HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Pharming : Cara Kerja, Jenis, & Perbedaannya dengan Phising

Di era digital, hampir semua aktivitas dapat dilakukan secara online, mulai dari berbelanja, mengakses layanan perbankan, hingga mengelola akun media sosial. Kemudahan ini memang membawa banyak manfaat, tetapi juga diiringi dengan meningkatnya ancaman keamanan siber yang semakin canggih. Salah satu ancaman yang sering luput dari perhatian adalah pharming.

Berbeda dengan penipuan digital yang mengandalkan tautan mencurigakan atau email palsu, pharming bekerja secara diam-diam. Pengguna dapat mengetik alamat website yang benar di browser, tetapi tanpa disadari justru diarahkan ke situs palsu yang tampilannya sangat mirip dengan situs asli. Akibatnya, data penting seperti username, password, nomor kartu kredit, hingga informasi perbankan bisa dicuri oleh pelaku kejahatan siber.

Karena metode serangannya tidak mudah dikenali, pharming sering dianggap lebih berbahaya dibandingkan phishing. Bahkan pengguna yang sudah berhati-hati sekalipun masih berpotensi menjadi korban jika sistem atau jaringan yang digunakan telah disusupi.

Lantas, apa sebenarnya pharming? Bagaimana cara kerjanya, apa saja jenis-jenisnya, dan mengapa ancaman ini begitu berbahaya? Simak pembahasannya berikut ini.

Apa Itu Pharming?

Pharming adalah serangan siber yang bertujuan mengalihkan pengguna dari website asli ke website palsu tanpa sepengetahuan mereka. Tujuan utama serangan ini adalah mencuri data sensitif, seperti:

  • Username dan password
  • Informasi rekening bank
  • Data kartu kredit atau debit
  • PIN dan kode OTP
  • Informasi identitas pribadi

Istilah pharming merupakan gabungan dari kata phishing dan farming. Kata farming menggambarkan bagaimana pelaku “memanen” data korban dalam jumlah besar setelah berhasil mengalihkan mereka ke situs palsu.

Yang membuat pharming sangat berbahaya adalah korban tidak perlu mengklik tautan mencurigakan. Mereka cukup membuka website seperti biasa, misalnya dengan mengetik alamat bank atau marketplace favorit di browser. Namun, karena sistem telah dimanipulasi, browser justru mengarahkan pengguna ke halaman palsu yang tampilannya hampir identik dengan website resmi.

Sebagai contoh, seseorang ingin mengakses situs internet banking. Ia mengetik alamat website bank yang benar, tetapi ternyata browser menampilkan halaman login palsu. Karena tampilannya sangat meyakinkan, korban memasukkan username dan password. Tanpa disadari, informasi tersebut langsung dikirim kepada pelaku.

Setelah mendapatkan data tersebut, pelaku dapat mencoba masuk ke akun korban, melakukan transaksi ilegal, atau menjual informasi pribadi di pasar gelap.

Mengapa Pharming Sangat Berbahaya?

Ada beberapa alasan mengapa pharming termasuk salah satu ancaman siber yang perlu diwaspadai.

1. Sulit Dikenali

Website palsu yang digunakan dalam serangan pharming biasanya dibuat sangat mirip dengan website asli. Mulai dari logo, warna, tata letak, hingga formulir login dirancang agar pengguna tidak curiga.

2. Tidak Memerlukan Interaksi Korban

Pada banyak kasus phishing, korban masih harus mengklik tautan atau membuka lampiran berbahaya. Sebaliknya, pharming dapat bekerja bahkan ketika pengguna mengetik alamat website yang benar.

3. Dapat Menyerang Banyak Pengguna Sekaligus

Jika pelaku berhasil menyerang server DNS atau router jaringan, seluruh pengguna yang terhubung ke jaringan tersebut berpotensi diarahkan ke website palsu secara bersamaan.

4. Menargetkan Informasi Bernilai Tinggi

Pelaku biasanya mengincar website yang menyimpan data penting, seperti:

  • Internet banking
  • Marketplace
  • Email
  • Media sosial
  • Layanan pembayaran digital
  • Portal perusahaan

Bagaimana Cara Kerja Pharming?

Untuk memahami cara kerja pharming, terlebih dahulu kita perlu mengetahui bagaimana browser menemukan sebuah website.

Saat Anda mengetik alamat seperti www.contohwebsite.com, komputer sebenarnya tidak langsung mengetahui lokasi website tersebut. Browser akan meminta bantuan Domain Name System (DNS) untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP server tempat website berada.

