HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Berita

Prince of Persia dan Assassin’s Creed Mobile Dihentikan, Ini Strategi Baru Ubisoft

Industri game kembali diguncang kabar besar. Ubisoft secara resmi membatalkan enam proyek game yang tengah dalam tahap pengembangan sebagai bagian dari langkah restrukturisasi besar-besaran perusahaan. Keputusan ini disebut sebagai upaya untuk menyederhanakan portofolio dan meningkatkan fokus pada proyek yang dianggap lebih potensial secara bisnis.

Dari enam proyek tersebut, dua judul yang paling menyita perhatian adalah remake Prince of Persia: The Sands of Time serta proyek mobile dari franchise populer Assassin’s Creed. Keduanya sebelumnya menjadi sorotan karena membawa nama besar yang sudah memiliki basis penggemar global.

Langkah ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Apa dampaknya bagi industri game, masa depan franchise legendaris Ubisoft, dan para penggemar yang sudah lama menantikan kehadiran judul-judul tersebut?

Latar Belakang Perusahaan

Ubisoft merupakan salah satu publisher dan developer game terbesar di dunia yang berbasis di Prancis. Didirikan pada 1986, perusahaan ini dikenal lewat berbagai franchise global yang sukses secara komersial maupun kritikal.

Beberapa seri andalannya antara lain:

  • Assassin’s Creed
  • Far Cry
  • Tom Clancy’s Rainbow Six

Franchise-franchise tersebut telah menjadi tulang punggung pendapatan Ubisoft selama bertahun-tahun, dengan perilisan lintas platform mulai dari PC, konsol, hingga mobile.

Tekanan di Industri Game AAA

Dalam beberapa tahun terakhir, industri game AAA mengalami perubahan signifikan. Biaya pengembangan meningkat drastis, siklus produksi makin panjang, dan ekspektasi pemain terhadap kualitas grafis serta gameplay semakin tinggi. Di sisi lain, model bisnis live service, mikrotransaksi, dan ekspansi konten berkelanjutan menjadi tantangan tersendiri bagi developer besar.

Persaingan juga semakin ketat dengan kehadiran studio-studio raksasa lain serta publisher yang agresif merilis IP baru maupun remake dari judul klasik. Kondisi ini membuat perusahaan seperti Ubisoft harus lebih selektif dalam menentukan proyek mana yang layak dilanjutkan dan mana yang perlu dihentikan demi menjaga stabilitas finansial serta reputasi brand.

Restrukturisasi dan pembatalan proyek pun menjadi langkah strategis yang meski berat, dianggap perlu dalam menghadapi dinamika industri game modern yang semakin kompetitif.

Detail Game yang Dibatalkan

Ubisoft mengonfirmasi telah membatalkan enam proyek game yang masih berada dalam tahap pengembangan. Keputusan ini diambil karena proyek-proyek tersebut dinilai tidak lagi sejalan dengan standar kualitas terbaru perusahaan serta prioritas portofolio yang telah diperbarui dalam strategi restrukturisasi.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari evaluasi internal untuk memastikan sumber daya difokuskan pada judul-judul yang memiliki potensi lebih kuat secara kreatif maupun komersial.

Prince of Persia: The Sands of Time Remake

Salah satu judul yang paling menyita perhatian adalah remake Prince of Persia: The Sands of Time. Proyek ini sebelumnya diumumkan sebagai versi pembaruan dari game klasik 2003 dan sempat mengalami beberapa kali penundaan sebelum akhirnya dibatalkan.

Remake ini sangat dinantikan oleh penggemar lama karena dianggap sebagai kebangkitan salah satu franchise legendaris Ubisoft. Pembatalannya pun memicu kekecewaan besar di komunitas gamer.

Proyek Assassin’s Creed Mobile dan Game Internal Lain

Selain itu, terdapat proyek mobile yang berkaitan dengan franchise besar Assassin’s Creed yang juga termasuk dalam daftar pembatalan. Langkah ini cukup mengejutkan mengingat Assassin’s Creed merupakan salah satu seri paling sukses dalam sejarah Ubisoft.

