HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Cara Mengatasi Error Too Many Redirects di Website: Penyebab dan Solusi Lengkap

Pengertian Error Too Many Redirects

Error Too Many Redirects” atau sering muncul sebagai ERR_TOO_MANY_REDIRECTS adalah masalah pada website yang terjadi ketika browser terus diarahkan dari satu URL ke URL lain secara berulang tanpa pernah mencapai halaman tujuan. Kondisi ini disebut redirect loop atau loop pengalihan.

Misalnya:

  • http://domain.com → redirect ke https://domain.com

  • https://domain.com → redirect kembali ke http://domain.com

Akibatnya browser terus berputar dalam proses redirect hingga akhirnya menampilkan pesan error karena terlalu banyak pengalihan.

Biasanya error ini muncul dengan pesan seperti:

  • This page isn’t working – redirected you too many times

  • ERR_TOO_MANY_REDIRECTS

  • The page isn’t redirecting properly

Masalah ini sering terjadi pada website yang menggunakan WordPress, CMS, atau konfigurasi server tertentu.

Penyebab Error Too Many Redirects

Sebelum memperbaiki masalah ini, penting untuk mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

1. Konflik HTTP dan HTTPS

Salah satu penyebab paling umum adalah konflik antara HTTP dan HTTPS.

Contohnya:

  • Website memaksa redirect ke HTTPS
  • Namun server atau plugin juga mengarahkan kembali ke HTTP

Akibatnya browser terus berpindah antara dua protokol tersebut dan menyebabkan loop redirect.

2. Kesalahan Konfigurasi Redirect

Redirect yang tidak tepat di server atau file konfigurasi juga bisa menyebabkan masalah ini.

Contohnya:

  • Redirect halaman ke dirinya sendiri
  • Dua aturan redirect yang saling bertentangan
  • Redirect yang dibuat berulang di .htaccess atau konfigurasi server.

Kesalahan konfigurasi seperti ini akan membuat browser tidak pernah mencapai halaman akhir.

3. Masalah Cache Browser

Browser biasanya menyimpan cache dan cookie untuk mempercepat proses loading website.

Namun jika browser menyimpan redirect lama yang sudah tidak digunakan, maka browser bisa terus mengikuti aturan redirect lama tersebut sehingga muncul error.

4. Konflik Plugin atau CMS

Website berbasis CMS seperti WordPress sering menggunakan plugin untuk mengatur redirect, keamanan, atau SSL.

Jika ada dua plugin yang mengatur redirect secara bersamaan, maka bisa terjadi konflik yang menyebabkan loop redirect.

5. Kesalahan Pengaturan URL Website

Pada CMS seperti WordPress terdapat pengaturan:

  • WordPress Address (URL)
  • Site Address (URL)

Jika kedua alamat ini tidak sesuai atau berbeda protokol, website dapat mengalami redirect berulang.

6. Konfigurasi SSL yang Tidak Tepat

SSL yang tidak dikonfigurasi dengan benar juga dapat menyebabkan redirect loop.

Misalnya:

  • SSL belum aktif tetapi website dipaksa menggunakan HTTPS
  • CDN atau server memaksa redirect ke HTTPS tanpa sertifikat yang valid.

Cara Mengatasi Error Too Many Redirects

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

1. Hapus Cache dan Cookies Browser

Langkah pertama yang paling mudah adalah membersihkan cache browser.

Cara melakukannya

  • Buka Settings browser
  • Pilih Privacy & Security
  • Klik Clear Browsing Data
  • Hapus cache dan cookies
  • Reload website

Jika error disebabkan oleh cache lama, biasanya masalah akan langsung hilang setelah cache dibersihkan.

2. Periksa Pengaturan URL Website

Jika menggunakan WordPress, periksa pengaturan URL website.

Langkah-langkah

  • Login ke Dashboard WordPress
  • Masuk ke Settings
  • Klik General
  • Periksa:
    • WordPress Address
    • Site Address

Pastikan keduanya menggunakan URL yang sama, misalnya:

https://namadomain.com

3. Nonaktifkan Plugin Redirect atau Security

Plugin tertentu dapat membuat aturan redirect otomatis.

Beberapa plugin yang sering menyebabkan konflik antara lain:

  • Plugin redirect
  • Plugin SSL
  • Plugin keamanan
  • Plugin cache

Cara mengatasinya

  • Login ke WordPress
  • Masuk ke Plugins
  • Nonaktifkan semua plugin sementara
  • Aktifkan kembali satu per satu untuk menemukan penyebabnya.