Proses normalnya adalah sebagai berikut:

  1. Pengguna mengetik alamat website.
  2. Browser mengirim permintaan ke server DNS.
  3. DNS memberikan alamat IP yang benar.
  4. Browser terhubung ke server asli.
  5. Website resmi ditampilkan kepada pengguna.

Pada serangan pharming, proses tersebut dimanipulasi sehingga browser memperoleh alamat IP palsu. Akibatnya, pengguna diarahkan ke website tiruan meskipun alamat yang diketik sudah benar.

Berikut beberapa teknik yang umum digunakan.

a. Manipulasi DNS (DNS Poisoning)

Metode yang paling sering digunakan adalah DNS Poisoning atau DNS Cache Poisoning.

Dalam teknik ini, pelaku mengubah data pada server DNS sehingga alamat domain mengarah ke server milik penyerang.

Sebagai ilustrasi:

Normalnya:

www.bankabc.com
↓
192.168.xxx.xxx
(Server resmi)

Setelah DNS dimanipulasi:

www.bankabc.com
↓
111.222.xxx.xxx
(Server palsu)

Karena browser mempercayai informasi dari DNS, pengguna akan otomatis membuka website palsu tanpa menyadarinya.

b. Malware pada Perangkat

Pharming juga dapat dilakukan dengan menginfeksi perangkat korban menggunakan malware.

Malware tersebut dapat masuk melalui:

  • Mengunduh software bajakan
  • Lampiran email berbahaya
  • Website yang telah disusupi
  • Flashdisk yang terinfeksi
  • Aplikasi dari sumber tidak resmi

Setelah berhasil masuk, malware dapat mengubah konfigurasi jaringan atau file Hosts pada sistem operasi.

File Hosts berfungsi sebagai daftar alamat website lokal. Jika file ini diubah, komputer akan mengabaikan DNS dan langsung menuju alamat IP yang telah ditentukan oleh malware.

Sebagai contoh:

www.bankabc.com
↓
Server palsu

Akibatnya, setiap kali pengguna membuka website tersebut, browser selalu diarahkan ke halaman palsu.

c. Redirect ke Website Palsu

Tahap terakhir dari serangan pharming adalah mengarahkan korban ke website palsu.

Website tiruan biasanya memiliki karakteristik seperti:

  • Logo identik dengan website resmi.
  • Desain hampir sama.
  • Form login yang menyerupai aslinya.
  • Menu navigasi yang mirip.
  • Menggunakan nama domain yang sulit dibedakan.

Misalnya:

Website asli:

https://bankabc.com

Website palsu:

https://bankabcc.com

atau

https://secure-bankabc.com

Bahkan pada beberapa kasus, pelaku berhasil membuat website dengan sertifikat HTTPS sehingga korban semakin sulit membedakan mana situs asli dan mana yang palsu.

Ketika korban memasukkan informasi login, data tersebut langsung dikirim ke server pelaku. Dalam beberapa skenario, website palsu kemudian akan mengarahkan korban kembali ke website asli agar korban tidak menyadari bahwa datanya telah dicuri.

Jenis-Jenis Pharming

Meskipun tujuan akhirnya sama, yaitu mencuri informasi sensitif pengguna, serangan pharming dapat dilakukan melalui beberapa metode yang berbeda. Memahami jenis-jenisnya dapat membantu Anda mengenali risiko dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat.

1. Local Pharming

Local pharming merupakan serangan yang menargetkan perangkat individu. Pelaku biasanya menyisipkan malware yang mengubah pengaturan jaringan atau file Hosts pada komputer maupun laptop korban.

Karena perubahan dilakukan secara lokal, hanya perangkat yang terinfeksi yang akan mengalami pengalihan ke situs palsu. Jenis serangan ini umumnya terjadi akibat pengguna mengunduh aplikasi dari sumber tidak tepercaya, membuka lampiran email berbahaya, atau menginstal perangkat lunak bajakan.

2. DNS Pharming

DNS pharming terjadi ketika pelaku berhasil menyerang server DNS. Dengan memanipulasi data pada server tersebut, alamat domain yang seharusnya mengarah ke website resmi akan dialihkan ke server milik penyerang.

Jenis serangan ini jauh lebih berbahaya karena dapat memengaruhi banyak pengguna sekaligus. Selama server DNS masih menyimpan informasi yang telah dimanipulasi, setiap pengguna yang mengakses domain tersebut berpotensi diarahkan ke situs palsu tanpa menyadarinya.

3. Router Pharming

Router pharming menargetkan router yang digunakan di rumah atau kantor. Jika pelaku berhasil masuk ke halaman administrasi router, misalnya karena pengguna masih memakai username dan password bawaan, mereka dapat mengubah konfigurasi DNS pada perangkat tersebut.

