{"id":33509,"date":"2026-10-03T04:46:01","date_gmt":"2026-10-03T04:46:01","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=33509"},"modified":"2026-10-03T04:46:01","modified_gmt":"2026-10-03T04:46:01","slug":"kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari","title":{"rendered":"Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari"},"content":{"rendered":"<p>WordPress merupakan salah satu platform yang banyak digunakan untuk membangun blog, website bisnis, toko online, hingga portal informasi. Salah satu keunggulannya adalah tersedianya berbagai fitur dan plugin yang dapat membantu pengelolaan SEO. Namun, menggunakan WordPress saja tidak otomatis membuat website memiliki performa SEO yang baik.<\/p>\n<p>Dalam praktiknya, masih banyak <em>kesalahan SEO WordPress<\/em> yang dapat membuat website sulit mendapatkan visibilitas di mesin pencari. Kesalahan tersebut bisa berasal dari pengaturan dasar WordPress, struktur website, konten, penggunaan plugin SEO, kecepatan halaman, hingga masalah indexing.<\/p>\n<p>Beberapa kesalahan bahkan terlihat sederhana, tetapi dapat berdampak pada kemampuan Google dalam menemukan, memahami, dan mengindeks halaman website. Oleh karena itu, memahami kesalahan SEO WordPress yang harus dihindari penting dilakukan, terutama jika website digunakan untuk mendapatkan traffic organik dari Google.<\/p>\n<h2>Apa Itu SEO WordPress?<\/h2>\n<p>SEO WordPress adalah serangkaian praktik optimasi yang dilakukan pada website berbasis WordPress agar halaman dapat lebih mudah ditemukan, dipahami, dan ditampilkan oleh mesin pencari seperti Google.<\/p>\n<p>SEO tidak hanya berkaitan dengan penggunaan keyword di dalam artikel. Optimasi juga mencakup aspek teknis, struktur website, kualitas konten, internal linking, performa halaman, mobile usability, hingga kemampuan mesin pencari dalam melakukan crawling dan indexing. Secara umum, optimasi SEO WordPress dapat dibagi menjadi beberapa bagian:<\/p>\n<ul>\n<li><em><strong>SEO On-Page<\/strong><br \/>\n<\/em>Seperti judul, heading, keyword, URL, meta description, gambar, dan internal link.<\/li>\n<li><em><strong>Technical SEO<\/strong><br \/>\n<\/em>Seperti indexing, sitemap, robots.txt, canonical, HTTPS, dan performa website.<\/li>\n<li><em><strong>SEO Off-Page<\/strong><br \/>\n<\/em>Seperti backlink dan reputasi website.<\/li>\n<li><strong><em>Content SEO<\/em>,<\/strong><br \/>\nYaitu membuat konten yang relevan, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena cakupannya cukup luas, kesalahan kecil pada salah satu bagian tersebut dapat memengaruhi performa pencarian organik.<\/p>\n<h2>Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari<\/h2>\n<p>Berikut beberapa kesalahan SEO WordPress yang umum terjadi dan perlu diperhatikan.<\/p>\n<h3>1. Mengaktifkan Pengaturan yang Menghalangi Mesin Pencari<\/h3>\n<p>Salah satu kesalahan paling mendasar adalah tidak sengaja mengaktifkan pengaturan WordPress yang meminta mesin pencari untuk tidak mengindeks website.<\/p>\n<p>Pada WordPress, pengaturan tersebut dapat ditemukan melalui:<br \/>\n<em>Settings \u2192 Reading \u2192 Search engine visibility<\/em><\/p>\n<p>Jika opsi untuk meminta mesin pencari tidak mengindeks website aktif, WordPress akan memberikan sinyal agar mesin pencari tidak melakukan indexing terhadap website.<\/p>\n<p>Pengaturan ini sebenarnya berguna ketika website masih dalam tahap pengembangan. Namun, masalah muncul jika pengaturan tersebut tetap aktif setelah website dipublikasikan.<\/p>\n<p><strong>Cara menghindarinya:<\/strong><\/p>\n<p>Setelah website siap dipublikasikan, periksa kembali pengaturan tersebut dan pastikan website dapat diakses oleh mesin pencari.<\/p>\n<p>Namun, perlu dipahami bahwa menonaktifkan pengaturan tersebut bukan berarti semua halaman langsung muncul di Google. Proses crawling dan indexing tetap bergantung pada berbagai faktor lainnya.<\/p>\n<h3>2. Mengabaikan Struktur URL atau Permalink<\/h3>\n<p>URL merupakan salah satu bagian penting dalam struktur website. WordPress menyediakan beberapa pilihan permalink, tetapi menggunakan struktur URL yang tidak jelas dapat membuat website menjadi kurang terorganisasi.<\/p>\n<p>Contoh URL yang kurang informatif: <code dir=\"ltr\">example.com\/?p=123<\/code><\/p>\n<p>Sedangkan URL yang lebih deskriptif dapat berupa: <code dir=\"ltr\">example.com\/kesalahan-seo-wordpress\/<\/code><\/p>\n<p>URL yang baik sebaiknya singkat, relevan dengan topik halaman, dan mudah dipahami.<\/p>\n<p><strong>Tips membuat permalink SEO-friendly<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Gunakan kata yang menggambarkan isi halaman.<\/li>\n<li>Hindari URL yang terlalu panjang.<\/li>\n<li>Gunakan kata yang relevan dengan topik.<\/li>\n<li>Hindari penggunaan parameter yang tidak diperlukan.<\/li>\n<li>Gunakan format URL yang konsisten.<\/li>\n<li>Hindari terlalu sering mengubah URL yang sudah terindeks.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika URL perlu diubah, siapkan pengalihan <em>301 redirect<\/em> dari URL lama ke URL baru agar pengguna dan mesin pencari dapat diarahkan ke halaman yang tepat.<\/p>\n<h3>3. Terlalu Sering Mengubah URL yang Sudah Terindeks<\/h3>\n<p>Mengubah permalink memang terkadang diperlukan. Namun, melakukan perubahan URL secara sembarangan dapat menimbulkan masalah SEO.