang ada, cukup hapus nama grup seperti ini: <\/span><\/p>\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. chown johndoe script.sh<\/h4>\n<p class=\"wp-block-heading\"><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__13\" data-para=\"result__para__13\">Dengan cara yang sama, hapus nama pengguna jika Anda ingin mengalihkan kepemilikan item ke grup yang berbeda. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__14\" data-para=\"result__para__14\"> Namun, pastikan untuk memulai nama grup dengan tanda titik dua (:) seperti ini: <\/span><\/p>\n<ul>\n<li class=\"wp-block-heading\"><strong>chown :admins script.sh<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"wp-block-heading\" style=\"padding-left: 40px\"><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__17\" data-para=\"result__para__17\">Perintah chown juga dapat digunakan dengan opsi -R untuk mengubah kepemilikan item secara rekursif: <\/span><\/p>\n<ul>\n<li class=\"wp-block-heading\"><strong>chmod -R johndoe:admins scriptfolder<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"wp-block-heading\" style=\"padding-left: 40px\"><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__19\" data-para=\"result__para__19\">Berbeda dengan chown, chgrp hanya memungkinkan Anda untuk mengalihkan kepemilikan item ke grup yang lain. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__20\" data-para=\"result__para__20\"> Berikut adalah contoh perintahnya: <\/span><\/p>\n<ul>\n<li class=\"wp-block-heading\"><strong>chgrp admins script.sh<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Permission bit khusus<\/h3>\n<p class=\"wp-block-heading\"><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\">Selain izin baca, tulis, dan eksekusi, Linux juga memiliki izin tambahan yang memungkinkan pengelolaan item-item di sistem Anda dengan cara yang lebih mendetail. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\"> Mari kita lihat apa saja izin tersebut serta bagaimana cara mengaturn<\/span>ya<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Setuid_dan_setgid\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Setuid dan setgid<\/h3>\n<p class=\"wp-block-heading\"><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\">Izin Set user ID (setuid) memberi Anda kemampuan untuk menjalankan file sebagai pemiliknya, bukan sebagai pengguna yang sedang aktif. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\"> Anda bisa menambahkannya dengan menggunakan karakter s dalam notasi simbolik dengan cara berikut: <\/span><\/p>\n<ul>\n<li class=\"wp-block-heading\"><strong>chmod u+s script.sh<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"wp-block-heading\" style=\"padding-left: 40px\"><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\">Misalnya, jika root merupakan pemilik file script. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\"> sh, maka file tersebut akan dieksekusi sebagai root meskipun Anda masuk sebagai pengguna yang berbeda. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\"> Konfigurasi ini sangat berguna untuk menjalankan program sebagai pengguna tertentu, khususnya dalam proses otomatisasi.<\/span><\/p>\n<p class=\"wp-block-heading\" style=\"text-align: left;padding-left: 80px\"><strong><em><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\">Penting! <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__12\" data-para=\"result__para__12\"> Pengguna yang ingin menjalankan program harus memiliki izin eksekusi untuk file tersebut. <\/span><\/em><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__13\" data-para=\"result__para__13\"><em> Anda dapat memberikan izin tersebut dengan mengubah grup atau kelas pengguna lainnya.<\/em> <\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"wp-block-heading\">Setelah menambahkan permission <strong>s<\/strong>, hak akses pemilik file akan menjadi <strong>rws<\/strong>. Pada dasarnya, hak ini sama dengan <strong>rwx<\/strong>, namun menunjukkan bahwa setuid aktif.<\/p>\n<p class=\"wp-block-heading\">Izin setuid yang benar akan terlihat seperti ini:<\/p>\n<p class=\"wp-block-heading\"><em><strong>-rwsr-xr-x<\/strong><\/em><\/p>\n<p class=\"wp-block-heading\"><strong>Set group ID <\/strong>(setgid) mirip dengan setuid, berfungsi untuk menjalankan file menggunakan izin grup terkait. Untuk memberikannya, gunakan perintah berikut:<\/p>\n<p class=\"wp-block-heading\"><strong><em>chmod g+s script.sh<\/em><\/strong><\/p>\n<p class=\"wp-block-heading\">Seperti setuid, akun yang menjalankan file harus memiliki izin eksekusi sebagai pemilik atau pengguna lain. Berikut contoh permission setgid:<\/p>\n<p class=\"wp-block-heading\"><em><strong>-rwxr-sr-x<\/strong><\/em><\/p>\n<p class=\"wp-block-heading\">Ketika Anda membuat file baru di dalam sebuah folder menggunakan setgid, grup yang terkait akan memiliki permission ownership atas file tersebut. Biasanya, grup Anda akan menjadi pemilik file baru tersebut.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Sticky_bit\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Sticky bit<\/h3>\n<p class=\"wp-block-heading\">Secara default, semua pengguna yang memiliki izin tulis pada sebuah folder bisa mengganti nama dan menghapus file di dalamnya. Perilaku ini berisiko karena mereka bisa secara tidak sengaja menghapus item penting. Nah, sticky bit membantu mencegah hal ini terjadi, dengan melarang pengguna untuk menghapus atau mengganti nama file kecuali mereka adalah pemiliknya.<\/p>\n<p class=\"wp-block-heading\">Permission write juga tidak dicabut ketika menggunakan sticky bit, jadi pengguna tetap bisa mengedit isi file. Untuk mengaktifkan sticky bit pada folder, tambahkan izin <strong>t<\/strong> menggunakan mode symbolic chmod seperti ini:<\/p>\n<ul>\n<li class=\"wp-block-heading\"><em><strong>chmod +t folder<\/strong><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"wp-block-heading\" style=\"padding-left: 40px\">Permission t akan menggantikan hak eksekusi pengguna lain. Berikut adalah contoh izin folder dengan sticky bit yang diaktifkan:<\/p>\n<ul>\n<li class=\"wp-block-heading\"><em><strong>drwxrwxrwt<\/strong><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"wp-block-heading\" style=\"padding-left: 40px\">Anda juga bisa menambahkan sticky bit secara rekursif ke semua subfolder dan file di dalamnya dengan menambahkan opsi -R seperti ini:<\/p>\n<ul>\n<li class=\"wp-block-heading\"><em><strong>chmod -R +t folder<\/strong><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h3>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__0\" data-para=\"result__para__0\"> Mengelola izin dan kepemilikan item yang sesuai sangat krusial untuk memastikan keamanan dan kinerja server. