(0275) 2974 127
Website yang tidak mobile-friendly dapat menyulitkan pengunjung ketika membaca teks, menekan tombol, mengisi formulir, atau menavigasi halaman. Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi performa SEO karena Google menggunakan versi mobile dari konten website untuk proses pengindeksan.
Lantas, apa yang dimaksud dengan website mobile-friendly, apa saja dampaknya bagi pengunjung dan SEO, serta bagaimana cara mengatasinya? Simak pembahasan berikut untuk memahami pentingnya optimasi website bagi pengguna perangkat mobile.
Website mobile-friendly adalah website yang dirancang agar dapat digunakan dengan nyaman melalui perangkat mobile, seperti smartphone dan tablet. Website ini mampu menyesuaikan tata letak, ukuran teks, gambar, tombol, serta elemen navigasi dengan ukuran layar perangkat yang digunakan pengunjung.
Sebagai contoh, website yang mobile-friendly akan menampilkan menu navigasi yang ringkas, teks yang mudah dibaca, dan gambar yang menyesuaikan lebar layar. Pengunjung tidak perlu memperbesar halaman secara manual atau menggeser layar ke kanan dan kiri hanya untuk membaca sebuah artikel.
Sebaliknya, website yang tidak mobile-friendly biasanya mempertahankan tata letak desktop ketika dibuka melalui smartphone. Akibatnya, sebagian konten dapat terpotong, ukuran teks terlalu kecil, dan tombol sulit digunakan.
Mobile-friendly juga tidak selalu berarti website harus memiliki desain khusus untuk smartphone. Website dapat menggunakan desain responsif (responsive web design) yang secara otomatis menyesuaikan tampilan berdasarkan ukuran layar perangkat.
Website yang tidak mobile-friendly dapat dikenali dari tampilan dan fitur yang sulit digunakan melalui smartphone. Berikut beberapa ciri yang perlu diperhatikan.
Website yang sulit digunakan melalui smartphone dapat membuat pengunjung merasa tidak nyaman dan memilih mencari informasi di website lain. Teks yang terlalu kecil, tampilan berantakan, serta navigasi yang sulit digunakan dapat mengurangi pengalaman pengguna dan kepercayaan terhadap website.
Bagi toko online, masalah ini juga dapat menyulitkan pelanggan saat melihat produk, menekan tombol beli, atau menyelesaikan pembayaran. Akibatnya, pelanggan berpotensi membatalkan transaksi dan tingkat konversi menurun. Oleh karena itu, website perlu dirancang agar mudah diakses melalui smartphone sehingga pengunjung dapat menemukan informasi dan melakukan aktivitas dengan nyaman.
Selain memengaruhi pengunjung, website yang tidak mobile-friendly juga dapat menghadapi tantangan dalam persaingan hasil pencarian. Berikut beberapa dampak yang perlu dipahami.
Google menerapkan mobile-first indexing, yaitu menggunakan versi mobile dari konten website untuk pengindeksan. Artinya, Google terutama mengandalkan konten yang tersedia pada versi mobile untuk memahami dan mengindeks halaman.
Jika versi mobile tidak menampilkan konten utama yang sama dengan versi desktop, Google mungkin memiliki informasi yang lebih terbatas untuk memahami halaman tersebut.
Misalnya, sebuah artikel memiliki pembahasan lengkap di desktop, tetapi sebagian paragraf penting disembunyikan atau tidak dimuat pada versi mobile. Hal ini dapat memengaruhi pemahaman Google terhadap isi halaman.
Namun, website yang tidak mobile-friendly tidak otomatis mendapatkan penalti atau kehilangan peringkat. Dampaknya bergantung pada berbagai faktor, termasuk kualitas konten, relevansi terhadap pencarian, kemampuan crawling, dan pengalaman halaman.
Google mempertimbangkan berbagai aspek pengalaman halaman dalam sistem penelusurannya. Website yang sulit digunakan pada perangkat mobile dapat memberikan pengalaman yang kurang baik bagi pengunjung.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:
Aspek-aspek tersebut perlu diperbaiki secara menyeluruh. Memiliki desain mobile-friendly saja tidak otomatis menjamin peringkat tinggi di Google karena SEO juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain.
Website yang memberikan pengalaman mobile kurang baik berpotensi kehilangan pengunjung dari hasil pencarian jika pengguna memilih halaman lain yang lebih nyaman digunakan.
Selain itu, jika masalah mobile menyebabkan konten utama tidak dapat diakses atau dipahami dengan baik oleh mesin pencari, performa pengindeksan dan visibilitas halaman juga dapat terdampak. Oleh karena itu, pemilik website perlu memastikan bahwa konten penting, judul, tautan internal, gambar, dan informasi utama tersedia dengan baik pada versi mobile.
Core Web Vitals adalah sekumpulan metrik yang digunakan untuk mengevaluasi pengalaman pengguna terkait pemuatan, responsivitas, dan stabilitas visual halaman.
