{"id":7180,"date":"2020-10-31T08:17:09","date_gmt":"2020-10-31T08:17:09","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=7180"},"modified":"2020-10-31T08:17:09","modified_gmt":"2020-10-31T08:17:09","slug":"pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress","title":{"rendered":"Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress"},"content":{"rendered":"<h1><strong><span id=\"Apa-Itu-Taksonomi-WordPress\">Apa Itu Taksonomi WordPress ?<\/span><\/strong><\/h1>\n<p><strong>Taksonomi WordPress<\/strong> adalah pengelompokkan konten berdasarkan karakteristik tertentu. Misalnya memiliki blog olahraga maka dapat membuat mengelompokkan postingan berdasarkan jenis olahraganya, seperti sepak bola, basket, voli dan lain sebagainya. Taksonomi WordPress juga dapat meningkatkan user experience pembaca blog karena taksonomi dapat memudahkan pembaca menemukan konten-konten yang terkait.<\/p>\n<p>Sebenarnya, taksonomi ini sudah cukup sering ditemukan ketika berbelanja di toko online. Misalnya di toko online produk kecantikan. Alih-alih mencari satu per-satu produk make up di semua produk tentunya akan langsung klik taksonomi <strong>Make Up.\u00a0<\/strong>Hal ini tentu akan sangat membantu dalam mencari produk-produk make up.<\/p>\n<h1 id=\"h-apa-saja-jenis-taksonomi-wordpress\"><strong><span id=\"Apa_Saja_Jenis_Taksonomi_WordPress\">Jenis Taksonomi WordPress<\/span><\/strong><\/h1>\n<p>Berikut ini adalah jenis Taksonomi WordPress, yaitu :<\/p>\n<h3 id=\"h-1-category\" style=\"padding-left: 40px;\"><strong><span id=\"1_Category\">1. Category<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>Category WordPress<\/strong> adalah taksonomi default dari WordPress. Di Category juga dapat menggunakan kategori untuk mengurutkan dan mengelompokkan postingan blog. Misalnya, situs blog bertema keuangan bisa membuat kategori Investasi, Fintech, Asuransi, Wirausaha dll.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Kategori akan membantu pengunjung menemukan topik yang ingin dibaca. Kategori juga memungkinkan untuk menavigasi blog lebih mudah dan lebih cepat.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Jika tidak memilih kategori saat posting konten, postingan tersebut akan masuk ke kategori \u201cUncategorized\u201d secara otomatis. Untuk menambahkan kategori caranya sangat mudah, yaitu :<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Saat mengedit postingan blog dapat langsung menambahkan kategori pada kolom kategori di bagian kanan layar.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7191 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/kolom-kategori.png\" alt=\"\" width=\"554\" height=\"316\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/kolom-kategori.png 554w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/kolom-kategori-400x228.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 554px) 100vw, 554px\" \/><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\">Jika ingin menambahkan kategori baru, cukup klik \u201c<strong>Add New Category\u201d\u00a0<\/strong>di bawah daftar kategori yang ada.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Menambahkan Category melalui menu<strong>\u00a0Post &gt; Category<\/strong> pada halaman dashboard.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7192 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Add-New-Category.png\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"454\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Add-New-Category.png 550w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Add-New-Category-400x330.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 550px) 100vw, 550px\" \/><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\">Pada kolom\u00a0<strong>Name<\/strong>, ketik nama kategori yang ingin ditambahkan. Kemudian pada kolom <strong>Slug,\u00a0<\/strong>tambahkan URL kategori jika ingin membuat URL custom. Jika tidak mengisi kolom Slug, WordPress akan secara otomatis membuat slug berdasarkan kategori yang dibuat.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\">Tambahkan deskripsi dari kategori jika mau. Opsi tersebut bersifat opsional. Jadi boleh untuk tidak mengisinya. Terakhir, klik tombol <strong>Add New Category.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\">Ada beberapa kategori yang masih memiliki pengelompokkan dalam kategori tersebut. Biasanya disebut sebagai sub-kategori atau Child Category. Misalnya, dalam Kategori Make Up bisa menambahkan sub kategori atau anak kategori seperti Lipstik, Eye Look, Foundation, Blush On dll.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\">Caranya sangat mudah cukup dengan mengisi nama sub-kategori dan slug, kemudian klik menu drop down pada menu <strong>Parent Category<\/strong>, lalu pilih kategori mana yang akan dijadikan induk kategori.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7193 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Parent-Category.png\" alt=\"\" width=\"546\" height=\"245\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Parent-Category.png 546w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Parent-Category-400x179.