(0275) 2974 127
Keamanan website menjadi hal yang sangat penting di era digital. Salah satu teknologi utama yang digunakan untuk mengamankan komunikasi data adalah SSL/TLS Certificate. Di antara berbagai jenis sertifikat SSL, ada yang disebut Self Signed Certificate, yaitu sertifikat yang sering digunakan untuk kebutuhan internal, testing, dan pengembangan website. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan detail apa itu Self Signed Certificate, fungsi, kelebihan, kekurangan, serta kapan sebaiknya digunakan.
Self Signed Certificate adalah sertifikat SSL/TLS yang dibuat dan ditandatangani oleh pemilik server itu sendiri, bukan oleh Certificate Authority (CA) resmi seperti DigiCert, Sectigo, atau Let’s Encrypt. Karena tidak divalidasi oleh pihak ketiga yang tepercaya, browser akan menampilkan peringatan keamanan saat pengguna mengakses website dengan self signed certificate.
Self signed certificate tetap memiliki fungsi penting, terutama untuk:
Meskipun tidak dipercaya browser, sertifikat ini tetap mengenkripsi data seperti sertifikat SSL biasa.
Tidak perlu membeli sertifikat SSL.
Bisa dibuat sendiri menggunakan OpenSSL.
Ideal untuk development dan staging server.
Data tetap aman dari penyadapan.
Muncul peringatan “Not Secure”.
Mengurangi kepercayaan pengunjung.
Siapa pun bisa membuat sertifikat atas nama domain apa pun.
Rentan serangan man-in-the-middle jika tidak dikelola dengan baik.
| Aspek | Self Signed | CA Signed |
|---|---|---|
| Penerbit | Diri sendiri | Certificate Authority |
| Biaya | Gratis | Gratis / Berbayar |
| Kepercayaan Browser | Tidak | Ya |
| Cocok untuk | Testing, internal | Website publik |
Gunakan self signed certificate jika:
Self Signed Certificate bisa di-install dengan mudah melalui cPanel tanpa perlu command line.
1. Login ke cPanel
Masuk ke cPanel hosting kamu melalui: https://namadomain.com/cpanel
2. Masuk ke Menu SSL/TLS
Pilih: Security → SSL/TLS
3. Buat Private Key
4. Buat Certificate Signing Request (CSR)
5. Buat Self Signed Certificate
6. Install Certificate ke Domain
Setelah sertifikat terpasang, lakukan pengamanan tambahan agar website benar-benar aman.
1. Redirect HTTP ke HTTPS
Di File Manager → public_html → .htaccess, tambahkan: RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTPS} !=on
RewriteRule ^ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]
2. Update URL Website
Untuk WordPress:
https://namadomain.com3. Perbaiki Mixed Content
Gunakan plugin seperti:
Agar semua resource (gambar, script) menggunakan HTTPS.
4. Aktifkan HSTS (Opsional)
Tambahkan di .htaccess: Header always set Strict-Transport-Security "max-age=31536000; includeSubDomains; preload"
5. Cek Keamanan Website
Gunakan:
Pastikan tidak ada error SSL.
Self Signed Certificate adalah solusi SSL gratis untuk kebutuhan internal dan testing. Namun, untuk website publik dan bisnis, sebaiknya gunakan sertifikat dari CA tepercaya agar keamanan dan kepercayaan pengguna tetap terjaga.
Chip RAM (Random Access Memory) memegang peran krusial dalam sistem komputer dan berbagai perangkat digital.…
Dalam beberapa tahun terakhir, harga smartphone atau HP menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan di…
Dalam era digital saat ini, banyak pengguna smartphone memiliki kebutuhan untuk menggunakan lebih dari satu…
Dalam dunia produksi video dan periklanan, storyboard adalah fondasi utama sebelum kamera dinyalakan. Storyboard bukan…
Work From Home (WFH) membuat banyak orang mulai mencari sumber penghasilan tambahan dari rumah. Blog…
Robots.txt adalah salah satu file paling penting dalam pengelolaan website dan SEO, meskipun ukurannya sangat…