HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Cara Melihat dan Mengubah SSID WiFi dengan Mudah

Setelah memahami pengertian dan fungsi SSID, langkah berikutnya adalah mengetahui cara melihat serta mengatur SSID pada perangkat. Bagi pengguna biasa, SSID umumnya terlihat sebagai nama WiFi yang muncul ketika membuka pengaturan jaringan.

Sementara bagi pemilik atau administrator jaringan, SSID dapat dikonfigurasi melalui router atau access point. Pengaturan tersebut dapat mencakup perubahan nama jaringan, pengaturan keamanan, hingga menentukan apakah nama jaringan akan ditampilkan kepada perangkat di sekitarnya.

Setiap router dapat memiliki tampilan menu yang berbeda. Oleh karena itu, nama menu dalam panduan berikut dapat berbeda tergantung merek, model, firmware, versi sistem operasi, atau perangkat dari penyedia layanan internet.

Cara Mengetahui SSID WiFi

Cara paling mudah mengetahui SSID adalah dengan membuka daftar jaringan WiFi yang tersedia pada perangkat. Nama jaringan yang ditampilkan pada daftar tersebut umumnya merupakan SSID.

1. Melihat SSID di Android

Pada perangkat Android, langkahnya secara umum adalah:

  1. Buka Pengaturan.
  2. Pilih menu WiFi, Internet, atau menu jaringan yang sesuai.
  3. Aktifkan WiFi jika belum aktif.
  4. Perhatikan daftar jaringan yang tersedia.
  5. Nama jaringan yang ditampilkan merupakan SSID.

Jika perangkat sudah terhubung ke WiFi, biasanya nama jaringan yang sedang digunakan akan ditandai sebagai jaringan aktif.

Perlu diperhatikan bahwa tampilan dan nama menu Android dapat berbeda antara produsen dan versi sistem operasi. Pada beberapa perangkat Android, misalnya, pengaturan WiFi berada melalui Setelan → Jaringan & internet → Internet.

2. Melihat SSID di iPhone

Pada iPhone, pengguna dapat membuka:

Pengaturan → Wi-Fi

iPhone kemudian menampilkan jaringan WiFi yang tersedia. Nama jaringan yang dipilih merupakan SSID jaringan tersebut.

Untuk jaringan tersembunyi, perangkat Apple juga menyediakan cara untuk bergabung secara manual dengan memasukkan informasi jaringan yang diperlukan.

3. Melihat SSID di Windows

Pada komputer Windows, SSID dapat dilihat melalui menu jaringan pada taskbar atau melalui pengaturan Network & Internet.

Windows menampilkan jaringan WiFi yang tersedia dan memungkinkan pengguna memilih jaringan yang ingin digunakan. Jika jaringan membutuhkan password, pengguna perlu memasukkan password tersebut untuk terhubung.

4. Melihat SSID melalui Router

Jika ingin mengetahui SSID yang sedang dikonfigurasi pada router, pengguna dapat masuk ke halaman administrasi router.

Secara umum, langkahnya adalah:

  1. Hubungkan perangkat ke router.
  2. Buka alamat administrasi router melalui browser.
  3. Login menggunakan akun administrator.
  4. Buka menu Wireless, Wi-Fi, atau Wireless Settings.
  5. Cari bagian SSID, Wi-Fi Name, atau Network Name.

Lokasi dan nama menu dapat berbeda pada setiap perangkat. Pada sejumlah router TP-Link, pengaturan nama jaringan dapat ditemukan melalui halaman pengaturan wireless.

Cara Mengubah Nama SSID WiFi

Mengubah SSID biasanya dilakukan melalui halaman administrasi router atau aplikasi yang disediakan oleh produsen.

Secara umum, langkahnya sebagai berikut.

Langkah 1: Hubungkan Perangkat ke Router

Hubungkan laptop atau smartphone ke router menggunakan WiFi atau kabel Ethernet.