<\/p>\n<p>Misalnya, sebuah artikel awalnya menggunakan: <code dir=\"ltr\">example.com\/blog\/seo-wordpress\/<\/code><\/p>\n<p>Kemudian URL diubah menjadi: <code dir=\"ltr\">example.com\/seo-wordpress\/<\/code><\/p>\n<p>Jika URL lama sudah mendapatkan traffic, backlink, atau telah terindeks Google tetapi tidak diarahkan ke URL baru, pengguna yang mengakses URL lama dapat menemukan halaman 404.<\/p>\n<p>Selain itu, sinyal dari URL lama tidak otomatis berpindah hanya karena halaman dengan konten serupa dibuat di alamat baru.<\/p>\n<p><strong>Solusi<\/strong><\/p>\n<p>Jika perubahan URL memang diperlukan:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Tentukan URL baru.<\/li>\n<li>Pastikan konten pada URL baru tetap relevan.<\/li>\n<li>Buat 301 redirect dari URL lama.<\/li>\n<li>Perbarui internal link.<\/li>\n<li>Perbarui sitemap jika diperlukan.<\/li>\n<li>Periksa kembali indexing setelah perubahan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>4. Menggunakan Keyword Secara Berlebihan<\/h3>\n<p>Salah satu kesalahan SEO yang sering terjadi adalah memasukkan keyword sebanyak mungkin ke dalam artikel. Praktik tersebut dikenal sebagai <em>keyword stuffing.<\/em><\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<blockquote><p>SEO WordPress penting untuk SEO WordPress. Jika ingin SEO WordPress optimal, gunakan SEO WordPress dengan baik karena SEO WordPress membantu website mendapatkan SEO WordPress yang bagus.<\/p><\/blockquote>\n<p>Kalimat seperti ini tidak natural dan justru mengurangi kenyamanan pembaca. SEO modern tidak hanya melihat keberadaan keyword, tetapi juga mempertimbangkan relevansi dan kualitas halaman secara keseluruhan.<\/p>\n<p><strong>Gunakan keyword secara natural<\/strong><\/p>\n<p>Keyword utama dapat ditempatkan pada beberapa bagian yang relevan, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Judul artikel.<\/li>\n<li>URL.<\/li>\n<li>Paragraf pembuka jika natural.<\/li>\n<li>Heading tertentu jika relevan.<\/li>\n<li>Isi artikel.<\/li>\n<li>Meta description.<\/li>\n<li>Alt text gambar jika memang menggambarkan gambar.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tidak ada jumlah keyword yang harus dipaksakan. Fokus utamanya adalah membuat konten yang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.<\/p>\n<h3>5. Membuat Konten Tipis atau Thin Content<\/h3>\n<p><em>Thin content<\/em> adalah halaman yang memberikan sedikit atau tidak memberikan nilai yang cukup bagi pengguna.<\/p>\n<p>Contohnya dapat berupa halaman yang hanya berisi beberapa kalimat tanpa informasi yang berarti, halaman yang hampir sama dengan halaman lain, atau halaman yang dibuat dalam jumlah besar hanya untuk menangkap variasi keyword.<\/p>\n<p>Konten yang pendek sebenarnya tidak otomatis buruk. Sebuah artikel singkat tetap dapat bermanfaat jika memang mampu menjawab kebutuhan pengguna.<\/p>\n<p>Masalahnya adalah ketika halaman dibuat tanpa tujuan yang jelas dan tidak memberikan informasi yang cukup.<\/p>\n<p><strong>Cara menghindari thin content<\/strong><\/p>\n<p>Sebelum membuat halaman, tanyakan:<\/p>\n<ul>\n<li>Apa kebutuhan pengguna yang ingin dijawab?<\/li>\n<li>Apakah halaman memiliki informasi yang berbeda atau berguna?<\/li>\n<li>Apakah topik sudah dibahas dengan cukup?<\/li>\n<li>Apakah halaman memiliki tujuan yang jelas?<\/li>\n<li>Apakah konten dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dibanding halaman lain?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan pendekatan tersebut, kualitas konten lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah kata.<\/p>\n<h3>6. Membuat Banyak Konten yang Terlalu Mirip<\/h3>\n<p>WordPress memudahkan pembuatan halaman dalam jumlah besar. Namun, kemudahan tersebut juga dapat menyebabkan munculnya banyak halaman dengan konten yang hampir sama. Contohnya adalah membuat halaman:<\/p>\n<ul>\n<li>jasa website Jakarta<\/li>\n<li>jasa website Bandung<\/li>\n<li>jasa website Surabaya<\/li>\n<li>jasa website Yogyakarta<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika semua halaman memiliki isi hampir identik dan hanya mengganti nama kota, halaman tersebut dapat memberikan sedikit nilai tambahan bagi pengguna.<\/p>\n<p><strong>Solusi:<\/strong><\/p>\n<p>Jika ingin membuat halaman berdasarkan lokasi atau kategori tertentu, pastikan setiap halaman memiliki informasi yang benar-benar relevan.<\/p>\n<p>Misalnya, halaman berdasarkan kota dapat berisi:<\/p>\n<ul>\n<li>layanan yang tersedia di kota tersebut,<\/li>\n<li>karakteristik pasar lokal,<\/li>\n<li>area layanan,<\/li>\n<li>informasi kontak,<\/li>\n<li>studi kasus,<\/li>\n<li>harga atau ketentuan yang memang berbeda,<\/li>\n<li>informasi lokal yang relevan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jangan membuat halaman dalam jumlah besar hanya karena ada variasi keyword.<\/p>\n<h3>7. Tidak Mengoptimalkan Title Tag<\/h3>\n<p>Title tag merupakan elemen penting yang membantu menjelaskan topik halaman kepada mesin pencari dan pengguna.<\/p>\n<p>Contoh title yang terlalu umum: <em>Artikel SEO<\/em><strong><br \/>\n<\/strong>Sedangkan title yang lebih informatif: <em>Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari<\/em><\/p>\n<p>Title sebaiknya menggambarkan isi halaman secara jelas dan menarik tanpa menggunakan kata-kata berlebihan.