{"id":7270,"date":"2020-11-03T09:12:11","date_gmt":"2020-11-03T09:12:11","guid":{"rendered":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?p=7270"},"modified":"2020-11-03T09:12:11","modified_gmt":"2020-11-03T09:12:11","slug":"pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting","title":{"rendered":"Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting"},"content":{"rendered":"<h1><strong>Pengertian Downtime<\/strong><\/h1>\n<p><strong>Downtime <\/strong>adalah istilah subjektif tetapi pada definisi yang paling dasar yang merupakan kebalikan dari\u00a0<em>uptime<\/em>. Selama masa-masa awal internet,\u00a0<em>downtime\u00a0<\/em>biasanya berarti situs tidak dapat memberikan akses kepada pengguna. Saat ini,\u00a0<em>downtime\u00a0<\/em>lebih kompleks dari sekedar itu.<\/p>\n<p>Sebagian besar menganggap situs\u00a0<em>down\u00a0<\/em>saat pengguna tidak dapat menyelesaikan tugas yang ingin mereka lakukan, misalnya situs web eCommerce\u00a0<em>down\u00a0<\/em>jika pengguna tidak dapat melakukan pembayaran dari keranjang belanja. Jenis <em>downtime\u00a0<\/em>ini memberatkan bagi sebagian besar pengguna.<\/p>\n<h1 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>Penyebab Downtime<\/strong><\/h1>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Banyak hal yang dapat menyebabkan\u00a0<em>downtime<\/em>. Sebagian besar berada dalam kendali penyedia, seperti <em>maintenance<\/em>. Berikut beberapa alasan situs mogok karena downtime, yaitu :<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7286 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/downtime1.jpg\" alt=\"\" width=\"645\" height=\"171\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/downtime1.jpg 645w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/downtime1-640x171.jpg 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/downtime1-400x106.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 645px) 100vw, 645px\" \/><\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1. Kesalahan Manusia (Human Error)<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Alasan umum untuk\u00a0<em>downtime\u00a0<\/em>adalah karena kesalahan yang dilakukan oleh seseorang atau seluruh tim. Perubahan kode tunggal dapat mempengaruhi komponen lain. Beberapa di antaranya tidak akan muncul selama uji regresi. Di lain waktu, sistem menjadi\u00a0<em>offline\u00a0<\/em>meski seharusnya tidak terjadi. Mungkin entri DNS memiliki pembaruan yang salah. Hal tersebut adalah beberapa contoh umum saja.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>2. Kegagalan Peralatan (Equipment Failure)<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Tidak peduli seberapa canggih suatu peralatan, suatu saat akan usang dan rusak setelah digunakan dalam jangka waktu yang lama. Terkadang, peralatan baru namun rusak bisa gagal tanpa peringatan apapun. Sebagian besar penyedia melakukan perawatan yang tepat dan redundansi hardware untuk mengurangi terjadinya kejadian semacam itu.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>3. Serangan Berbahaya (Malicious Attacks)<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Banyak perentas menggunakan keahlian untuk mengganggu bisnis kapanpun mereka bisa. Salah satu metode yang paling umum adalah serangan <strong><em>Distributed Denial-of-Service<\/em><\/strong> (DDoS). Serangan ini mencoba untuk mengalahkan server web host dengan permintaan berulang.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Ini datang secara bersamaan dari banyak lokasi berbeda dan akan membebani server target serta menurunkannya. Hal itu berarti permintaan yang sah tentunya diblokir dan tidak ada pengguna lain yang dapat mengakses situs.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>4. Server Overload<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Jika situs di hosting di server bersamaan oleh host, setiap kali ada lonjakan besar ke situs, host mungkin menangguhkan atau mengalihkan situs untuk melindungi situs lain. Demikian pula, jika situs lain di server menghadapi <em>traffic\u00a0<\/em>yang padat, hal itu juga dapat mempengaruhi ketersediaan situs. Arus <em>traffic\u00a0<\/em>web yang tidak terduga ini dapat merusak situs atau menonaktifkan sebagian besar fungsi situs jika host tidak mampu menanganinya.