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 546px) 100vw, 546px\" \/><\/p>\n<h3 id=\"h-2-tag\" style=\"padding-left: 40px;\"><strong><span id=\"2_Tag\">2. Tag<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Fungsi tag pada WordPress hampir sama dengan Category<strong>,\u00a0<\/strong>yaitu untuk mengelompokkan postingan. Namun,\u00a0<strong>Tag\u00a0<\/strong>tidak memiliki struktur hirarkis.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Tag merupakan parameter single yang menempatkan postingan yang serupa bersama-sama. Hanya saja, tag berfokus pada detail yang lebih sederhana di konten, daripada berfokus pada keseluruhan tema.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Sebagai contoh jika hendak membuat genre dan subgenre untuk website film. Dapat melakukannya dengan menggunakan taksonomi Category karena taksonomi ini mendukung struktur hirarkis. Jika ingin mengelompokkan film bergenre apa pun dengan Brad Pitt sebagai bintang utamanya, maka dengan menggunakan tag.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Langkah-langkah membuat tag sama seperti ketika membuat category. Dapat melakukannya dengan membuka <strong>Posts\u00a0<\/strong>-&gt;\u00a0<strong>Tags\u00a0<\/strong>atau masuk ke panel di samping visual editor. Disini juga bisa membuat slug dan deskripsi.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7194 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tags.png\" alt=\"\" width=\"273\" height=\"257\" \/><\/p>\n<p>Dua taksonomi selanjutnya (yang akan dibahas di bawah ini) tidak dapat dilihat oleh para pengunjung situs, yaitu :<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1. Link_category<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Dengan taksonomi ini dapat mengategorikan tautan (link). Fitur ini akan sangat berguna jika ingin menautkan berbagai sumber ke postingan.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>2. Post_format<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Post_format berfungsi untuk mengategorikan postingan berdasarkan tipenya \u2013 video, standard, audio dll. Panelnya sendiri berada di sebelah visual editor.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7195 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/format-1.png\" alt=\"\" width=\"278\" height=\"281\" \/><\/p>\n<h1 id=\"h-custom-taksonomi-wordpress\"><strong><span id=\"Custom_Taksonomi_WordPress\">Custom Taksonomi WordPress<\/span><\/strong><\/h1>\n<p>Meskipun telah tersedia taksonomi dari WordPress secara default bisa membuat kategori atau khusus. Alih-alih hanya berupa label \u201cCategories\u201d dan \u201cTags\u201d bisa mengubahnya jadi lebih menarik. Misalnya mempunyai blog review buku bisa menambahkan taksonomi khusus dengan label <strong>\u201cGenre\u201d.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Lalu bisa menambahkan sub-kategori seperti \u201cFiksi\u201d, \u201cNon-fiksi\u201d dan lain sebagainya. Dengan begitu, pembaca dapat lebih mudah menemukan konten yang berkaitan dengan genre yang disukai. Tidak hanya kategori juga bisa membuat custom tag sesuai keinginan dan kebutuhan.<\/p>\n<h1 id=\"h-cara-membuat-taksonomi-wordpress-secara-custom-pakai-plugin\"><strong><span id=\"Cara_Membuat_Taksonomi_WordPress_secara_Custom_Pakai_Plugin\">Cara Membuat Taksonomi WordPress secara Custom Pakai Plugin<\/span><\/strong><\/h1>\n<p>Plugin memang selalu memudahkan banyak hal, termasuk membuat taksonomi WordPress. Untuk membuat custom taksonomi WordPress rekomendasikan plugin\u00a0<strong>Custom Post Types UI.\u00a0<\/strong>Plugin ini merupakan plugin custom post type populer dengan pengguna lebih dari 800.000 pengguna. Berikut langkah menggunakannya :<\/p>\n<ol>\n<li>Install dan Activate Plugin\u00a0<strong>Custom Post Type UI.<\/strong><\/li>\n<li>Klik\u00a0<strong>Custom Post Type UI<\/strong>\u00a0&gt;\u00a0<strong>Add\/edit Taxonomies.<\/strong><\/li>\n<li>Isi kolom berikut dengan nama taksonomi yang diinginkan. Sebagai contoh, kami menggunakan nama \u201cFloor Exercise\u201d. Pilih tipe postingan yang ingin diterapkan ke taksonomi baru. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7185 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/edit-Taxonomies.jpg\" alt=\"\" width=\"843\" height=\"583\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/edit-Taxonomies.jpg 843w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/edit-Taxonomies-768x531.jpg 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/edit-Taxonomies-640x443.jpg 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/edit-Taxonomies-400x277.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 843px) 100vw, 843px\" \/><\/li>\n<li>Klik\u00a0<strong>Add Taxonomy.<\/strong><\/li>\n<li>Jika membuka <strong>Post -&gt; Add New<\/strong>, taksonomi baru akan muncul di sebelah visual editor.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7187 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Add-New.png\" alt=\"\" width=\"896\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Add-New.png 896w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Add-New-768x337.png 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Add-New-640x281.png 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Add-New-400x175.