(0275) 2974 127
Setelah memahami pengertian dan fungsi dasar software, langkah berikutnya adalah mengenali jenis-jenis software berdasarkan fungsinya. Pengelompokan ini membantu memahami bahwa tidak semua software dibuat untuk tujuan yang sama.
Ada software yang bertugas mengelola perangkat keras dan menyediakan lingkungan bagi aplikasi, ada yang digunakan untuk membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan, dan ada pula yang dirancang untuk membuat serta mengembangkan program lain.
Secara umum, software dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, termasuk system software, application software, programming software, utility software, middleware, serta embedded software. Namun, klasifikasi software tidak bersifat universal. Kategori dan batasnya dapat berbeda bergantung pada sumber, tujuan pembahasan, dan sudut pandang yang digunakan. IBM, misalnya, membahas system software, programming software, application software, dan embedded software sebagai beberapa jenis software utama.
System software adalah perangkat lunak yang menyediakan fungsi inti untuk mengoperasikan komputer, mengelola hardware, serta menyediakan lingkungan bagi software lain.
Salah satu contoh paling penting adalah sistem operasi. Sistem operasi bertugas mengelola berbagai sumber daya komputer, seperti prosesor, memori, penyimpanan, serta perangkat input dan output. Sistem operasi juga menyediakan layanan yang dibutuhkan aplikasi agar dapat berjalan.
Contoh system software antara lain:
Windows, macOS, Android, dan iOS merupakan sistem operasi. Linux digunakan sebagai kernel dan menjadi dasar bagi berbagai distribusi sistem operasi.
Firmware juga merupakan software yang sangat erat kaitannya dengan hardware, tetapi klasifikasinya dapat berbeda bergantung pada kerangka yang digunakan. NIST mendefinisikan firmware sebagai program dan data yang tersimpan pada hardware, secara tradisional pada ROM atau PROM.
Sistem operasi biasanya menjadi lapisan penting yang menyediakan layanan dan abstraksi antara aplikasi dan hardware. Misalnya, ketika aplikasi membutuhkan akses ke penyimpanan, aplikasi umumnya menggunakan layanan yang disediakan sistem operasi daripada mengendalikan perangkat penyimpanan secara langsung. Sistem operasi juga mengelola file dan sumber daya hardware.
Windows merupakan sistem operasi yang digunakan pada komputer personal, sedangkan Linux digunakan dalam berbagai lingkungan, termasuk desktop, server, dan sistem embedded.
Pada perangkat mobile, Android dan iOS merupakan sistem operasi yang menyediakan lingkungan untuk menjalankan aplikasi sekaligus mengelola sumber daya perangkat.
Selain sistem operasi, device driver juga merupakan software yang membantu sistem operasi berinteraksi dengan perangkat hardware tertentu sehingga perangkat tersebut dapat digunakan oleh sistem.
Application software adalah software yang dibuat untuk membantu pengguna melakukan tugas atau aktivitas tertentu. IBM menjelaskan application software sebagai software yang membantu pengguna menyelesaikan tugas tertentu, termasuk aplikasi produktivitas, pengelolaan data, media, dan aplikasi web maupun mobile.
Berbeda dengan system software yang berfokus pada fungsi inti dan pengelolaan sistem, application software biasanya berorientasi langsung pada kebutuhan pengguna.
Contohnya meliputi:
Chrome dan Firefox merupakan web browser, sedangkan Photoshop menyediakan berbagai fungsi untuk mengedit gambar dan foto.
Application software dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi, pendidikan, bisnis, hiburan, desain, komunikasi, hingga berbagai aktivitas profesional.
Dalam praktiknya, aplikasi juga dapat tersedia dalam berbagai bentuk. Ada aplikasi desktop yang dipasang pada komputer, aplikasi mobile yang dirancang untuk perangkat mobile, serta aplikasi berbasis web yang digunakan melalui browser. IBM secara eksplisit memasukkan web dan mobile applications dalam pembahasan application software.
Jenis berikutnya adalah programming software, yaitu software yang menyediakan berbagai tools untuk membantu developer membuat, menguji, dan memelihara program komputer.
Software dalam kategori ini terutama digunakan oleh programmer atau developer dalam proses pengembangan software.
Beberapa contohnya adalah:
Visual Studio Code secara resmi dideskripsikan Microsoft sebagai code editor untuk Windows, macOS, dan Linux. Dengan berbagai extension, VS Code dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengembangan software.