<\/p>\n<h1 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>Cara Menghindari Downtime<\/strong><\/h1>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Sebagian besar penyedia web host menggunakan redundansi untuk mencegah kerusakan situs karena\u00a0<em>downtime<\/em>. Hal ini memastikan bahwa sistem\u00a0<em>backup\u00a0<\/em>ada saat pemadaman (<em>an outage<\/em>) terjadi. Mereka juga memiliki penyeimbang beban serta pusat data untuk membantu menjaga konsistensi kinerja.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Berikut ini adalah beberapa cara menghindari downtime, yaitu :<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1. Review Service Level Agreements dari Penyedia<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Sebelum memilih penyedia perlu tahu apa yang akan didapatkan. Penting untuk mengetahui tentang tingkat dari <em>guaranteed availability<\/em> yang dapat dimiliki untuk sebuah situs<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Mungkin tidak mendapatkan ketersediaan yang dibutuhkan jika vendor hanya dapat menawarkan 90% <em>uptime\u00a0<\/em>SLA. Hal itu selalu lebih baik untuk menuntut\u00a0<em>uptime\u00a0<\/em>yang lebih tinggi. Setelah mendaftar, pastikan penyedia memenuhi tujuan tersebut secara konsisten.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>2. Gunakan Highly-Scalable Hardware Architectures<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Jika perlu proses yang cepat dan produktif saat <em>online <\/em>perlu memiliki sarana yang diperlukan untuk menskalakan pemrosesan data. <em>Hardware\u00a0<\/em>harus memiliki\u00a0<em>load-balancing<\/em>. Artinya, node alternatif dapat mulai menangani permintaan lain ketika node utama tidak tersedia apapun alasannya. Hal ini untuk memastikan bahwa sumber daya bisnis dapat memenuhi permintaan pengguna.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Perlu mengingat bahwa <em>downtime\u00a0<\/em>memiliki efek negatif bahkan ketika dijadwalkan karena hal itu masih mengganggu produktivitas. Oleh karena itu, menyeimbangkan beban dan menskalakan <em>backend <\/em>sangat bagus untuk menghindari <em>downtime<\/em>.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>3. Mengadopsi Sistem yang Kuat dan Dinamis<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Selalu lebih baik untuk memperhatikan skalabilitas saat mengoptimalkannya. Penting untuk menerapkan konsep solusi\u00a0<em>load-balancing\u00a0<\/em>dalam praktiknya. Hal tersebut berarti perlu memastikan bahwa server dapat menggantikan tempat lain jika server sebelumnya membutuhkan <em>maintenance<\/em>.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Ini perlu dilakukan dengan cara yang tentunya bisa memastikan tidak adanya kehilangan informasi penting. Perlu mendapatkan sistem yang dapat membantu untuk mempertahankan kecepatan yang konsisten dari alur kerja meskipun satu komponen hilang.<\/p>\n<h3 style=\"padding-left: 40px;\"><strong>4. Mengembangkan dan Meningkatkan Rencana Recovery atas Suatu Hal Buruk atau Bencana<\/strong><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Mengembangkan rencana jika tidak memiliki apa-apa. Ingat, cakupan bencana dalam konteks ini sangat luas dan luas pula jangkauannya. Tentunya ini melampaui konsep sekedar kondisi cuaca, seperti banjir atau gempa bumi.<\/p>\n<h1><strong>Pengertian Uptime<\/strong><\/h1>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7288 aligncenter\" src=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime.png\" alt=\"\" width=\"1460\" height=\"730\" srcset=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime.png 1460w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-1024x512.png 1024w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-768x384.png 768w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-640x320.png 640w, https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-400x200.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 1460px) 100vw, 1460px\" \/><\/p>\n<p><strong>Uptime <\/strong>adalah waktu rata-rata server tetap\u00a0<strong>up <\/strong>dan\u00a0<strong>run<\/strong>. Biasanya terdaftar sebagai persentase, seperti \u201c99.9% uptime\u201d.\u00a0<strong>Uptime <\/strong>adalah ukuran yang luar biasa tentang seberapa baik perusahaan web hosting dalam menjaga server agar tetap aktif dan berjalan. Jika layanan hosting memiliki persentase <em>uptime\u00a0<\/em>yang tinggi, yang berarti server tetap aktif dan berjalan, maka situs apapun host dengan mereka harus tetap aktif dan berjalan juga. Dikarenakan halaman web tidak dapat membuat pelanggan <em>down<\/em>\u00a0maka\u00a0<em>uptime\u00a0<\/em>sangat penting.