<\/p>\n<p><strong>Tips membuat title SEO-friendly:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Gunakan topik utama secara natural.<\/li>\n<li>Buat judul spesifik.<\/li>\n<li>Hindari pengulangan keyword.<\/li>\n<li>Jangan membuat judul yang tidak sesuai isi.<\/li>\n<li>Pertimbangkan panjang judul agar tetap mudah ditampilkan dalam hasil pencarian.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Judul juga sebaiknya dibuat untuk manusia, bukan hanya untuk mesin pencari.<\/p>\n<h3>8. Mengabaikan Meta Description<\/h3>\n<p>Meta description bukan faktor ranking langsung yang harus diperlakukan sebagai tempat menjejalkan keyword. Namun, deskripsi yang baik dapat membantu pengguna memahami isi halaman sebelum mengklik hasil pencarian.<\/p>\n<p>Contoh meta description yang kurang baik:<br \/>\n<em>SEO WordPress, WordPress SEO, SEO website, optimasi WordPress, SEO Google.<\/em><\/p>\n<p>Contoh yang lebih natural:<br \/>\n<em>Kenali berbagai kesalahan SEO WordPress yang sering terjadi, mulai dari indexing, permalink, konten, hingga kecepatan website dan cara menghindarinya.<\/em><\/p>\n<p>Meta description sebaiknya memberikan gambaran singkat tentang isi halaman dan mendorong pengguna untuk memahami manfaat halaman tersebut.<\/p>\n<h3>9. Tidak Menggunakan Heading dengan Struktur yang Jelas<\/h3>\n<p>Heading membantu membagi artikel menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipahami. Struktur sederhana dapat berupa:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>H1 \u2192 <\/strong>Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari<\/li>\n<li><strong>H2 \u2192 <\/strong>Apa Itu SEO WordPress?<\/li>\n<li><strong>H2 \u2192 <\/strong>Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari<\/li>\n<li><strong>H3 \u2192 <\/strong>Mengaktifkan Pengaturan yang Menghalangi Mesin Pencari<\/li>\n<li><strong>H3 \u2192 <\/strong>Mengabaikan Struktur URL<\/li>\n<\/ul>\n<p>Struktur heading sebaiknya digunakan berdasarkan hierarki informasi, bukan sekadar untuk membuat teks terlihat besar.<\/p>\n<p><strong>Hal yang perlu diperhatikan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Gunakan satu H1 sebagai judul utama halaman.<\/li>\n<li>Gunakan H2 untuk pembahasan utama.<\/li>\n<li>Gunakan H3 untuk subpembahasan.<\/li>\n<li>Jangan memilih heading hanya berdasarkan ukuran visual.<\/li>\n<li>Pastikan heading menggambarkan isi bagian tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>10. Mengabaikan Internal Linking<\/h3>\n<p>Internal link adalah tautan dari satu halaman ke halaman lain dalam website yang sama. Internal linking membantu pengguna menemukan informasi terkait sekaligus membantu mesin pencari memahami hubungan antarhalaman. Misalnya, artikel tentang SEO WordPress dapat memiliki internal link menuju artikel tentang:<\/p>\n<ul>\n<li>optimasi gambar WordPress,<\/li>\n<li>plugin WordPress,<\/li>\n<li>technical SEO,<\/li>\n<li>cara meningkatkan kecepatan website,<\/li>\n<li>cara mengganti domain WordPress.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Praktik internal linking yang baik<\/strong><\/p>\n<p>Gunakan anchor text yang deskriptif.<\/p>\n<p>Contoh:<br \/>\nPelajari juga <em>cara mengoptimalkan gambar di WordPress untuk membantu meningkatkan performa halaman<\/em>.<\/p>\n<p>Dibandingkan:<br \/>\nKlik <em>di sini <\/em>untuk membaca artikel lainnya.<\/p>\n<p>Internal link sebaiknya ditempatkan ketika memang relevan dengan konteks pembahasan.<\/p>\n<h3>11. Mengabaikan Broken Link<\/h3>\n<p>Broken link adalah tautan yang mengarah ke halaman yang sudah tidak tersedia atau tidak dapat diakses dengan benar.<\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<p><code dir=\"ltr\">example.com\/artikel-lama\/<\/code><\/p>\n<p>yang kemudian menghasilkan halaman 404.<\/p>\n<p>Jika website memiliki banyak broken link, pengguna dapat mengalami kesulitan berpindah halaman. Hal tersebut juga dapat membuat pengelolaan website menjadi kurang optimal.<\/p>\n<p><strong>Cara mengatasinya<\/strong><\/p>\n<p>Lakukan pemeriksaan link secara berkala dan:<\/p>\n<ul>\n<li>Perbaiki URL yang salah.<\/li>\n<li>Hapus link yang sudah tidak relevan.<\/li>\n<li>Gunakan redirect jika halaman dipindahkan.<\/li>\n<li>Ganti link dengan sumber yang masih tersedia.<\/li>\n<li>Periksa internal link setelah perubahan struktur website.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>12. Tidak Mengoptimalkan Gambar<\/h3>\n<p>Gambar dapat memperkaya konten, tetapi file gambar yang terlalu besar dapat meningkatkan ukuran halaman dan memperlambat loading. Kesalahan yang umum terjadi antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengunggah gambar dengan resolusi jauh lebih besar dari kebutuhan.<\/li>\n<li>Tidak melakukan kompresi.<\/li>\n<li>Menggunakan format yang tidak efisien.<\/li>\n<li>Tidak memberikan nama file yang deskriptif.<\/li>\n<li>Tidak menggunakan alt text ketika memang diperlukan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Optimasi gambar WordPress<\/strong><\/p>\n<p>Gunakan ukuran gambar yang sesuai dengan kebutuhan tampilan dan pertimbangkan format modern seperti WebP atau AVIF jika sesuai dengan kebutuhan website.<\/p>\n<p>Contoh nama file: <code dir=\"ltr\">kesalahan-seo-wordpress.webp<\/code><\/p>\n<p>lebih informatif dibanding: <code dir=\"ltr\">IMG_12345.webp<\/code><\/p>\n<p>Untuk alt text, jelaskan isi atau fungsi gambar secara natural.