HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Cara Setting Woongkir WooCommerce agar Ongkir Otomatis Muncul

Pengaturan kurir dan layanan pengiriman merupakan bagian penting dalam mengelola toko online berbasis WordPress. Jika menggunakan WooCommerce, pemilik toko perlu memastikan pelanggan dapat memilih jasa pengiriman yang sesuai dan mengetahui biaya ongkos kirim sebelum menyelesaikan pesanan.

Salah satu plugin yang dapat digunakan untuk membantu proses tersebut adalah Woongkir. Plugin ini memungkinkan toko online menampilkan informasi ongkos kirim berdasarkan alamat tujuan dan layanan kurir yang didukung melalui integrasi API. Dengan konfigurasi yang tepat, pelanggan dapat mempertimbangkan pilihan pengiriman sebelum melakukan pembayaran.

Artikel ini membahas cara mengatur kurir dan layanan pengiriman di plugin Woongkir, mulai dari persiapan, instalasi, pengaturan zona pengiriman, hingga pengujian agar metode pengiriman dapat tampil dengan benar di halaman checkout.

Apa Itu Plugin Woongkir?

Woongkir adalah plugin WordPress yang digunakan bersama WooCommerce untuk menampilkan perhitungan ongkos kirim pada toko online. Plugin ini terintegrasi dengan layanan API ongkos kirim sehingga biaya pengiriman dapat dihitung berdasarkan alamat tujuan dan layanan kurir yang tersedia.

Dengan Woongkir, pelanggan dapat mengetahui perkiraan ongkos kirim dan memilih layanan pengiriman yang sesuai tanpa harus menghitung biaya secara manual. Hal ini membantu membuat proses checkout lebih praktis dan memudahkan pemilik toko dalam mengelola pengiriman.

Namun, pilihan kurir, layanan pengiriman, dan cakupan wilayah yang tersedia bergantung pada versi plugin serta layanan API yang digunakan. Oleh karena itu, pastikan integrasi Woongkir masih aktif dan mendukung kebutuhan pengiriman toko Anda.

Persiapan Sebelum Mengatur Kurir di Woongkir

Sebelum melakukan konfigurasi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar layanan pengiriman dapat digunakan dengan baik.

1. Pastikan WooCommerce Sudah Aktif.

Woongkir digunakan bersama WooCommerce, sehingga toko online harus sudah memiliki halaman produk, keranjang, dan checkout yang berfungsi.

2. Siapkan Alamat Asal Pengiriman.

Alamat toko perlu diatur dengan benar karena menjadi acuan perhitungan ongkos kirim. Pastikan informasi kota atau kabupaten sesuai dengan lokasi barang dikirim.

3. Siapkan Akses API Ongkos Kirim.

Jika versi Woongkir yang digunakan meminta API key, siapkan kredensial dari penyedia layanan API yang didukung. Periksa ketentuan akun dan layanan API yang berlaku karena integrasi dapat berbeda menurut versi plugin.

4. Lengkapi Berat Produk.

Masukkan berat setiap produk melalui menu pengelolaan produk WooCommerce. Data ini membantu sistem menghitung ongkos kirim berdasarkan ketentuan layanan pengiriman.

Cara Menginstal Plugin Woongkir di WordPress

Jika Woongkir belum terpasang, lakukan instalasi terlebih dahulu melalui dashboard WordPress.

Buka menu Plugins

Masuk ke dashboard WordPress, kemudian pilih Plugins → Add New Plugin atau Plugin → Tambah Plugin Baru, sesuai bahasa dashboard.

Cari plugin Woongkir

Ketik Woongkir pada kolom pencarian plugin. Periksa nama dan informasi plugin untuk memastikan Anda memilih plugin yang benar.

Instal dan aktifkan

Klik Install Now, lalu pilih Activate setelah proses instalasi selesai. Setelah plugin aktif, periksa menu WooCommerce untuk menemukan pengaturan pengiriman. Nama menu dan tampilan konfigurasi dapat berbeda bergantung pada versi plugin yang digunakan.