4. Periksa File .htaccess

File .htaccess pada server Apache sering digunakan untuk membuat aturan redirect.

Jika terdapat aturan yang salah, website bisa mengalami redirect loop.

Contoh redirect yang benar

RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTPS} off
RewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]

Jika file .htaccess rusak, Anda bisa:

  • Rename .htaccess menjadi .htaccess_old
  • Refresh website
  • Biarkan CMS membuat file baru secara otomatis.

5. Periksa Pengaturan SSL

Jika website menggunakan HTTPS, pastikan:

  • Sertifikat SSL sudah aktif
  • Redirect hanya satu arah
  • Tidak ada konflik antara server dan plugin

Redirect yang benar biasanya seperti ini:

http://domain.com → https://domain.com

Tanpa redirect kembali ke HTTP.

6. Bersihkan Cache Server atau CDN

Jika website menggunakan:

  • CDN
  • Plugin cache
  • Server cache

Cache lama dapat menyimpan aturan redirect yang salah.

Solusinya:

  • Clear cache CDN
  • Clear cache plugin
  • Restart cache server

Cache yang tersimpan bisa membuat redirect lama tetap berjalan meskipun aturan sudah diubah.

7. Periksa Pengaturan DNS

Jika baru saja melakukan:

  • migrasi domain
  • perubahan DNS
  • perubahan hosting

maka konfigurasi DNS yang salah bisa menyebabkan redirect ke alamat yang tidak benar.

Pastikan:

  • A record benar
  • CNAME benar
  • domain mengarah ke hosting yang tepat

Tips Mencegah Error Too Many Redirects

Agar masalah ini tidak terjadi lagi, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Gunakan satu aturan redirect saja

  2. Hindari banyak plugin redirect

  3. Pastikan SSL dan HTTP redirect konsisten

  4. Periksa .htaccess sebelum melakukan perubahan

  5. Gunakan plugin redirect yang terpercaya

Kesimpulan

Error Too Many Redirects terjadi ketika website mengalami redirect loop, yaitu kondisi di mana browser terus diarahkan ke URL lain tanpa pernah mencapai halaman tujuan. Masalah ini biasanya disebabkan oleh konflik redirect, kesalahan konfigurasi SSL, cache browser, atau plugin CMS.

Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan beberapa langkah seperti membersihkan cache browser, memeriksa pengaturan URL website, menonaktifkan plugin yang bermasalah, memperbaiki file .htaccess, serta memastikan konfigurasi SSL dan DNS sudah benar.

Dengan memahami penyebab dan solusi dari error ini, Anda dapat menjaga website tetap stabil dan memberikan  pengalaman pengguna yang lebih baik.

5/5 - (1 vote)
Fitri Ana

Recent Posts

Aturan Baru Komdigi untuk Media Sosial, TikTok Ungkap Puluhan Fitur Keamanan Remaja

Perkembangan teknologi digital dan media sosial membuat anak dan remaja semakin mudah mengakses berbagai platform…

3 hours ago

Apa Itu Packet Switching? Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya pada Jaringan Komputer

Dalam dunia jaringan komputer dan komunikasi data, proses pengiriman informasi dari satu perangkat ke perangkat…

4 hours ago

Topologi Mesh: Pengertian, Ciri, Kelebihan, dan Kekurangan dalam Jaringan Komputer

Dalam dunia jaringan komputer, topologi jaringan merupakan salah satu konsep penting yang menentukan bagaimana perangkat…

22 hours ago

Apa Itu Uptime Hosting? Pengertian, Cara Kerja, dan Pentingnya untuk Website

Dalam dunia website dan layanan hosting, istilah uptime sering menjadi salah satu faktor utama yang…

23 hours ago

Kerja Kantor Jadi Lebih Praktis! Gemini AI Kini Hadir di Google Docs dan Sheets

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini semakin terintegrasi dengan berbagai aplikasi yang digunakan dalam aktivitas…

1 day ago

Cara Setting Shipping WooCommerce dengan Woongkir untuk Menghitung Ongkir Otomatis

Dalam menjalankan toko online berbasis WordPress, pengaturan ongkos kirim merupakan salah satu aspek penting yang…

1 day ago