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 896px) 100vw, 896px\" \/><\/p>\n<p>Maka akan terlihat taksonomi baru berupa <strong>tag<\/strong> bernama \u201cFloor Exercise\u201d. Jika ingin membuat kategori cukup gulirkan kursor ke bawah dan ganti <strong>Hierarchical\u00a0<\/strong>ke\u00a0<strong>True.<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7188 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Hierarchical.jpg\" alt=\"\" width=\"842\" height=\"327\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Hierarchical.jpg 842w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Hierarchical-768x298.jpg 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Hierarchical-640x249.jpg 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Hierarchical-400x155.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 842px) 100vw, 842px\" \/><\/p>\n<p>Hasilnya akan tampak seperti ini :<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7189 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/hasil-Hierarchical.jpg\" alt=\"\" width=\"277\" height=\"299\" \/><\/p>\n<p>Dapat menggunakan plugin untuk membuat Custom Post Types.<\/p>\n<h1 id=\"h-cara-membuat-taksonomi-wordpress-dengan-menambahkan-kode-pada-functions-php\"><strong><span id=\"Cara_Membuat_Taksonomi_WordPress_dengan_Menambahkan_Kode_pada_functionsphp\">Cara Membuat Taksonomi WordPress dengan Menambahkan Kode pada functions.php<\/span><\/strong><\/h1>\n<p>Jika menggunakan plugin belum bisa memaksimalkan kebutuhan bisa membuat custom taksonomi WordPress secara manual. Berikut adalah cara membuat taksonomi WordPress secara manual, yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li>Klik <strong>Appearance &gt; Theme Editor<\/strong>. Lalu pilih file\u00a0<strong>functions.php<\/strong>. Fungsi yang akan ditambahkan adalah fungsi <strong>register_taxonomy ().\u00a0<\/strong><\/li>\n<li>Jika ingin membuat taksonomi kategori, maka parameter hierarchical-nya adalah <strong>\u201ctrue\u201d<\/strong>. Namun, jika ingin membuat taksonomi tag, maka parameter hierarchical-nya adalah <strong>\u201cfalse\u201d<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Berikut ini adalah contoh kategori untuk blog review buku :<\/p>\n<pre style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"pun\">&lt;?<\/span><span class=\"pln\">php<\/span><\/span>\r\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"pln\">add_action<\/span><span class=\"pun\">(<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"str\">'init'<\/span><span class=\"pun\">,<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"str\">'create_book_tax'<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"pun\">);<\/span><\/span>\r\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"kwd\">function<\/span><span class=\"pln\">\u00a0create_book_tax<\/span><span class=\"pun\">()<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"pun\">{<\/span><\/span>\r\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"pln\">register_taxonomy<\/span><span class=\"pun\">(<\/span><\/span>\r\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"str\">'genre'<\/span><span class=\"pun\">,<\/span><\/span>\r\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"str\">'book'<\/span><span class=\"pun\">,<\/span><\/span>\r\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"pln\">array<\/span><span class=\"pun\">(<\/span><\/span>\r\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"str\">'label'<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"pun\">=&gt;<\/span><span class=\"pln\">\u00a0__<\/span><span class=\"pun\">(<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"str\">'Genre'<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"pun\">),<\/span><\/span>\r\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"str\">'rewrite'<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"pun\">=&gt;<\/span><span class=\"pln\">\u00a0array<\/span><span class=\"pun\">(<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"str\">'slug'<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"pun\">=&gt;<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"str\">'genre'<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"pun\">),<\/span><\/span>\r\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"str\">'hierarchical'<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"pun\">=&gt;<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><span class=\"kwd\">true<\/span><span class=\"pun\">,<\/span><\/span>\r\n<span class=\"pun\" style=\"color: #ff0000;\">)<\/span>\r\n<span class=\"pun\" style=\"color: #ff0000;\">);<\/span>\r\n<span class=\"pun\" style=\"color: #ff0000;\">}<\/span>\r\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span class=\"pun\">?&gt;<\/span><span class=\"pln\">\u00a0<\/span><\/span><\/pre>\n<p>Jika ingin membuat taksonomi tag hanya perlu mengganti hierarchicalnya menjadi \u201cfalse\u201d.