HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
hosting

Cara Upload CodeIgniter 3 ke Hosting Lengkap dari Lokal ke Online Tanpa Error

CodeIgniter 3 adalah salah satu framework PHP yang ringan, cepat, dan banyak digunakan untuk membangun aplikasi web. Setelah proses development selesai di localhost, langkah berikutnya adalah melakukan deploy atau upload ke hosting agar aplikasi dapat diakses secara online.

Bagi banyak pengguna, terutama pemula, proses ini sering menimbulkan kendala seperti error database, halaman kosong, hingga URL yang tidak berfungsi. Hal ini biasanya terjadi karena konfigurasi yang belum tepat saat proses upload.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari persiapan, langkah upload, konfigurasi penting, hingga solusi error yang sering terjadi.

Persiapan Sebelum Upload

Sebelum melakukan upload, pastikan semua komponen berikut sudah siap:

  • Project CodeIgniter 3 berjalan normal di localhost
  • Hosting aktif (shared hosting/VPS)
  • Domain sudah terhubung ke hosting
  • Akses cPanel atau FTP
  • File database (.sql) sudah tersedia
  • Versi PHP hosting sesuai (disarankan PHP 7.x untuk stabilitas)

Struktur Folder CodeIgniter 3

Struktur default CodeIgniter:

application/
system/
user_guide/
index.php

Penjelasan:

  • application → berisi controller, model, view
  • system → core framework
  • index.php → entry point aplikasi

Metode Upload CodeIgniter ke Hosting

Ada 2 metode yang bisa digunakan:

1. Menggunakan File Manager (cPanel)

Cocok untuk pemula

2. Menggunakan FTP (FileZilla)

Cocok untuk project besar

Langkah Upload via cPanel (Step-by-Step)

1. Compress Project

  • Klik kanan folder project
  • Pilih compress (ZIP)
  • Pastikan semua file masuk dalam satu file ZIP

2. Upload ke Hosting

  • Login ke cPanel
  • Masuk ke File Manager
  • Buka folder:
public_html
  • Upload file ZIP

3. Extract File

  • Klik file ZIP
  • Klik Extract
  • Pastikan struktur file tidak double folder

Konfigurasi Penting Setelah Upload

1. Setting Base URL

Buka:

application/config/config.php

Ubah:

$config[‘base_url’] = ‘http://localhost/project’;

Menjadi:

$config[‘base_url’] = ‘https://domainanda.com/’;

2. Konfigurasi Database

Buka:

application/config/database.php

Isi sesuai hosting:

‘hostname’ => ‘localhost’,
‘username’ => ‘cpanel_user’,
‘password’ => ‘password_db’,
‘database’ => ‘nama_database’,

3. Import Database

  • Buka phpMyAdmin
  • Pilih database
  • Klik Import
  • Upload file .sql

4. Setting index.php

Buka file:

index.php

Pastikan:

$system_path = ‘system’;
$application_folder = ‘application’;

Menghilangkan index.php dari URL

1. Edit config.php

$config[‘index_page’] = ”;

2. Tambahkan .htaccess

RewriteEngine On
RewriteCond $1 !^(index\.php|assets|images|css|js)
RewriteRule ^(.*)$ index.php/$1 [L]

3. Aktifkan mod_rewrite

Biasanya sudah aktif di hosting

Setting Permission File

Gunakan standar:

  • Folder → 755
  • File → 644

Optimasi untuk Production

1. Set Environment Production

Edit index.php:

define(‘ENVIRONMENT’, ‘production’);

2. Nonaktifkan Error Display

error_reporting(0);

3. Aktifkan Cache (Optional)

Untuk performa lebih baik

Struktur Aman (Best Practice)

Untuk keamanan:

  • Pindahkan folder:
    • application
    • system

Ke luar public_html

Edit index.php:

$system_path = ‘../system’;
$application_folder = ‘../application’;

Upload via FTP (Alternatif)

Gunakan FileZilla:

Langkah:

  • Masukkan host, user, password
  • Upload ke public_html
  • Tunggu hingga selesai

Masalah yang Sering Terjadi & Solusi

1. Error 404

Penyebab:

  • .htaccess salah
  • base_url salah

Solusi:

  • Perbaiki config
  • Aktifkan rewrite

2. Database Error

Penyebab:

  • Username/password salah

Solusi:

  • Periksa database.php

3. Blank Page

Penyebab:

  • Error tidak tampil

Solusi:

error_reporting(E_ALL);

4. Internal Server Error (500)

Penyebab:

  • Syntax .htaccess

Solusi:

  • Reset .htaccess

5. Asset Tidak Muncul (CSS/JS)

Penyebab:

  • Path salah

Solusi:

  • Gunakan base_url()

Tips Pro (Advanced)

  • Gunakan HTTPS
  • Gunakan CDN
  • Gunakan version control (Git)
  • Backup sebelum deploy
  • Gunakan staging environment

Checklist Sebelum Go Live

  • Website bisa diakses
  • Database terhubung
  • Tidak ada error
  • URL bersih
  • Asset tampil normal

Kesimpulan

Mengupload CodeIgniter 3 ke hosting membutuhkan beberapa tahapan penting mulai dari upload file, konfigurasi base URL, pengaturan database, hingga optimasi untuk production. Dengan mengikuti langkah-langkah yang benar, Anda dapat memastikan aplikasi berjalan dengan lancar tanpa error.

Meskipun terlihat kompleks, proses ini akan menjadi mudah jika dilakukan secara bertahap dan teliti. Setelah berhasil, website Anda siap digunakan secara online dengan performa yang optimal.

Untuk mendapatkan panduan dan artikel menarik lainnya seputar hosting, website, dan pengembangan aplikasi, Anda dapat mengunjungi blog Hosteko. Jika Anda membutuhkan layanan domain dan hosting untuk menjalankan website Anda, silakan kunjungi situs resmi di hosteko.com.

5/5 - (1 vote)
Fitri Ana

Recent Posts

Cara Memilih Aplikasi Membaca Novel yang Tepat

Setelah mengetahui berbagai rekomendasi aplikasi membaca novel, langkah berikutnya adalah menentukan platform yang paling sesuai…

9 hours ago

10 Aplikasi Membaca Novel Terbaik dan Populer

Setelah mengetahui cara kerja dan hal yang perlu diperhatikan dalam memilih aplikasi membaca novel, sekarang…

11 hours ago

High Performance Computing (HPC): Pengertian, Fungsi, dan Manfaat

High Performance Computing (HPC) adalah pendekatan komputasi yang menggabungkan sumber daya komputasi seperti CPU, GPU,…

13 hours ago

Apa Itu Password Spraying? Kenali Risiko dan Cara Mengatasinya

Password spraying adalah salah satu jenis serangan siber yang menargetkan banyak akun menggunakan satu atau…

15 hours ago

Aplikasi Membaca Novel: Pengertian dan Cara Memilihnya

Membaca novel kini tidak harus selalu menggunakan buku fisik. Perkembangan buku digital dan aplikasi membaca…

1 day ago

Panduan Lengkap Menggunakan Nano di Linux untuk Pemula

Bagi pengguna Linux, mengedit file konfigurasi merupakan aktivitas yang cukup sering dilakukan, terutama ketika mengelola…

2 days ago