Cara Cek Besar Inode di Server Linux

Inde adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan semua informasi file di akun hosting. Inodes dapat berisi folder, file, gambar, dan file apa pun yang memuat pada panel hosting. Setiap akun hosting memiliki nomor batasan inode tergantung pada ukuran akomodasi. Misalnya, dalam folder ada 10 gambar dan file, maka jumlah inode yang tak terhitung jumlahnya adalah 12 inodes. Jadi setiap folder, file dan sejenisnya dihitung satu.

Ketika inodes telah mencapai batasnya, situs web tidak dapat berfungsi seperti sebelumnya. Situs web masih dapat digunakan seperti biasa, tetapi sehingga kegiatan tambahan dapat dilakukan. Solusi yang dapat dilakukan adalah menghapus beberapa file yang tidak perlu atau memperbarui kapasitas hosting terbesar.

Untuk Cek besar inode secara keseluruhan, silahkan gunakan perintah berikut:

df -i

Misalnya, di sini kita asumsikan bahwa Inode partisi “/” sudah penuh, jalankan skrip di bawah ini untuk menemukan Besar Inode di dalam direktori.

for i in /*; do echo $i; find $i |wc -l; done

Dari perintah di atas, Anda akan mendapatkan daftar direktori dengan jumlah file.

[root@server ~]# for i in /*; do echo $i; find $i |wc -l; done
/bin
1
/boot
353
/dev
342
/etc
2729
/home
382064
/lib
1
/lib64
1
/lost+found
1
/media
1
/mnt
1
/opt
4
/privkey.pem
1
/proc
170846
/root
3383
/run
494
/sbin
1
/srv
1
/sys
24477
/tmp
521
/usr
216186
/var
10419627
/webadmin.csr
1

di sini kita bisa melihat bahwa /var memiliki jumlah file yang besar/ banyak. dari sini kita bisa melihat lebih detail lagi isi folder /var dengan menjalankan perintah berikut.

for i in /var/*; do echo $i; find $i |wc -l; done

Demikian juga, Anda akan menemukan direktori dengan sejumlah file besar dan pastikan sebelum menghapus cek kembali, apakah file tersebut penting atau tidak.

 

CATATAN: Jangan hapus file sistem penting. Setelah menghapus file, coba temukan akar penyebab masalah. Jika itu file log, coba temukan kesalahan mana yang memicu pada file log dan coba selesaikan kesalahan tersebut.

3.7/5 - (3 votes)
Tri Wahyudi

Recent Posts

Mengamankan Server Cyberpanel dengan Fail2ban dan Firewalld

setelah firewalld berhasil di aktifkan di cyberpanel. dan untuk mengantisipasi serangan dari luar terhadap server…

6 hours ago

Cara Mengaktifkan Firewalld di Server Cyberpanel

bagi pengguna CSF yang ingin beralih firewall dari CSF ke FirewallD berikut langkah-langkahnya. Silahkan uninstall…

9 hours ago

Cara menghapus CSF (ConfigServer Security & Firewall) dari server cyberpanel

saat ini CSF sudah tidak di kembangkan lagi, sehingga sudah tidak kompatibel dengan cyberpanel versi…

9 hours ago

Cara mengatasi Errors during downloading metadata for repository ‘gf’ saat menjalankan update linux

saat menjalankan perintah: yum update -y Keluar pesan error seperti berikut: [root@server ~]# yum update…

10 hours ago

Mengatasi error ‘tech_domains’ array in /etc/cpanel/ea4/ea4-metainfo.json contained only invalid or empty entries pada cpanel

Saat akses file manager ataupun DNS Zone Manager, keluar error seperti berikut: A warning occurred…

9 months ago

Cara Secure Partisi /tmp di WHM/Cpanel

cPanel & WHM juga menawarkan skrip bawaan yang memaksimalkan keamanan partisi /tmp. Hal ini dilakukan…

1 year ago