(0275) 2974 127
Setelah mengetahui fungsi Termux, langkah berikutnya adalah memasangnya di perangkat Android. Sumber instalasi perlu diperhatikan, karena Termux memiliki beberapa jalur distribusi dan build dari sumber yang berbeda tidak selalu identik.
Situs resmi Termux menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan terminal emulator dan lingkungan Linux untuk Android yang dapat digunakan tanpa melakukan root pada perangkat. Setelah instalasi awal, pengguna dapat memasang package tambahan melalui sistem package management berbasis APT.
Untuk instalasi Termux, pengguna sebaiknya mengutamakan sumber yang tercantum dalam dokumentasi proyek Termux, terutama:
Repository resmi Termux di GitHub menyediakan source code aplikasi sekaligus halaman release untuk distribusi aplikasinya.
Situs resmi Termux: Termux
Repository Termux di GitHub: Termux App di GitHub
Termux di F-Droid: Termux di F-Droid
Termux memiliki akses ke lingkungan terminal, jaringan, dan berbagai package. Karena itu, mengunduh APK dari sumber pihak ketiga yang tidak jelas asal-usulnya dapat meningkatkan risiko memperoleh aplikasi yang tidak sesuai dengan build resmi atau telah dimodifikasi.
Untuk aplikasi seperti Termux, asal APK sama pentingnya dengan versi aplikasinya.
Hindari menjadikan situs APK pihak ketiga yang tidak jelas sebagai sumber utama hanya karena menawarkan versi yang diklaim “terbaru”, “premium”, atau sudah dimodifikasi.
Salah satu cara yang dapat digunakan adalah melalui F-Droid.
Halaman Termux di F-Droid mencantumkan Termux sebagai terminal emulator dengan koleksi package. F-Droid juga menjelaskan bahwa build yang tersedia di platform tersebut dibuat dan ditandatangani oleh F-Droid.
Langkah umumnya:
Halaman F-Droid yang diperiksa saat ini mencantumkan Android 7.0 atau lebih baru sebagai persyaratan untuk build Termux yang tersedia di sana. Halaman tersebut juga mencantumkan beberapa arsitektur, yaitu arm64-v8a, armeabi-v7a, x86, dan x86_64. Persyaratan ini dapat berubah pada versi mendatang.
F-Droid menyediakan sistem distribusi aplikasi open source. Pada halaman Termux, F-Droid merekomendasikan penggunaan client F-Droid untuk memperoleh pembaruan dibandingkan mengunduh APK secara langsung.
Alternatif lainnya adalah mengunduh release Termux dari repository GitHub resmi.
Repository termux-app merupakan repository aplikasi Termux. Halaman Releases digunakan untuk menyediakan versi aplikasi yang telah dirilis.
Secara umum, prosesnya:
Jika Android menampilkan peringatan bahwa instalasi dari sumber tersebut tidak diizinkan, pengguna mungkin perlu mengaktifkan izin Install Unknown Apps untuk aplikasi yang digunakan membuka APK. Nama dan lokasi pengaturan dapat berbeda tergantung versi Android dan antarmuka produsen perangkat.
Setelah instalasi selesai, izin tersebut dapat ditinjau kembali melalui pengaturan Android.
Hal penting yang sering terlewat adalah jangan mencampur instalasi Termux dari sumber distribusi berbeda.
Dokumentasi resmi proyek menjelaskan bahwa APK Termux dari sumber berbeda menggunakan signing key yang berbeda. Aplikasi Termux dan plugin-nya juga menggunakan mekanisme yang mengharuskan APK terkait memiliki signature key yang konsisten agar dapat bekerja bersama.
Contohnya, apabila pengguna memasang Termux dari F-Droid, kemudian mencoba memperbaruinya menggunakan APK dari sumber lain, proses upgrade dapat gagal karena perbedaan signature.
Hal yang sama perlu diperhatikan ketika menggunakan add-on Termux seperti Termux:API. Sebaiknya aplikasi utama dan add-on berasal dari jalur distribusi yang sama.
Bagian ini perlu diperhatikan karena status distribusi Termux di Google Play pernah mengalami perubahan.
Termux memang memiliki build yang tersedia melalui Google Play, tetapi build tersebut merupakan jalur pengembangan tersendiri. Repository resmi Termux menjelaskan bahwa build Google Play menggunakan codebase yang berbeda dari build yang digunakan untuk F-Droid dan repository utama GitHub.
Perbedaan tersebut berkaitan antara lain dengan persyaratan Google Play dan perubahan yang diperlukan agar Termux dapat berjalan dengan persyaratan Android yang berlaku di Google Play.
Karena itu, jangan berasumsi bahwa aplikasi Termux dari Google Play merupakan build yang identik dengan Termux dari F-Droid atau GitHub.
Jika ingin mengikuti jalur release utama yang didokumentasikan proyek Termux, pengguna sebaiknya merujuk langsung ke halaman instalasi resmi dan repository yang sesuai dengan jalur distribusinya.
Pada penggunaan pertama, Termux menyiapkan lingkungan dasar. Situs resmi Termux menjelaskan bahwa lingkungan tersebut dapat diperluas dengan package tambahan melalui sistem package management APT.
