HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Google Gemini Bisa Nonaktifkan Watermark, Ini Penjelasannya

Google kini menyediakan pengaturan yang memungkinkan pengguna mengaktifkan atau menonaktifkan watermark yang terlihat pada media yang dibuat menggunakan Gemini. Pengaturan tersebut tersedia melalui menu Settings → Media watermark di Aplikasi Gemini, baik melalui web maupun perangkat seluler.

Fitur ini penting karena watermark yang terlihat hanya merupakan salah satu lapisan identifikasi pada konten yang dibuat atau diedit menggunakan AI. Google membedakannya dari SynthID, yaitu watermark digital yang tidak terlihat, serta Content Credentials (C2PA) yang menyediakan informasi mengenai asal-usul dan histori konten.

Ada Pengaturan untuk Watermark yang Terlihat

Menurut dokumentasi resmi Google, pengguna Gemini dapat mengatur apakah watermark yang terlihat akan ditampilkan pada media visual yang baru dibuat. Pengaturan ini mencakup beberapa jenis media, termasuk gambar, video, dan musik.

Pada gambar, ketika watermark terlihat diaktifkan, Gemini akan menambahkan watermark pada gambar baru yang dibuat. Jika pengaturan tersebut dinonaktifkan, watermark visual tersebut tidak ditampilkan pada hasil baru.

Pada video, watermark terlihat dapat muncul sebagai overlay yang persisten. Sementara itu, untuk musik, Google menjelaskan bahwa watermark ditampilkan pada video atau pemutar video yang dibuat bersama trek musik.

Dengan demikian, istilah “tombol hapus watermark” sebaiknya dipahami secara tepat. Google menyediakan pengaturan untuk menonaktifkan watermark yang terlihat, bukan tombol untuk menghapus seluruh mekanisme penanda atau identifikasi AI dari sebuah media.

Menonaktifkan Watermark Tidak Menghapus SynthID

Hal yang penting dari pengaturan ini adalah bahwa menonaktifkan watermark yang terlihat tidak memengaruhi watermark SynthID maupun Content Credentials pada media yang dibuat dengan Aplikasi Gemini.

Google menjelaskan bahwa media AI yang dibuat atau diedit menggunakan Gemini Apps menyertakan SynthID, yaitu watermark digital yang tidak terlihat. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mengidentifikasi apakah gambar, video, atau audio dibuat atau diedit menggunakan model AI Google.

Dengan kata lain, mematikan logo atau tanda Gemini yang terlihat tidak sama dengan menghapus watermark digital SynthID.

Secara sederhana:

Watermark terlihat → dapat diaktifkan atau dinonaktifkan melalui pengaturan Gemini.

SynthID → watermark digital yang tidak terlihat dan tidak dipengaruhi oleh pengaturan watermark terlihat.

Content Credentials → metadata provenance yang memberikan informasi mengenai asal-usul dan histori konten.

Perbedaan tersebut berarti gambar yang tidak lagi memiliki watermark Gemini yang terlihat tidak otomatis kehilangan seluruh mekanisme identifikasi yang disediakan Google.

Namun, kemampuan verifikasi tetap memiliki batasan. Google menjelaskan bahwa SynthID biasanya tetap ada setelah perubahan seperti perubahan ukuran, warna, kompresi, atau modifikasi lainnya, tetapi setelah banyak perubahan watermark tersebut bisa saja tidak terdeteksi.

Ada Ketentuan Berdasarkan Negara dan Paket

Ketersediaan pengaturan watermark juga dapat berbeda berdasarkan wilayah dan paket Google AI yang digunakan.

Menurut dokumentasi Google saat ini, pengguna yang berada di India, Korea Selatan, dan Vietnam hanya dapat melihat pengaturan watermark tersebut jika memiliki langganan AI Ultra. Jika tidak memenuhi ketentuan tersebut, watermark yang terlihat akan diterapkan secara otomatis pada media visual yang dibuat melalui Aplikasi Gemini.

Google juga menjelaskan bahwa pengaturan tersebut hanya berlaku untuk Aplikasi Gemini di web dan seluler, bukan secara otomatis untuk fitur AI yang terdapat pada produk Google lainnya.

