HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Jenis Software Berdasarkan Lisensi dan Contohnya

Selain dibedakan berdasarkan fungsi, software juga dapat dibahas berdasarkan lisensi, hak penggunaan, dan cara distribusinya. Pengelompokan ini penting karena software yang dapat diunduh secara gratis belum tentu memberikan hak yang sama kepada pengguna untuk mengubah, menyalin, atau mendistribusikannya.

Secara umum, istilah seperti freeware, shareware, open source, proprietary, commercial software, dan public domain software sering digunakan untuk menjelaskan berbagai aspek software. Namun, istilah-istilah tersebut tidak semuanya berada pada kategori yang sama.

Freeware dan shareware lebih banyak menggambarkan cara software diberikan atau dievaluasi oleh pengguna. Sementara itu, open source dan proprietary lebih erat berkaitan dengan hak serta ketentuan lisensi. Public domain lebih tepat dipahami sebagai status hukum suatu karya terhadap perlindungan hak cipta.

1. Freeware

Freeware adalah istilah yang umumnya digunakan untuk software yang dapat diperoleh dan digunakan tanpa membayar harga pembelian atau biaya lisensi tertentu. Namun, gratis digunakan tidak otomatis berarti pengguna memperoleh hak untuk mengubah source code atau mendistribusikan software tersebut secara bebas.

Freeware dapat tetap bersifat proprietary. Dalam kondisi tersebut, pemegang hak tetap mengendalikan source code dan menentukan melalui lisensi apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan pengguna.

Karena itu, freeware tidak sama dengan open source. Software open source harus didistribusikan berdasarkan lisensi yang memenuhi kriteria Open Source Definition dari Open Source Initiative.

Sebagai contoh sederhana, sebuah aplikasi dapat diberikan secara gratis untuk diunduh dan digunakan, tetapi source code-nya tetap tertutup dan pengguna tidak memperoleh izin untuk memodifikasinya.

Ciri-Ciri Freeware

Beberapa karakteristik yang umum ditemukan pada freeware antara lain:

  • dapat digunakan tanpa membayar biaya pembelian atau lisensi tertentu;
  • tidak otomatis memberikan akses terhadap source code;
  • hak pengguna tetap ditentukan oleh lisensi;
  • pemegang hak tetap dapat mempertahankan hak atas software;
  • gratis tidak selalu berarti bebas untuk disalin atau dijual kembali.

Karena ketentuan setiap software dapat berbeda, pengguna sebaiknya membaca End User License Agreement (EULA) atau ketentuan lisensi sebelum menggunakan, menyalin, memodifikasi, atau mendistribusikan software.

2. Shareware

Shareware merupakan software yang didistribusikan agar pengguna dapat mencoba atau mengevaluasinya sebelum memutuskan untuk menggunakannya secara penuh atau melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.

U.S. Copyright Office mendefinisikan computer shareware sebagai software berhak cipta yang didistribusikan untuk tujuan pengujian dan peninjauan, dengan pembayaran kepada pemegang hak diperlukan setelah pengguna memutuskan untuk menggunakannya.

Model shareware dapat diterapkan dengan berbagai cara. Misalnya, pengguna dapat memperoleh versi evaluasi dalam periode tertentu, menggunakan sebagian fitur saja, atau mendapatkan software dengan pembatasan tertentu sampai lisensi dibeli. Bentuk pembatasannya bergantung pada software dan lisensi yang digunakan.

Ciri-Ciri Shareware

  • dapat dicoba sebelum penggunaan penuh;
  • dapat memiliki batasan tertentu;
  • versi evaluasi dapat memiliki periode penggunaan terbatas;
  • beberapa fitur dapat hanya tersedia setelah membeli lisensi;
  • software tetap berada di bawah ketentuan hak cipta dan lisensi pengembang.

Perlu dibedakan bahwa shareware bukan berarti software tanpa hak cipta. U.S. Copyright Office secara khusus mendefinisikan shareware sebagai copyrighted software yang didistribusikan untuk tujuan testing dan review.

