{"id":30262,"date":"2026-03-06T03:45:23","date_gmt":"2026-03-06T03:45:23","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=30262"},"modified":"2026-03-06T03:45:23","modified_gmt":"2026-03-06T03:45:23","slug":"privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp","title":{"rendered":"Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"16\" data-end=\"371\">Dalam beberapa tahun terakhir, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">TikTok<\/span><\/span> berkembang pesat menjadi salah satu platform media sosial paling populer di dunia. Awalnya dikenal sebagai aplikasi berbagi video pendek, TikTok kini juga menghadirkan berbagai fitur tambahan, termasuk Direct Message (DM) yang memungkinkan pengguna berkomunikasi secara pribadi.<\/p>\n<p data-start=\"373\" data-end=\"712\">Di sisi lain, aplikasi pesan seperti <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">WhatsApp<\/span><\/span> sudah lebih dulu dikenal karena menerapkan sistem <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">End-to-end encryption<\/span><\/span>. Teknologi ini membuat isi percakapan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima, sehingga memberikan perlindungan ekstra terhadap penyadapan atau akses pihak ketiga.<\/p>\n<p data-start=\"714\" data-end=\"1062\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Namun, muncul kabar bahwa TikTok tidak berencana menghadirkan sistem enkripsi penuh seperti yang digunakan WhatsApp pada fitur DM mereka. Keputusan ini memicu berbagai diskusi mengenai keseimbangan antara privasi pengguna dan keamanan platform, terutama terkait upaya mencegah penyalahgunaan layanan dan melindungi pengguna yang lebih muda.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1y1hxgo\" data-start=\"0\" data-end=\"31\">Apa Itu Enkripsi End-to-End?<\/h2>\n<p data-start=\"33\" data-end=\"388\"><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">End-to-end encryption<\/span><\/span> atau enkripsi end-to-end adalah metode keamanan digital yang dirancang untuk melindungi isi komunikasi agar tidak bisa dibaca oleh pihak lain selain pengirim dan penerima pesan. Dengan sistem ini, pesan akan dienkripsi saat dikirim dan hanya dapat didekripsi oleh perangkat tujuan yang memiliki kunci yang sesuai.<\/p>\n<p data-start=\"390\" data-end=\"790\">Cara kerjanya cukup sederhana. Ketika seseorang mengirim pesan, sistem akan mengubah pesan tersebut menjadi kode terenkripsi sebelum meninggalkan perangkat pengirim. Pesan itu kemudian dikirim melalui server layanan, tetapi dalam bentuk yang tidak dapat dibaca. Setelah sampai di perangkat penerima, pesan baru dapat dibuka kembali menggunakan kunci khusus yang hanya dimiliki oleh penerima tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"792\" data-end=\"1240\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Teknologi ini banyak digunakan oleh berbagai aplikasi komunikasi modern untuk meningkatkan privasi pengguna. Salah satu contoh paling populer adalah <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">WhatsApp<\/span><\/span>, yang secara default menerapkan enkripsi end-to-end pada seluruh percakapan. Selain itu, aplikasi pesan lain seperti <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Signal<\/span><\/span> juga dikenal mengandalkan sistem enkripsi yang kuat untuk menjaga keamanan komunikasi penggunanya.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"myhuy9\" data-start=\"0\" data-end=\"64\">Mengapa TikTok Tidak Menggunakan Enkripsi End-to-End pada DM?<\/h2>\n<p data-start=\"66\" data-end=\"411\">Platform <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">TikTok<\/span><\/span> menyatakan bahwa mereka saat ini tidak berencana menerapkan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">End-to-end encryption<\/span><\/span> pada fitur pesan langsung (DM). Menurut perusahaan, teknologi tersebut memang meningkatkan privasi, tetapi dalam beberapa situasi justru bisa menimbulkan tantangan baru bagi keamanan pengguna.<\/p>\n<p data-start=\"413\" data-end=\"765\">Dengan sistem enkripsi end-to-end, isi pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. Artinya, bahkan pihak penyedia layanan tidak memiliki akses untuk melihat isi percakapan tersebut. Kondisi ini dapat menyulitkan tim keamanan platform ketika harus menyelidiki laporan penyalahgunaan, penipuan, atau aktivitas berbahaya lainnya di dalam layanan.