VPS Windows banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti hosting website, remote desktop, aplikasi bisnis, hingga server internal perusahaan. Salah satu pengaturan penting yang sering dibutuhkan adalah membuat partisi hardisk agar penyimpanan lebih rapi, aman, dan terstruktur.
Dengan partisi, sistem operasi, data, backup, dan aplikasi dapat dipisahkan ke dalam drive yang berbeda sehingga performa server menjadi lebih stabil, data lebih terorganisir, risiko kehilangan data lebih kecil, dan proses backup menjadi lebih mudah. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan detail cara membuat partisi hardisk di VPS Windows, mulai dari pengertian, persiapan, hingga langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan.
Apa Itu Partisi Hardisk?
Partisi hardisk adalah proses membagi satu media penyimpanan fisik menjadi beberapa bagian logis yang disebut drive (misalnya C:, D:, E:). Setiap partisi dapat digunakan untuk tujuan berbeda, seperti:
- C: Sistem operasi Windows
- D: Data website
- E: Backup
- F: File aplikasi
Manfaat Membuat Partisi di VPS Windows
File tidak tercampur dengan sistem.
Jika Windows error, data di partisi lain tetap aman.
Sistem tidak terbebani oleh file besar di drive C.
Cukup backup partisi tertentu saja.
Cocok untuk website dan aplikasi berkembang.
Persiapan Sebelum Membuat Partisi
Sebelum memulai, pastikan hal-hal berikut ini:
- Sudah login ke VPS Windows via Remote Desktop (RDP)
- Memiliki akses Administrator
- Sudah backup data penting (jika ada)
- VPS dalam kondisi stabil (tidak sedang update besar)
Cara Membuat Partisi Hardisk di VPS Windows (Disk Management)
1. Buka Disk Management
- Klik Start → ketik Disk Management
- Pilih Create and format hard disk partitions
- Tekan Windows + X → pilih Disk Management
2. Cek Kondisi Hardisk
Kamu akan melihat:
- Disk 0 (biasanya sistem)
- Drive C:
- Unallocated Space (jika ada)
Jika belum ada ruang kosong, kita perlu mengecilkan drive C terlebih dahulu.
3. Shrink Drive C (Membuat Ruang Kosong)
- Klik kanan Drive C:
- Pilih Shrink Volume
- Masukkan ukuran yang ingin dipisahkan (contoh: 50.000 MB = 50 GB)
- Klik Shrink
Setelah itu akan muncul Unallocated Space.
4. Buat Partisi Baru
- Klik kanan pada Unallocated Space
- Pilih New Simple Volume
- Klik Next
- Tentukan ukuran partisi
- Pilih huruf drive (misalnya D:)
- Pilih Format NTFS
- Klik Finish
Tunggu beberapa detik sampai selesai.
5. Verifikasi
Buka This PC / File Explorer, pastikan drive baru sudah muncul (D:, E:, dll).
Cara Membuat Partisi Menggunakan Command Prompt (DiskPart)
Metode ini cocok untuk administrator tingkat lanjut.
-
Buka Command Prompt (Run as Administrator)
-
Ketik:
Tips Penting Agar Aman
- Jangan mengecilkan drive C terlalu kecil.
Drive C berisi sistem operasi Windows dan file penting server. Jika ukurannya terlalu kecil, Windows akan cepat penuh, menyebabkan error, update gagal, atau bahkan server tidak bisa boot. Pastikan drive C tetap memiliki ruang lega agar sistem dapat berjalan stabil dan tidak mudah mengalami crash.
- Sisakan minimal 20–30 GB untuk sistem.
Ruang kosong ini dibutuhkan untuk update Windows, cache, log, dan file sementara. Tanpa ruang yang cukup, performa VPS akan menurun drastis dan risiko kerusakan sistem meningkat. Untuk server produksi, lebih aman jika menyediakan ruang lebih besar dari batas minimal ini.
- Gunakan NTFS untuk stabilitas.
NTFS adalah sistem file terbaik untuk Windows Server karena mendukung keamanan (permission), enkripsi, ukuran file besar, serta lebih tahan terhadap error dibandingkan FAT32. Dengan NTFS, data lebih aman dan sistem lebih stabil dalam jangka panjang.
- Hindari membuat partisi terlalu banyak.
Terlalu banyak partisi justru menyulitkan pengelolaan dan meningkatkan risiko salah simpan data. Buatlah partisi sesuai kebutuhan saja, misalnya untuk sistem, data, dan backup, agar manajemen storage tetap sederhana dan efisien.
- Selalu lakukan backup sebelum perubahan besar.
Sebelum mengecilkan atau membagi hardisk, pastikan data penting sudah dibackup ke lokasi lain. Jika terjadi kesalahan saat proses partisi, kamu tetap memiliki salinan data yang aman dan bisa melakukan restore tanpa kehilangan informasi penting.
Contoh Penggunaan Partisi di VPS Windows
| Drive |
Fungsi |
| C: |
Sistem Windows |
| D: |
Website & Data |
| E: |
Backup |
| F: |
Aplikasi |
Kesimpulan
Membuat partisi hardisk di VPS Windows adalah langkah penting untuk meningkatkan keamanan, performa, dan kerapian server. Dengan menggunakan Disk Management atau DiskPart, kamu dapat mengatur penyimpanan secara profesional sesuai kebutuhan. Partisi yang terstruktur akan membantu website dan aplikasi berjalan lebih stabil serta memudahkan proses backup dan maintenance jangka panjang.