Setelah membuka Termux, pengguna dapat memperbarui daftar package dengan:
pkg update
Kemudian, package yang sudah terpasang dapat diperbarui menggunakan:
pkg upgrade
Untuk memasang package tertentu, misalnya Git:
pkg install git
Perintah tersebut akan dibahas lebih mendalam pada bagian berikutnya ketika membahas package manager dan perintah dasar Termux.
Secara default, lingkungan Termux memiliki direktori penyimpanannya sendiri. Jika pengguna ingin mengakses sebagian penyimpanan bersama Android, Termux menyediakan mekanisme untuk menyiapkan akses tersebut.
Perintah yang umum digunakan adalah:
termux-setup-storage
Pada penggunaan yang didukung, perintah tersebut dapat meminta izin akses storage dan membuat struktur ~/storage yang menyediakan akses ke lokasi penyimpanan bersama.
Namun, perilaku fitur storage dapat dipengaruhi oleh versi Android, versi Termux, serta perangkat yang digunakan. Terdapat laporan masalah terkait termux-setup-storage pada beberapa versi Android, sehingga pengguna tidak sebaiknya menganggap hasilnya akan selalu identik pada semua perangkat.
Jangan memberikan izin lebih luas daripada yang diperlukan. Permission sebaiknya diberikan berdasarkan kebutuhan penggunaan.
Tidak.
Salah satu kelebihan Termux adalah dapat digunakan tanpa melakukan root pada Android. Situs resmi Termux secara eksplisit menyebutkan bahwa aplikasi tersebut dapat bekerja tanpa rooting atau konfigurasi khusus.
Jadi, pengguna tidak perlu melakukan root hanya untuk:
Root baru menjadi relevan untuk tugas tertentu yang memang membutuhkan akses sistem di luar hak yang diberikan Android kepada aplikasi biasa.
Kompatibilitas Termux tidak hanya bergantung pada APK, tetapi juga pada versi Android, arsitektur perangkat, dan jalur distribusi yang digunakan.
Sebagai contoh, halaman F-Droid yang diperiksa saat ini mencantumkan build Termux yang membutuhkan Android 7.0 atau lebih baru dan menyediakan beberapa arsitektur, termasuk arm64-v8a, armeabi-v7a, x86, dan x86_64.
Karena Termux terus dikembangkan dan setiap jalur distribusi dapat memiliki build serta persyaratan yang berbeda, persyaratan tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai angka yang berlaku selamanya.
Sebelum melakukan instalasi baru, periksa halaman release atau halaman distribusi resmi yang sesuai dengan sumber yang akan digunakan.
Cara memasang Termux sebenarnya cukup sederhana, tetapi pemilihan sumber instalasi merupakan bagian yang penting. Pengguna sebaiknya mengutamakan sumber yang tercantum dalam dokumentasi proyek, seperti F-Droid dan GitHub resmi Termux, serta menghindari APK modifikasi atau file dari situs yang tidak jelas.
Termux juga tidak membutuhkan root untuk penggunaan normal. Setelah terpasang, pengguna dapat memperbarui package dan memasang berbagai tool sesuai kebutuhan.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah jangan mencampur versi Termux dari sumber distribusi yang berbeda, karena perbedaan signing key dapat menyebabkan proses upgrade atau integrasi dengan add-on tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pada Bagian 4, pembahasan dapat dilanjutkan dengan mengenal tampilan Termux, terminal, shell, direktori $HOME, $PREFIX, serta struktur dasar lingkungan Termux agar pembaca pemula tidak bingung saat mulai mengetik perintah.
Ingin mempelajari lebih banyak seputar web development, cloud computing, keamanan siber, server, hingga berbagai tren teknologi terbaru? Kunjungi blog Hosteko untuk mendapatkan artikel yang informatif, mudah dipahami, dan selalu diperbarui mengikuti perkembangan dunia digital.
Jangan lewatkan berbagai panduan, tips, serta tutorial yang dapat membantu Anda mengembangkan website, meningkatkan performa bisnis online, dan memperluas wawasan di bidang teknologi. Temukan artikel menarik lainnya hanya di Hosteko Blog dan terus ikuti informasi terbaru untuk mendukung perjalanan digital Anda.
Keamanan perangkat lunak tidak seharusnya baru diperhatikan setelah aplikasi selesai dibuat. Jika keamanan baru ditambahkan…
Setelah Termux berhasil diinstal, pengguna akan berhadapan dengan tampilan yang mungkin terlihat sederhana: layar terminal…
Perkembangan artificial intelligence (AI) tidak lagi hanya berkaitan dengan chatbot atau kemampuan menghasilkan teks, gambar,…
Bagi pengguna Android yang ingin belajar Linux, pemrograman, atau administrasi server, biasanya komputer digunakan untuk…
Gambar merupakan salah satu elemen penting dalam sebuah website. Foto produk, banner, thumbnail artikel, ilustrasi,…
Serangan siber modern jarang terjadi hanya karena satu kerentanan. Dalam banyak kasus, penyerang memanfaatkan beberapa…