{"id":4398,"date":"2020-08-25T09:05:23","date_gmt":"2020-08-25T09:05:23","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=4398"},"modified":"2020-10-17T02:45:27","modified_gmt":"2020-10-17T02:45:27","slug":"perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer","title":{"rendered":"Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer"},"content":{"rendered":"<div class=\"cl-preview-section\">\n<h1 id=\"software-developer-atau-software-engineer\"><strong><span id=\"Software_Developer_atau_Software_Engineer\">Software Developer atau Software Engineer?<\/span><\/strong><\/h1>\n<\/div>\n<div class=\"cl-preview-section\">\n<p>Perbedaan utama dari Software Developer dan engineer adalah: Software Developer hanya fokus pada satu area, salah satunya seperti membangun kode.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"cl-preview-section\">\n<p>Sedangkan engineer adalah orang yang mendesain, merencanakan, dan menerapkan prinsip engineering ke pengembangan software. Melihat hampir keseluruhan proyek dan menangani area yang lebih luas. Engineer bisa diibaratkan juga sebagai developer, tapi engineer fokus dengan arsitektur pemrograman.<\/p>\n<p>Perbedaan yang paling mencolok adalah engineer mengawasi dan developer fokus membuat program yang fungsional. Semua orang bisa menjadi developer jika mengetahui tentang konsep pemrograman, menulis kode tanpa harus menganalisa performance dan skalabilitas.<\/p>\n<\/div>\n<h1><strong>Software Engineer dan <\/strong><strong>Software Developer<\/strong><\/h1>\n<p>Ada &#8220;aturan emas&#8221; yang hebat dalam hal membedakan kedua profesi ini. Seperti ini: Software Engineer bisa menjadi Software Developer, tetapi Software Developer tidak bisa menjadi Software Engineer. Pada dasarnya, Software Engineer mengembangkan dan memelihara platform tempat Software Developer kemudian membangun program itu sendiri. Memang benar bahwa kedua profesi ini agak terkait erat, tetapi masih sangat berbeda dalam aspek-aspek tertentu.<\/p>\n<p>Berdasarkan Computer Science Degree Hub, Software Developer dan Software Engineer punya tugas yang berbeda. Software Engineering merujuk pada prinsip mesin pada saat pembuatan software.<\/p>\n<div class=\"cl-preview-section\">\n<p>Seperti pengembangan life-cycle hingga menghubungkan dengan kebutuhan client dengan memanfaatkan teknologi yang bisa diaplikasikan; mengembangkan proses yang sistematis untuk membuat fungsi tertentu, dan menggunakan konsep engineering untuk membuat software.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"cl-preview-section\">\n<p>Sedangkan, Software Developer adalah orang kreatif yang ada di balik program. Software Developer bertanggung jawab dengan segala proses pengembangan; berkolaborasi dengan client untuk membuat theoretical desain.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"cl-preview-section\">\n<p>Software Developer juga perlu memiliki programmer yang membantu mereka membuat kode yang dibutuhkan, agar software berjalan sebagaimana mestinya dan melakukan pengetesan, serta memecahkan permasalahan bersama-sama. Software Developer menyediakan panduan alur kerja untuk setiap proyek yang sedang berjalan.<\/p>\n<h1><strong>Software Engineer<\/strong><\/h1>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4400 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/SoftwareEngineering.jpg\" alt=\"\" width=\"1019\" height=\"571\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/SoftwareEngineering.jpg 1019w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/SoftwareEngineering-768x430.jpg 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/SoftwareEngineering-555x311.jpg 555w\" sizes=\"auto, (max-width: 1019px) 100vw, 1019px\" \/><\/p>\n<h2><strong>1. Apa itu Software Engineer?<\/strong><\/h2>\n<p>Menurut Engineer\u2019s Edge, \u201cteknik adalah disiplin, seni, dan profesi untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan ilmiah, matematika, ekonomi, sosial, dan praktis untuk merancang dan membangun.\u201d<\/p>\n<p><strong>Software engineering<\/strong> adalah proses analisis kebutuhan dan desain pengguna, konstruksi dan uji aplikasi yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut melalui penggunaan bahasa pemrograman. Secara garis besar, <strong>software engineering<\/strong> bisa diartikan sebagai penerapan prinsip-prinsip teknik pengembangan perangkat lunak. Berbeda dengan pemrograman sederhana, <em>software engineering<\/em> digunakan untuk sistem aplikasi yang lebih besar dan kompleks. Umumnya, proses ini digunakan untuk kebutuhan bisnis dan organisasi.<\/p>\n<h2><strong>2. Prinsip Rekayasa<\/strong><\/h2>\n<p>Prinsip asli sebagaimana tercantum dalam Agile Manifesto :<\/p>\n<ul>\n<li>Prioritas tertinggi adalah untuk memuaskan pelanggan melalui pengiriman awal dan berkelanjutan dari perangkat lunak yang berharga.