HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Contoh dan Cara Membuat Storyboard yang Efektif untuk Video & Iklan

Dalam dunia produksi video dan periklanan, storyboard adalah fondasi utama sebelum kamera dinyalakan. Storyboard bukan sekadar gambar, tetapi alat perencanaan visual yang menghubungkan ide kreatif dengan eksekusi teknis.

Dengan storyboard, seluruh tim mulai dari sutradara, kameramen, editor, hingga klien – memiliki pemahaman yang sama tentang alur cerita, visual, dan pesan yang ingin disampaikan. Tanpa storyboard, proses produksi sering berantakan, revisi berulang, dan biaya membengkak.

Apa Itu Storyboard?

Storyboard adalah rangkaian panel gambar yang disusun secara berurutan untuk menggambarkan setiap adegan dalam sebuah video atau iklan secara visual dan terstruktur. Di dalam storyboard, setiap panel tidak hanya berisi gambar adegan, tetapi juga dilengkapi dengan deskripsi tindakan yang menjelaskan apa yang terjadi di dalam scene tersebut, dialog atau narasi yang akan diucapkan, gerakan kamera seperti zoom, pan, atau close-up, efek suara dan musik pendukung, jenis transisi antar adegan, serta perkiraan durasi tiap scene. Dengan kelengkapan ini, storyboard berfungsi sebagai blueprint atau peta produksi video yang membantu seluruh tim memahami alur cerita, konsep visual, dan teknis pengambilan gambar sebelum proses shooting dimulai.

Mengapa Storyboard Sangat Penting?

  • Menyatukan Visi Tim

Semua pihak melihat konsep yang sama secara visual.

  • Menghemat Waktu dan Biaya

Kesalahan bisa dicegah sebelum shooting.

  • Mempermudah Pengambilan Keputusan

Sudut kamera, lokasi, dan properti sudah jelas.

  • Mengurangi Revisi

Konsep disetujui sejak awal.

Jenis-Jenis Storyboard

1. Storyboard Tradisional

Sketsa tangan di kertas.

2. Storyboard Digital

Menggunakan software seperti Photoshop, Canva, Storyboarder.

3. Animatic

Storyboard bergerak dengan suara dan timing.

Struktur Storyboard Lengkap

  1. Panel Visual
    Gambar kasar atau ilustrasi adegan.
  2. Shot Type
    Wide shot, medium shot, close-up.
  3. Deskripsi Adegan
    Apa yang terjadi di adegan tersebut.
  4. Dialog/Narasi
    Ucapan karakter atau voice over.
  5. Gerakan Kamera
    Pan, tilt, zoom, dolly.
  6. Efek Suara & Musik
    BGM, sound effect.
  7. Transisi
    Cut, fade, dissolve.
  8. Durasi
    Perkiraan waktu.

Contoh Storyboard Iklan Produk Minuman

Panel Shot Visual Deskripsi Narasi Kamera Audio Durasi
1 Wide Orang lelah di kantor Masalah diperlihatkan “Capek setelah seharian bekerja?” Static Suara kantor 5 dtk
2 Close-up Minuman di meja Solusi muncul “Saatnya segarkan dirimu.” Zoom in Musik mulai 4 dtk
3 Medium Orang minum Manfaat produk “Rasa segar alami.” Pan Musik naik 6 dtk
4 Wide Orang tersenyum Hasil “Lebih fokus & semangat.” Dolly Musik ceria 6 dtk
5 Static Logo produk CTA “Coba sekarang!” Static Jingle 4 dtk

Contoh Storyboard Iklan Layanan Masyarakat

Panel Shot Visual Deskripsi Narasi Kamera Audio Durasi
1 Wide Jalan ramai Masalah “Setiap hari kecelakaan terjadi…” Static Suara jalan 6 dtk
2 Close-up Helm dipakai Solusi “Gunakan helm.” Zoom Musik lembut 5 dtk
3 Medium Keluarga menunggu Dampak “Mereka menunggumu pulang.” Pan Musik haru 6 dtk
4 Static Teks kampanye Penutup “Keselamatan adalah prioritas.” Static Musik naik 5 dtk

Cara Membuat Storyboard dari Nol

1. Tentukan Tujuan Video

Langkah pertama adalah menentukan tujuan utama video, apakah untuk promosi produk, edukasi, branding, atau iklan layanan masyarakat. Tujuan ini akan menjadi arah seluruh cerita, sehingga setiap adegan yang dibuat harus mendukung pesan utama yang ingin disampaikan kepada penonton.