Jika memungkinkan, menggunakan kabel Ethernet saat melakukan konfigurasi wireless dapat membantu menjaga koneksi perangkat tetap aktif ketika pengaturan WiFi diubah. Pada perubahan wireless tertentu, perangkat yang sedang terhubung melalui WiFi dapat terputus setelah pengaturan diterapkan.

Langkah 2: Buka Halaman Administrasi Router

Buka browser kemudian akses alamat administrasi router sesuai petunjuk perangkat.

Alamat tersebut dapat berbeda antara satu router dengan router lainnya. Informasi mengenai alamat administrasi dan kredensial login biasanya tersedia pada dokumentasi produk, label perangkat, atau aplikasi resmi router.

Langkah 3: Login sebagai Administrator

Masukkan username dan password administrator router.

Perlu dibedakan antara password administrator router dan password WiFi. Keduanya dapat memiliki fungsi yang berbeda.

Password administrator digunakan untuk mengakses pengaturan router, sedangkan kredensial WiFi digunakan sesuai dengan mekanisme keamanan jaringan untuk mengizinkan perangkat terhubung ke jaringan wireless.

Langkah 4: Buka Pengaturan Wireless

Setelah berhasil masuk, cari menu seperti:

  • Wireless
  • Wi-Fi Settings
  • Wireless Settings
  • WLAN
  • Network
  • SSID

Pada beberapa router, pengaturan untuk jaringan 2,4 GHz dan 5 GHz dapat ditampilkan secara terpisah. Pada perangkat yang mendukung fitur seperti Smart Connect atau band steering, kedua band tersebut dapat menggunakan satu nama jaringan atau SSID yang sama.

Langkah 5: Ganti SSID

Cari kolom SSID, Wi-Fi Name, atau Network Name, kemudian masukkan nama jaringan baru.

Contohnya:

SSID lama:

TP-Link_XXXX

SSID baru:

Rumah-Mulki

Sebaiknya gunakan nama yang mudah dikenali dan tidak mengandung informasi pribadi yang tidak diperlukan.

Langkah 6: Simpan Pengaturan

Klik Save, Apply, atau tombol sejenis.

Ketika SSID diubah, perangkat yang sebelumnya terhubung dapat terputus karena konfigurasi jaringan telah berubah. Pada router tertentu, perubahan tersebut memang akan menyebabkan perangkat yang melakukan konfigurasi melalui WiFi terputus ketika pengaturan baru mulai diterapkan.

Setelah perubahan diterapkan, sambungkan kembali perangkat menggunakan SSID baru.

Apakah Mengubah SSID Akan Mengubah Password WiFi?

Tidak selalu.

SSID dan password merupakan pengaturan yang berbeda. Mengubah nama jaringan tidak otomatis berarti password harus diubah. Produsen router juga umumnya menyediakan pengaturan SSID dan password secara terpisah.

Misalnya:

Sebelum:

  • SSID: Rumah-Lama
  • Password: ContohPassword!2026

Sesudah:

  • SSID: Rumah-Baru
  • Password: ContohPassword!2026

Dalam contoh tersebut, hanya nama jaringan yang berubah.

Namun, ketika mengganti SSID, pengguna dapat sekaligus mengevaluasi keamanan password WiFi. Sebaiknya gunakan kredensial yang sulit ditebak dan hindari informasi pribadi yang mudah diketahui orang lain.

Cara Menyembunyikan SSID WiFi

Beberapa router menyediakan opsi Hide SSID, Hide Network Name, atau pengaturan serupa.

Ketika opsi tersebut diaktifkan, nama jaringan tidak ditampilkan dalam daftar jaringan WiFi biasa pada perangkat yang melakukan pemindaian. Pengguna yang ingin bergabung biasanya perlu memasukkan informasi jaringan secara manual.

Namun, terdapat satu hal penting yang perlu dipahami:

Hidden SSID bukan pengganti sistem keamanan WiFi.

Menyembunyikan nama jaringan tidak membuat jaringan menjadi tidak dapat dideteksi atau otomatis aman dari akses yang tidak sah. Apple bahkan merekomendasikan agar pengaturan jaringan tersembunyi dinonaktifkan dan menyarankan penggunaan konfigurasi keamanan yang tepat untuk melindungi jaringan.