<\/p>\n<p>Jangan menggunakan alt text seperti:<br \/>\n<em>SEO WordPress SEO WordPress kesalahan SEO WordPress.<\/em><\/p>\n<p>Jika gambar memperlihatkan ilustrasi optimasi SEO WordPress, alt text yang relevan dapat berupa:<br \/>\nIlustrasi optimasi SEO WordPress<\/p>\n<p>Namun, gambar dekoratif yang tidak memberikan informasi penting dapat diperlakukan berbeda sesuai implementasi aksesibilitas website.<\/p>\n<h3>13. Mengabaikan Kecepatan Website<\/h3>\n<p>Kecepatan halaman merupakan bagian penting dari pengalaman pengguna dan performa teknis website.<\/p>\n<p>Website WordPress yang lambat dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Hosting yang tidak sesuai.<\/li>\n<li>Plugin terlalu banyak atau tidak efisien.<\/li>\n<li>Gambar berukuran besar.<\/li>\n<li>Tema yang berat.<\/li>\n<li>JavaScript dan CSS yang tidak optimal.<\/li>\n<li>Tidak menggunakan caching.<\/li>\n<li>Database yang tidak terawat.<\/li>\n<li>Tidak menggunakan CDN ketika memang dibutuhkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Beberapa langkah optimasi<\/strong><\/p>\n<div>\n<div>\n<div>\n<table style=\"height: 289px\" width=\"627\">\n<thead>\n<tr>\n<th>Masalah<\/th>\n<th>Solusi yang dapat dipertimbangkan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Gambar besar<\/td>\n<td>Kompresi dan gunakan format modern<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Banyak aset statis<\/td>\n<td>Caching dan optimasi aset<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Plugin terlalu banyak<\/td>\n<td>Hapus plugin yang tidak diperlukan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Server lambat<\/td>\n<td>Evaluasi hosting dan konfigurasi server<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Banyak request<\/td>\n<td>Optimalkan CSS, JavaScript, dan resource<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Traffic dari berbagai wilayah<\/td>\n<td>Pertimbangkan CDN<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>14. Tidak Memastikan Website Mobile-Friendly<\/h3>\n<p>Sebagian besar pengguna internet mengakses website menggunakan perangkat mobile. Karena itu, tampilan website harus dapat beradaptasi dengan berbagai ukuran layar. Kesalahan yang sering ditemukan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Teks terlalu kecil.<\/li>\n<li>Tombol terlalu berdekatan.<\/li>\n<li>Konten melebar keluar layar.<\/li>\n<li>Menu sulit digunakan.<\/li>\n<li>Gambar tidak responsif.<\/li>\n<li>Pop-up mengganggu pengguna.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pastikan tema WordPress dan elemen halaman dapat bekerja dengan baik pada perangkat desktop maupun mobile.<\/p>\n<h3>15. Mengabaikan HTTPS<\/h3>\n<p>HTTPS membantu melindungi komunikasi antara browser pengguna dan server website. Website WordPress sebaiknya menggunakan HTTPS secara konsisten, terutama jika memiliki login, formulir, transaksi, atau pertukaran data pengguna.<\/p>\n<p>Pastikan seluruh versi website menggunakan konfigurasi HTTPS dengan benar. Contohnya:\u00a0<code dir=\"ltr\">https:\/\/example.com<\/code><\/p>\n<p>bukan sebagian halaman menggunakan HTTPS sementara halaman lain masih menggunakan HTTP. Setelah migrasi ke HTTPS, periksa juga:<\/p>\n<ul>\n<li>Redirect HTTP ke HTTPS.<\/li>\n<li>Internal link.<\/li>\n<li>Canonical URL.<\/li>\n<li>Sitemap.<\/li>\n<li>Mixed content.<\/li>\n<li>Konfigurasi WordPress Address dan Site Address.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>16. Tidak Memeriksa Canonical URL<\/h3>\n<p>Canonical digunakan untuk memberikan sinyal mengenai URL utama ketika terdapat beberapa URL yang memiliki konten sama atau sangat mirip. Contohnya, satu halaman dapat diakses melalui variasi URL tertentu akibat parameter atau sistem filtering.<\/p>\n<p>Jika tidak dikelola dengan baik, mesin pencari dapat mengalami kesulitan menentukan URL utama yang seharusnya diprioritaskan. Namun, canonical bukan solusi untuk semua masalah duplicate content. Konfigurasi harus sesuai dengan struktur website dan tujuan halaman.<\/p>\n<h3>17. Membiarkan Halaman yang Tidak Perlu Terindeks<\/h3>\n<p>Tidak semua halaman di website harus muncul di hasil pencarian. Contohnya dapat mencakup halaman tertentu yang tidak memberikan nilai pencarian, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Halaman internal tertentu.<\/li>\n<li>Halaman hasil pencarian internal.<\/li>\n<li>Variasi URL yang tidak diperlukan.<\/li>\n<li>Halaman administrasi.<\/li>\n<li>Halaman akun tertentu.<\/li>\n<li>Halaman duplikat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Yang perlu diperhatikan adalah jangan menganggap semua halaman yang tidak ingin muncul di Google harus langsung diblokir melalui robots.txt. Crawling dan indexing merupakan dua hal berbeda.<\/p>\n<p>Robots.txt terutama mengatur akses crawler terhadap resource atau URL tertentu, sedangkan arahan indexing memiliki mekanisme berbeda.<\/p>\n<h3>18. Tidak Membuat XML Sitemap dengan Benar<\/h3>\n<p>XML sitemap membantu mesin pencari menemukan URL yang dianggap penting dalam website. WordPress dan berbagai plugin SEO dapat membantu menghasilkan sitemap secara otomatis.<\/p>\n<p>Namun, memiliki sitemap saja tidak menjamin semua URL akan diindeks. Sitemap sebaiknya berisi URL yang memang ingin ditemukan dan dipertimbangkan untuk diindeks. Periksa apakah sitemap:<\/p>\n<ul>\n<li>Dapat diakses.