<\/li>\n<li>Mengirimkan perangkat lunak dalam siklus yang sering.<\/li>\n<li>Kolaborasi pemangku kepentingan, termasuk tim IT dan tim bisnis, sangat penting di seluruh proyek.<\/li>\n<li>Bangun budaya kepercayaan, motivasi, dan dukungan untuk menyelesaikan pekerjaan.<\/li>\n<li>Komunikasi tatap muka adalah cara paling efektif untuk menyampaikan informasi.<\/li>\n<li>Perangkat lunak yang berfungsi adalah ukuran utama dari kemajuan.<\/li>\n<li>Proses pembangunan harus sedemikian efisien sehingga berkelanjutan tanpa batas.<\/li>\n<li>Perhatian terus menerus untuk keunggulan teknis.<\/li>\n<li>Kesederhanaan \u2013 seni memaksimalkan jumlah pekerjaan yang tidak dilakukan \u2013 sangat penting.<\/li>\n<li>Arsitektur, desain, dan persyaratan terbaik muncul dari tim yang mengatur diri sendiri.<\/li>\n<li>Refleksikan secara teratur sebagai tim tentang cara menjadi lebih efisien.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>3. Hal-hal yang wajib diperhatikan<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan :<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><strong>Pengoperasian<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Setelah proses analisis dilakukan, kamu akan mengetahui apakah sebuah aplikasi bekerja sebagaimana mestinya, mulai dari budget, efisiensi, ketepatan, fungsi, ketergantungan dan yang tak kalah penting adalah keamanan.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><strong> Transisi<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Transisi penting ketika suatu aplikasi digeser dari satu <em>platform<\/em> ke <em>platform<\/em> lainnya. Jadi, portabilitas, kegunaan dan adaptabilitas ada di area ini.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><strong> Pemeliharaan<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Ini berfungsi untuk mengetahui bagaimana sebuah aplikasi bekerja setelah adanya pemutakhiran atau pembaruan (<em>update<\/em>). Aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan pasca analisis adalah modularitas, perawatan, fleksibilitas dan skalabilitas.<\/p>\n<h2><strong>4. Deskripsi Pekerjaan Software Engineer<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa keterampilan, kualifikasi, dan tanggung jawab :<\/p>\n<ul>\n<li>Pengalaman menciptakan dan memelihara arsitektur dan basis data IT.<\/li>\n<li>Keterampilan memecahkan masalah.<\/li>\n<li>Desain dan pengalaman pola dengan infrastruktur berbasis cloud.<\/li>\n<li>Pengalaman pengembangan \/ debugging.<\/li>\n<li>Pengalaman pada CPU atau SMP multi-core.<\/li>\n<li>Pengetahuan tentang berbagai bahasa pemrograman, termasuk di antaranya adalah C\/C++.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tanggung jawab<\/p>\n<ul>\n<li>Melakukan riset, mendesain, mengembangkan, melakukan pengujian, serta memelihara <em>software.<\/em><\/li>\n<li>Komunikasi dengan klien atau konsumen berkaitan dengan desain serta spesifikasi <em>software.<\/em><\/li>\n<li>Menganalisis kebutuhan <em>user<\/em> dan melakukan <em>assessment<\/em> terkait <em>requirement<\/em> dari <em>software<\/em> yang tengah ditangani, termasuk di antaranya terkait dana\/waktu serta kelayakan desain.<\/li>\n<li>Melakukan koordinasi dengan berbagai tim lain dalam upaya memberi dukungan teknis serta sebagai bagian dari proses pengembangan produk.<\/li>\n<\/ul>\n<h1><strong>Software Developer<\/strong><\/h1>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4401 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/software-developer.jpg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/software-developer.jpg 1600w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/software-developer-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/software-developer-768x432.jpg 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/software-developer-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/software-developer-555x312.jpg 555w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/software-developer-1110x624.jpg 1110w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<h2><strong>1. Apa itu Software Developer ?<\/strong><\/h2>\n<p data-adtags-visited=\"true\">Software Development adalah salah satu tipe proyek IT yang berfokus pada penciptaan atau pengembangan perangkat lunak. Software Development dapat didetailkan lagi menjadi proses :<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\">1) penciptaan software untuk memenuhi kebutuhan manusia,<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\">2) desain software,<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\">3) pengembangan software aplikasi perusahaan, atau<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\">4) pengembangan platform (Wales, 2012).