Karena itu, pengalaman pengguna dapat berbeda berdasarkan wilayah, jenis langganan, dan produk Google yang digunakan.

Mengapa Watermark Visual dan SynthID Dipisahkan?

Pemisahan kedua sistem tersebut memungkinkan Google memberikan kontrol terhadap tampilan hasil media tanpa menjadikan watermark yang terlihat sebagai satu-satunya mekanisme identifikasi.

Watermark yang terlihat berfungsi sebagai penanda yang dapat langsung dilihat manusia. Sementara itu, SynthID bekerja sebagai watermark digital yang tidak terlihat.

Google merancang SynthID agar tetap dapat dikenali setelah berbagai perubahan umum pada media. Dokumentasi Google menyebut watermark tersebut biasanya tetap ada setelah gambar, video, atau audio diubah ukurannya, diubah warnanya, dikompresi, atau dimodifikasi dengan cara tertentu. Namun, Google juga mengakui bahwa perubahan dalam jumlah besar dapat menyebabkan watermark tidak lagi terdeteksi.

Selain SynthID, Content Credentials dapat memberikan informasi mengenai asal-usul dan histori sebuah media. Berbeda dari SynthID, Content Credentials merupakan metadata provenance yang dapat digunakan pada konten AI maupun non-AI dan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa sebuah file pasti dibuat oleh AI.

Dengan demikian, menonaktifkan watermark visual bukan berarti menghapus seluruh lapisan informasi mengenai asal-usul atau identifikasi media. Konten masih dapat memiliki mekanisme seperti SynthID dan Content Credentials, meskipun hasil pemeriksaannya tidak selalu tersedia atau dapat dipastikan dalam setiap kondisi.

Hal ini menjadi penting ketika gambar atau media yang dibuat dengan Gemini dibagikan kembali di berbagai platform. Logo atau watermark Gemini mungkin tidak terlihat, tetapi mekanisme digital lain yang disediakan Google dapat tetap menjadi bagian dari media tersebut dan dapat digunakan dalam proses verifikasi apabila memenuhi kondisi yang diperlukan.

Ingin mempelajari lebih banyak seputar web development, cloud computing, keamanan siber, server, hingga berbagai tren teknologi terbaru? Kunjungi blog Hosteko untuk mendapatkan artikel yang informatif, mudah dipahami, dan selalu diperbarui mengikuti perkembangan dunia digital.

Jangan lewatkan berbagai panduan, tips, serta tutorial yang dapat membantu Anda mengembangkan website, meningkatkan performa bisnis online, dan memperluas wawasan di bidang teknologi. Temukan artikel menarik lainnya hanya di Hosteko Blog dan terus ikuti informasi terbaru untuk mendukung perjalanan digital Anda.

5/5 - (1 vote)
Mulki A. A

Recent Posts

Apa Itu Computer Vision? Begini Cara AI Memahami Gambar dan Video

Komputer selama ini dikenal mampu mengolah angka, teks, dan berbagai jenis data secara cepat. Namun,…

50 minutes ago

Google Gemini dan Watermark AI: Mengenal SynthID

Perkembangan fitur generative AI membuat Google Gemini tidak hanya digunakan untuk menghasilkan teks, tetapi juga…

3 hours ago

Function as a Service (FaaS): Cara Baru Menjalankan Aplikasi Tanpa Kelola Server

Perkembangan cloud computing membuat proses membangun dan menjalankan aplikasi menjadi semakin fleksibel. Jika sebelumnya developer…

5 hours ago

Kenali Programmatic SEO, Rahasia Mengoptimalkan SEO dalam Skala Besar

Membuat halaman website satu per satu bisa memakan banyak waktu, terutama bagi bisnis yang memiliki…

6 hours ago

Chatbot AI Bisa Tampak “Kena Mental”? Ini Penjelasannya

Jika pada bagian sebelumnya dibahas bahwa chatbot dapat menghasilkan respons yang terlihat emosional, pertanyaan berikutnya…

1 day ago

Mengenal Digital Certificate dan Perannya dalam Cyber Security

Di balik koneksi HTTPS yang digunakan saat mengakses website, terdapat mekanisme keamanan yang membantu memastikan…

1 day ago