3. Open Source Software

Open source software adalah software yang didistribusikan berdasarkan lisensi yang memenuhi Open Source Definition. Secara umum, lisensi tersebut memberikan hak untuk menggunakan, mempelajari, memodifikasi, dan mendistribusikan software sesuai ketentuan lisensinya.

Salah satu karakteristik pentingnya adalah ketersediaan source code dalam bentuk yang memungkinkan programmer mempelajari dan memodifikasinya. Namun, sekadar membuat source code terlihat oleh publik belum otomatis membuat suatu software memenuhi definisi open source. Lisensinya juga harus memenuhi persyaratan Open Source Definition.

Contoh lisensi open source yang dikenal luas antara lain:

  • MIT License;
  • Apache License 2.0;
  • GNU General Public License (GPL);
  • GNU Lesser General Public License (LGPL);
  • Mozilla Public License 2.0;
  • BSD License.

Open Source Initiative (OSI) menyediakan daftar lisensi yang telah melalui proses peninjauan dan disetujui sebagai lisensi open source.

Apakah Open Source Selalu Gratis?

Tidak selalu jika yang dimaksud adalah harga.

Istilah open source terutama berkaitan dengan hak dan ketentuan lisensi, bukan apakah software harus diberikan tanpa biaya. Open Source Definition mensyaratkan kebebasan redistribusi dan tidak mengizinkan lisensi melarang penjualan software.

OSI juga secara eksplisit menyatakan bahwa software open source dapat digunakan untuk tujuan komersial dan bahkan dapat dijual, selama ketentuan lisensinya dipatuhi.

Dengan demikian:

Gratis ≠ Open Source

Sebuah software dapat gratis tetapi proprietary. Sebaliknya, software open source dapat digunakan dalam model bisnis komersial.

4. Proprietary Software

Proprietary software adalah software yang hak penggunaan, modifikasi, dan distribusinya dikendalikan oleh pemilik atau pemegang hak berdasarkan lisensi dan hukum yang berlaku.

Source code proprietary software biasanya tidak diberikan kepada publik untuk dimodifikasi secara bebas. Pengguna umumnya memperoleh hak tertentu untuk menggunakan software sesuai ketentuan lisensi, tetapi tidak otomatis memperoleh hak untuk mengubah, menggandakan, atau mendistribusikannya kembali.

Dalam konteks hukum hak cipta, software dapat memperoleh perlindungan hak cipta. Hak yang dimiliki pemegang copyright dapat mencakup hak eksklusif tertentu, termasuk reproduksi dan distribusi, dengan pengecualian dan batasan yang ditentukan oleh hukum yang berlaku.

Contoh software proprietary dapat mencakup berbagai aplikasi komersial dan sistem tertutup yang source code-nya tidak tersedia secara bebas untuk dimodifikasi publik.

Ciri-Ciri Proprietary Software

  • source code umumnya tidak tersedia untuk publik;
  • penggunaan diatur melalui lisensi;
  • modifikasi dapat dibatasi;
  • redistribusi dapat dibatasi;
  • pemilik atau pemegang hak tetap mempertahankan kontrol berdasarkan lisensi dan hukum yang berlaku.

Penting untuk memahami bahwa proprietary tidak selalu berarti berbayar. Sebuah software proprietary dapat diberikan secara gratis, misalnya sebagai freeware, tetapi tetap memiliki batasan penggunaan berdasarkan lisensinya.

5. Commercial Software

Commercial software merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk software yang dikembangkan atau didistribusikan dalam konteks kegiatan komersial atau model bisnis tertentu.

Software komersial dapat menggunakan berbagai model, seperti penjualan lisensi, langganan, pembelian satu kali, layanan tambahan, atau model pendapatan lainnya.

Namun, commercial software tidak identik dengan proprietary software.

Software open source pun dapat digunakan secara komersial. Open Source Initiative secara eksplisit menyatakan bahwa software yang memenuhi definisi open source dapat digunakan untuk tujuan komersial dan bahkan dijual.

Karena itu, dua istilah tersebut sebaiknya tidak disamakan.

Commercial lebih berkaitan dengan konteks atau model bisnis, sedangkan proprietary lebih berkaitan dengan kontrol, hak, dan ketentuan penggunaan software.