<\/p>\n<p><em>Uptime\u00a0<\/em>situs adalah waktu situs atau layanan web tersedia bagi pengguna selama periode tertentu. Diwakili sebagai rasio waktu yang tersedia dibagi dengan total waktu, penyedia menghitung rasio dalam kenaikan bulanan atau tahunan. Meskipun\u00a0<em>uptime\u00a0<\/em>100% merupakan suatu tujuan utama namun industri menganggap 99,999%\u00a0<em>uptime\u00a0<\/em>sebagai\u00a0<em>high availability<\/em>.<\/p>\n<p>Setiap situs mengalami downtime yang direncanakan atau sebaliknya dan setiap penyedia situs ingin menjaga\u00a0<em>uptime\u00a0<\/em>setinggi mungkin. Memang demikianlah yang terjadi dengan sifat kompetitif internet. Mengetahui bahwa beberapa\u00a0<em>downtime\u00a0<\/em>diperkirakan terjadi, sebagian besar<em> brand<\/em> mencoba memenuhi tujuan <em>uptime\u00a0<\/em>99,999%. Mungkin melihat sasaran ini disebut sebagai \u201c<em>five-nines availability<\/em>\u201d atau \u201c<em>high availability<\/em>\u201d.<\/p>\n<h1><strong>Perbedaan\u00a0Uptime\u00a0dengan\u00a0Downtime<\/strong><\/h1>\n<p>Setelah mengetahui apa itu pengertian <em>uptime<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>downtime<\/em> di atas, sekarang juga harus mengetahui apa yang menjadi perbedaannya.<\/p>\n<p>Uptime atau waktu aktif dapat merujuk pada waktu server terakhir muncul, berapa lama server telah dinyalakan, atau dalam kasus yang terbilang kurang umum yaitu seperti seberapa banyak (%) waktu telah habis. Sedangkan\u00a0<em>downtime<\/em>\u00a0atau waktu henti pada dasarnya lebih sering merujuk pada (%) dari waktu layanan telah dimatikan.<\/p>\n<p>Sebagai contoh misalnya, tidak lebih dari 2 jam per bulan yang tercantum dalam perjanjian tingkat layanan atau yang lebih dikenal dengan\u00a0<em>Services Level Agreement<\/em> (SLA). Ini juga dapat digunakan untuk menunjukkan layanan akan\u00a0<strong><em>down<\/em><\/strong>\u00a0(turun) untuk\u00a0<strong><em>maintenance<\/em><\/strong>\u00a0(pemeliharaan), meskipun baru-baru ini biasanya disebut\u00a0<strong><em>planned burnout<\/em><\/strong>\u00a0(pemadaman) terencana maupun tidak terencana.<\/p>\n<p>Arti lainnya agar lebih memahaminya yaitu <em>uptime<\/em> adalah jumlah waktu layanan yang tersisa secara operasional. Sedangkan\u00a0<em>downtime<\/em>\u00a0adalah jumlah waktu yang dimiliki suatu layanan yang mengalami gangguan operasional yang menjadikannya fungsionalitas utamanya\u00a0<em>unavailable<\/em>\u00a0(tidak tersedia).<\/p>\n<p>Selain itu, perlu diketahui bahwa merupakan hal yang umum untuk suatu layanan untuk menargetkan <em>availability<\/em> (ketersediaan) 99,99% atau lebih tinggi sebagai berikut :<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><strong>Uptime<\/strong><\/td>\n<td><strong>Downtime (bulanan)<\/strong><\/td>\n<td><strong>Dikenal sebagai<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>99%<\/td>\n<td>7,3 jam<\/td>\n<td><em>Two nines<\/em>\u00a0(dua sembilan)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>99,9%<\/td>\n<td>43,8 menit<\/td>\n<td><em>Three nines<\/em>\u00a0(tiga sembilan)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>99,99%<\/td>\n<td>4,38 menit<\/td>\n<td><em>Four nines<\/em>\u00a0(empat sembilan)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>99,999%<\/td>\n<td>26,28 detik<\/td>\n<td><em>Five nines<\/em>\u00a0(lima sembilan)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>99,9999%<\/td>\n<td>2,628 detik<\/td>\n<td><em>Six nines<\/em>\u00a0(enam sembilan)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Di bawah ini adalah table perbedaan antara\u00a0<em>uptime<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>downtime<\/em> yang perlu diketahui :<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><strong>Uptime<\/strong><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><strong>Downtime<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Persentase waktu suatu layanan tetap beroperasi selama sebulan atau setahun.<\/td>\n<td>Jumlah waktu layanan mengalami gangguan fungsi utama dalam satu bulan atau tahun.