<\/li>\n<li>Tidak menghasilkan error.<\/li>\n<li>Menggunakan URL yang benar.<\/li>\n<li>Menggunakan HTTPS jika website menggunakan HTTPS.<\/li>\n<li>Tidak dipenuhi URL yang seharusnya tidak diindeks.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah itu, sitemap dapat dikirim melalui Google Search Console.<\/p>\n<h2>19. Tidak Menggunakan Google Search Console<\/h2>\n<p>Google Search Console merupakan salah satu alat penting untuk memahami bagaimana Google menemukan dan menampilkan website. Tanpa alat monitoring seperti ini, pemilik website dapat melewatkan berbagai masalah SEO teknis.<\/p>\n<p>Google Search Console dapat membantu memantau berbagai informasi seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Performa pencarian.<\/li>\n<li>Query yang menghasilkan traffic.<\/li>\n<li>Halaman yang terindeks.<\/li>\n<li>Masalah indexing.<\/li>\n<li>Sitemap.<\/li>\n<li>Core Web Vitals.<\/li>\n<li>Beberapa masalah pengalaman halaman dan keamanan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan bagian website yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<h3>20. Mengabaikan Search Intent<\/h3>\n<p>Kesalahan SEO tidak selalu berasal dari aspek teknis. Konten yang tidak sesuai dengan <strong>search intent<\/strong> juga dapat membuat halaman sulit memenuhi kebutuhan pengguna.<\/p>\n<p>Misalnya, seseorang mencari: cara membuat website WordPress<\/p>\n<p>Kemungkinan besar pengguna tersebut membutuhkan panduan praktis. Jika halaman hanya memberikan definisi WordPress tanpa menjelaskan langkah pembuatannya, konten tersebut tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan pencarian.<\/p>\n<p><strong>Jenis search intent secara umum<\/strong><\/p>\n<div>\n<div>\n<div>\n<table style=\"height: 234px\" width=\"698\">\n<thead>\n<tr>\n<th>Search Intent<\/th>\n<th>Tujuan Pengguna<\/th>\n<th>Contoh<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Informasional<\/td>\n<td>Mencari informasi<\/td>\n<td>Apa itu SEO WordPress<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Navigasional<\/td>\n<td>Mencari website tertentu<\/td>\n<td>WordPress login<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Komersial<\/td>\n<td>Membandingkan sebelum membeli<\/td>\n<td>hosting WordPress terbaik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Transaksional<\/td>\n<td>Melakukan tindakan<\/td>\n<td>beli hosting WordPress<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Konten sebaiknya dibuat sesuai dengan tujuan pencarian, bukan hanya berdasarkan keyword.<\/p>\n<h3>21. Membuat Konten Hanya untuk Mesin Pencari<\/h3>\n<p>SEO seharusnya membantu pengguna menemukan konten yang relevan, bukan membuat artikel yang hanya dirancang untuk mesin pencari. Beberapa tanda konten terlalu berorientasi pada mesin pencari antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Keyword digunakan secara berlebihan.<\/li>\n<li>Paragraf terasa dipaksakan.<\/li>\n<li>Judul tidak sesuai dengan isi.<\/li>\n<li>Banyak kalimat tidak memberikan informasi.<\/li>\n<li>Konten dibuat hanya untuk mendapatkan traffic.<\/li>\n<li>Informasi utama sulit ditemukan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Gunakan SEO sebagai kerangka optimasi, tetapi tetap prioritaskan kualitas dan kegunaan konten.<\/p>\n<h3>22. Mengabaikan E-E-A-T<\/h3>\n<p>E-E-A-T merupakan konsep yang digunakan Google dalam sistem evaluasinya, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Experience<\/li>\n<li>Expertise<\/li>\n<li>Authoritativeness<\/li>\n<li>Trustworthiness<\/li>\n<\/ul>\n<p>E-E-A-T bukan sekadar plugin atau checklist yang dapat diaktifkan di WordPress. Website dapat memperkuat aspek tersebut melalui informasi yang jelas, sumber yang relevan, penulis yang sesuai, pengalaman nyata ketika relevan, serta informasi bisnis dan kontak yang transparan.<\/p>\n<p>Untuk topik tertentu, terutama topik yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi, kualitas dan kredibilitas informasi menjadi semakin penting.<\/p>\n<h3>23. Mengabaikan Redirect Setelah Menghapus atau Memindahkan Halaman<\/h3>\n<p>Ketika halaman WordPress dihapus atau dipindahkan, jangan langsung menganggap masalah selesai hanya karena halaman tersebut sudah tidak terlihat di dashboard.<\/p>\n<p>Jika URL lama masih memiliki backlink, traffic, atau nilai SEO, perubahan tersebut perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.<\/p>\n<p>Gunakan redirect ketika memang ada halaman pengganti yang relevan. Namun, jangan mengarahkan semua URL yang dihapus ke homepage secara massal jika halaman tujuan tidak relevan. Redirect sebaiknya membantu pengguna menuju konten yang sesuai.<\/p>\n<h3>24. Menggunakan Plugin SEO Tanpa Memahami Konfigurasinya<\/h3>\n<p>Plugin SEO seperti Yoast SEO, Rank Math, dan plugin sejenis dapat membantu mengelola berbagai elemen SEO WordPress.<\/p>\n<p>Namun, memasang plugin tidak otomatis membuat website teroptimasi. Kesalahan dapat terjadi jika pengguna:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengubah banyak pengaturan tanpa memahami fungsinya.<\/li>\n<li>Mengaktifkan fitur yang tidak diperlukan.<\/li>\n<li>Menggunakan lebih dari satu plugin untuk fungsi SEO yang sama.<\/li>\n<li>Mengabaikan canonical.