(0275) 2974 127
accelerated-mobile-pages
domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init
action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/hosteko.com/public_html/htk-blog/wp-includes/functions.php on line 6121Siapa yang tidak mengenal Google Chrome?
Bagi anda para pengguna internet pasti tidak asing lagi dengan browser ini. Aplikasi web browser dari google ini digunakan untuk berselancar di dunia maya dengan cepat. Google Chrome memilki design dan fungsi yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna internet. Tetapi, ada juga salah satu browser yang mirip dengan Google Chrome yaitu Chromium Browser. Mungkin anda menganggap sama, padahal kedua aplikasi peramban internet sebetulnya berbeda.
Bentuk dan model pada logo keduanya sama, hanya saja untuk warna berbeda, logo Chromium Browser berwarna biru pucat pasif, sedangkan Google Chrome lebih berwarna-warni dan lebih cerah.
Dari sisi pengembang dan pengelola Google Chrome dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan raksasa teknologi google, sedangkan Chromium dikembangkan dan dikelola oleh The Chromium Project.
Google Chrome memiliki paket instalasi secara resmi dalam bentuk deb dan rpm, sedangkan Chromium browser di handle oleh komunitas masing-masing distro Linux. Google Chrome tidak Open Source sehingga anda tidak akan mendapati paket Google Chrome berada pada repository repository distro Linux yang dipakai, sedangkan Chromium untuk menginstallnya lebih mudah dengan menggunakan manajemen paket instalasi standar yang ada didistro.
Untuk melakukan pembaharuan secara otomatis, Google Chrome menggunakan Google Update, sedangkan pada Chromium hanya dapat diperbaharui dengan memasang secara manual paket pembaharuannya.
Pada Google Chrome, pengguna dapat mengirim crash report ke Google, sedangkan pada Chromium tidak memiliki fitur ini.
Google Chrome dan Chromium mendukung media codec standar yang gratis. Audio Codec maupun Video Codec Google Chrome mempunyai lebih banyak dukungan media codec seperti AAC, MP3, dan H.264.Sementara itu, pada Chromium terbatas pada apa yang tersedia sebagai codec non-proprietary seperi Theora, Vorbis, WebM, VP9, dll.
Google chrome memiliki paket single deb/rpm/exe sedangkan Chromium tergantung distributor dan dapat terpisah dalam beberapa bagian.
Sebelum dikirim ke user dalam bentuk rilis, update pada Google Chrome dites terlebih dulu oleh developer sedangkan Chromium update dikirim langsung user, sehingga Chromium rentan crash dan bug namun lebih up to date.
Setelah anda mengetahui perbedaan antara Google Chrome dan Chromium, untuk memilihnya tergantung pada kebutuhan masing-masing. Jika anda pengguna Windows, lebih baik menggunakan Google Chrome karena Chromium tidak cukup stabil pada Windows dan jika anda bergantung dengan layanan yang disediakan google seperti google sync, gmail, google smart save password, dan lainnya, maka Google Chrome pilihannya.
Jika anda menggunakan Linux, sebaiknya memakai Chromium karena bersifat Open Source.
Diatas merupakan artikel mengenai Perbedaan Google Chrome dan Chromium. Semoga artikel ini dapat menambahkan wawasan dan pengetahuan baru untuk Anda.
Terima Kasih
Pada zaman digital kini, mengandalkan email sebagai komunikasi memang sudah familiar. Keterlambatan dalam membalas dan…
Google Photos adalah plaform yang diciptakan oleh Google untuk berbagai dan menyimpan gambar. Diluncurkan pada…
GDN merupakan jaringan iklan yang dimiliki oleh Google dan memungkinkan penayangan iklan di banyak platform…
Monitoring Tools seringkali digunakan untuk mengawasi jaringan atau aplikasi web yang beroperasi tanpa henti, sehingga…
Dari berbagai tipe serangan siber yang ada, botnet merupakan satu ancaman yang sangat harus diwaspadai.…
Apakah Anda penasaran mengapa barang-barang yang harganya tinggi masih banyak diminati dan terjual baik dipasaran?…