Akibatnya, seluruh perangkat yang terhubung ke router, seperti komputer, laptop, smartphone, hingga smart TV, dapat diarahkan ke website palsu. Inilah sebabnya mengganti kredensial default router dan rutin memperbarui firmware menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serangan.

Perbedaan Pharming dan Phishing

Banyak orang menganggap pharming dan phishing adalah ancaman yang sama. Padahal, keduanya memiliki cara kerja yang berbeda meskipun sama-sama bertujuan mencuri informasi sensitif.

Aspek Pharming Phishing
Cara kerja Mengalihkan pengguna ke website palsu melalui manipulasi DNS atau malware Menipu pengguna agar mengklik tautan atau membuka lampiran berbahaya
Interaksi korban Tidak selalu membutuhkan tindakan khusus selain mengunjungi website Korban harus mengklik tautan, membuka file, atau memberikan informasi secara sukarela
Media yang digunakan Manipulasi DNS, router, atau file Hosts Email, SMS, media sosial, aplikasi chat, atau telepon
Tingkat kesulitan deteksi Lebih sulit dikenali karena URL yang diketik bisa benar Relatif lebih mudah dikenali melalui tautan atau pesan mencurigakan
Target serangan Sistem DNS, perangkat, atau jaringan Psikologi dan kepercayaan pengguna

Singkatnya, phishing mengandalkan rekayasa sosial (social engineering) untuk membujuk korban melakukan tindakan tertentu, sedangkan pharming memanfaatkan manipulasi teknis pada sistem jaringan atau perangkat agar korban otomatis diarahkan ke situs palsu. Oleh karena itu, pharming sering dianggap lebih sulit dideteksi dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas jika menyerang infrastruktur jaringan.

Penutup

Pharming merupakan salah satu ancaman siber yang patut diwaspadai karena mampu mengarahkan pengguna ke website palsu tanpa perlu mengklik tautan mencurigakan. Dengan memanfaatkan celah pada sistem DNS, perangkat, atau router, pelaku dapat mencuri informasi sensitif seperti username, password, hingga data perbankan tanpa disadari oleh korbannya.

Memahami pengertian, cara kerja, jenis-jenis, serta perbedaan antara pharming dan phishing menjadi langkah awal untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di internet. Semakin baik pemahaman Anda terhadap metode serangan ini, semakin besar pula peluang untuk menghindari risiko pencurian data dan penyalahgunaan akun.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas contoh serangan pharming yang sering terjadi, dampaknya bagi individu maupun perusahaan, tanda-tanda perangkat atau jaringan yang mungkin telah menjadi korban, serta berbagai langkah efektif untuk mencegah serangan pharming agar aktivitas digital Anda tetap aman.

Ingin memperdalam pengetahuan seputar jaringan komputer, server, keamanan siber, VPS, cloud computing, hingga berbagai teknologi terbaru? Kunjungi Blog Hosteko untuk menemukan artikel informatif, panduan praktis, dan tips teknologi yang selalu diperbarui agar Anda semakin mahir mengelola infrastruktur digital.

5/5 - (4 votes)
Mulki A. A

Recent Posts

Apa Itu Average Order Value (AOV)? Pengertian, Rumus, dan Strategi Meningkatkannya

Dalam dunia bisnis, khususnya e-commerce dan pemasaran digital, meningkatkan jumlah pelanggan memang penting. Namun, meningkatkan…

1 hour ago

Apa Itu Message Queue? Panduan Lengkap untuk Membangun Aplikasi Berkinerja Tinggi

Dalam pengembangan aplikasi modern, komunikasi antar sistem menjadi semakin kompleks. Sebuah aplikasi tidak lagi berdiri…

4 hours ago

Psikologi Warna: Arti, Manfaat, dan Pengaruhnya terhadap Emosi

Pernahkah Anda merasa lebih tenang saat berada di ruangan bernuansa biru, atau justru lebih bersemangat…

7 hours ago

Apa Itu Data Lake? Solusi Modern untuk Mengelola Big Data Secara Efisien

Di era transformasi digital, perusahaan menghasilkan data dalam jumlah yang sangat besar setiap harinya. Data…

24 hours ago

Apa Itu Canonical URL? Panduan Lengkap agar Website Lebih SEO Friendly

Dalam optimasi mesin pencari (SEO), kualitas konten bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi peringkat website. Struktur…

1 day ago

Apa Itu Customer Engagement? Kunci Meningkatkan Loyalitas Pelanggan dan Penjualan

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, menawarkan produk atau layanan berkualitas saja tidak lagi…

1 day ago