(0275) 2974 127
Dalam pengelolaan website, khususnya berbasis WordPress, Anda mungkin pernah mendengar istilah XML-RPC. Fitur ini sering dikaitkan dengan keamanan website karena dianggap dapat menjadi celah serangan jika tidak dikonfigurasi dengan benar.
Lalu, sebenarnya apa itu XML-RPC? Apa fungsinya? Dan mengapa banyak orang menyarankan untuk menonaktifkannya? Berikut pembahasan lengkap dan detailnya.
XML-RPC adalah singkatan dari Extensible Markup Language – Remote Procedure Call. XML-RPC merupakan sebuah protokol yang memungkinkan aplikasi eksternal berkomunikasi dengan server melalui internet menggunakan format XML.
Dalam konteks WordPress, XML-RPC memungkinkan pengguna untuk mengelola website dari aplikasi pihak ketiga tanpa harus login langsung melalui dashboard WordPress. Fitur ini aktif secara default pada WordPress sejak versi 3.5.
XML-RPC memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:
1. Mengelola Website dari Aplikasi Mobile
XML-RPC memungkinkan Anda mengelola website WordPress melalui aplikasi resmi seperti aplikasi WordPress di smartphone.
2. Publikasi Otomatis dari Platform Lain
Beberapa platform atau tools pihak ketiga dapat mempublikasikan artikel secara otomatis ke website WordPress menggunakan XML-RPC.
3. Trackback dan Pingback
XML-RPC juga digunakan untuk fitur trackback dan pingback, yaitu notifikasi antar blog ketika saling menautkan artikel.
4. Integrasi dengan Layanan Eksternal
Beberapa layanan otomatisasi dan integrasi menggunakan XML-RPC untuk terhubung ke website.
XML-RPC bekerja melalui file bernama: xmlrpc.php
File ini terletak di direktori utama instalasi WordPress.
Ketika ada permintaan dari aplikasi eksternal, permintaan tersebut dikirim dalam format XML ke file xmlrpc.php. Server kemudian memproses permintaan tersebut dan mengirimkan respons kembali dalam format XML.
Walaupun memiliki fungsi yang bermanfaat, XML-RPC juga sering menjadi target serangan siber. Berikut beberapa alasan mengapa fitur ini dianggap berisiko.
1. Serangan Brute Force
XML-RPC memungkinkan penyerang mencoba login berkali-kali dalam satu permintaan menggunakan metode system.multicall. Hal ini membuat serangan brute force menjadi lebih efektif dibandingkan login biasa.
2. Serangan DDoS
XML-RPC dapat dimanfaatkan untuk melakukan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) melalui fitur pingback.
3. Tidak Selalu Dibutuhkan
Banyak pemilik website tidak menggunakan aplikasi mobile atau layanan eksternal. Jika tidak digunakan, fitur ini hanya menjadi potensi celah keamanan.
Anda sebaiknya menonaktifkan XML-RPC jika:
Tidak menggunakan aplikasi WordPress mobile
Tidak menggunakan layanan publikasi otomatis
Tidak memanfaatkan integrasi pihak ketiga
Ingin meningkatkan keamanan website
Namun, jika website Anda menggunakan sistem integrasi tertentu, pastikan untuk memeriksa terlebih dahulu sebelum menonaktifkannya.
Berikut beberapa cara umum untuk menonaktifkan XML-RPC.
1. Menggunakan Plugin Keamanan
Beberapa plugin keamanan menyediakan opsi untuk menonaktifkan XML-RPC dengan satu klik.
Contohnya:
Wordfence Security
iThemes Security
All In One WP Security
Anda cukup masuk ke pengaturan plugin dan nonaktifkan fitur XML-RPC.
2. Menggunakan File .htaccess
Tambahkan kode berikut ke file .htaccess: <Files xmlrpc.php>
Order Deny,Allow
Deny from all
</Files>
Kode ini akan memblokir akses ke file xmlrpc.php.
3. Melalui Konfigurasi Server (Nginx)
Jika menggunakan Nginx, tambahkan konfigurasi untuk memblokir akses ke xmlrpc.php.
Tidak. XML-RPC berbeda dengan REST API.
REST API adalah metode komunikasi modern yang digunakan WordPress saat ini untuk integrasi aplikasi dan layanan eksternal. REST API dianggap lebih aman dan fleksibel dibandingkan XML-RPC.
Jika Anda tidak menggunakan XML-RPC, WordPress tetap dapat berjalan normal dengan REST API.
Menonaktifkan XML-RPC tidak akan memengaruhi fungsi utama website seperti:
Mengakses dashboard
Mengunggah artikel
Mengelola halaman
Menginstal plugin
Namun, Anda tidak bisa lagi:
Mengelola website melalui aplikasi WordPress mobile
Menggunakan beberapa layanan otomatisasi tertentu
XML-RPC adalah protokol komunikasi yang memungkinkan aplikasi eksternal terhubung dengan WordPress. Fitur ini mempermudah integrasi dan pengelolaan jarak jauh, tetapi juga memiliki risiko keamanan jika tidak dikontrol dengan baik.
Jika Anda tidak menggunakan fitur yang membutuhkan XML-RPC, menonaktifkannya adalah langkah yang bijak untuk meningkatkan keamanan website. Dengan membatasi fitur yang tidak diperlukan, Anda dapat mengurangi potensi serangan dan menjaga performa website tetap optimal.
IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah versi terbaru dari protokol internet yang dirancang untuk menggantikan…
Dalam dunia komputer dan teknologi informasi, istilah input merupakan salah satu konsep dasar yang sangat…
Dalam dunia komputer, istilah ekstensi file sangat sering digunakan. Setiap file yang tersimpan di komputer…
Memasuki bulan Ramadan, aktivitas komunikasi digital masyarakat Indonesia cenderung meningkat signifikan. Momen silaturahmi, berbagi kabar,…
Meski versi terbaru Windows sudah tersedia, jumlah pengguna Windows 10 di seluruh dunia masih sangat…
Dalam pengembangan aplikasi PHP modern, terutama saat menggunakan framework seperti Laravel, Composer menjadi tools yang…