IBM memasukkan text editor, compiler, linker, debugger, dan tools lainnya sebagai programming software.
Programming software membantu proses pengembangan karena programmer tidak harus membuat seluruh perangkat lunak dari tingkat paling dasar. Berbagai tools dapat menyediakan fitur seperti penulisan kode, debugging, pengujian, dan pengelolaan proyek.
Contohnya, compiler menerjemahkan source code menjadi bentuk yang dapat diproses lebih lanjut oleh sistem atau runtime yang sesuai, sedangkan debugger membantu developer memeriksa dan menganalisis perilaku program untuk menemukan kesalahan.
Utility software merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk software yang membantu pemeliharaan, pengelolaan, pemantauan, atau perlindungan sistem dan data.
Batas antara utility software dan system software tidak selalu mutlak. IBM, misalnya, memasukkan utilities sebagai bagian dari fungsi system software, sehingga penempatan suatu utility dapat berbeda berdasarkan klasifikasi yang digunakan.
Contohnya antara lain:
Namun, tidak semua sumber mengklasifikasikan antivirus atau software backup dengan cara yang sama. Karena itu, contoh tersebut sebaiknya dipahami sebagai software yang menjalankan fungsi utility, bukan sebagai kategori yang selalu berlaku secara universal.
Salah satu contoh penggunaannya adalah software backup yang membantu membuat salinan data sehingga pengguna memiliki cadangan apabila data utama mengalami kerusakan atau kehilangan.
Utility juga dapat membantu administrator atau pengguna memantau kondisi sistem, mengelola penyimpanan, serta melakukan berbagai aktivitas pemeliharaan.
Middleware adalah software yang membantu menyediakan komunikasi atau konektivitas antara aplikasi, layanan, atau komponen software, terutama dalam sistem yang terdiri dari beberapa komponen. IBM menggambarkan middleware sebagai software yang menghubungkan aplikasi atau komponen dalam jaringan terdistribusi.
Middleware banyak digunakan pada sistem yang memiliki beberapa komponen software dan membutuhkan mekanisme komunikasi di antara komponen tersebut.
Contohnya dapat ditemukan pada:
Message broker merupakan contoh middleware yang kuat karena digunakan sebagai perantara aplikasi atau layanan dalam pertukaran pesan. IBM memasukkan message broker ke dalam message-oriented middleware.
Sementara itu, application server dapat menyediakan fungsi middleware atau menjadi tempat komponen middleware berjalan. Karena itu, application server tidak selalu identik dengan middleware.
Sebagai contoh sederhana, sebuah aplikasi dapat membutuhkan data atau layanan dari sistem lain. Middleware dapat membantu menangani komunikasi antara komponen-komponen tersebut sehingga developer tidak perlu membuat seluruh mekanisme integrasi dari awal.
Middleware banyak digunakan dalam sistem terdistribusi, aplikasi enterprise, layanan cloud, dan berbagai arsitektur aplikasi modern.
Selain kategori di atas, terdapat embedded software, yaitu software yang dirancang untuk menjalankan fungsi tertentu pada perangkat atau sistem yang lebih besar. IBM menjelaskan bahwa embedded software digunakan untuk mengendalikan perangkat yang biasanya tidak dianggap sebagai komputer, termasuk jaringan telekomunikasi, kendaraan, dan robot industri.
Embedded software dapat ditemukan pada berbagai perangkat elektronik, kendaraan, perangkat jaringan, peralatan industri, perangkat IoT, dan produk lainnya.
Contohnya:
Pada sistem embedded, software biasanya dibuat dengan mempertimbangkan fungsi khusus perangkat, karakteristik hardware, dan keterbatasan sumber daya. Pada sebagian sistem embedded, kebutuhan real-time juga menjadi pertimbangan penting.
Firmware berkaitan erat dengan banyak sistem embedded. NIST mendefinisikan firmware sebagai program dan data yang tersimpan pada hardware, secara tradisional pada ROM atau PROM. Implementasi firmware modern juga dapat menggunakan jenis memori nonvolatile lainnya.