6. Public Domain Software

Public domain software merupakan software yang tidak lagi berada dalam perlindungan hak cipta atau yang secara eksplisit ditempatkan ke public domain, tergantung pada hukum dan keadaan yang berlaku.

U.S. Copyright Office menjelaskan public domain sebagai karya yang tidak dilindungi hak cipta. Dalam konteks tertentu, sebuah karya dapat masuk public domain setelah masa perlindungan hak ciptanya berakhir. Mekanisme dan masa perlindungan dapat berbeda berdasarkan yurisdiksi.

Dalam konteks hukum Amerika Serikat, U.S. Copyright Office memiliki definisi khusus untuk public domain computer software, yaitu software yang didistribusikan kepada publik dengan pernyataan eksplisit dari pemegang hak cipta bahwa perlindungan hak cipta tidak diberlakukan.

Karena status public domain berkaitan dengan hukum, pengguna tetap perlu memastikan status suatu software sebelum menggunakannya untuk tujuan tertentu.

Ciri-Ciri Public Domain Software

Secara umum, software yang benar-benar berada dalam public domain tidak lagi memiliki pembatasan berdasarkan hak cipta yang berlaku pada karya tersebut.

Namun, status public domain bukan berarti seluruh persoalan hukum otomatis hilang.

Misalnya, aspek lain seperti merek dagang, paten, atau hak pihak ketiga dapat memiliki aturan tersendiri.

7. Perbedaan Freeware, Shareware, Open Source, dan Proprietary

Keempat istilah tersebut sering dianggap memiliki arti yang sama karena sama-sama berkaitan dengan software yang diberikan kepada pengguna. Padahal, konsepnya berbeda.

Jenis Harga/biaya Source Code Modifikasi Ciri Utama
Freeware Umumnya tanpa biaya Tidak otomatis tersedia Berdasarkan lisensi Gratis digunakan
Shareware Umumnya menyediakan versi evaluasi Biasanya tidak tersedia Berdasarkan lisensi Dicoba sebelum penggunaan penuh/pembelian
Open Source Bisa gratis atau berbayar Tersedia sesuai lisensi Diizinkan sesuai lisensi Hak penggunaan dan modifikasi ditentukan lisensi open source
Proprietary Bisa gratis atau berbayar Umumnya tidak tersedia secara bebas Dibatasi lisensi Hak penggunaan dikendalikan pemilik/pemegang hak
Commercial Beragam Tidak menentukan Bergantung lisensi Berkaitan dengan konteks atau model komersial
Public Domain Tidak ditentukan oleh istilah ini Bergantung pada software Bergantung status hukum Tidak berada dalam perlindungan hak cipta yang berlaku

Tabel tersebut menunjukkan bahwa harga bukan satu-satunya cara untuk membedakan software.

Software gratis belum tentu open source, sementara software open source tidak selalu berarti tidak memiliki model komersial. OSI secara eksplisit mengizinkan penggunaan komersial dan penjualan software open source selama ketentuan lisensinya dipatuhi.

Selain itu, public domain sebaiknya tidak dianggap sebagai jenis lisensi. Istilah tersebut lebih tepat menggambarkan status suatu karya terhadap perlindungan hak cipta.

8. Mengapa Lisensi Software Penting?

Lisensi menentukan hak dan batasan yang berlaku ketika seseorang menggunakan software.

Hal ini menjadi semakin penting ketika software digunakan untuk bisnis, pengembangan aplikasi, atau digabungkan dengan software lain. Pada open source, misalnya, lisensi menentukan bagaimana software dapat digunakan, dimodifikasi, dan didistribusikan. Ketentuan lisensi juga dapat menimbulkan kewajiban berbeda ketika software digabungkan dengan komponen yang menggunakan lisensi lain. Karena itu, kompatibilitas lisensi perlu diperiksa berdasarkan lisensi spesifik yang digunakan.

Sebelum menggunakan software, terutama untuk kebutuhan bisnis atau pengembangan produk, pengguna sebaiknya memperhatikan:

  1. jenis lisensi yang digunakan;
  2. apakah penggunaan komersial diperbolehkan;
  3. apakah software boleh dimodifikasi;
  4. apakah software boleh didistribusikan kembali;
  5. kewajiban mencantumkan atribusi;
  6. ketentuan distribusi source code jika berlaku;
  7. batasan penggunaan lainnya.