<\/p>\n<p data-start=\"767\" data-end=\"1201\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Selain itu, TikTok juga menekankan pentingnya perlindungan bagi pengguna muda yang jumlahnya cukup besar di platform mereka. Tanpa akses tertentu terhadap pesan yang dilaporkan atau dicurigai, proses moderasi dan kerja sama dengan penegak hukum bisa menjadi lebih sulit. Karena alasan inilah TikTok memilih pendekatan keamanan yang memungkinkan pemantauan terbatas untuk mendeteksi dan menangani potensi pelanggaran di dalam platform.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1b1rrz8\" data-start=\"0\" data-end=\"48\">Bagaimana Sistem Keamanan DM TikTok Saat Ini?<\/h2>\n<p data-start=\"50\" data-end=\"447\">Saat ini, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">TikTok<\/span><\/span> tetap menerapkan sistem keamanan pada fitur Direct Message (DM), meskipun tidak menggunakan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">End-to-end encryption<\/span><\/span> seperti beberapa aplikasi pesan lainnya. TikTok menggunakan enkripsi standar untuk melindungi pesan selama proses pengiriman data, sehingga komunikasi tetap terlindungi dari penyadapan selama berada di jaringan.<\/p>\n<p data-start=\"449\" data-end=\"772\">Namun, berbeda dengan sistem end-to-end encryption, pesan yang dikirim melalui DM TikTok dalam kondisi tertentu masih dapat diakses oleh pihak internal perusahaan. Akses ini biasanya hanya dilakukan jika terdapat laporan dari pengguna, dugaan pelanggaran kebijakan platform, atau permintaan resmi dari aparat penegak hukum.<\/p>\n<p data-start=\"774\" data-end=\"1117\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Pendekatan ini memungkinkan TikTok untuk melakukan moderasi konten dan menangani aktivitas berbahaya di dalam platform. Meski demikian, sistem tersebut juga menunjukkan perbedaan mendasar dibandingkan aplikasi pesan yang sepenuhnya menerapkan enkripsi end-to-end, di mana bahkan penyedia layanan tidak dapat membaca isi percakapan penggunanya.<\/p>\n<article class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-69a4ebd2-a624-8320-824b-6eab3ccbdc26-4\" data-testid=\"conversation-turn-144\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"e21da7f4-7c67-482d-b2da-713fd1d51414\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling\">\n<h2 data-section-id=\"hq8m53\" data-start=\"0\" data-end=\"55\">Perbandingan dengan WhatsApp dan Aplikasi Pesan Lain<\/h2>\n<p data-start=\"57\" data-end=\"357\">Berbeda dengan pendekatan yang digunakan oleh <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">TikTok<\/span><\/span>, beberapa aplikasi pesan populer sudah lebih dulu menerapkan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">End-to-end encryption<\/span><\/span> secara penuh. Sistem ini memastikan bahwa isi percakapan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima pesan.<\/p>\n<p data-start=\"359\" data-end=\"647\">Salah satu contohnya adalah <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">WhatsApp<\/span><\/span>, yang menggunakan protokol enkripsi kuat sehingga bahkan pihak perusahaan penyedia layanan tidak dapat membaca isi chat pengguna. Hal ini membuat komunikasi menjadi lebih privat dan terlindungi dari akses pihak ketiga.<\/p>\n<p data-start=\"649\" data-end=\"868\">Selain WhatsApp, aplikasi pesan lain seperti <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Signal<\/span><\/span> dan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">iMessage<\/span><\/span> juga menerapkan sistem enkripsi end-to-end untuk menjaga keamanan komunikasi pengguna.<\/p>\n<p data-start=\"870\" data-end=\"1225\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Perbedaan ini mencerminkan dua pendekatan yang berbeda dalam dunia layanan digital. Di satu sisi, ada platform yang menekankan privasi maksimal melalui enkripsi penuh. Di sisi lain, ada platform yang memilih pendekatan moderasi keamanan, sehingga masih memungkinkan pengawasan tertentu guna mencegah penyalahgunaan layanan dan melindungi pengguna.