Agar lebih mudah memahami perbedaannya, berikut gambaran sederhananya:
| Jenis Software | Fungsi Utama | Contoh |
|---|---|---|
| System Software | Menyediakan fungsi inti dan mengelola sumber daya sistem | Windows, Linux, Android |
| Application Software | Membantu pengguna melakukan tugas tertentu | Word, Excel, browser |
| Programming Software | Membantu membuat dan mengembangkan program | VS Code, compiler, debugger |
| Utility Software | Membantu pemeliharaan, pengelolaan, dan perlindungan sistem/data | Backup tools, disk management tools |
| Middleware | Membantu komunikasi atau integrasi antarkomponen software | Message broker, API middleware |
| Embedded Software | Menjalankan fungsi khusus pada perangkat atau sistem tertentu | Software router, IoT, perangkat industri |
Perlu dipahami bahwa satu software atau komponen software dapat memiliki karakteristik yang saling bersinggungan. Karena itu, klasifikasi software tidak selalu memiliki batas yang benar-benar kaku.
Sebagai contoh, sebuah utility dapat dianggap sebagai bagian dari system software dalam satu klasifikasi, tetapi dapat dibahas sebagai kategori utility tersendiri dalam materi lainnya. Hal yang sama dapat terjadi pada firmware, embedded software, dan middleware.
Memahami jenis software berdasarkan fungsinya dapat membantu pengguna menentukan perangkat lunak yang dibutuhkan dan memahami peran masing-masing komponen.
Misalnya, pengguna yang ingin membuat dokumen membutuhkan application software. Administrator sistem menggunakan sistem operasi serta berbagai software pendukung dan utility untuk mengelola sistem. Sementara itu, developer membutuhkan programming tools untuk membuat dan menguji aplikasi.
Klasifikasi tersebut juga membantu menjelaskan bagaimana berbagai lapisan software bekerja bersama. Sistem operasi menyediakan fungsi inti dan layanan bagi aplikasi, utility membantu berbagai aktivitas pemeliharaan, programming tools digunakan untuk mengembangkan software, sedangkan middleware dapat membantu menghubungkan berbagai komponen dalam sistem yang lebih kompleks.
Jenis-jenis software dapat dibedakan berdasarkan fungsi dan perannya dalam sebuah sistem. System software menyediakan fungsi inti dan membantu mengelola sumber daya perangkat. Application software membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas, sedangkan programming software mendukung proses pengembangan aplikasi.
Di sisi lain, utility software membantu berbagai aktivitas pemeliharaan, pengelolaan, dan perlindungan sistem atau data. Middleware membantu komunikasi dan integrasi antarkomponen software, sementara embedded software dirancang untuk menjalankan fungsi tertentu pada perangkat atau sistem yang lebih besar.
Perlu diingat bahwa klasifikasi tersebut bukan sistem yang sepenuhnya universal. Satu software dapat memiliki karakteristik yang masuk ke lebih dari satu kategori, tergantung pada kerangka klasifikasi yang digunakan.
Dengan memahami klasifikasi tersebut, pengguna dapat lebih mudah mengenali software yang digunakan sehari-hari sekaligus memahami perannya dalam ekosistem perangkat digital.
Pada bagian berikutnya, pembahasan dapat dilanjutkan dengan jenis software berdasarkan lisensi dan cara distribusinya, seperti freeware, shareware, open source, proprietary, commercial, dan public domain software.
Ingin mempelajari lebih banyak seputar web development, cloud computing, keamanan siber, server, hingga berbagai tren teknologi terbaru? Kunjungi blog Hosteko untuk mendapatkan artikel yang informatif, mudah dipahami, dan selalu diperbarui mengikuti perkembangan dunia digital.
Jangan lewatkan berbagai panduan, tips, serta tutorial yang dapat membantu Anda mengembangkan website, meningkatkan performa bisnis online, dan memperluas wawasan di bidang teknologi. Temukan artikel menarik lainnya hanya di Hosteko Blog dan terus ikuti informasi terbaru untuk mendukung perjalanan digital Anda.
Sebagian besar perangkat digital modern bergantung pada software atau perangkat lunak untuk menjalankan fungsi tertentu.…
Seiring bertambahnya jumlah data dalam sebuah aplikasi, kebutuhan untuk mencari, memfilter, dan menganalisis informasi dengan…
Dalam pengembangan aplikasi modern, proses deployment menjadi salah satu tahap yang perlu dikelola dengan hati-hati.…
Setelah mengetahui berbagai rekomendasi aplikasi membaca novel, langkah berikutnya adalah menentukan platform yang paling sesuai…
Setelah mengetahui cara kerja dan hal yang perlu diperhatikan dalam memilih aplikasi membaca novel, sekarang…
High Performance Computing (HPC) adalah pendekatan komputasi yang menggabungkan sumber daya komputasi seperti CPU, GPU,…