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"kk-star-ratings kksr-auto kksr-align-right kksr-valign-bottom\"\n    data-payload='{&quot;align&quot;:&quot;right&quot;,&quot;id&quot;:&quot;7270&quot;,&quot;slug&quot;:&quot;default&quot;,&quot;valign&quot;:&quot;bottom&quot;,&quot;ignore&quot;:&quot;&quot;,&quot;reference&quot;:&quot;auto&quot;,&quot;class&quot;:&quot;&quot;,&quot;count&quot;:&quot;0&quot;,&quot;legendonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;readonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;score&quot;:&quot;0&quot;,&quot;starsonly&quot;:&quot;&quot;,&quot;best&quot;:&quot;5&quot;,&quot;gap&quot;:&quot;0&quot;,&quot;greet&quot;:&quot;Jadilah yang pertama untuk memberi nilai&quot;,&quot;legend&quot;:&quot;0\\\/5 - (0 votes)&quot;,&quot;size&quot;:&quot;22&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting&quot;,&quot;width&quot;:&quot;0&quot;,&quot;_legend&quot;:&quot;{score}\\\/{best} - ({count} {votes})&quot;,&quot;font_factor&quot;:&quot;1.25&quot;}'>\n            \n<div class=\"kksr-stars\">\n    \n<div class=\"kksr-stars-inactive\">\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"1\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"2\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"3\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"4\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" data-star=\"5\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n    \n<div class=\"kksr-stars-active\" style=\"width: 0px;\">\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n            <div class=\"kksr-star\" style=\"padding-right: 0px\">\n            \n\n<div class=\"kksr-icon\" style=\"width: 22px; height: 22px;\"><\/div>\n        <\/div>\n    <\/div>\n<\/div>\n                \n\n<div class=\"kksr-legend\" style=\"font-size: 17.6px;\">\n            <span class=\"kksr-muted\">Jadilah yang pertama untuk memberi nilai<\/span>\n    <\/div>\n    <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Downtime Downtime adalah istilah subjektif tetapi pada definisi yang paling dasar yang merupakan kebalikan dari\u00a0uptime. Selama masa-masa awal internet,\u00a0downtime\u00a0biasanya berarti situs tidak dapat memberikan akses kepada pengguna. Saat ini,\u00a0downtime\u00a0lebih kompleks dari sekedar itu. Sebagian besar menganggap situs\u00a0down\u00a0saat pengguna tidak dapat menyelesaikan tugas yang ingin mereka lakukan, misalnya situs web eCommerce\u00a0down\u00a0jika pengguna tidak dapat melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":7290,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":{"twitter_2392824914_2392824914":""},"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[3,30],"tags":[2169,2168,2167,2170,2171],"class_list":["post-7270","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-hosting","tag-cara-menghindari-downtime","tag-pengertian-downtime","tag-pengertian-uptime","tag-penyebab-downtime","tag-perbedaan-uptime-dan-downtime"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime-300x182.png",300,182,true],"full":["https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png",1642,994,false]},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting - Hosteko Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting - Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian Downtime Downtime adalah istilah subjektif tetapi pada definisi yang paling dasar yang merupakan kebalikan dari\u00a0uptime. Selama masa-masa awal internet,\u00a0downtime\u00a0biasanya berarti situs tidak dapat memberikan akses kepada pengguna. Saat ini,\u00a0downtime\u00a0lebih kompleks dari sekedar itu. Sebagian besar menganggap situs\u00a0down\u00a0saat pengguna tidak dapat menyelesaikan tugas yang ingin mereka lakukan, misalnya situs web eCommerce\u00a0down\u00a0jika pengguna tidak dapat melakukan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hosteko Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-11-03T09:12:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1642\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"994\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Risa Y\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Risa Y\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting\"},\"author\":{\"name\":\"Risa Y\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\"},\"headline\":\"Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting\",\"datePublished\":\"2020-11-03T09:12:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting\"},\"wordCount\":1063,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png\",\"keywords\":[\"cara