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n<article class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"9d4fbac2-d75c-4dbe-b732-ca2f49ec824d\" data-testid=\"conversation-turn-145\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pt-12 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"user\" data-message-id=\"9d4fbac2-d75c-4dbe-b732-ca2f49ec824d\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden items-end rtl:items-start\">\n<div class=\"user-message-bubble-color corner-superellipse\/1.1 relative rounded-[18px] px-4 py-1.5 data-[multiline]:py-3 max-w-[var(--user-chat-width,70%)]\" data-multiline=\"\">\n<div class=\"whitespace-pre-wrap\">\n<h2 data-section-id=\"io4osa\" data-start=\"0\" data-end=\"33\">Perdebatan Privasi vs Keamanan<\/h2>\n<p data-start=\"35\" data-end=\"475\">Perkembangan teknologi komunikasi digital memunculkan perdebatan panjang antara perlindungan privasi dan kepentingan keamanan. Pendukung privasi menilai bahwa <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">End-to-end encryption<\/span><\/span> sangat penting untuk melindungi komunikasi dari peretasan, penyadapan, maupun pengawasan yang tidak sah. Dengan sistem ini, pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima, sehingga informasi pribadi pengguna tetap terlindungi.<\/p>\n<p data-start=\"477\" data-end=\"869\">Namun di sisi lain, sebagian pemerintah dan organisasi keamanan menyuarakan kekhawatiran bahwa enkripsi penuh dapat menyulitkan proses penyelidikan terhadap berbagai bentuk kejahatan digital, seperti penipuan online, eksploitasi anak, hingga aktivitas kriminal terorganisir. Tanpa akses tertentu terhadap isi komunikasi, aparat penegak hukum bisa menghadapi hambatan dalam mengumpulkan bukti.<\/p>\n<p data-start=\"871\" data-end=\"1238\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dalam konteks ini, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">TikTok<\/span><\/span> memilih pendekatan yang memungkinkan moderasi platform tetap berjalan secara aktif. Dengan tidak menerapkan enkripsi end-to-end pada fitur pesan langsung, TikTok berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan pengguna dan kemampuan untuk mendeteksi serta menangani aktivitas berbahaya di dalam platform.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1fp7qgt\" data-start=\"0\" data-end=\"30\">Dampak Bagi Pengguna TikTok<\/h2>\n<p data-start=\"32\" data-end=\"373\">Keputusan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">TikTok<\/span><\/span> untuk tidak menerapkan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">End-to-end encryption<\/span><\/span> pada fitur Direct Message (DM) memiliki beberapa implikasi bagi penggunanya. Salah satunya adalah tingkat perlindungan privasi pada percakapan yang tidak sekuat aplikasi pesan yang sepenuhnya menggunakan enkripsi end-to-end.<\/p>\n<p data-start=\"375\" data-end=\"700\">Hal ini berarti pengguna perlu lebih berhati-hati ketika menggunakan DM, terutama saat berbagi informasi pribadi seperti nomor telepon, alamat, data identitas, atau informasi sensitif lainnya. Meskipun platform tetap memiliki sistem keamanan, kesadaran pengguna tetap menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan komunikasi.<\/p>\n<p data-start=\"702\" data-end=\"1057\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Selain itu, pengguna juga disarankan untuk memanfaatkan berbagai fitur privasi dan keamanan yang tersedia di TikTok. Misalnya dengan membatasi siapa yang bisa mengirim pesan, mengatur visibilitas akun, serta segera melaporkan pesan mencurigakan atau tidak pantas. Dengan langkah-langkah tersebut, pengalaman menggunakan DM dapat tetap aman dan nyaman.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1806px6\" data-start=\"0\" data-end=\"13\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"15\" data-end=\"314\"><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">TikTok<\/span><\/span> secara sadar memilih untuk tidak menerapkan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">End-to-end encryption<\/span><\/span> pada fitur pesan langsung (DM). Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keamanan platform serta kebutuhan untuk melakukan moderasi konten secara lebih efektif.<\/p>\n<p data-start=\"316\" data-end=\"671\">Dengan pendekatan tersebut, TikTok berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan pengguna dan kemampuan platform dalam mendeteksi serta menangani aktivitas berbahaya, terutama yang melibatkan pengguna muda. Meski demikian, pilihan ini juga memicu diskusi mengenai tingkat privasi yang diberikan kepada pengguna dibandingkan dengan aplikasi pesan lain.