<\/li>\n<li>Salah mengatur indexing.<\/li>\n<li>Mengubah template title secara tidak sengaja.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Prinsip penggunaan plugin SEO:<\/strong><\/p>\n<p>Gunakan plugin sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti strategi SEO. Pastikan konfigurasi sesuai dengan struktur website dan selalu periksa dampaknya setelah melakukan perubahan besar.<\/p>\n<h3>25. Menggunakan Dua Plugin SEO Utama Sekaligus<\/h3>\n<p>Memasang beberapa plugin dengan fungsi yang sama dapat menyebabkan konflik konfigurasi. Misalnya, dua plugin SEO sama-sama mengelola:<\/p>\n<ul>\n<li>Meta title.<\/li>\n<li>Meta description.<\/li>\n<li>Canonical.<\/li>\n<li>Sitemap.<\/li>\n<li>Schema.<\/li>\n<li>Robots meta.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kondisi ini dapat membuat pengaturan menjadi tidak konsisten.<\/p>\n<p>Sebaiknya tentukan satu sistem utama untuk mengelola fungsi SEO dan nonaktifkan fitur yang tumpang tindih jika memang diperlukan.<\/p>\n<h3>26. Mengabaikan 404 dan Soft 404<\/h3>\n<p>Error 404 terjadi ketika URL yang diminta tidak ditemukan. 404 tidak selalu merupakan masalah SEO. Sebuah halaman yang memang sudah tidak tersedia secara permanen dapat mengembalikan 404 secara normal.<\/p>\n<p>Masalah muncul ketika URL penting menghasilkan 404 atau ketika banyak link internal mengarah ke halaman yang tidak ada. <em>Soft 404<\/em> merupakan kondisi berbeda ketika server atau halaman memberikan respons yang secara teknis terlihat berhasil tetapi sebenarnya tidak memiliki konten yang sesuai.<\/p>\n<p>Karena itu, pemantauan error harus dilakukan berdasarkan konteks, bukan sekadar berusaha menghilangkan semua respons 404.<\/p>\n<h3>27. Tidak Memperbarui Konten Lama<\/h3>\n<p>SEO bukan hanya tentang menerbitkan artikel baru. Konten lama dapat kehilangan relevansi karena:<\/p>\n<ul>\n<li>Informasi berubah.<\/li>\n<li>Teknologi berkembang.<\/li>\n<li>Link sudah tidak aktif.<\/li>\n<li>Screenshot sudah tidak sesuai.<\/li>\n<li>Data sudah kedaluwarsa.<\/li>\n<li>Search intent berubah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Melakukan audit dan memperbarui konten yang masih memiliki potensi dapat menjadi bagian penting dari strategi SEO WordPress. Perbarui informasi yang memang berubah, bukan sekadar mengganti tanggal artikel tanpa memperbaiki substansinya.<\/p>\n<h3>28. Mengabaikan Struktur Kategori dan Tag<\/h3>\n<p>WordPress menyediakan kategori dan tag untuk membantu mengorganisasi konten. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menghasilkan terlalu banyak halaman arsip yang tidak memiliki nilai unik.<\/p>\n<p>Contohnya, satu artikel diberikan banyak tag seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>SEO<\/li>\n<li>SEO Website<\/li>\n<li>SEO WordPress<\/li>\n<li>WordPress SEO<\/li>\n<li>Optimasi SEO<\/li>\n<li>Optimasi Website<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika setiap tag menghasilkan halaman arsip dengan hanya satu atau dua artikel, struktur website dapat menjadi tidak efisien.<\/p>\n<p><strong>Gunakan kategori dan tag secara strategis<\/strong><\/p>\n<p>Kategori dapat digunakan untuk mengelompokkan topik utama, sedangkan tag dapat digunakan untuk menghubungkan topik atau karakteristik tertentu jika memang bermanfaat. Tidak ada keharusan bahwa setiap artikel harus memiliki banyak tag.<\/p>\n<h3>29. Mengabaikan Breadcrumb<\/h3>\n<p>Breadcrumb menunjukkan posisi halaman dalam struktur website.<\/p>\n<p><em><strong>Contohnya: Beranda \u2192 WordPress \u2192 SEO \u2192 Kesalahan SEO WordPress<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Breadcrumb dapat membantu pengguna memahami lokasi halaman dan berpindah ke halaman kategori dengan lebih mudah.<\/p>\n<p>Pada website dengan struktur konten yang cukup besar, breadcrumb juga dapat membantu memperjelas hubungan antarhalaman.<\/p>\n<h3>30. Tidak Melakukan Audit SEO Secara Berkala<\/h3>\n<p>SEO bukan pekerjaan sekali selesai. Website dapat berubah karena:<\/p>\n<ul>\n<li>Penambahan artikel.<\/li>\n<li>Penghapusan halaman.<\/li>\n<li>Perubahan tema.<\/li>\n<li>Perubahan plugin.<\/li>\n<li>Migrasi hosting.<\/li>\n<li>Perubahan domain.<\/li>\n<li>Perubahan struktur URL.<\/li>\n<li>Perubahan algoritma dan sistem pencarian.<\/li>\n<li>Perubahan kebutuhan pengguna.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena itu, audit SEO perlu dilakukan secara berkala.<\/p>\n<h2>Kesalahan SEO WordPress yang Paling Sering Terjadi<\/h2>\n<p>Jika dirangkum, beberapa kesalahan SEO WordPress dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya.<\/p>\n<div>\n<div>\n<div>\n<table style=\"height: 605px\" width=\"745\">\n<thead>\n<tr>\n<th>Kesalahan<\/th>\n<th>Dampak yang Mungkin Terjadi<\/th>\n<th>Prioritas Perbaikan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Website meminta mesin pencari tidak mengindeks<\/td>\n<td>Halaman dapat sulit muncul di pencarian<\/td>\n<td>Sangat tinggi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Struktur URL buruk<\/td>\n<td>Website sulit dikelola dan URL kurang deskriptif<\/td>\n<td>Tinggi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Keyword stuffing<\/td>\n<td>Konten menjadi tidak natural<\/td>\n<td>Tinggi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Thin content<\/td>\n<td>Halaman kurang memberikan nilai<\/td>\n<td>Tinggi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Internal link buruk<\/td>\n<td>Hubungan antarhalaman kurang optimal<\/td>\n<td>Sedang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Gambar terlalu besar<\/td>\n<td>Loading halaman lebih berat<\/td>\n<td>Tinggi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Website tidak mobile-friendly<\/td>\n<td>Pengalaman pengguna buruk<\/td>\n<td>Tinggi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>HTTPS tidak benar<\/td>\n<td>Masalah keamanan dan konfigurasi<\/td>\n<td>Tinggi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Sitemap tidak tepat<\/td>\n<td>URL penting dapat lebih sulit ditemukan<\/td>\n<td>Sedang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Broken link<\/td>\n<td>Navigasi terganggu<\/td>\n<td>Sedang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Plugin SEO tumpang tindih<\/td>\n<td>Konfigurasi dapat konflik<\/td>\n<td>Sedang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Konten lama tidak diperbarui<\/td>\n<td>Informasi dapat kehilangan relevansi<\/td>\n<td>Sedang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Struktur kategori buruk<\/td>\n<td>Arsitektur website kurang terorganisasi<\/td>\n<td>Sedang<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Prioritas tersebut tidak berarti semua website harus memperbaiki masalah dalam urutan yang sama. Dampak aktual tetap bergantung pada kondisi dan struktur masing-masing website.<\/p>\n<h2>Cara Menghindari Kesalahan SEO WordPress<\/h2>\n<p>Agar optimasi SEO WordPress berjalan lebih terarah, gunakan pendekatan berikut.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 20px\">1. Mulai dari aspek teknis<\/span><\/p>\n<p>Pastikan website dapat diakses crawler, menggunakan HTTPS, memiliki struktur URL yang baik, serta tidak memiliki konfigurasi yang menghalangi indexing halaman penting.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 20px\">2. Bangun struktur website yang jelas<\/span><\/p>\n<p>Atur kategori, halaman, permalink, breadcrumb, dan internal linking sehingga pengguna maupun mesin pencari dapat memahami hubungan antarhalaman.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 20px\">3. Buat konten berdasarkan kebutuhan pengguna<\/span><\/p>\n<p>Sebelum membuat artikel, pahami search intent dan informasi yang benar-benar dibutuhkan pembaca.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 20px\">4. Optimalkan elemen on-page<\/span><\/p>\n<p>Perhatikan title, heading, URL, meta description, gambar, internal link, dan elemen halaman lainnya.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 20px\">5. Perhatikan performa website<\/span><\/p>\n<p>Optimalkan gambar, caching, resource halaman, plugin, tema, serta infrastruktur hosting sesuai kebutuhan.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 20px\">6. Pantau dengan data<\/span><\/p>\n<p>Gunakan tools seperti Google Search Console dan alat analisis lainnya untuk menemukan masalah indexing, performa pencarian, dan perubahan traffic.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 20px\">7. Lakukan evaluasi berkala<\/span><\/p>\n<p>SEO perlu dievaluasi secara berkala karena website, konten, teknologi, dan kebutuhan pengguna dapat berubah.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Kesalahan SEO WordPress tidak hanya berkaitan dengan penggunaan keyword, tetapi juga mencakup indexing, struktur URL, kualitas konten, internal linking, performa website, mobile usability, hingga konfigurasi teknis. Kesalahan seperti membiarkan website tidak dapat diindeks, menggunakan keyword secara berlebihan, membuat konten tipis, mengabaikan kecepatan, atau tidak memperbarui konten dapat menghambat upaya SEO jika tidak ditangani dengan tepat.<\/p>\n<p>Optimasi SEO WordPress sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan pengalaman pengguna, struktur website yang jelas, konten yang relevan, serta konfigurasi teknis yang benar. Dengan melakukan audit secara berkala, berbagai masalah SEO dapat ditemukan dan diperbaiki sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.<\/p>\n<p>Untuk memahami lebih banyak tentang website, WordPress, hosting, SEO, cybersecurity, dan perkembangan teknologi digital, simak berbagai artikel informatif lainnya di <a href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\"><em>Blog Hosteko.<\/em><\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;33509&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;1&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (1 vote)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (1 vote)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WordPress merupakan salah satu platform yang banyak digunakan untuk membangun blog, website bisnis, toko online, hingga portal informasi. Salah satu keunggulannya adalah tersedianya berbagai fitur dan plugin yang dapat membantu pengelolaan SEO. Namun, menggunakan WordPress saja tidak otomatis membuat website memiliki performa SEO yang baik. Dalam praktiknya, masih banyak kesalahan SEO WordPress yang dapat membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":33511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"yes","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[{"account":"twitter_2392824914_2392824914","service":"twitter","timestamp":1791002764,"status":"queued"}],"rop_publish_now_status":"queued","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[20,8],"tags":[25012,25011,25010,15256,9921,1308,9765,25013,12683,23124],"class_list":["post-33509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","category-wordpress","tag-cara-optimasi-wordpress","tag-kesalahan-seo-website","tag-kesalahan-seo-wordpress","tag-optimasi-seo-wordpress","tag-optimasi-website","tag-seo-website-wordpress","tag-seo-wordpress","tag-technical-seo-wordpress","tag-tips-seo-wordpress","tag-wordpress-seo"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81-300x169.png",300,169,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png",1366,768,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kenali berbagai kesalahan SEO WordPress yang sering terjadi, mulai dari indexing, permalink, konten, hingga kecepatan website dan cara menghindarinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenali berbagai kesalahan SEO WordPress yang sering terjadi, mulai dari indexing, permalink, konten, hingga kecepatan website dan cara menghindarinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-03T04:46:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fitri Ana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fitri Ana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"17 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari\"},\"author\":{\"name\":\"Fitri Ana\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0\"},\"headline\":\"Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari\",\"datePublished\":\"2026-10-03T04:46:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari\"},\"wordCount\":3445,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png\",\"keywords\":[\"cara optimasi WordPress\",\"kesalahan SEO website\",\"kesalahan SEO WordPress\",\"optimasi SEO WordPress\",\"Optimasi Website\",\"seo website wordpress\",\"SEO WordPress\",\"technical SEO WordPress\",\"Tips SEO WordPress\",\"WordPress SEO\"],\"articleSection\":[\"Tips\",\"Wordpress\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari\",\"name\":\"Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png\",\"datePublished\":\"2026-10-03T04:46:01+00:00\",\"description\":\"Kenali berbagai kesalahan SEO WordPress yang sering terjadi, mulai dari indexing, permalink, konten, hingga kecepatan website dan cara menghindarinya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png\",\"width\":1366,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0\",\"name\":\"Fitri Ana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fitri Ana\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari - Hosteko Blog","description":"Kenali berbagai kesalahan SEO WordPress yang sering terjadi, mulai dari indexing, permalink, konten, hingga kecepatan website dan cara menghindarinya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari - Hosteko Blog","og_description":"Kenali berbagai kesalahan SEO WordPress yang sering terjadi, mulai dari indexing, permalink, konten, hingga kecepatan website dan cara menghindarinya.","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2026-10-03T04:46:01+00:00","og_image":[{"width":1366,"height":768,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png","type":"image\/png"}],"author":"Fitri Ana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fitri Ana","Est. reading time":"17 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari"},"author":{"name":"Fitri Ana","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0"},"headline":"Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari","datePublished":"2026-10-03T04:46:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari"},"wordCount":3445,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png","keywords":["cara optimasi WordPress","kesalahan SEO website","kesalahan SEO WordPress","optimasi SEO WordPress","Optimasi Website","seo website wordpress","SEO WordPress","technical SEO WordPress","Tips SEO WordPress","WordPress SEO"],"articleSection":["Tips","Wordpress"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari","name":"Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png","datePublished":"2026-10-03T04:46:01+00:00","description":"Kenali berbagai kesalahan SEO WordPress yang sering terjadi, mulai dari indexing, permalink, konten, hingga kecepatan website dan cara menghindarinya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png","width":1366,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/kesalahan-seo-wordpress-yang-harus-dihindari#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jangan Asal Optimasi! Ini Kesalahan SEO WordPress yang Harus Dihindari"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/ffcd8071a8a3d6a862a4e1381d1c4ea0","name":"Fitri Ana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a099f723518ab9b89aa80b7ed8cadd2d3fae127c5bd735733cf24a661e75a882?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fitri Ana"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Desain-tanpa-judul81.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33509"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33512,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33509\/revisions\/33512"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}