<\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;7180&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;2&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;5&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;5\\\/5 - (2 votes)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress&quot;,&quot;width&quot;:&quot;110&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 110px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            5\/5 - (2 votes)    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Taksonomi WordPress ? Taksonomi WordPress adalah pengelompokkan konten berdasarkan karakteristik tertentu. Misalnya memiliki blog olahraga maka dapat membuat mengelompokkan postingan berdasarkan jenis olahraganya, seperti sepak bola, basket, voli dan lain sebagainya. Taksonomi WordPress juga dapat meningkatkan user experience pembaca blog karena taksonomi dapat memudahkan pembaca menemukan konten-konten yang terkait. Sebenarnya, taksonomi ini sudah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":7209,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[3,8],"tags":[2130,2132,2131,2129],"class_list":["post-7180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-wordpress","tag-cara-membuat-taksonomi-wordpress","tag-custom-taksonomi-wordpress","tag-jenis-taksonomi-wordpress","tag-taksonomi-wordpress-adalah"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress-1030x445.png",1030,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress-300x163.png",300,163,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png",1030,559,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa Itu Taksonomi WordPress ? Taksonomi WordPress adalah pengelompokkan konten berdasarkan karakteristik tertentu. Misalnya memiliki blog olahraga maka dapat membuat mengelompokkan postingan berdasarkan jenis olahraganya, seperti sepak bola, basket, voli dan lain sebagainya. Taksonomi WordPress juga dapat meningkatkan user experience pembaca blog karena taksonomi dapat memudahkan pembaca menemukan konten-konten yang terkait. Sebenarnya, taksonomi ini sudah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-31T08:17:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1030\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"559\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Risa Y\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Risa Y\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress\"},\"author\":{\"name\":\"Risa Y\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\"},\"headline\":\"Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress\",\"datePublished\":\"2020-10-31T08:17:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress\"},\"wordCount\":835,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png\",\"keywords\":[\"cara membuat taksonomi wordpress\",\"custom taksonomi wordpress\",\"jenis taksonomi wordpress\",\"taksonomi wordpress adalah\"],\"articleSection\":[\"Blog\",\"Wordpress\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress\",\"name\":\"Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png\",\"datePublished\":\"2020-10-31T08:17:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png\",\"width\":1030,\"height\":559},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\",\"name\":\"Risa Y\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Risa Y\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress - Hosteko Blog","og_description":"Apa Itu Taksonomi WordPress ? Taksonomi WordPress adalah pengelompokkan konten berdasarkan karakteristik tertentu. Misalnya memiliki blog olahraga maka dapat membuat mengelompokkan postingan berdasarkan jenis olahraganya, seperti sepak bola, basket, voli dan lain sebagainya. Taksonomi WordPress juga dapat meningkatkan user experience pembaca blog karena taksonomi dapat memudahkan pembaca menemukan konten-konten yang terkait. Sebenarnya, taksonomi ini sudah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2020-10-31T08:17:09+00:00","og_image":[{"width":1030,"height":559,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png","type":"image\/png"}],"author":"Risa Y","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Risa Y","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress"},"author":{"name":"Risa Y","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b"},"headline":"Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress","datePublished":"2020-10-31T08:17:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress"},"wordCount":835,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png","keywords":["cara membuat taksonomi wordpress","custom taksonomi wordpress","jenis taksonomi wordpress","taksonomi wordpress adalah"],"articleSection":["Blog","Wordpress"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress","name":"Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png","datePublished":"2020-10-31T08:17:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png","width":1030,"height":559},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-dan-cara-membuat-taksonomi-wordpress#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian dan Cara Membuat Taksonomi WordPress"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b","name":"Risa Y","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Risa Y"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/taksonomi-wordpress.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7180"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7180\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}