{"id":26842,"date":"2025-08-26T06:55:16","date_gmt":"2025-08-26T06:55:16","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=26842"},"modified":"2025-08-26T06:55:16","modified_gmt":"2025-08-26T06:55:16","slug":"mengulas-mengenai-scrum-methodology","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology","title":{"rendered":"Mengulas Mengenai Scrum Methodology"},"content":{"rendered":"<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__0\" data-para=\"result__para__0\">Jika Anda terlibat dalam sektor teknologi, ada kemungkinan Anda sudah mengetahui tentang &#8220;Scrum&#8221; dan &#8220;Agile. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\"> &#8221; Istilah ini sering muncul di kalangan profesional di dunia teknologi dan terkadang terasa seolah mereka memiliki kosakata tersendiri. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\">Istilah seperti &#8220;perencanaan poker&#8221;, &#8220;pertemuan singkat&#8221;, dan &#8220;sprint&#8221; merupakan beberapa frasa yang umum digunakan ketika merujuk pada Scrum dan Agile. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> Tentu saja, bagi yang belum familiar, istilah-istilah ini bisa tampak cukup menakutkan dan membingungkan. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\"> Namun, metode ini sebenarnya dapat sangat bermanfaat bagi Anda, karena pendekatannya dapat menyelesaikan permasalahan yang rumit. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\"> Metode kerja ini menekankan pentingnya tugas-tugas individual, kemudian mendistribusikannya kepada anggota tim yang paling sesuai untuk menyelesaikan setiap tugas tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\"> Namun, apakah metode ini eksklusif hanya untuk engineer atau pengembang perangkat lunak? <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\"> Apakah kita yang bukan engineer pun bisa merasakan keuntungan dari pendekatan ini? <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\"> Jika demikian, bagaimana langkah awal yang bisa diambil? <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\"> Untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut, simak artikel ini untuk memahami lebih dalam mengenai metode Scrum dan cara penerapannya!<\/span><\/p>\n<h3>Definisi Metodologi Scrum dan Agile<\/h3>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\">Pertama-tama, penting untuk memahami perbedaan antara scrum dan agile. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__12\" data-para=\"result__para__12\"> Metodologi scrum adalah pendekatan iteratif yang termasuk dalam kategori metode Agile tentang bagaimana Anda mengelola dan melaksanakan sebuah proyek. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__13\" data-para=\"result__para__13\">Metode ini dapat diterapkan pada berbagai jenis proyek, termasuk pengembangan perangkat lunak, pembuatan situs web, pengembangan perangkat keras, pemasaran, perencanaan acara, dan lainnya. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__14\" data-para=\"result__para__14\"> Scrum membantu Anda mengatur tim dan menekankan pada pentingnya komunikasi yang efektif antar anggota tim. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__15\" data-para=\"result__para__15\">Dalam Scrum, setiap &#8220;sprint&#8221; dimulai dengan sebuah rapat singkat untuk perencanaan dan diakhiri dengan sesi tinjauan. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__16\" data-para=\"result__para__16\"> Ini merupakan konsep dasar dari Scrum dalam manajemen proyek.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><i>Proyek yang paling tepat untuk Agile adalah proyek yang memiliki deadline yang agresif, tingkat kerumitan yang tinggi, dan tingkat kebaruan (keunikan) yang tinggi bagi para member tim. Akan lebih baik jika Anda menggunakan Agile saat kita melakukan sesuatu yang baru, atau paling tidak baru bagi tim yang mengerjakannya. Jika itu adalah sesuatu yang tim telah lakukan sebelum berulang-ulang maka tim mungkin tidak memerlukan pendekatan Agile.<\/i><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__0\" data-para=\"result__para__0\">Agile merupakan kumpulan &#8220;metode dan praktik yang didasarkan pada nilai dan prinsip yang dijelaskan dalam Agile Manifesto,&#8221; yang mencakup aspek seperti kerja sama, pengorganisasian oleh anggota tim secara mandiri, serta tim yang terdiri dari berbagai fungsi. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\"> Scrum berfungsi sebagai kerangka kerja yang digunakan dalam penerapan pengembangan Agile. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\"> Sebuah analogi efektif untuk membedakan antara Scrum dan Agile adalah perbedaan antara sebuah resep dan sebuah diet.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> Sebagai contoh, diet vegetarian adalah sekumpulan metode dan praktik yang berpijak pada prinsip dan nilai tertentu. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\"> Resep Taco Kacang berfungsi sebagai kerangka kerja yang dapat Anda ikuti untuk menerapkan diet vegetarian yang Anda pilih. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\"> Ini menyerupai hubungan antara Agile (diet) dan Scrum (resep yang diikuti). <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\"> Agile muncul dari teknik yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang inovatif pada tahun 70-an dan 80-an (seperti Toyota, Fuji, dan Honda). <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\"> Pada pertengahan tahun 90-an, seorang individu bernama Jeff Sutherland merasa frustrasi dengan perusahaan-perusahaan yang terus terjebak dalam proyek-proyek yang terlambat dan melebihi anggaran.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\"> Ia berusaha menemukan metode yang lebih baik. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\"> Penelitiannya membawanya pada perusahaan-perusahaan Jepang tersebut serta metode Agile yang mereka gunakan. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\"> Berdasarkan penemuan ini, Sutherland mengembangkan kerangka kerja Scrum. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\"> Setelah melalui serangkaian keberhasilan menggunakan metode barunya, Scrum dengan cepat mulai menyebar ke seluruh dunia pengembangan produk. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__12\" data-para=\"result__para__12\"> Scrum sendiri dapat dijelaskan melalui poin-poin berikut ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__0\" data-para=\"result__para__0\">Pemilik produk menyusun daftar prioritas yang dikenal sebagai backlog produk. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\">Saat merencanakan sprint, tim mengambil salah satu item dari bagian atas daftar prioritas dan menentukan cara mereka akan menyelesaikannya. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\">Tim memiliki jangka waktu tertentu, yang dikenal dengan sprint (biasanya berlangsung antara dua sampai empat minggu) untuk menyelesaikan tugas mereka, dengan pengecekan setiap hari untuk memantau kemajuan (Scrum harian). <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\">Selama proses tersebut, ScrumMaster memastikan tim tetap fokus pada tujuan yang telah ditetapkan. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\">Di akhir sprint, hasil kerja harus siap untuk dikirimkan: bisa diserahkan ke pelanggan, dipajang di toko, atau dipresentasikan kepada para pemangku kepentingan. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\">Sprint diakhiri dengan sesi peninjauan sprint dan refleksi. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\">Ketika sprint berikutnya dimulai, tim memilih item lain dari backlog produk dan kembali memulai pekerjaan. <\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\">Proses ini berlanjut sampai proyek dinyatakan selesai, baik karena batas waktu dan anggaran atau dengan menyelesaikan semua item yang telah ditetapkan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><i>Jadi, Agile adalah metode project management paling tepat pada proyek yang mendesak dengan kompleksitas dan kebaruan yang signifikan \u2013 dan itu bisa saja mulai dari pengembangan software sampai merencanakan wedding.<\/i><\/p>\n<h3><strong>Manfaat Scrum<\/strong><\/h3>\n<p>Mungkin Anda berpikir metodologi scrum adalah suatu metode kerja yang terbatas pada engineer atau developer. Tapi kerangka kerja itu bisa bermanfaat untuk jenis proyek lain juga.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><i>\u201cScrum dapat digunakan untuk proyek yang kompleks, peringatannya adalah hasilnya bagus bila ada produk beton yang diproduksi. Jika Anda bekerja dalam pemasaran dan kebutuhan menulis salinan untuk sebuah proyek, pasti bisa bermanfaat bagi tim Anda. \u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><i>David Matthew, seorang Master Scrum Certified untuk Incentive Technology Group<\/i><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><em>Scrum project management<\/em> telah digunakan oleh semua orang dari FBI, agen pemasaran, hingga orang-orang konstruksi. Kapan pun Anda perlu menghasilkan beberapa jenis produk, baik itu software atau email campaign, Scrum dapat membantu Anda mengatur tim Anda dan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat.<\/p>\n<h3><strong>Peran di Scrum<\/strong><\/h3>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\">Terdapat tiga peran penting yang diperlukan dalam penerapan metode Scrum, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Master Scrum<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\">Bertugas untuk memastikan bahwa prosedur dijalankan, memastikan segala sesuatu berjalan dengan baik, dan melindungi tim dari gangguan. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\"> Master Scrum berbeda dengan manajer proyek konvensional dalam berbagai aspek, termasuk fakta bahwa peran ini tidak memberikan arahan harian kepada tim dan tidak membebankan tugas kepada individu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Product Owner (Pemilik Produk)<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\">Sering kali dianggap sebagai orang yang paling krusial dalam sebuah proyek. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\"> Salah satu tanggung jawab pemilik produk adalah memiliki gambaran jelas mengenai apa yang ingin mereka ciptakan dan menyampaikan visi tersebut kepada tim Scrum. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\"> Tugas utama Pemilik Produk adalah untuk memberikan nilai kepada pemangku kepentingan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Tim Scrum<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\">Sebuah tim Scrum adalah kumpulan orang yang mampu mengatur pekerjaan mereka sendiri dan merupakan tim dengan keahlian beragam. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\"> Anggota tim akan terlibat dalam analisis, implementasi, desain, pengujian, dan kegiatan lainnya. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__12\" data-para=\"result__para__12\"> Meskipun individu dapat bergabung ke dalam tim dengan berbagai latar belakang, dalam Scrum, jabatan tersebut tidak terlalu penting. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__13\" data-para=\"result__para__13\">Metodologi Scrum menekankan bahwa setiap anggota berkontribusi semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugas dalam setiap sprint. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__14\" data-para=\"result__para__14\"> Oleh karena itu, individu akan menghabiskan sebagian besar (dan kadang-kadang seluruh) waktu mereka bekerja dalam bidang keahlian yang mereka kuasai, seperti analisis, desain, pengembangan, pengujian, dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Hal yang Menarik Dari Scrum<\/strong><\/h3>\n<p>Ada beberapa aspek utama dari Scrum yang menarik minat banyak orang untuk menerapkannya, Antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\">Tim yang diorganisasi sendiri dengan penekanan pada kolaborasi kelompok. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\">Dokumentasi yang minimal dibutuhkan. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> Scrum menerapkan metode langsung dalam penugasan dan pengecekan kemajuan. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\">Tim Scrum terdiri dari anggota dengan berbagai keahlian yang memungkinkan mereka bekerja bersama sebagai satu kesatuan. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\">Adanya komunikasi yang intens dan interaksi yang sering. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\">Mengikuti pola kerja yang konsisten dan berulang untuk menyelesaikan tugas dalam jangka waktu maksimal 30 hari. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\">Daripada berupaya menyelesaikan seluruh pekerjaan sekaligus, Scrum mendorong untuk menyelesaikan setiap tugas satu per satu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. <\/span><\/li>\n<li><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\">Mengimplementasikan Scrum dapat membuat anggota tim merasa dihargai dan Anda dapat mengetahui siapa yang memiliki keahlian tertentu sehingga tugas dapat dikerjakan tanpa harus menunggu.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><strong>Cara Implementasi Scrum<\/strong><\/h3>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__1\" data-para=\"result__para__1\">Untuk mencoba metode Scrum, Anda dapat memulai dengan menangani suatu proyek yang sederhana dan singkat. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\"> Dengan cara ini, Anda dapat membantu tim Anda membangun cara berpikir yang tepat mengenai metode Scrum. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> Perlu diingat bahwa, serupa dengan kebanyakan kerja tim, ada anggota yang akan menyukainya dan ada pula yang mungkin tidak. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\">Ini adalah hal yang wajar, dan Anda harus mendorong anggota tim untuk mencobanya dengan sepenuh hati sebelum mereka menyerah. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\"> Jika seseorang akhirnya mundur, bebaskan mereka dari tim dan biarkan orang lain bergabung. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\"> Untuk memahami ilustrasi scrum dan langkah awalnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Bentuk Tim Scrum pertama Anda<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\">Tim terdiri dari 5 hingga 9 individu. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\"> Setiap anggota memiliki beragam kompetensi dan bisa mencakup pengembang, penguji, pendukung, perancang, analis bisnis, dan lain-lain. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\"> Semua anggota saling berkolaborasi secara terus-menerus. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__12\" data-para=\"result__para__12\"> Tim memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka dapat menghasilkan produk yang dapat dipresentasikan pada akhir setiap sprint.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tentukan panjang atau lamanya Sprint Anda<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__15\" data-para=\"result__para__15\">Sprint adalah periode waktu yang berkisar antara 7 hingga 30 hari, dan biasanya tetap konsisten sepanjang proyek berlangsung. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__16\" data-para=\"result__para__16\"> Tentukan durasi ini dalam sebuah rapat perencanaan, dan tim harus berkomitmen untuk menyelesaikan tugas tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__17\" data-para=\"result__para__17\">Pada akhir sprint, sebaiknya adakan sebuah review atau evaluasi (bisa dalam bentuk rapat) dengan demonstrasi hasil kerja. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__18\" data-para=\"result__para__18\"> Di sini, perbaikan akan ditinjau dan direncanakan untuk sprint selanjutnya. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__19\" data-para=\"result__para__19\"> Jika Anda masih merasa ragu tentang durasinya, Anda bisa mulai dengan dua minggu terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tunjuk Seorang Master Scrum<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__22\" data-para=\"result__para__22\">Master Scrum berfungsi sebagai penggerak untuk tim scrum. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__23\" data-para=\"result__para__23\"> Mereka memastikan bahwa tim scrum beroperasi secara efisien dan berorientasi pada kemajuan. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__24\" data-para=\"result__para__24\"> Jika ada hambatan, Master Scrum akan menangani dan menyelesaikan isu yang ada untuk tim.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__25\" data-para=\"result__para__25\"> Master Scrum dapat dikategorikan sebagai manajer proyek untuk tim tersebut, kecuali orang ini tidak diperbolehkan untuk menentukan apa yang harus dikerjakan oleh tim dan seharusnya tidak terlibat dalam mikro-manajemen. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__26\" data-para=\"result__para__26\"> Master Scrum akan mendukung tim dalam merencanakan tugas sprint yang akan datang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tunjuk Pemilik Produk (Product Owner)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\">Seorang Pemilik Produk harus menjadi individu yang dapat mengawasi dan menjamin bahwa tim mampu menciptakan sebuah produk yang dapat dipresentasikan serta dijual kepada pihak-pihak seperti bisnis, klien, atau siapa pun yang mengharapkan hasil dari proyek tersebut (pembeli akhir).<\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> Umumnya, Pemilik Produk menuliskan kebutuhan yang terkait dengan keinginan terhadap produk dalam bentuk narasi, kemudian mengurutkan item-item sesuai dengan prioritas dalam proses pengembangan dan menambahkannya ke dalam backlog.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Buat Backlog Produk Awal<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\">Backlog produk adalah kumpulan harapan yang mencakup semua narasi pengguna yang diinginkan untuk dikembangkan dan diselesaikan dalam proyek tersebut. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__7\" data-para=\"result__para__7\"> Narasi dengan tingkat kepentingan tertinggi harus diletakkan di bagian atas daftar, sehingga semua simpanan tersusun dengan baik sesuai dengan urutan prioritas cerita. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\"> Biasanya, sebuah simpanan terdiri dari dua jenis item pekerjaan:<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><em><b>Epics<\/b> \u2013 Cerita tingkat tinggi yang sketsanya sangat kasar tanpa banyak detail.<\/em><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><em><b>Stories<\/b> \u2013 Persyaratan lebih rinci untuk apa yang harus dilakukan (mungkin dilakukan).<\/em><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><em>Sebuah epics biasanya dapat dibagi menjadi beberapa cerita.<\/em><\/p>\n<p>Sebuah cerita biasanya akan dipecah menjadi beberapa tugas terpisah sehingga tim dapat bekerja dan melaporkan progressnya nanti. Stories juga bisa memiliki beberapa tipe seperti development, bug, tugas, dan lain lain. Stories baru dapat ditulis dan ditambahkan ke backlog produk kapan saja dan oleh siapa saja.<\/p>\n<p>Jika sebuah epic meningkat dalam prioritas, sebaiknya masukkan detail yang lebih rinci agar tim dapat mulai mengerjakannya. Pemilik Produk bebas untuk memprioritaskan kembali backlog sesuai dengan keinginan dia.<\/p>\n<h3>Contoh stories yang bisa dikembangkan menjadi produk:<\/h3>\n<ol>\n<li>Sebagai power user, saya bisa menentukan file atau folder yang akan di backup berdasarkan ukuran file, tanggal yang dibuat dan tanggal dimodifikasi.<\/li>\n<li>Sebagai pembelanja buku, saya bisa membaca ulasan sebuah buku pilihan untuk membantu saya memutuskan apakah akan membelinya<\/li>\n<li>Seorang nasabah bank bisa mengganti PIN-nya<\/li>\n<\/ol>\n<h3><strong>Rencanakan dan Mulailah Sprint Pertama Anda<\/strong><\/h3>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\">Mengacu pada prioritas dalam backlog, tim kini memilih item dari daftar (umumnya dari yang paling atas). <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3 active-para\" data-para=\"result__para__3\"> Mereka kemudian melakukan sesi brainstorming dan menetapkan apa serta berapa banyak yang bisa diselesaikan dalam sprint yang akan datang. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\"> Proses ini dikenal sebagai rapat perencanaan sprint. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\"> Setelah tim sepakat, sprint dimulai dan mereka bisa mulai mengerjakan proyek tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Akhiri Arus dan Mulai Sprint Berikutnya<\/strong><\/h3>\n<p>Ketika tenggat waktu telah berlalu dan semua tugas yang direncanakan telah selesai, tim harus menentukan apakah tugas yang belum selesai perlu dipindahkan ke sprint berikutnya atau dikembalikan ke backlog. Setiap kali tim menyelesaikan pekerjaan mereka, mereka dianjurkan untuk melakukan retrospektif yang membahas hal hal yang berjalan baik dan aspek yang perlu diperbaiki untuk sprint mendatang. Setelah itu, pertemuan perencanaan sprint untuk sprint selanjutnya pun dimulai dan proses tersebut diulang.<\/p>\n<p>Tidak ada batasan pada jumlah sprint kecuali jika ada tenggat waktu yang ditetapkan (berdasarkan anggaran atau waktu) atau seluruh backlog telah diselesaikan.<span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\"> Ketika tenggat waktu telah berlalu dan semua tugas yang direncanakan telah selesai, tim harus menentukan apakah tugas yang belum selesai perlu dipindahkan ke sprint berikutnya atau dikembalikan ke backlog. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\"> Setiap kali tim menyelesaikan pekerjaan mereka, mereka dianjurkan untuk melakukan retrospektif yang membahas hal-hal yang berjalan baik dan aspek yang perlu diperbaiki untuk sprint mendatang.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\"> Setelah itu, pertemuan perencanaan sprint untuk sprint selanjutnya pun dimulai dan proses tersebut diulang. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\"> Tidak ada batasan pada jumlah sprint kecuali jika ada tenggat waktu yang ditetapkan (berdasarkan anggaran atau waktu) atau seluruh backlog telah diselesaikan. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__12\" data-para=\"result__para__12\"> Jika kedua kondisi ini tidak terpenuhi, sprint dapat terus berlanjut tanpa batas waktu.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Kegiatan yang harus dilaksanakan dalam Scrum<\/strong><\/h3>\n<p>Sebagai bagian dari scrum, ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><b>Rapat Perencanaan<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__4\" data-para=\"result__para__4\">Rapat Perencanaan Sprint merupakan awal dari Scrum. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__5\" data-para=\"result__para__5\"> Ini adalah pertemuan di mana semua anggota tim Scrum berkumpul; berkolaborasi dengan Product Owner serta Master Scrum, tim memilih cerita dari backlog dan melakukan brainstorming bersama. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__6\" data-para=\"result__para__6\"> Berdasarkan diskusi tersebut, tim Scrum menentukan tingkat kesulitan cerita dan memutuskan mana yang akan dimasukkan ke dalam sprint.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Menyelesaikan Tugas<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\">Seperti namanya, sangat penting bagi tim untuk menyelesaikan tugas demi kemajuan proyek. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\"> Anggota tim mengerjakan epics atau cerita hingga selesai dan kemudian berpindah ke tugas berikutnya. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\"> Biasanya, cerita diatur di papan dengan langkah-langkah yang terpisah, sehingga mudah untuk memahami bagaimana kemajuan sprint tersebut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Pertemuan Scrum Harian<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\">Dalam setiap siklus sprint, anggota tim Scrum berkumpul selama maksimum lima belas menit setiap hari (biasanya di pagi hari). <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> Tiga poin yang perlu dijelaskan oleh masing-masing anggota adalah:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li>Apa yang telah saya selesaikan kemarin?<\/li>\n<li>Apa yang akan saya kerjakan hari ini?<\/li>\n<li>Sampaikan jika ada kendala yang menghalangi penyelesaian tugas mereka pada hari tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><b>Pertemuan Review Sprint<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\">Setelah setiap sprint, tim melaksanakan Rapat Tinjauan Sprint untuk mempresentasikan kemajuan kerja kepada Product Owner dan pihak lain yang berminat. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\"> Pertemuan ini harus menyajikan demonstrasi secara langsung, bukan berupa laporan. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__11\" data-para=\"result__para__11\"> Pemilik Produk berhak memverifikasi cerita sesuai dengan kriteria penerimaan yang telah ditentukan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Rapat Retrospektif<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__2\" data-para=\"result__para__2\">Pertemuan reflektif dilaksanakan setelah sesi ulasan. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__3\" data-para=\"result__para__3\"> Tim Scrum berkumpul dan mendiskusikan hal-hal berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>Apa yang telah berjalan dengan baik sepanjang sprint.<\/li>\n<li>Apa syang tidak sesuai dengan rencana selama sprint.<\/li>\n<li>Pelajaran yang telah diambil.<\/li>\n<li>Tindak lanjut yang perlu dilakukan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__8\" data-para=\"result__para__8\">Dari diskusi di atas, terlihat bahwa Scrum merupakan pendekatan yang efektif untuk mendukung kemajuan proyek dengan cepat dari hampir semua tipe proyek. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__9\" data-para=\"result__para__9\"> Ini sangat bermanfaat dalam memastikan efisiensi untuk setiap organisasi. <\/span><span class=\"suggestion_paragraphs result__para__10\" data-para=\"result__para__10\"> Jika Anda lebih berminat dengan manajemen proyek yang lebih klasik, Anda dapat membaca artikel kami mengenai berbagai alat manajemen proyek yang dapat membantu Anda, khususnya dalam bentuk digital. <\/span><\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;26842&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;1&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (1 vote)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Mengulas Mengenai Scrum Methodology&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (1 vote)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika Anda terlibat dalam sektor teknologi, ada kemungkinan Anda sudah mengetahui tentang &#8220;Scrum&#8221; dan &#8220;Agile. &#8221; Istilah ini sering muncul di kalangan profesional di dunia teknologi dan terkadang terasa seolah mereka memiliki kosakata tersendiri. Istilah seperti &#8220;perencanaan poker&#8221;, &#8220;pertemuan singkat&#8221;, dan &#8220;sprint&#8221; merupakan beberapa frasa yang umum digunakan ketika merujuk pada Scrum dan Agile. Tentu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":26845,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[12368,12365,12369,12366,12367],"class_list":["post-26842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-cara-implementasi-scrum","tag-definisi-metodologi-scrum-dan-agile","tag-hak-yang-menarik-dari-scrum","tag-manfaat-scrum","tag-peran-di-scrum"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211-300x169.png",300,169,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png",1366,768,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengulas Mengenai Scrum Methodology - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengulas Mengenai Scrum Methodology - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika Anda terlibat dalam sektor teknologi, ada kemungkinan Anda sudah mengetahui tentang &#8220;Scrum&#8221; dan &#8220;Agile. &#8221; Istilah ini sering muncul di kalangan profesional di dunia teknologi dan terkadang terasa seolah mereka memiliki kosakata tersendiri. Istilah seperti &#8220;perencanaan poker&#8221;, &#8220;pertemuan singkat&#8221;, dan &#8220;sprint&#8221; merupakan beberapa frasa yang umum digunakan ketika merujuk pada Scrum dan Agile. Tentu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-26T06:55:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fitri Ana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fitri Ana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology\"},\"author\":{\"name\":\"Fitri Ana\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0\"},\"headline\":\"Mengulas Mengenai Scrum Methodology\",\"datePublished\":\"2025-08-26T06:55:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology\"},\"wordCount\":2296,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png\",\"keywords\":[\"Cara Implementasi Scrum\",\"definisi metodologi Scrum dan Agile\",\"hak yang menarik dari scrum\",\"Manfaat Scrum\",\"Peran di Scrum\"],\"articleSection\":[\"Blog\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology\",\"name\":\"Mengulas Mengenai Scrum Methodology - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png\",\"datePublished\":\"2025-08-26T06:55:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png\",\"width\":1366,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengulas Mengenai Scrum Methodology\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0\",\"name\":\"Fitri Ana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fitri Ana\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengulas Mengenai Scrum Methodology - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengulas Mengenai Scrum Methodology - Hosteko Blog","og_description":"Jika Anda terlibat dalam sektor teknologi, ada kemungkinan Anda sudah mengetahui tentang &#8220;Scrum&#8221; dan &#8220;Agile. &#8221; Istilah ini sering muncul di kalangan profesional di dunia teknologi dan terkadang terasa seolah mereka memiliki kosakata tersendiri. Istilah seperti &#8220;perencanaan poker&#8221;, &#8220;pertemuan singkat&#8221;, dan &#8220;sprint&#8221; merupakan beberapa frasa yang umum digunakan ketika merujuk pada Scrum dan Agile. Tentu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2025-08-26T06:55:16+00:00","og_image":[{"width":1366,"height":768,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png","type":"image\/png"}],"author":"Fitri Ana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fitri Ana","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology"},"author":{"name":"Fitri Ana","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0"},"headline":"Mengulas Mengenai Scrum Methodology","datePublished":"2025-08-26T06:55:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology"},"wordCount":2296,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png","keywords":["Cara Implementasi Scrum","definisi metodologi Scrum dan Agile","hak yang menarik dari scrum","Manfaat Scrum","Peran di Scrum"],"articleSection":["Blog"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology","name":"Mengulas Mengenai Scrum Methodology - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png","datePublished":"2025-08-26T06:55:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png","width":1366,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/mengulas-mengenai-scrum-methodology#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengulas Mengenai Scrum Methodology"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0","name":"Fitri Ana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fitri Ana"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Desain-tanpa-judul211.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26842"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26842\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26844,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26842\/revisions\/26844"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}