Tiga metrik utamanya adalah:
| Metrik | Fungsi | Target yang Disarankan |
|---|---|---|
| LCP (Largest Contentful Paint) | Mengukur waktu pemuatan elemen konten terbesar yang terlihat | Maksimal 2,5 detik |
| INP (Interaction to Next Paint) | Mengukur responsivitas halaman terhadap interaksi pengguna | Maksimal 200 milidetik |
| CLS (Cumulative Layout Shift) | Mengukur pergeseran tata letak yang tidak terduga | Maksimal 0,1 |
Target tersebut dinilai pada persentil ke-75 kunjungan pengguna, dengan mempertimbangkan perangkat mobile dan desktop secara terpisah. Website yang memiliki gambar terlalu besar, JavaScript berlebihan, atau elemen yang berubah posisi ketika halaman dimuat berpotensi memperoleh hasil Core Web Vitals yang kurang baik.
Perlu diketahui bahwa website tidak mobile-friendly tidak selalu memiliki Core Web Vitals yang buruk. Keduanya merupakan aspek berbeda, tetapi dapat saling berkaitan dalam menciptakan pengalaman pengguna yang optimal.
Ketika beberapa website menawarkan informasi yang relevan, pengalaman pengguna dapat menjadi salah satu pembeda. Website yang mudah dibaca dan digunakan melalui smartphone memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk menemukan informasi, memahami produk, dan menyelesaikan tindakan yang diinginkan.
Sebaliknya, website yang sulit digunakan berisiko kehilangan kesempatan mempertahankan pengunjung. Meski demikian, posisi di hasil pencarian tidak ditentukan oleh mobile-friendliness saja. Kualitas konten, relevansi terhadap kebutuhan pengguna, otoritas, dan berbagai faktor teknis lainnya tetap berperan.
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbandingan karakteristik website yang sudah dan belum dioptimalkan untuk perangkat mobile.
| Aspek | Mobile-Friendly | Tidak Mobile-Friendly |
|---|---|---|
| Tata letak | Menyesuaikan ukuran layar | Terlalu lebar atau terpotong |
| Teks | Mudah dibaca | Terlalu kecil atau sulit dibaca |
| Gambar | Menyesuaikan lebar layar | Terpotong atau melampaui layar |
| Navigasi | Menu mudah digunakan | Menu terlalu rapat atau sulit diakses |
| Tombol | Mudah ditekan dengan jari | Terlalu kecil atau berdekatan |
| Formulir | Mudah diisi melalui smartphone | Kolom sulit dipilih atau diisi |
| Kecepatan | Dioptimalkan sesuai kebutuhan pengguna | Dapat lambat akibat aset atau kode yang tidak efisien |
| Pengalaman pengguna | Lebih nyaman dan praktis | Berpotensi membuat pengunjung frustrasi |
| SEO | Mendukung akses konten dan pengalaman halaman | Berpotensi menimbulkan kendala teknis dan pengalaman pengguna |
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa optimasi mobile mencakup lebih dari sekadar mengubah ukuran tampilan. Fungsionalitas, kecepatan, aksesibilitas, dan kemudahan navigasi juga perlu diperhatikan.
Ada beberapa faktor yang membuat website sulit digunakan melalui smartphone. Berikut penyebab yang perlu diperhatikan.
1. Desain Website Tidak Responsif
Website yang hanya dirancang untuk desktop sering kali tidak dapat menyesuaikan ukuran layar smartphone. Akibatnya, tampilan menjadi terlalu lebar dan pengunjung harus menggeser layar untuk membaca konten.
2. Tema atau Template Tidak Mendukung Mobile
Tema website yang lama atau tidak responsif dapat membuat tampilan kurang optimal di perangkat mobile. Gunakan tema yang mendukung desain responsif dan periksa tampilannya setelah melakukan pembaruan.
3. Gambar dan Media Tidak Dioptimalkan
Gambar yang terlalu besar atau memiliki ukuran tetap dapat membuat tampilan berantakan dan memperlambat pemuatan halaman. Optimalkan ukuran gambar agar sesuai dengan layar perangkat.
4. Terlalu Banyak Plugin atau Skrip
Plugin, iklan, dan skrip yang tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu tampilan serta memperlambat website. Hapus atau nonaktifkan komponen yang tidak diperlukan setelah memastikan fungsinya tidak dibutuhkan.
5. Tidak Menguji Tampilan di Smartphone
Website yang terlihat baik di komputer belum tentu berfungsi dengan baik di smartphone. Lakukan pengujian untuk memastikan menu, tombol, gambar, dan formulir dapat digunakan dengan nyaman.
Pilih desain website yang dapat menyesuaikan ukuran layar secara otomatis. Misalnya, tiga kolom artikel di komputer dapat berubah menjadi satu kolom di smartphone agar konten lebih mudah dibaca.
