HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Belajar MikroTik CHR: Panduan Penggunaan Level Dasar

Mikrotik sering digunakan agar pengelolaan jaringan lebih mudah. Selain memiliki fitur yang lengkap, GUI (Graphic User Interface) juga mudah dipakai. Pada artikel ini, kamu akan belajar cara menggunakan Mikrotik CHR secara dasar.

Mikrotik CHR

Mikrotik Cloud Hosted Router atau disingkat Mikrotik CHR adalah versi RouterOS yang dirancang khusus agar sebuah perangkat komputer dapat dijalankan secara virtual di Virtual Machine (VM). CHR menggunakan arsitektur x86 64-bit dan bisa digunakan pada sebagian besar hypervisor, seperti VMWare, HyperV, atau VirtualBox.

Mikrotik CHR sama seperti RouterOS pada umumnya, hanya saja tingkat lisensinya berbeda. Tapi jangan khawatir, kita tetap bisa menggunakan CHR dengan lisensi gratis, walaupun kecepatan traffic dengan lisensi gratis hanya akan dibatas pada 1 Mbit per interface.

Panduan Dasar Mikrotik CHR

Sebelum memulai panduan dasar Mikrotik CHR, kamu harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Memiliki VPS yang sudah ter-install Mikrotik CHR. Jika belum, kamu bisa melakukan instalasi dari artikel Hosteko, untuk CentOS 7 dan CentOS 8.
  • Memiliki aplikasi dan akses ke Winbox.

Panduan dasar Mikrotik CHR yang pertama, yaitu kamu perlu menyambungkan ke Mikrotik CHR menggunakan Winbox terlebih dulu.

1. Mengganti Password Mikrotik

Jika kamu baru saja menginstal Mikrotik CHR, langkah yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah mengganti password administrator Mikrotik CHR agar lebih aman. Buka menu System, lalu pilih Password. Biarkan kolom Old Password kosong karena sebelumnya belum ada password yang ditetapkan. Setelah kamu menentukan dan mengonfirmasi password baru, klik tombol Change.

2. Menambahkan Alamat IP

Kamu bisa mengatur alamat IP untuk beberapa jaringan ethernet yang kamu punya. Pilih menu IP, kemudian pilih Addresses. Setelah itu, masukkan alamat IP yang ingin kamu tambahkan dan pilih interface yang akan menggunakan alamat tersebut.

3. Menambahkan Gateway

Agar semua perangkat seperti komputer, handphone, dan perangkat lain yang terhubung ke Mikrotik bisa mengakses internet, kamu harus mengatur gateway ke IP publik. Buka menu IP, lalu pilih Routes. Gunakan angka 0.0.0.0/0 di kolom “Dst. Address” kemudian sesuaikan gateway dengan public. Jika sudah diatur seperti itu, seharusnya Mikrotik sudah dapat melakukan ping ke 8.8.8.8.

4. Langkah Mengaktifkan & Menambahkan DNS Server di Mikrotik CHR

  1. Login ke Mikrotik CHR : Gunakan Winbox, WebFig, atau CLI (Command Line Interface) untuk masuk ke router.
  2. Buka Menu DNS : Pilih IP → DNS.
  3. Tambahkan DNS Server Google : Pada kolom Servers, masukkan alamat DNS : 8.8.8.8 / 8.8.4.4
  4. Aktifkan Allow Remote Requests : Centang Allow Remote Requests jika ingin klien di jaringan internal menggunakan DNS Mikrotik untuk resolver. (Opsional, tetapi dibutuhkan jika router akan menjadi DNS relay untuk jaringan lokal).
  5. Klik Apply dan OK : Perubahan akan langsung diterapkan.

5. Firewall

Langkah Menambahkan Firewall Rule di Mikrotik CHR

  1. Buka Winbox atau WebFig

    • Login ke Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR) menggunakan IP, username, dan password.
  2. Akses Menu Firewall

    • Masuk ke IP → Firewall.
    • Akan terlihat beberapa tab seperti Filter Rules, NAT, Mangle, dll.
  3. Pilih Chain yang Sesuai

    • input: Untuk mengontrol traffic masuk ke router itu sendiri.
    • forward: Untuk mengontrol traffic yang melewati router (antar jaringan).
    • output: Untuk mengontrol traffic keluar dari router.
  4. Tambahkan Rule Baru

    • Klik tombol “+” untuk membuat rule baru.
  5. Konfigurasi Alamat Sumber dan Tujuan

    • Source Address: IP atau subnet pengirim data.
    • Destination Address: IP atau subnet tujuan data.
  6. Atur Action yang Diinginkan

    • Contoh Action: `accept` (menerima), `drop` (memblokir), atau `reject` (menolak dengan notifikasi).
  7. Klik Apply & OK

    • Rule akan aktif setelah diterapkan.

Simpulan

Berikut merupakan panduan dasar yang sebaiknya kamu kuasai dalam menggunakan Mikrotik CHR. Sebagai informasi tambahan, istilah Dst. Address merujuk pada “Destination Address”, sementara Src. Address adalah kependekan dari “Source Address”. Di luar panduan dasar ini, kamu juga disarankan untuk mengeksplorasi fitur-fitur Mikrotik CHR agar dapat memanfaatkannya secara optimal.

Saat ini, Winbox hanya bisa diakses lewat sistem operasi Windows, jadi kamu harus menggunakan Windows untuk mengelola server Mikrotik. Jangan lupa, pilih layanan server yang cepat dan terjamin, seperti cloud VPS dari Hosteko. Semoga artikel ini bermanfaat, Selamat mencoba!

5/5 - (1 vote)
Mulki A. A

Recent Posts

Cara Membuat Testimoni di WordPress dan Manfaatnya untuk Meningkatkan Kepercayaan & Konversi

Testimoni adalah salah satu elemen penting dalam sebuah website, terutama untuk meningkatkan kepercayaan pengunjung terhadap…

3 hours ago

MariaDB Semakin Populer: Alternatif MySQL untuk Database Modern

Di era transformasi digital yang berkembang pesat, kebutuhan akan sistem pengelolaan data yang cepat, stabil,…

4 hours ago

Cara Memperbaiki “The Site is Experiencing Technical Difficulties” di WordPress

Apakah Anda pernah membuka website lalu muncul pesan “The site is experiencing technical difficulties”? Error…

5 hours ago

Jingling Adalah: Cara Kerja, Dampak SEO, dan Mengapa Banyak Dibahas

Jingling menjadi topik hangat di dunia digital setelah kemunculannya menarik perhatian pengguna internet dan pelaku…

23 hours ago

Mengenal Perkembangan Drupal Terbaru dan Dampaknya bagi Website Modern

Perkembangan dunia Content Management System (CMS) terus mengalami perubahan yang signifikan seiring meningkatnya kebutuhan digital…

1 day ago

Dampak TWS dan Earphone Bluetooth bagi Kesehatan Telinga: Mitos atau Fakta?

Perkembangan teknologi audio dalam beberapa tahun terakhir membuat penggunaan TWS (True Wireless Stereo) dan earphone…

1 day ago