(0275) 2974 127
Setelah memahami pengertian Shift-Left Security, pertanyaan berikutnya adalah mengapa pendekatan ini penting dalam pengembangan software. Jawabannya berkaitan dengan waktu ditemukannya kerentanan, biaya dan usaha perbaikan, risiko keamanan, serta efisiensi proses pengembangan.
Dalam pengembangan software modern, keamanan tidak cukup dilakukan menjelang aplikasi dirilis. NIST, dalam kerangka Secure Software Development Framework (SSDF), merekomendasikan agar praktik secure software development diintegrasikan ke dalam SDLC untuk membantu mengurangi jumlah kerentanan, mengurangi dampak eksploitasi, serta menangani akar penyebab kerentanan. (NIST SP 800-218)
Salah satu alasan utama menerapkan Shift-Left Security adalah agar masalah keamanan dapat ditemukan ketika software masih dalam proses pengembangan.
Misalnya, developer membuat sebuah fitur yang memiliki validasi input yang tidak memadai. Jika masalah tersebut diketahui ketika kode masih dalam tahap development atau code review, perbaikannya dapat dilakukan sebelum fitur masuk ke lingkungan produksi.
Sebaliknya, apabila kerentanan baru diketahui setelah aplikasi digunakan, tim mungkin perlu melakukan investigasi tambahan, memperbaiki kode, melakukan pengujian ulang, dan bahkan menangani dampak yang sudah terjadi.
NIST secara eksplisit menyatakan bahwa secara umum, semakin awal keamanan ditangani dalam SDLC, semakin kecil usaha dan biaya yang diperlukan untuk mencapai tingkat keamanan yang sama. Prinsip inilah yang menjadi dasar shifting left. (NIST)
Software dapat memiliki berbagai jenis kerentanan, baik yang berasal dari kode buatan sendiri maupun komponen pihak ketiga.
Shift-Left Security membantu tim melakukan pemeriksaan sebelum perubahan kode diteruskan ke tahap berikutnya. Pemeriksaan tersebut dapat mencakup Static Application Security Testing (SAST), Software Composition Analysis (SCA), code review, linting, dan pemeriksaan keamanan lainnya.
Menurut materi model DevSecOps dari NIST NCCoE, praktik seperti SCA, SAST, dan linting umum diterapkan pada fase development untuk membantu mengidentifikasi serta memperbaiki kelemahan sebelum perubahan kode masuk ke sistem pengelolaan source code. (Catatan: klaim ini didasarkan pada materi resmi NIST NCCoE terkait DevSecOps; disarankan pembaca memeriksa langsung dokumen sumber untuk detail teknis spesifik.) (NIST NCCoE)
Dengan demikian, tujuan shift-left bukan sekadar menemukan sebanyak mungkin masalah, tetapi mencegah masalah keamanan terbawa semakin jauh dalam siklus pengembangan.
Kerentanan yang ditemukan pada tahap awal biasanya masih berhubungan dengan perubahan kode atau desain yang sedang dikerjakan. Developer masih memiliki konteks yang jelas mengenai alasan kode tersebut dibuat dan bagaimana perubahan tersebut bekerja.
Situasinya dapat berbeda ketika masalah baru ditemukan setelah aplikasi memasuki tahap akhir atau produksi. Perubahan mungkin sudah terhubung dengan komponen lain, dokumentasi perlu diperbarui, pengujian harus diulang, dan jadwal rilis dapat ikut terdampak.
Materi edukasi OWASP mengenai budaya keamanan juga umumnya menekankan bahwa semakin awal keamanan dimasukkan ke dalam SDLC, semakin sedikit kerentanan yang perlu diperbaiki pada tahap berikutnya. Karena itu, aktivitas keamanan idealnya tidak hanya dilakukan melalui pengujian di akhir, tetapi dibangun ke setiap tahap pengembangan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua aktivitas keamanan harus dipindahkan ke tahap awal. Pengujian seperti DAST atau penetration testing tetap memiliki fungsi pada tahap yang lebih lanjut karena beberapa masalah hanya dapat terlihat ketika aplikasi sudah berjalan.
Kerentanan yang lolos ke production berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berwenang. Dampaknya dapat berupa pencurian data, gangguan layanan, kerugian finansial, hingga kerusakan reputasi.
NIST menjelaskan bahwa praktik secure software development bertujuan bukan hanya mengurangi jumlah kerentanan dalam software yang dirilis, tetapi juga mengurangi dampak apabila kerentanan yang tidak terdeteksi atau tidak diperbaiki kemudian dieksploitasi.
Risiko tersebut menjadi semakin relevan karena software modern biasanya terhubung dengan berbagai layanan, API, cloud infrastructure, library, dan komponen pihak ketiga.
Sebagai gambaran mengenai dampak insiden keamanan secara umum, IBM Cost of a Data Breach Report 2025 melaporkan rata-rata biaya global akibat data breach sebesar US$4,44 juta, turun 9% dari US$4,88 juta pada tahun sebelumnya — penurunan pertama dalam lima tahun terakhir, didorong oleh deteksi dan penanganan insiden yang lebih cepat berkat otomatisasi dan AI. Laporan ini berdasarkan riset terhadap sekitar 600 organisasi. Angka tersebut merupakan biaya data breach secara keseluruhan dan bukan biaya khusus akibat kegagalan Shift-Left Security.
Karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi bagian penting dari strategi pengurangan risiko keamanan software.
Pendekatan tradisional dapat membuat keamanan dianggap sebagai tanggung jawab khusus tim security. Dalam Shift-Left Security, keamanan lebih terintegrasi dengan aktivitas developer.