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\"> Dalam lingkungan Linux, Anda bisa menetapkan hak akses baca, tulis, dan eksekusi untuk tiga kategori pengguna: pemilik, grup, dan orang lain. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\"> Untuk memodifikasi izin di Linux, Anda perlu menggunakan chmod diikuti dengan pengaturan dan item yang ingin diubah. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\">Sebagai pengaturan, Anda dapat menggunakan notasi simbolik jika menginginkan metode yang lebih fleksibel, atau notasi numerik jika memerlukan instruksi yang lebih langsung. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\"> Sementara itu, gunakan chown untuk mengubah kepemilikan item kepada pengguna atau grup lain. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\"> Untuk mengubah kepemilikan grup, Anda juga bisa menggunakan perintah chgrp. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\">Di samping itu, Linux memiliki izin khusus yang tersedia. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\"> Misalnya, setuid dan setgid memungkinkan Anda mengeksekusi file sebagai pemilik atau grup yang bersangkutan. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\"> Anda juga dapat menambahkannya menggunakan perintah chmod. <\/span><\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;26510&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;1&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (1 vote)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Tutorial Mengubah permission \\u0026amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (1 vote)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi pengguna Linux, sangat krusial untuk mengatur izin dan kepemilikan file dengan tepat, terutama pada server yang dikelola oleh beberapa administrator. Selain untuk menjaga keamanan, ini juga akan memastikan server berfungsi dengan optimal. Untuk tujuan tersebut, Anda dapat memanfaatkan perintah chmod dan chown. Jika Anda belum familiar dengan cara mengubah izin di Linux menggunakan perintah-perintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":26518,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[5298,12134,12137,12136,12135],"class_list":["post-26510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-linux","tag-memahami-cara-mengubah-permission-linux","tag-mengganti-ownership-dengan-chown-dan-chgrp","tag-mengubah-izin-dengan-chmod","tag-model-permission-linux"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah-300x169.png",300,169,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png",1366,768,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagi pengguna Linux, sangat krusial untuk mengatur izin dan kepemilikan file dengan tepat, terutama pada server yang dikelola oleh beberapa administrator. Selain untuk menjaga keamanan, ini juga akan memastikan server berfungsi dengan optimal. Untuk tujuan tersebut, Anda dapat memanfaatkan perintah chmod dan chown. Jika Anda belum familiar dengan cara mengubah izin di Linux menggunakan perintah-perintah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-28T03:24:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fitri Ana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fitri Ana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown\"},\"author\":{\"name\":\"Fitri Ana\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0\"},\"headline\":\"Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown\",\"datePublished\":\"2025-07-28T03:24:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown\"},\"wordCount\":1798,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png\",\"keywords\":[\"linux\",\"Memahami Cara Mengubah Permission Linux\",\"Mengganti ownership dengan chown dan chgrp\",\"Mengubah izin dengan chmod\",\"Model permission Linux\"],\"articleSection\":[\"Blog\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown\",\"name\":\"Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png\",\"datePublished\":\"2025-07-28T03:24:30+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png\",\"width\":1366,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0\",\"name\":\"Fitri Ana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fitri Ana\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown - Hosteko Blog","og_description":"Bagi pengguna Linux, sangat krusial untuk mengatur izin dan kepemilikan file dengan tepat, terutama pada server yang dikelola oleh beberapa administrator. Selain untuk menjaga keamanan, ini juga akan memastikan server berfungsi dengan optimal. Untuk tujuan tersebut, Anda dapat memanfaatkan perintah chmod dan chown. Jika Anda belum familiar dengan cara mengubah izin di Linux menggunakan perintah-perintah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2025-07-28T03:24:30+00:00","og_image":[{"width":1366,"height":768,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png","type":"image\/png"}],"author":"Fitri Ana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fitri Ana","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown"},"author":{"name":"Fitri Ana","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0"},"headline":"Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown","datePublished":"2025-07-28T03:24:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown"},"wordCount":1798,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png","keywords":["linux","Memahami Cara Mengubah Permission Linux","Mengganti ownership dengan chown dan chgrp","Mengubah izin dengan chmod","Model permission Linux"],"articleSection":["Blog"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown","name":"Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png","datePublished":"2025-07-28T03:24:30+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png","width":1366,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/tutorial-mengubah-permission-ownership-di-linux-menggunakan-chmod-chown#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tutorial Mengubah permission &amp; ownership di Linux menggunakan chmod + chown"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0","name":"Fitri Ana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fitri Ana"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Mengubah.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26510"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26510\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26519,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26510\/revisions\/26519"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26518"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}