Cara Mengatur Alamat Asal Pengiriman

Alamat asal pengiriman menjadi dasar untuk menentukan jarak dan tarif pengiriman ke lokasi pelanggan. Jika alamat tidak sesuai, hasil perhitungan ongkos kirim bisa tidak akurat atau layanan tertentu tidak tersedia.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka WooCommerce → Settings → General.
  • Cari bagian Store Address atau alamat toko.
  • Masukkan alamat lengkap, kota, provinsi, kode pos, dan negara sesuai lokasi operasional toko.
  • Simpan perubahan dengan mengeklik Save Changes.

Pastikan lokasi asal yang digunakan pada konfigurasi Woongkir sesuai dengan alamat toko. Jika plugin memiliki pengaturan lokasi pengiriman tersendiri, periksa juga bagian tersebut.

Cara Mengatur Zona Pengiriman di WooCommerce

Zona pengiriman (shipping zone) digunakan untuk menentukan wilayah pelanggan yang dapat menggunakan metode pengiriman tertentu. Dalam WooCommerce, metode pengiriman ditambahkan ke zona yang sesuai dengan cakupan layanan toko.

Ikuti langkah berikut untuk membuat zona pengiriman:

1. Buka Pengaturan Pengiriman

Masuk ke WooCommerce → Settings → Shipping. Pada bagian zona pengiriman, pilih opsi untuk menambahkan zona baru.

2. Tentukan Nama Zona

Masukkan nama yang mudah dikenali, misalnya Pengiriman Jawa atau Pengiriman Seluruh Indonesia.

3. Pilih Wilayah Pengiriman

Tentukan negara, provinsi, atau wilayah lain yang tersedia pada pengaturan zona. Sesuaikan dengan area layanan toko dan dukungan wilayah yang tersedia pada integrasi ongkir.

4. Simpan Zona Pengiriman

Klik Save Changes jika tersedia, lalu buka zona yang telah dibuat untuk menambahkan metode pengiriman.

Jika toko melayani seluruh Indonesia, pastikan wilayah zona tidak bertentangan dengan zona lain. WooCommerce akan menggunakan zona yang cocok dengan alamat pelanggan, sehingga pengaturan wilayah perlu dibuat secara konsisten.

Cara Menambahkan Woongkir sebagai Metode Pengiriman

Setelah zona pengiriman dibuat, langkah berikutnya adalah menambahkan Woongkir sebagai metode pengiriman agar pelanggan dapat melihat pilihan ongkos kirim ketika berbelanja.

  • Buka WooCommerce → Settings → Shipping.
  • Pilih zona pengiriman yang ingin dikonfigurasi.
  • Klik Add Shipping Method atau Tambahkan Metode Pengiriman.
  • Periksa daftar metode yang tersedia, lalu pilih Woongkir jika muncul.
  • Klik Continue atau tombol konfirmasi yang tersedia.
  • Buka pengaturan metode tersebut untuk melengkapi konfigurasi yang diminta.

Jika Woongkir tidak muncul dalam daftar metode pengiriman, pastikan plugin sudah aktif dan kompatibel dengan versi WooCommerce yang digunakan. Beberapa versi plugin dapat memiliki alur konfigurasi berbeda, termasuk pengaturan melalui menu tersendiri.

Cara Mengatur API dan Layanan Kurir di Woongkir

Pengaturan API dan kurir merupakan bagian penting karena menentukan apakah plugin dapat mengambil data ongkos kirim dari penyedia layanan yang digunakan.

Langkah konfigurasi berikut dapat dijadikan panduan umum. Nama menu, kolom API, dan daftar kurir bisa berbeda menurut versi Woongkir dan layanan API yang terhubung.

1. Masukkan API Key

Jika Woongkir meminta API key, buka halaman pengaturan plugin dan cari kolom kredensial API. Masukkan API key yang diperoleh dari akun penyedia layanan yang didukung.