Contohnya, pemeriksaan keamanan dapat muncul ketika developer:
Menurut OWASP Developer Guide, secure SDLC sebaiknya tidak dipisahkan dari SDLC yang sudah digunakan organisasi — aktivitas keamanan justru perlu dibangun ke setiap fase sehingga menjadi bagian dari proses yang biasa dilakukan tim development. (Rujuk langsung ke sumber untuk kalimat persis.)
Pendekatan ini juga dapat membantu meningkatkan pemahaman developer terhadap keamanan karena masalah ditemukan ketika developer masih mengerjakan kode yang bersangkutan.
Pengembangan software modern banyak menggunakan Continuous Integration (CI) dan Continuous Delivery/Deployment (CD). Karena perubahan kode dapat terjadi secara rutin, pemeriksaan keamanan secara manual saja akan sulit dilakukan secara konsisten.
Shift-Left Security dapat memanfaatkan otomatisasi untuk menjalankan pemeriksaan keamanan sebagai bagian dari pipeline.
Contoh ilustratif alur pipeline:
Developer → Commit → SAST/SCA → Build → Security Test → Deployment
Jika pemeriksaan tertentu menemukan masalah yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, pipeline dapat memberikan peringatan atau bahkan menghentikan proses sebelum perubahan diteruskan.
Berdasarkan OWASP Developer Guide, DevSecOps pada umumnya menambahkan aktivitas keamanan ke dalam CI/CD pipeline untuk membangun keamanan ke dalam proses development dan release.
Materi NIST NCCoE terkait DevSecOps juga membahas otomatisasi security testing sebagai salah satu karakteristik penting dalam model tersebut, agar pengujian dapat dilakukan secara lebih konsisten sepanjang pipeline. (Disarankan verifikasi langsung ke dokumen sumber untuk detail teknisnya.)
Shift-Left Security tidak hanya bertujuan menemukan vulnerability satu per satu. Pendekatan secure software development juga berusaha membantu organisasi memahami mengapa kerentanan tersebut muncul.
Misalnya, jika sebuah tim berkali-kali menemukan kesalahan validasi input, solusinya bukan hanya memperbaiki setiap temuan secara individual. Tim juga dapat mengevaluasi standar coding, desain aplikasi, proses code review, atau pelatihan developer agar jenis kesalahan yang sama tidak terus berulang.
NIST secara eksplisit menyebutkan bahwa praktik SSDF ditujukan untuk membantu organisasi menangani akar penyebab kerentanan agar dapat mencegah kekurangan tersebut terulang di masa depan (praktik ini tercermin dalam kategori “Respond to Vulnerabilities”, khususnya poin analisis akar penyebab/RV.3).
Dengan demikian, Shift-Left Security memiliki dimensi preventif, bukan hanya reaktif.
Ada kesalahpahaman bahwa Shift-Left Security berarti seluruh aktivitas keamanan harus dipindahkan ke tahap coding.
Padahal, pendekatan ini lebih tepat dipahami sebagai mengintegrasikan security activity pada titik yang paling tepat sepanjang SDLC, dengan lebih banyak perhatian diberikan pada tahap awal.
Materi OWASP umumnya menjelaskan bahwa aktivitas keamanan dapat diterapkan pada berbagai fase. Misalnya, threat modeling pada tahap desain, secure code review pada tahap development, sedangkan automated security testing dan penetration testing pada tahap deployment atau validasi.
Jadi, pendekatan yang lebih tepat adalah:
Security sejak awal + pengujian berkelanjutan sampai production.
Bukan:
Security hanya di awal.
Shift-Left Security penting karena membantu organisasi menemukan dan menangani masalah keamanan lebih awal dalam proses pengembangan software. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi jumlah kerentanan yang terbawa ke software yang dirilis, mengurangi pekerjaan perbaikan di tahap akhir, serta mengintegrasikan keamanan ke dalam workflow development.
NIST menempatkan shift left sebagai prinsip penting dalam secure software development karena keamanan yang ditangani lebih awal secara umum membutuhkan usaha dan biaya yang lebih rendah dibandingkan ketika masalah baru ditangani pada tahap berikutnya.
Sementara itu, OWASP menekankan bahwa keamanan sebaiknya dibangun ke setiap fase SDLC dan dapat dibantu dengan otomatisasi dalam pipeline DevSecOps.
Ingin mempelajari lebih banyak seputar web development, cloud computing, keamanan siber, server, hingga berbagai tren teknologi terbaru? Kunjungi blog Hosteko untuk mendapatkan artikel yang informatif, mudah dipahami, dan selalu diperbarui mengikuti perkembangan dunia digital.
Jangan lewatkan berbagai panduan, tips, serta tutorial yang dapat membantu Anda mengembangkan website, meningkatkan performa bisnis online, dan memperluas wawasan di bidang teknologi. Temukan artikel menarik lainnya hanya di Hosteko Blog dan terus ikuti informasi terbaru untuk mendukung perjalanan digital Anda.
Ketika seseorang mengakses sebuah website, konten yang ditampilkan seperti halaman HTML, gambar, CSS, JavaScript, dan…
Keamanan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan aplikasi dan software. Kerentanan yang tidak ditemukan…
Dalam aplikasi modern, terutama yang menggunakan microservices, sebuah aplikasi biasanya tidak hanya terdiri dari satu…
Ketika mengakses sebuah website, terutama website yang digunakan untuk login, transaksi, atau mengirimkan data pribadi,…
Region pada Cloud computing memungkinkan perusahaan dan pengguna menjalankan aplikasi, menyimpan data, serta menggunakan berbagai…
Windows Belum Aktif: Apakah Berbahaya dan Apa yang Perlu Dilakukan? Ketika Windows menampilkan pesan "Activate…