<\/p>\n<p data-adtags-visited=\"true\">Karena berfokus pada sesuatu yang tidak tampak (software), Software development memiliki tingkat pengerjaan yang lebih sulit. Tidak heran jika banyak Software development yang gagal dikarenakan proses pengerjaan tidak sesuai dengan yang telah direncanakan. Salah satu kriteria tambahan untuk output Software Development adalah kemampuan software untuk dapat dikembangkan lagi. Tingkat kesulitan yang utama dimana pihak pencipta harus dapat mendokumentasikan dengan baik setiap source code agar dapat dipahami oleh orang lain.<\/p>\n<h2 data-adtags-visited=\"true\"><strong>2. Tahapan Sofyware Developer<\/strong><\/h2>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\"><strong>1. Planning<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\">Merupakan tahap awal untuk memulai Software Development. Tujuan dari tahap ini adalah menghasilkan :<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">1) Proses kerja yang jelas antar setiap anggota,<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">2) Timeline, dan<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">3) Anggaran dana.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">Pada tahap ini juga, ketua proyek berkoordinasi dengan stakeholder untuk membuat kontrak kerja yang jelas. Selain berisi tentang estimasi dana, kontrak kerja juga harus memiliki batasan-batasan pengerjaan yang jelas. Hal ini dilakukan agar tim proyek tidak terikat dengan tambahan-tambahan modul yang nanti mungkin agar terjadi.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\"><strong>2. Requirement and Specification<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\">Tahap ini dilakukan untuk menentukan fitur-fitur yang tepat serta kebutuhan sistem untuk software yang akan dibuat. Tahap ini dapat dilakukan dengan interview, observasi lapangan, dan studi pustaka.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\"><strong>3. Architecture and Design<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\">Merupakan tahap untuk menentukan detail sistem yang akan dipakai. Tahap ini bertujuan untuk menentukan desain keseluruhan dari software, yang meliputi: konseptual database, sistem keamanan, dan interface.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\"><strong>4. Implementation and Testing<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\">Tahap implementasi merupakan tahap pembuatan software dengan berpedoman pada tahap-tahap sebelumnya. Sedangkan tahap Testing merupakan serangkaian uji coba yang diberikan kepada software untuk menentukan kapabilitasnya. Testing dapat terbagi menjadi :<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">1) Security Testing,<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">2) Performance Testing,<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">3) Stress Testing,<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">4) Recovery Testing.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\"><strong>5. Deployment and Maintenance<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\" data-adtags-visited=\"true\">Kedua tahap terakhir ini adalah tahap dimana software telah mulai digunakan oleh user. Terdapat 2 hal penting yag ada pada tahap ini, antara lain :<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">1) Training Penggunaan Software<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">2) Pemantauan Software.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\" data-adtags-visited=\"true\">Pemantauan dilakukan untuk mengecek apakah software telah stabil atau belum. Kestabilan ini dapat dinilai dengann tidak adanya bug yang muncul selama penggunaan.<\/p>\n<h2 data-adtags-visited=\"true\"><strong>3. Metode Software Developer<\/strong><\/h2>\n<p data-adtags-visited=\"true\">Beberapa metode dibuat untuk menerapkan tahapan-tahapan di atas, di antaranya adalah :<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1. Waterfall<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Tahap-tahap di atas dikerjakan secara berurutan<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>2. Prototype<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Telah terdapat prototype atau software sebelumnya untuk kemudian dikembangkan, sehingga tahap observasi tidak perlu dilakukan.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>3. Incremental<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Waktu keseluruhan pengerjaan proyek dibagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, kemudian tahap-tahap di atas dilakuka secara berurutan. Dengam metode ini, keseluruhan fitur tidak langsung dikerjakan dalam satu fase melainkan terbagi menjadi beberapa periode.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>4. Spiral<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Hampir sama dengan metode incremental, tetapi terdapat kemungkinan untuk dilakukan perbaikan, sehingga terjadi perulangan dan bentuknya seperti spiral. Pengerjaan dengan metode ini memakan waktu yang sangat singkat.