menghindari downtime\",\"Pengertian downtime\",\"Pengertian Uptime\",\"penyebab downtime\",\"perbedaan uptime dan downtime\"],\"articleSection\":[\"Blog\",\"hosting\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting\",\"name\":\"Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting - Hosteko Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png\",\"datePublished\":\"2020-11-03T09:12:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png\",\"width\":1642,\"height\":994},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"name\":\"Hosteko Blog\",\"description\":\"Berita &amp; Informasi Dunia IT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"HOSTEKO\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png\",\"width\":195,\"height\":57,\"caption\":\"HOSTEKO\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b\",\"name\":\"Risa Y\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Risa Y\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting - Hosteko Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting - Hosteko Blog","og_description":"Pengertian Downtime Downtime adalah istilah subjektif tetapi pada definisi yang paling dasar yang merupakan kebalikan dari\u00a0uptime. Selama masa-masa awal internet,\u00a0downtime\u00a0biasanya berarti situs tidak dapat memberikan akses kepada pengguna. Saat ini,\u00a0downtime\u00a0lebih kompleks dari sekedar itu. Sebagian besar menganggap situs\u00a0down\u00a0saat pengguna tidak dapat menyelesaikan tugas yang ingin mereka lakukan, misalnya situs web eCommerce\u00a0down\u00a0jika pengguna tidak dapat melakukan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting","og_site_name":"Hosteko Blog","article_published_time":"2020-11-03T09:12:11+00:00","og_image":[{"width":1642,"height":994,"url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png","type":"image\/png"}],"author":"Risa Y","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Risa Y","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting"},"author":{"name":"Risa Y","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b"},"headline":"Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting","datePublished":"2020-11-03T09:12:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting"},"wordCount":1063,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png","keywords":["cara menghindari downtime","Pengertian downtime","Pengertian Uptime","penyebab downtime","perbedaan uptime dan downtime"],"articleSection":["Blog","hosting"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting","name":"Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting - Hosteko Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png","datePublished":"2020-11-03T09:12:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#primaryimage","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png","width":1642,"height":994},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-di-hosting#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hosteko.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Uptime dan Downtime di Hosting"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","name":"Hosteko Blog","description":"Berita &amp; Informasi Dunia IT","publisher":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#organization","name":"HOSTEKO","url":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","contentUrl":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo-hosteko.png","width":195,"height":57,"caption":"HOSTEKO"},"image":{"@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/c1d3dbd7c27bd3574f8c7042165a660b","name":"Risa Y","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eac241dffbc583c56ba1ff19703f5623dab2b6a88bbb0583e815230564dac5e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Risa Y"}}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/hosteko.com\/htk-blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/uptime-downtime.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7270"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7270\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7290"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hosteko.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}