Dalam kondisi tertentu, informasi mengenai jaringan tersembunyi masih dapat terungkap melalui proses komunikasi dan pencarian jaringan oleh perangkat. Karena itu, jangan mengandalkan hidden SSID sebagai lapisan keamanan utama.

Kapan Hidden SSID Bisa Digunakan?

Menyembunyikan SSID dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu ketika administrator tidak ingin nama jaringan ditampilkan dalam daftar jaringan biasa.

Namun, fitur ini sebaiknya dipahami sebagai pengaturan visibilitas, bukan sebagai metode enkripsi atau autentikasi.

Jika tujuan utamanya adalah mengamankan WiFi, fokus utama sebaiknya tetap pada:

  • Menggunakan standar keamanan WiFi yang sesuai.
  • Menggunakan password atau kredensial yang kuat.
  • Memperbarui firmware router.
  • Menggunakan konfigurasi keamanan yang direkomendasikan produsen.
  • Memisahkan jaringan tamu jika diperlukan.

Apple juga merekomendasikan penggunaan pengaturan keamanan router yang sesuai daripada mengandalkan hidden SSID untuk melindungi jaringan.

Cara Terhubung ke WiFi dengan Hidden SSID

Jika sebuah jaringan menggunakan hidden SSID, pengguna biasanya perlu memasukkan nama jaringan secara manual.

Pada perangkat yang mendukungnya, pengguna dapat memilih opsi untuk menambahkan atau bergabung dengan jaringan tersembunyi, kemudian memasukkan informasi seperti:

  • Nama jaringan atau SSID
  • Jenis keamanan
  • Password

Android, misalnya, menyediakan opsi Tambahkan jaringan dan pengaturan Jaringan Tersembunyi pada perangkat yang mendukung fitur tersebut.

Pada iPhone, pengguna juga dapat bergabung ke jaringan yang tidak ditampilkan dengan menggunakan opsi yang tersedia pada pengaturan WiFi.

Pada Windows, pilihan dan tampilan untuk menghubungkan jaringan tersembunyi dapat berbeda tergantung versi Windows dan konfigurasi perangkat.

Tips Membuat Nama SSID yang Baik

Menggunakan nama SSID yang tepat dapat membantu pengguna mengenali jaringan dengan mudah.

1. Gunakan Nama yang Mudah Dikenali

Contohnya:

Rumah-Mulki

lebih mudah dikenali daripada nama acak seperti:

WiFi-7F83A2

2. Hindari Informasi Pribadi

Sebaiknya jangan memasukkan informasi seperti:

  • Nomor telepon
  • Alamat rumah lengkap
  • Nomor identitas
  • Informasi pribadi lainnya

Nama SSID dapat terlihat oleh perangkat di sekitar jaringan.

3. Jangan Gunakan Password sebagai SSID

Hindari menjadikan password WiFi sebagai nama jaringan.

Contoh yang tidak disarankan:

SSID: WiFi-Rumah-12345678

Jika angka tersebut merupakan bagian dari password, penggunaan nama tersebut dapat membocorkan sebagian informasi yang seharusnya dirahasiakan.

4. Gunakan Penamaan yang Konsisten

Untuk jaringan dengan beberapa access point atau beberapa kebutuhan jaringan, penggunaan pola penamaan yang konsisten dapat membantu administrator.

Misalnya:

  • Office-Staff
  • Office-Guest
  • Office-IoT

Pada lingkungan yang mendukung beberapa SSID, masing-masing jaringan dapat dikonfigurasi dengan pengaturan keamanan atau akses yang berbeda.

5. Jangan Menganggap Nama SSID sebagai Fitur Keamanan

Nama SSID tidak seharusnya digunakan untuk menggantikan password atau mekanisme keamanan.

SSID pada dasarnya berfungsi sebagai identitas jaringan, sedangkan mekanisme autentikasi dan enkripsi digunakan untuk melindungi akses serta komunikasi wireless.

Apa yang Terjadi Setelah SSID Diubah?

