(0275) 2974 127
Kasus penipuan digital terus berkembang seiring dengan semakin masifnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Pelaku kejahatan siber kini tidak hanya mengandalkan modus lama, tetapi juga menciptakan skema baru yang lebih meyakinkan dan sulit dikenali oleh masyarakat awam.
Di sisi lain, penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) semakin populer karena kemudahannya dalam bertransaksi, baik untuk pembayaran di toko, layanan online, hingga aktivitas harian lainnya. Sayangnya, kemudahan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab sebagai celah untuk melancarkan aksi penipuan.
Salah satu modus yang belakangan marak adalah penipuan berkedok refund paket. Korban dihubungi seolah-olah oleh pihak kurir atau ekspedisi dan diminta melakukan pemindaian QRIS dengan alasan pengembalian dana. Alih-alih menerima uang, saldo korban justru tersedot tanpa disadari.
Artikel ini bertujuan untuk mengulas secara mendalam modus penipuan QRIS berkedok refund paket, mulai dari cara kerja, ciri-ciri, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan pembaca dapat lebih waspada dan terhindar dari kerugian finansial akibat penipuan digital.
Penipuan QRIS berkedok refund paket umumnya dijalankan dengan skema yang rapi dan terencana sehingga tampak meyakinkan di mata korban. Berikut gambaran modus yang sering terjadi.
1. Kronologi umum penipuan yang sering terjadi
Korban biasanya menerima pesan singkat atau chat dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai kurir atau pihak ekspedisi. Pelaku menyebutkan adanya masalah pengiriman, seperti paket tertahan, salah alamat, atau kelebihan pembayaran ongkir. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, korban dijanjikan refund dana dengan syarat mengikuti instruksi tertentu.
2. Peran pesan palsu dari kurir atau pihak ekspedisi
Pelaku kerap menggunakan nama ekspedisi populer, logo, hingga gaya bahasa formal agar terlihat resmi. Pesan dibuat seolah mendesak dan profesional, sehingga korban merasa harus segera menindaklanjuti tanpa sempat melakukan verifikasi lebih lanjut ke pihak resmi.
3. Penggunaan QRIS sebagai alat jebakan transaksi
Alih-alih mentransfer uang ke korban, pelaku mengirimkan kode QRIS dan meminta korban melakukan scan dengan alasan “proses refund”. Padahal, QRIS tersebut merupakan QR pembayaran. Saat korban memindai dan menyetujui transaksi, uang justru berpindah dari rekening atau e-wallet korban ke akun pelaku.
4. Mengapa modus ini terlihat meyakinkan
Modus ini efektif karena memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap kurir dan sistem pembayaran digital. Ditambah lagi, banyak orang belum memahami bahwa QRIS pada dasarnya digunakan untuk membayar, bukan menerima uang. Kombinasi antara rasa panik, janji pengembalian dana, dan tampilan QR yang terlihat resmi membuat korban lengah dan akhirnya tertipu.
QRIS semakin populer sebagai metode pembayaran digital di Indonesia. Namun, di balik kemudahannya, masih banyak pengguna yang belum sepenuhnya memahami cara kerjanya, sehingga celah ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku penipuan.
1. Pengertian QRIS dan cara kerjanya
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR nasional yang dikembangkan Bank Indonesia untuk menyatukan berbagai metode pembayaran nontunai. Dengan satu kode QR, pengguna dapat melakukan pembayaran menggunakan aplikasi bank atau dompet digital. Prinsip utamanya sederhana: scan QR → konfirmasi nominal → bayar.
2. Kemudahan transaksi QRIS bagi pengguna
QRIS menawarkan transaksi yang cepat, praktis, dan tidak memerlukan uang tunai. Pengguna cukup memindai kode QR tanpa harus memasukkan nomor rekening atau detail penerima secara manual. Inilah yang membuat QRIS sangat digemari, terutama untuk transaksi harian.
3. Celah yang dimanfaatkan pelaku penipuan
Kemudahan tersebut justru menjadi celah bagi pelaku penipuan. Banyak pengguna belum menyadari bahwa QRIS pada dasarnya berfungsi untuk melakukan pembayaran, bukan untuk menerima dana. Ketidaktahuan ini dimanfaatkan pelaku dengan menyamar sebagai pihak resmi dan mengarahkan korban untuk memindai QRIS yang sebenarnya akan memotong saldo korban.
4. Perbedaan QRIS pembayaran dan QRIS palsu
QRIS pembayaran asli biasanya menampilkan informasi jelas, seperti nama merchant, lokasi, dan detail penerima dana saat akan dikonfirmasi. Sementara itu, QRIS palsu atau disalahgunakan sering kali tidak disertai penjelasan yang transparan dan digunakan di luar konteks pembayaran. Meski tampak mirip secara visual, fungsinya tetap sama—jika dipindai dan dikonfirmasi, saldo pengguna akan keluar. Oleh karena itu, penting untuk selalu membaca detail transaksi sebelum menyetujui pembayaran.
Baterai merupakan salah satu komponen paling vital pada smartphone karena menentukan seberapa lama perangkat dapat…
YouTube merupakan platform berbagi video terbesar di dunia yang digunakan oleh jutaan orang setiap hari,…
Di era digital saat ini, memiliki domain sendiri merupakan langkah penting untuk membentuk identitas online…
Dalam membangun website atau landing page menggunakan FunnelsPro, salah satu langkah penting yang harus dilakukan…
Di era digital saat ini, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepuasan…
Kenaikan tagihan listrik sering kali menjadi kejutan bagi banyak rumah tangga. Tanpa perubahan besar dalam…