(0275) 2974 127
Error Permission Denied di Linux adalah salah satu masalah paling umum yang sering dialami pengguna, baik pemula maupun administrator server. Error ini biasanya muncul saat Anda mencoba mengakses, mengedit, mengeksekusi, atau menghapus file tanpa izin yang sesuai.
Jika tidak dipahami dengan benar, error ini bisa menghambat pekerjaan, terutama saat mengelola VPS, server produksi, atau website berbasis Linux. Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab, cara mengecek permission, serta langkah-langkah mengatasi Permission Denied dengan aman.
Permission Denied adalah pesan error yang muncul ketika sistem Linux menolak akses ke file atau direktori karena pengguna tidak memiliki izin yang sesuai.
Contoh error yang sering muncul: bash: ./script.sh: Permission denied atau cp: cannot open file: Permission denied
Linux menggunakan sistem hak akses (permission) untuk menjaga keamanan file dan sistem. Setiap file dan folder memiliki aturan siapa yang boleh membaca, menulis, atau menjalankan file tersebut.
Sebelum memperbaiki error, Anda perlu memahami konsep permission dasar.
Read (r) → Izin membaca file
Write (w) → Izin mengubah atau menulis file
Execute (x) → Izin menjalankan file
Owner → Pemilik file
Group → Grup pemilik file
Others → Pengguna lain
Jika Anda menjalankan perintah: ls -l
Contoh output: -rw-r–r– 1 root root 1024 Jan 20 10:00 file.txt
Artinya:
Owner memiliki read & write
Group hanya read
Others hanya read
Beberapa penyebab paling umum:
File tidak memiliki izin execute
User bukan pemilik file
Folder parent tidak memiliki izin akses
File dimiliki oleh root
SELinux membatasi akses
Mount point tidak mengizinkan eksekusi
Berikut solusi berdasarkan penyebabnya.
1. Memberikan Permission dengan chmod
Perintah chmod digunakan untuk mengubah hak akses file.
Contoh memberi izin execute:
Memberikan akses penuh ke owner:
Memberikan akses read/write untuk owner dan read untuk lainnya:
Format angka permission:
7 = read + write + execute
6 = read + write
5 = read + execute
4 = read
0 = tidak ada akses
2. Mengubah Kepemilikan File dengan chown
Jika file dimiliki root, user biasa tidak bisa mengaksesnya.
Cek kepemilikan: ls -l
Ubah owner: sudo chown username:username file.txt
Untuk folder beserta isinya: sudo chown -R username:username folder/
3. Menggunakan sudo
Jika error terjadi karena keterbatasan hak akses, gunakan sudo: sudo nano file.txt
Namun gunakan sudo dengan hati-hati agar tidak merusak sistem.
4. Memeriksa Permission Folder Induk
Kadang file sudah benar, tetapi folder tidak memiliki izin.
Cek dengan: ls -ld nama_folder
Jika perlu, ubah permission folder: chmod 755 nama_folder
5. Mengatasi Permission Denied Saat Menjalankan Script
Jika muncul: ./script.sh: Permission denied
Solusi:
Tambahkan izin execute
Jalankan dengan bash:
6. Mengatasi Permission Denied di Web Server (Apache/Nginx)
Pada VPS hosting website, error ini sering terjadi pada:
Upload file
Folder storage
Folder cache
Solusi umum untuk WordPress:
User www-data biasanya digunakan oleh Apache/Nginx di Ubuntu.
7. Mengatasi Permission Denied Karena SELinux
Pada CentOS atau RHEL, SELinux bisa memblokir akses meskipun permission sudah benar.
Cek status SELinux: sestatus
Untuk testing sementara: sudo setenforce 0
Jika masalah hilang, berarti SELinux yang membatasi.
8. Mengatasi Permission Denied pada Mount Disk
Jika file berada di partisi tertentu:
Cek mount option: mount | grep /dev/sdX
Jika ada opsi noexec, maka file tidak bisa dijalankan.
Edit file /etc/fstab dan hapus opsi noexec, lalu remount.
Kasus: Website tidak bisa upload file dan muncul Permission Denied.
Analisa: Folder uploads dimiliki root.
Solusi:
Masalah selesai karena web server kini memiliki akses yang sesuai.
Jangan gunakan chmod 777 sembarangan
Gunakan prinsip least privilege
Pastikan kepemilikan file sesuai user aplikasi
Gunakan group management dengan benar
Rutin audit permission pada server produksi
777 → Semua user bisa read, write, execute (tidak aman)
755 → Owner penuh, others read & execute (lebih aman)
644 → Cocok untuk file biasa
Hindari 777 kecuali benar-benar diperlukan.
Permission Denied di Linux terjadi karena sistem keamanan file membatasi akses berdasarkan user dan hak akses. Untuk mengatasinya, Anda perlu memahami struktur permission Linux, mengecek kepemilikan file, serta menggunakan perintah seperti chmod, chown, dan sudo dengan tepat. Masalah ini umum terjadi di VPS, server web, maupun lingkungan development.
Dengan pemahaman yang benar, Anda dapat mengatasinya dengan cepat tanpa merusak keamanan sistem. Mengelola permission dengan baik bukan hanya soal memperbaiki error, tetapi juga menjaga stabilitas dan keamanan server dalam jangka panjang.
Pengertian Bot Bot adalah singkatan dari robot, yaitu program atau aplikasi otomatis yang dirancang untuk…
Bulan suci Ramadhan merupakan waktu yang istimewa untuk menebar kebaikan sekaligus mempererat hubungan dengan sesama.…
Kursor laptop yang tiba-tiba tidak bergerak tentu menjadi kendala yang cukup mengganggu, apalagi saat sedang…
Virtual Host adalah salah satu konfigurasi penting dalam server web yang memungkinkan satu server melayani…
Pay Per Post adalah model monetisasi di mana pengunjung membayar untuk mengakses satu artikel tertentu…
Pengguna Telegram di perangkat Android baru-baru ini dibuat terkejut dengan pembaruan tampilan aplikasi yang berubah…