Pastikan tidak ada spasi tambahan atau kesalahan penyalinan. Simpan pengaturan, lalu periksa apakah plugin berhasil terhubung ke layanan API. Jangan membagikan API key kepada pihak yang tidak berkepentingan karena kredensial tersebut dapat digunakan untuk mengakses layanan terkait.

2. Pilih Kurir yang Akan Digunakan

Pada pengaturan kurir, aktifkan jasa pengiriman yang ingin ditawarkan kepada pelanggan, sesuai opsi yang tersedia pada plugin dan layanan API.

Contoh kurir yang mungkin tersedia pada integrasi ongkos kirim Indonesia meliputi JNE, J&T Express, TIKI, Pos Indonesia, dan SiCepat. Namun, daftar tersebut bukan jaminan bahwa semua kurir tersedia pada setiap versi atau jenis akun API. Sebaiknya pilih kurir yang benar-benar digunakan oleh toko. Dengan begitu, pelanggan tidak melihat terlalu banyak pilihan yang tidak relevan.

3. Tentukan Layanan Pengiriman

Satu perusahaan kurir dapat menyediakan beberapa jenis layanan dengan biaya dan estimasi pengiriman berbeda. Jika layanan tersebut didukung oleh integrasi, aktifkan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan toko.

Jenis layanan Kegunaan
Reguler Untuk pengiriman standar dengan biaya yang umumnya lebih ekonomis.
Ekspres Untuk pengiriman yang membutuhkan waktu lebih singkat, sesuai cakupan layanan.
Ekonomi Untuk pengiriman yang mengutamakan biaya lebih rendah jika tersedia.
Kargo Untuk barang berat atau berukuran besar jika didukung oleh kurir dan integrasi.

Nama layanan, tarif, dan estimasi waktu dapat berbeda menurut kurir, tujuan, berat paket, serta ketentuan yang berlaku. Jangan menganggap semua jenis layanan di atas tersedia pada setiap konfigurasi Woongkir.

4. Simpan Pengaturan Kurir

Setelah memilih kurir dan layanan yang diperlukan, simpan perubahan. Jika plugin menyediakan tombol untuk memperbarui data atau menguji koneksi API, gunakan opsi tersebut sesuai petunjuk yang tersedia.

Kemudian, pastikan metode pengiriman sudah terhubung dengan zona yang benar agar pilihan kurir dapat ditampilkan kepada pelanggan pada halaman keranjang atau checkout.

Cara Memastikan Ongkos Kirim Tampil di Checkout

Konfigurasi yang sudah disimpan perlu diuji sebelum toko digunakan untuk menerima pesanan. Pengujian ini membantu memastikan tarif pengiriman muncul sesuai alamat pelanggan dan produk yang dibeli.

Lakukan langkah berikut:

  • Buka halaman toko dan tambahkan produk ke keranjang.
  • Masuk ke halaman keranjang atau checkout.
  • Masukkan alamat tujuan yang sesuai dengan wilayah layanan kurir.
  • Periksa apakah pilihan metode pengiriman dan biaya ongkos kirim muncul.
  • Coba alamat tujuan lain untuk memastikan hasilnya sesuai dengan zona dan cakupan layanan.
  • Uji produk dengan berat berbeda untuk memeriksa apakah perhitungan ongkos kirim berubah sesuai data produk.

Jika pilihan kurir muncul beserta tarifnya, konfigurasi dasar sudah berfungsi untuk skenario yang diuji. Namun, pengujian beberapa alamat dan jenis produk tetap diperlukan untuk mengurangi risiko kesalahan saat pelanggan melakukan pemesanan.

Penyebab Kurir Woongkir Tidak Muncul

Jika metode pengiriman tidak tampil pada halaman checkout, masalahnya dapat berasal dari pengaturan WooCommerce, konfigurasi plugin, atau koneksi layanan API.