<\/p>\n<h2><strong>4. Deskripsi Pekerjaan Software Developer<\/strong><\/h2>\n<p>Pengembangan front-end atau pengembangan back-end, dalam sistem IT yang lebih besar dan dapat berspesialisasi dalam kerangka pengembangan tertentu untuk menyelesaikan fungsi itu. Spesialisasi ini tercermin dalam posting pekerjaan, dengan perusahaan memposting iklan untuk peran seperti \u201cBack-End Java Developer\u201d atau \u201d Front-End React Developer.\u201d<\/p>\n<p>Ini adalah beberapa keterampilan, kualifikasi, dan tanggung jawab yang dapat ditemukan dalam deskripsi pekerjaan Software Developer.<\/p>\n<p>Keterampilan dan Kualifikasi Software Developer<\/p>\n<ul>\n<li>Mampu menulis kode yang bersih dan dapat di maintenance.<\/li>\n<li>Memiliki keahlian dalam bidang bahasa pemograman Javascript, ReactJS, AngularJS, jQuery.<\/li>\n<li>Pengalaman membangun aplikasi front end dengan ES2015 +, NodeJS, jQuery, HTML5, dan CSS3.<\/li>\n<li>Pengalaman dalam perkakas front-end dan alur kerja dengan Git, Grunt \/ Gulp.<\/li>\n<li>Pengalaman dalam desain web responsif.<\/li>\n<li>Memahami kompatibilitas lintas-browser.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tanggung jawab<\/p>\n<ul>\n<li>Berkontribusi pada peningkatan berkesinambungan dari arsitektur UI.<\/li>\n<li>Jelajahi teknologi terdepan untuk menciptakan fitur-fitur inovatif baru.<\/li>\n<li>Bangun alat untuk meningkatkan produktivitas internal.<\/li>\n<li>Berpartisipasilah dalam pembuatan prototipe berulang berulang berdasarkan persyaratan proyek.<\/li>\n<li>Berkolaborasi dengan desainer, Engineer front-end, manajer produk, dan Engineer QA untuk mempertahankan kualitas UX.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>5. Tantangan Software Developer<\/strong><\/h2>\n<ol>\n<li>Project Leader harus memiliki kemampuan interpersonal yang baik karena menyangkut kelangsungan proyek. Dia adalah seseorang yang juga mampu bernegosiasi degan baik, karena dialah yang akan berkoordinasi dengan pihak stakeholder untuk membentuk sebuah kontrak kerja.<\/li>\n<li>Kebanyakan Software Development gagal karena tim tidak mampu megestimasi dengan pasti detail-detail kebutuhan dari proyek. Untuk itulah tahap perencanaan adalah tahap yang terpenting karena menyangkut dana, timeline, dan lain-lain. Ketika ada salah satu proses yang terlambat, proses yang lain akan terhambat dan akibatnya semua kebutuhan akan membengkak, termasuk dana.<\/li>\n<li>Metode yang dipakai akan menentukan proses kerja dari setiap anggota tim proyek. Untuk itu tim proyek harus dapat menentukan metode yang tepat yang disesuaikan dengan kondisi. Jika menginginkan software dibuat degan waktu yang cepat, gunakan tipe protype, tetapi jika menginginkan software benar-benar bagus, gunakan tipe waterfall.<\/li>\n<li>Software adalah benda abstrak, sehingga kemampuan untuk memahami bahasa komputer adalah mutlak bagi setiap anggota tim. Pemahaman ini akan berguna untuk mengetahui sampai pada tahap mana software dikerjakan, sehingga setiap anggota dapat melakukan pembenahan ketika terdapat keterlambatan.<\/li>\n<li>Pengerjaan Software Development yang cenderung individualis menghasruskan setiap anggotanya memiliki interaksi yang baik. Tidak hanya dalam hal profesionalisme kerja, tetapi juga dalam hal kekeluargaan. Salah satu hal yang sering dilupakan pada Software development adalah sifat untuk saling memotivasi. Karena terdapat kemungkinan akan terjadi kejenuhan bahkan keinginan untuk berhenti karena tingkat kesulitan dari software yang dibuat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Semoga artikel ini dapat menambahkan pengetahuan wawasan dan perpustakaan Anda.<\/p>\n<p>Semoga Bermanfaat<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-4402 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/fb164c25c9c83206fef9028a91ebfeb9.gif\" alt=\"\" width=\"86\" height=\"86\" \/><\/p>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;4398&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;3&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (3 votes)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (3 votes)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Software Developer atau Software Engineer? Perbedaan utama dari Software Developer dan engineer adalah: Software Developer hanya fokus pada satu area, salah satunya seperti membangun kode. Sedangkan engineer adalah orang yang mendesain, merencanakan, dan menerapkan prinsip engineering ke pengembangan software. Melihat hampir keseluruhan proyek dan menangani area yang lebih luas. Engineer bisa diibaratkan juga sebagai