Perubahan SSID dapat menyebabkan perangkat yang sebelumnya terhubung kehilangan koneksi karena nama jaringan yang digunakan telah berubah.

Sebagai contoh, jika:

SSID lama: Rumah-Mulki

diubah menjadi:

SSID baru: Rumah-Mulki-5G

maka perangkat yang sebelumnya menggunakan profil Rumah-Mulki mungkin perlu memilih dan menyimpan jaringan baru tersebut.

Jika password juga diubah, perangkat harus menggunakan kredensial baru sesuai konfigurasi keamanan jaringan.

Karena itu, sebelum mengganti SSID, pastikan pengguna yang membutuhkan jaringan mengetahui nama dan password baru. Apple juga menyebutkan bahwa setelah pengaturan router diubah, perangkat yang sebelumnya terhubung mungkin perlu melupakan jaringan dan tersambung kembali menggunakan pengaturan baru.

Kesimpulan

SSID dapat dilihat melalui daftar jaringan WiFi pada smartphone maupun komputer. Sementara itu, perubahan SSID biasanya dilakukan melalui halaman administrasi router atau aplikasi resmi yang disediakan oleh produsen.

Mengganti SSID tidak selalu mengubah password WiFi. Keduanya merupakan pengaturan yang berbeda dan dapat dikonfigurasi secara terpisah.

Router tertentu juga menyediakan fitur Hide SSID untuk menyembunyikan nama jaringan dari daftar WiFi biasa. Namun, fitur tersebut bukan mekanisme keamanan utama. Hidden SSID tidak membuat jaringan tidak dapat ditemukan dan tidak menggantikan autentikasi maupun enkripsi WiFi.

Pada bagian berikutnya, pembahasan dapat dilanjutkan ke SSID dari sisi keamanan jaringan, termasuk perbedaan SSID publik dan pribadi, multiple SSID, guest network, SSID untuk perangkat IoT, serta kesalahan yang perlu dihindari ketika mengatur jaringan WiFi.

Ingin mempelajari lebih banyak seputar web development, cloud computing, keamanan siber, server, hingga berbagai tren teknologi terbaru? Kunjungi blog Hosteko untuk mendapatkan artikel yang informatif, mudah dipahami, dan selalu diperbarui mengikuti perkembangan dunia digital.

Jangan lewatkan berbagai panduan, tips, serta tutorial yang dapat membantu Anda mengembangkan website, meningkatkan performa bisnis online, dan memperluas wawasan di bidang teknologi. Temukan artikel menarik lainnya hanya di Hosteko Blog dan terus ikuti informasi terbaru untuk mendukung perjalanan digital Anda.

5/5 - (5 votes)
Mulki A. A

Recent Posts

Apa Itu EDA (Event-Driven Architecture)? Mengenal Secara Lengkap

Apa Itu Event-Driven Architecture? Pengertian, Cara Kerja, Komponen, Manfaat, dan Contohnya Perkembangan aplikasi digital membuat…

3 hours ago

Cara Membuat Sitemap XML untuk Meningkatkan SEO Website

Cara Membuat Sitemap XML untuk Website agar Mudah Diindeks Google Sitemap XML merupakan salah satu…

4 hours ago

Digital Marketing vs Traditional Marketing: Mana yang Lebih Efektif?

Setelah memahami pengertian, perbedaan, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing strategi pemasaran, pertanyaan yang sering muncul…

6 hours ago

Cara Menghitung Churn Rate dan Penyebabnya bagi Bisnis

Setelah memahami pengertian churn rate pada bagian sebelumnya, langkah berikutnya adalah mengetahui bagaimana cara mengukurnya.…

23 hours ago

Churn Rate Adalah: Pengertian dan Pentingnya bagi Bisnis

Dalam menjalankan bisnis, mendapatkan pelanggan baru memang penting. Namun, mempertahankan pelanggan yang sudah ada tidak…

1 day ago

Apa Itu Cohort Analysis? Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya dalam Digital Marketing

Di era digital, keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh jumlah pelanggan yang berhasil diperoleh,…

1 day ago