2. Tentukan Target Audiens

Kenali siapa yang akan menonton video kamu, misalnya pelajar, mahasiswa, orang tua, atau pebisnis. Dengan memahami target audiens, kamu bisa menyesuaikan gaya bahasa, visual, dan alur cerita agar pesan lebih mudah diterima dan tepat sasaran.

3. Tulis Konsep Cerita

Buat ringkasan cerita secara singkat, mulai dari masalah, solusi, hingga penutup. Konsep ini menjadi kerangka utama storyboard agar alur video jelas dan tidak melebar ke manna-mana.

4. Bagi Cerita Menjadi Adegan

Pecah konsep cerita menjadi beberapa scene atau adegan kecil. Setiap adegan mewakili satu bagian penting dari cerita, misalnya: pembukaan, perkenalan masalah, solusi, manfaat, dan penutup.

5. Tentukan Shot & Kamera

Tentukan jenis pengambilan gambar untuk tiap adegan, seperti wide shot untuk menampilkan suasana, close-up untuk emosi, atau medium shot untuk dialog. Hal ini membantu tim produksi memahami bagaimana visual akan ditampilkan.

6. Buat Storyboard

Gambar sketsa sederhana tiap adegan dan lengkapi dengan deskripsi, dialog, gerakan kamera, audio, dan durasi. Tidak harus gambar bagus, yang penting jelas dan mudah dipahami.

7. Review & Revisi

Periksa kembali storyboard bersama tim atau klien. Pastikan alur sudah jelas, pesan tersampaikan, dan durasi sesuai. Lakukan revisi jika ada bagian yang kurang efektif.

Tips Membuat Storyboard yang Efektif

1. Sederhana tapi Jelas

Gunakan gambar dan deskripsi yang mudah dipahami, tidak perlu terlalu detail rumit, yang penting alurnya jelas.

2. Fokus pada Pesan

Pastikan setiap adegan mendukung tujuan video, jangan menambahkan scene yang tidak berhubungan dengan pesan utama.

3. Gunakan Simbol Kamera

Tuliskan jenis shot dan gerakan kamera agar tim teknis mudah memahaminya.

4. Tulis Deskripsi Singkat

Deskripsi yang singkat namun jelas akan mempercepat pemahaman storyboard.

5. Sesuaikan Durasi

Atur waktu tiap adegan agar video tidak terlalu panjang dan tetap menarik.

Kesalahan Umum dalam Storyboard

1. Terlalu Banyak Adegan

Terlalu banyak scene membuat video membingungkan dan pesan tidak fokus.

2. Tidak Ada CTA (Call to Action)

Video tanpa ajakan bertindak akan kehilangan tujuan, misalnya tidak ada ajakan membeli, mendaftar, atau mengikuti kampanye.

3. Durasi Tidak Realistis

Waktu tiap adegan yang terlalu singkat atau terlalu panjang akan membuat alur terasa tidak nyaman.

4. Visual Tidak Mendukung Pesan

Gambar yang tidak sesuai dengan pesan membuat penonton sulit memahami maksud video.

Kesimpulan

Storyboard adalah jembatan antara ide dan hasil akhir. Dengan storyboard yang detail dan menyeluruh, produksi video dan iklan menjadi lebih terarah, efisien, dan profesional.

5/5 - (1 vote)
Fitri Ana

Recent Posts

Strict Account Settings WhatsApp: Cara Kerja, Manfaat, dan Dampaknya bagi Keamanan Akun

Lonjakan kasus peretasan dan penipuan melalui WhatsApp terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari…

1 day ago

UFS vs eMMC: Perbedaan, Kelebihan, dan Dampaknya pada Performa HP

Penyimpanan internal memegang peran penting dalam menentukan performa sebuah smartphone. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat…

1 day ago

Web Compression: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya untuk Mempercepat Website

Kecepatan akses website menjadi salah satu faktor penting dalam pengalaman pengguna dan performa SEO. Website…

1 day ago

Apa Itu Bookmarks? Pengertian, Jenis, dan Cara Membuat Penanda Halaman Web

Dalam aktivitas berselancar di internet, kita sering menemukan halaman web menarik yang ingin dibuka kembali…

1 day ago

Sistem Baterai sebagai Fondasi Perkembangan Teknologi Nirkabel

Perkembangan teknologi nirkabel (wireless) dalam beberapa tahun terakhir semakin masif dan tak terpisahkan dari kehidupan…

2 days ago

Bukan untuk Manusia, Ini Jejaring Sosial Khusus Agen AI Bernama Moltbook

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat cepat. AI tidak lagi…

2 days ago