Dengan memahami lisensi sejak awal, pengguna dapat menilai apakah rencana penggunaan software sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Jenis software tidak hanya dapat dibedakan berdasarkan fungsi, tetapi juga berdasarkan lisensi, hak penggunaan, status hak cipta, dan model distribusinya.

Freeware umumnya dapat digunakan tanpa biaya tertentu, tetapi belum tentu memberikan akses source code. Shareware biasanya memberikan kesempatan untuk mengevaluasi software sebelum pengguna menggunakannya secara penuh atau melakukan pembayaran sesuai ketentuan.

Open source memberikan hak tertentu untuk menggunakan, mempelajari, memodifikasi, dan mendistribusikan software sesuai lisensinya. OSI menegaskan bahwa software open source dapat digunakan secara komersial dan bahkan dijual.

Sementara itu, proprietary software berada di bawah kontrol pemilik atau pemegang hak berdasarkan lisensi, sedangkan commercial software mengacu pada software yang digunakan atau didistribusikan dalam konteks komersial. Keduanya bukan istilah yang saling berlawanan.

Public domain software memiliki status berbeda karena karya tersebut tidak berada dalam perlindungan hak cipta yang berlaku. Dalam konteks tertentu, status tersebut dapat berasal dari berakhirnya masa perlindungan atau pernyataan eksplisit mengenai pelepasan perlindungan hak cipta.

Hal terpenting adalah tidak menyamakan istilah gratis, open source, commercial, proprietary, dan public domain. Istilah-istilah tersebut dapat menggambarkan aspek yang berbeda dari sebuah software.

Pada bagian berikutnya, pembahasan dapat dilanjutkan dengan contoh software berdasarkan kebutuhan, mulai dari software produktivitas, desain grafis, editing video, komunikasi, keamanan, pemrograman, bisnis, hingga pendidikan.

Ingin mempelajari lebih banyak seputar web development, cloud computing, keamanan siber, server, hingga berbagai tren teknologi terbaru? Kunjungi blog Hosteko untuk mendapatkan artikel yang informatif, mudah dipahami, dan selalu diperbarui mengikuti perkembangan dunia digital.

Jangan lewatkan berbagai panduan, tips, serta tutorial yang dapat membantu Anda mengembangkan website, meningkatkan performa bisnis online, dan memperluas wawasan di bidang teknologi. Temukan artikel menarik lainnya hanya di Hosteko Blog dan terus ikuti informasi terbaru untuk mendukung perjalanan digital Anda.

5/5 - (6 votes)
Mulki A. A

Recent Posts

Apa Itu Living Off the Land Attack? Kenali Ancaman Siber yang Sulit Dideteksi

Dalam dunia cyber security, serangan tidak selalu dilakukan menggunakan malware atau aplikasi berbahaya yang harus…

3 hours ago

Parasite SEO: Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan Risikonya

Dalam dunia SEO, mendapatkan posisi tinggi di halaman hasil pencarian Google bukanlah proses instan. Website…

4 hours ago

Jenis-Jenis Software Berdasarkan Fungsi dan Contohnya

Setelah memahami pengertian dan fungsi dasar software, langkah berikutnya adalah mengenali jenis-jenis software berdasarkan fungsinya.…

2 days ago

Pengertian Software: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Sebagian besar perangkat digital modern bergantung pada software atau perangkat lunak untuk menjalankan fungsi tertentu.…

2 days ago

Apa Itu Elasticsearch? Kenali Teknologi di Balik Pencarian Data Cepat

Seiring bertambahnya jumlah data dalam sebuah aplikasi, kebutuhan untuk mencari, memfilter, dan menganalisis informasi dengan…

2 days ago

Mengenal Blue-Green Deployment untuk Rilis Aplikasi Lebih Aman

Dalam pengembangan aplikasi modern, proses deployment menjadi salah satu tahap yang perlu dikelola dengan hati-hati.…

2 days ago