Masalah Hal yang perlu diperiksa
Woongkir tidak muncul di metode pengiriman Pastikan plugin aktif dan kompatibel dengan versi WooCommerce.
Ongkos kirim tidak muncul Periksa API key, koneksi API, dan dukungan layanan yang digunakan.
Wilayah tujuan tidak tersedia Periksa zona pengiriman, alamat pelanggan, dan cakupan kurir.
Tarif tidak sesuai Periksa berat produk, alamat asal, serta data tujuan pengiriman.
Hanya sebagian kurir yang tampil Pastikan kurir dan layanan tersebut tersedia pada integrasi API dan wilayah yang dipilih.
Metode pengiriman tidak tampil setelah perubahan Simpan kembali pengaturan, lalu periksa cache dan konfigurasi zona pengiriman.

Jika masalah tetap terjadi, periksa log WooCommerce dan pesan kesalahan dari plugin atau penyedia API. Informasi tersebut dapat membantu menentukan apakah kendala berasal dari konfigurasi toko atau layanan eksternal.

Tips Mengoptimalkan Pengaturan Pengiriman di WooCommerce

Agar proses checkout berjalan lebih lancar, pemilik toko sebaiknya tidak hanya memastikan Woongkir aktif, tetapi juga mengevaluasi pengaturan pengiriman secara berkala.

Pertama, pastikan berat dan dimensi produk akurat. Data yang tidak lengkap dapat memengaruhi perhitungan tarif, terutama untuk barang besar atau berat.

Kedua, tawarkan pilihan kurir yang relevan. Pilih layanan yang benar-benar dapat digunakan untuk mengirim produk ke wilayah pelanggan. Pilihan yang terlalu banyak tetapi tidak tersedia justru dapat membingungkan pembeli.

Ketiga, periksa integrasi API secara berkala. Perubahan kebijakan, paket layanan, atau dukungan API dapat memengaruhi kemampuan plugin menampilkan ongkos kirim.

Terakhir, lakukan pengujian setelah mengubah konfigurasi. Perubahan zona pengiriman, alamat toko, plugin, atau pengaturan produk sebaiknya diikuti pengujian checkout agar kendala dapat diketahui sebelum memengaruhi pesanan pelanggan.

Kesimpulan

Mengatur kurir dan layanan pengiriman di Woongkir membantu pemilik toko WooCommerce menampilkan ongkos kirim berdasarkan alamat tujuan dan layanan yang tersedia. Prosesnya mencakup pengaturan alamat asal, pembuatan zona pengiriman, penambahan metode Woongkir, konfigurasi API, serta pengujian di halaman checkout.

Pastikan data produk akurat, kurir yang dipilih sesuai kebutuhan, dan integrasi API berfungsi dengan baik agar proses pemesanan lebih lancar.

Untuk mempelajari lebih banyak tentang WordPress, WooCommerce, hosting, website, dan teknologi digital, simak berbagai artikel tutorial lainnya di Blog Hosteko.

5/5 - (1 vote)
Fitri Ana

Recent Posts

Dampak Fenomena Zero Post terhadap Kehidupan Digital

Fenomena zero post tidak hanya menunjukkan perubahan cara seseorang menggunakan media sosial, tetapi juga memengaruhi…

8 minutes ago

Ciri-Ciri Pengguna yang Mengikuti Tren Zero Post

Fenomena zero post menunjukkan bahwa aktivitas seseorang di media sosial tidak selalu terlihat melalui unggahan…

3 hours ago

Apa Itu Race Condition? Penyebab Bug yang Sulit Dideteksi Developer

Dalam pengembangan software, bug tidak selalu muncul karena kesalahan penulisan kode. Beberapa masalah justru terjadi…

4 hours ago

Waterfall vs Agile: Mana yang Lebih Cocok untuk Membuat Software?

Dalam pengembangan software, memilih metode yang tepat dapat memengaruhi proses kerja tim, biaya, waktu pengerjaan,…

6 hours ago

8 Penyebab Fenomena Zero Post di Media Sosial

Fenomena zero post mulai mendapat perhatian karena sebagian pengguna media sosial memilih untuk tidak mengunggah…

1 day ago

Software Development Life Cycle (SDLC): Proses Penting di Balik Pengembangan Aplikasi

Dalam pengembangan aplikasi dan sistem digital, software tidak dibuat hanya dengan menulis kode program. Ada…

1 day ago