developer, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":4399,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[1608,1609,1607,1606],"class_list":["post-4398","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-pengertian-software-developer","tag-perbedaan-software-engineer-dan-software-developer","tag-software-developer-adalah","tag-software-engineer-adalah"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer-1110x746.jpg",662,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer-555x373.jpg",463,311,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer-300x202.jpg",300,202,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg",1170,786,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Software Developer atau Software Engineer? Perbedaan utama dari Software Developer dan engineer adalah: Software Developer hanya fokus pada satu area, salah satunya seperti membangun kode. Sedangkan engineer adalah orang yang mendesain, merencanakan, dan menerapkan prinsip engineering ke pengembangan software. Melihat hampir keseluruhan proyek dan menangani area yang lebih luas. Engineer bisa diibaratkan juga sebagai developer, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-08-25T09:05:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-10-17T02:45:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1170\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"786\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Risa Y\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Risa Y\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer\"},\"author\":{\"name\":\"Risa Y\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\"},\"headline\":\"Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer\",\"datePublished\":\"2020-08-25T09:05:23+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-17T02:45:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer\"},\"wordCount\":1533,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg\",\"keywords\":[\"pengertian software developer\",\"perbedaan software engineer dan software developer\",\"software developer adalah\",\"software engineer adalah\"],\"articleSection\":[\"Blog\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer\",\"name\":\"Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg\",\"datePublished\":\"2020-08-25T09:05:23+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-17T02:45:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg\",\"width\":1170,\"height\":786},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\",\"name\":\"Risa Y\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Risa Y\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer - Hosteko Blog","og_description":"Software Developer atau Software Engineer? Perbedaan utama dari Software Developer dan engineer adalah: Software Developer hanya fokus pada satu area, salah satunya seperti membangun kode. Sedangkan engineer adalah orang yang mendesain, merencanakan, dan menerapkan prinsip engineering ke pengembangan software. Melihat hampir keseluruhan proyek dan menangani area yang lebih luas. Engineer bisa diibaratkan juga sebagai developer, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2020-08-25T09:05:23+00:00","article_modified_time":"2020-10-17T02:45:27+00:00","og_image":[{"width":1170,"height":786,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Risa Y","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Risa Y","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer"},"author":{"name":"Risa Y","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b"},"headline":"Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer","datePublished":"2020-08-25T09:05:23+00:00","dateModified":"2020-10-17T02:45:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer"},"wordCount":1533,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg","keywords":["pengertian software developer","perbedaan software engineer dan software developer","software developer adalah","software engineer adalah"],"articleSection":["Blog"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer","name":"Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg","datePublished":"2020-08-25T09:05:23+00:00","dateModified":"2020-10-17T02:45:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg","width":1170,"height":786},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/perbedaan-utama-software-engineer-dan-software-developer#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan Utama Software Engineer dan Software Developer"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b","name":"Risa Y","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Risa Y"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Software-developer-vs-software-engineer.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4398"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4398\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}