<\/p>\n<p data-start=\"673\" data-end=\"953\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Ke depan, perdebatan antara privasi komunikasi dan keamanan digital kemungkinan akan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan platform komunikasi online. Setiap layanan pun akan memiliki pendekatan berbeda dalam menentukan keseimbangan antara kedua aspek tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"36\" data-end=\"184\">Ingin mendapatkan lebih banyak informasi menarik seputar teknologi, keamanan digital, media sosial, hingga perkembangan terbaru dunia internet? \ud83c\udf10<\/p>\n<p data-start=\"186\" data-end=\"395\">Kunjungi <a href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\">Hosteko<\/a> dan temukan berbagai artikel informatif yang membahas tren teknologi terkini, tips keamanan online, serta panduan praktis yang bisa membantu Anda memahami dunia digital dengan lebih mudah.<\/p>\n<p data-start=\"397\" data-end=\"624\">Mulai dari pembahasan aplikasi populer seperti <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">TikTok<\/span><\/span>, keamanan pesan di <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">WhatsApp<\/span><\/span>, hingga perkembangan teknologi terbaru, semuanya bisa Anda temukan di <a href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\">Hosteko<\/a>.<\/p>\n<p data-start=\"626\" data-end=\"728\">\ud83d\udcd6 Baca artikel lengkap lainnya di <a href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\">Hosteko<\/a> dan tetap update dengan perkembangan teknologi terbaru!<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;30262&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;5&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (5 votes)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (5 votes)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok berkembang pesat menjadi salah satu platform media sosial paling populer di dunia. Awalnya dikenal sebagai aplikasi berbagi video pendek, TikTok kini juga menghadirkan berbagai fitur tambahan, termasuk Direct Message (DM) yang memungkinkan pengguna berkomunikasi secara pribadi. Di sisi lain, aplikasi pesan seperti WhatsApp sudah lebih dulu dikenal karena menerapkan sistem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":30269,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"no","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[{"account":"twitter_2392824914_2392824914","service":"twitter","timestamp":1772768735,"status":"error"}],"rop_publish_now_status":"done","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[837,3],"tags":[16181,16187,16186,16188,16185,16182,16184,16183,16189,16180],"class_list":["post-30262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-blog","tag-enkripsi-end-to-end","tag-enkripsi-pesan","tag-fitur-dm-tiktok","tag-keamanan-digital","tag-keamanan-media-sosial","tag-keamanan-pesan-tiktok","tag-perbandingan-tiktok-dan-whatsapp","tag-privasi-chat","tag-teknologi-komunikasi-online","tag-tiktok-dm"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339-300x180.png",300,180,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png",1260,755,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"TikTok memilih tidak menerapkan enkripsi end-to-end pada fitur DM seperti WhatsApp. Simak alasan di balik keputusan ini serta perdebatan antara privasi pengguna dan keamanan platform.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"TikTok memilih tidak menerapkan enkripsi end-to-end pada fitur DM seperti WhatsApp. Simak alasan di balik keputusan ini serta perdebatan antara privasi pengguna dan keamanan platform.