Gunakan ukuran font yang nyaman dibaca dan jarak antarbaris yang cukup. Bagi artikel menjadi paragraf singkat dengan subjudul agar pengunjung lebih mudah memahami informasi.
Pastikan tombol mudah ditekan, menu mudah digunakan, dan jarak antar elemen cukup luas. Hindari pop-up yang menutupi konten utama, terutama pada layar kecil.
Sesuaikan ukuran gambar dengan layar perangkat dan kompres file agar lebih ringan. Gunakan format seperti WebP atau AVIF jika didukung, serta terapkan lazy loading pada gambar yang berada di luar area tampilan awal.
Kurangi kode yang tidak diperlukan, aktifkan cache, dan kompres file website menggunakan Brotli atau Gzip jika didukung server. Pengguna WordPress juga dapat memanfaatkan plugin seperti WP Rocket untuk membantu optimasi performa.
Pastikan website memiliki pengaturan viewport agar browser dapat menyesuaikan lebar halaman dengan layar perangkat. Pada website yang dikembangkan secara khusus, pengaturan ini dapat ditambahkan pada bagian HTML berikut:
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
Kurangi kolom formulir yang tidak diperlukan, gunakan label yang jelas, dan pastikan tombol mudah ditemukan. Pada toko online, proses pembayaran yang sederhana dapat membantu pelanggan menyelesaikan transaksi dengan lebih nyaman.
Pastikan judul, artikel, gambar, tautan, dan informasi penting tetap tersedia pada versi mobile. Hal ini penting karena Google menggunakan versi mobile sebagai dasar utama untuk pengindeksan website.
Pemilik website dapat menggunakan beberapa alat untuk mengidentifikasi masalah tampilan, performa, dan pengalaman pengguna pada perangkat mobile.
Catatan: Google Mobile-Friendly Test telah dihentikan pada Desember 2023. Untuk pemeriksaan saat ini, gunakan alat berikut sesuai kebutuhan.
1. Google PageSpeed Insights
Alat ini digunakan untuk mengukur performa halaman melalui data laboratorium dan, jika tersedia, data pengalaman pengguna nyata. Laporan mencakup Core Web Vitals serta rekomendasi perbaikan performa.
2. Google Search Console
Search Console membantu memantau pengindeksan, performa penelusuran, dan laporan pengalaman halaman yang tersedia. Pemilik website dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi masalah teknis yang mungkin memengaruhi visibilitas di Google.
3. Chrome DevTools
Fitur perangkat dalam Chrome DevTools memungkinkan pengembang menyimulasikan berbagai ukuran layar. Alat ini berguna untuk memeriksa tata letak, elemen yang melampaui layar, serta masalah responsivitas saat proses pengembangan.
Hasil pemeriksaan dari alat-alat tersebut sebaiknya digunakan secara bersamaan. Skor performa yang baik belum tentu menjamin seluruh elemen website mudah digunakan, sehingga pengujian langsung pada beberapa perangkat juga tetap diperlukan.
Agar optimasi mobile memberikan manfaat yang lebih maksimal, perhatikan beberapa praktik berikut:
Website yang tidak mobile-friendly dapat menyulitkan pengunjung dalam membaca konten, menggunakan navigasi, dan menyelesaikan aktivitas seperti pembelian atau pengisian formulir. Kondisi ini berpotensi menurunkan kepuasan pengguna, mengurangi konversi, dan menghambat performa website dalam persaingan pencarian jika disertai masalah konten atau teknis.
Untuk mengatasinya, pemilik website perlu menerapkan desain responsif, mengoptimalkan gambar dan kecepatan halaman, memperbaiki navigasi, serta memastikan konten versi mobile tetap lengkap. Gunakan Google PageSpeed Insights, Google Search Console, dan Chrome DevTools untuk membantu proses evaluasi.
Website yang mobile-friendly bukan hanya memberikan tampilan yang lebih baik, tetapi juga membantu pengunjung memperoleh informasi dengan nyaman. Untuk memahami lebih banyak tentang website, hosting, SEO, keamanan, dan perkembangan teknologi digital, simak berbagai artikel informatif lainnya di Blog Hosteko.
Sambaran petir tidak hanya membahayakan keselamatan manusia, tetapi juga dapat merusak HP dan perangkat elektronik…
Kode OTP yang tidak masuk bisa menjadi masalah ketika ingin login ke akun, melakukan transaksi…
Menggunakan HP saat hujan disertai petir tidak selalu berbahaya. Namun, pengguna perlu memperhatikan lokasi, kondisi…
Mengatur pajak produk di WooCommerce merupakan salah satu langkah penting ketika membangun toko online menggunakan…
Dalam mengelola data, spreadsheet dan database merupakan dua alat yang sering digunakan untuk menyimpan, mengolah,…
Main HP sambil mengecas ketika hujan disertai petir merupakan kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Alasannya bukan…