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-06T03:45:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1260\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"755\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mulki A. A\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mulki A. A\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp\"},\"author\":{\"name\":\"Mulki A. A\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/34bad997feab656b437133c87897ebdd\"},\"headline\":\"Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp\",\"datePublished\":\"2026-03-06T03:45:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp\"},\"wordCount\":1160,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png\",\"keywords\":[\"enkripsi end to end\",\"enkripsi pesan\",\"fitur DM TikTok\",\"keamanan digital\",\"keamanan media sosial\",\"keamanan pesan TikTok\",\"perbandingan TikTok dan WhatsApp\",\"privasi chat\",\"teknologi komunikasi online\",\"TikTok DM\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Blog\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp\",\"name\":\"Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png\",\"datePublished\":\"2026-03-06T03:45:23+00:00\",\"description\":\"TikTok memilih tidak menerapkan enkripsi end-to-end pada fitur DM seperti WhatsApp. Simak alasan di balik keputusan ini serta perdebatan antara privasi pengguna dan keamanan platform.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png\",\"width\":1260,\"height\":755},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/34bad997feab656b437133c87897ebdd\",\"name\":\"Mulki A. A\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/89b96fc396f0afb9ec06f42e8ea77e559e30d76918a7a28050e73c2047c6d59d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/89b96fc396f0afb9ec06f42e8ea77e559e30d76918a7a28050e73c2047c6d59d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mulki A. A\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp - Hosteko Blog","description":"TikTok memilih tidak menerapkan enkripsi end-to-end pada fitur DM seperti WhatsApp. Simak alasan di balik keputusan ini serta perdebatan antara privasi pengguna dan keamanan platform.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp - Hosteko Blog","og_description":"TikTok memilih tidak menerapkan enkripsi end-to-end pada fitur DM seperti WhatsApp. Simak alasan di balik keputusan ini serta perdebatan antara privasi pengguna dan keamanan platform.","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2026-03-06T03:45:23+00:00","og_image":[{"width":1260,"height":755,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png","type":"image\/png"}],"author":"Mulki A. A","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Mulki A. A","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp"},"author":{"name":"Mulki A. A","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/34bad997feab656b437133c87897ebdd"},"headline":"Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp","datePublished":"2026-03-06T03:45:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp"},"wordCount":1160,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png","keywords":["enkripsi end to end","enkripsi pesan","fitur DM TikTok","keamanan digital","keamanan media sosial","keamanan pesan TikTok","perbandingan TikTok dan WhatsApp","privasi chat","teknologi komunikasi online","TikTok DM"],"articleSection":["Berita","Blog"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp","name":"Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png","datePublished":"2026-03-06T03:45:23+00:00","description":"TikTok memilih tidak menerapkan enkripsi end-to-end pada fitur DM seperti WhatsApp. Simak alasan di balik keputusan ini serta perdebatan antara privasi pengguna dan keamanan platform.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png","width":1260,"height":755},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/privasi-vs-keamanan-alasan-tiktok-tidak-mengikuti-enkripsi-whatsapp#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Privasi vs Keamanan: Alasan TikTok Tidak Mengikuti Enkripsi WhatsApp"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/34bad997feab656b437133c87897ebdd","name":"Mulki A. A","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/89b96fc396f0afb9ec06f42e8ea77e559e30d76918a7a28050e73c2047c6d59d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/89b96fc396f0afb9ec06f42e8ea77e559e30d76918a7a28050e73c2047c6d59d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mulki A. A"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gemini_Generated_Image_m2oxuam2oxuam2ox-e1772768687339.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30262"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30270,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30262\/revisions\/30270"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}