Beberapa proyek internal lain yang belum diumumkan secara resmi ke publik juga dikabarkan dihentikan. Berdasarkan laporan dan bocoran komunitas, beberapa nama yang sempat beredar antara lain:

  • Project Ether
  • Project Pathfinder
  • Assassin’s Creed Rebellion (pengembangan lanjutan atau proyek terkait)
  • Assassin’s Creed Singularity (nama kode/bocoran komunitas)

Namun perlu dicatat, tidak semua nama proyek tersebut pernah diumumkan secara resmi oleh Ubisoft, sehingga sebagian informasi berasal dari laporan industri dan sumber komunitas.

Pembatalan enam proyek ini menunjukkan perubahan arah strategis Ubisoft yang kini lebih selektif dalam menentukan judul mana yang layak diteruskan demi menjaga kualitas dan keberlanjutan bisnis di tengah persaingan industri game AAA yang semakin ketat.

Dampak bagi Industri Game dan Penggemar

Keputusan Ubisoft membatalkan enam proyek game langsung memicu reaksi dari komunitas gamer global. Kekecewaan paling terasa datang dari penggemar remake Prince of Persia: The Sands of Time, yang telah lama menantikan kebangkitan salah satu seri klasik tersebut. Setelah sempat mengalami penundaan berulang, pembatalan proyek ini mempertegas ketidakpastian nasib franchise tersebut.

Di sisi lain, penundaan atau pembatalan proyek besar kerap memunculkan kekhawatiran soal masa depan franchise populer. Ketika satu judul dihentikan, muncul spekulasi apakah seri tersebut masih memiliki tempat dalam strategi jangka panjang perusahaan. Hal ini juga berdampak pada kepercayaan investor dan persepsi publik terhadap stabilitas internal studio.

Namun demikian, Ubisoft menegaskan bahwa tidak semua proyek terdampak. Beberapa judul tetap menjadi prioritas utama, termasuk pengembangan lanjutan dari seri Assassin’s Creed serta franchise Far Cry. Fokus perusahaan kini diarahkan pada proyek yang dinilai memiliki potensi pasar kuat dan kualitas produksi yang lebih terjaga.

Bagi industri game secara luas, langkah ini mencerminkan realitas baru pengembangan game AAA: biaya tinggi, risiko besar, dan tuntutan kualitas yang semakin ketat membuat publisher harus lebih selektif dalam menentukan arah bisnisnya.

Respon Ubisoft

Menanggapi keputusan pembatalan enam proyek tersebut, Ubisoft menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga standar kualitas dan keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. Manajemen menyebutkan bahwa evaluasi portofolio secara berkala adalah bagian dari strategi untuk memastikan hanya proyek dengan potensi terbaik yang dilanjutkan hingga tahap rilis.

Ubisoft juga menekankan bahwa pembatalan bukan semata-mata soal efisiensi biaya, tetapi tentang memastikan setiap game yang dirilis benar-benar memenuhi ekspektasi pemain dan standar internal perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan terhadap kualitas game AAA semakin tinggi, sehingga perusahaan memilih lebih selektif dibanding mempertahankan terlalu banyak proyek sekaligus.

Ke depan, fokus Ubisoft akan diarahkan pada judul-judul yang dinilai memiliki peluang sukses jangka panjang, terutama franchise yang sudah memiliki basis penggemar kuat serta model bisnis berkelanjutan. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri game global yang semakin kompetitif.

Prospek ke Depan

Meski membatalkan enam proyek, Ubisoft menegaskan bahwa langkah ini bukan tanda kemunduran, melainkan bagian dari penataan ulang strategi jangka panjang. Perusahaan ingin memperkuat portofolio game populer yang sudah memiliki basis pemain kuat, sekaligus mengembangkan model live service experiences yang lebih berkelanjutan.

Model live service memungkinkan game terus diperbarui melalui ekspansi konten, event musiman, hingga monetisasi jangka panjang. Pendekatan ini dinilai lebih stabil secara bisnis dibanding merilis banyak judul baru dengan risiko tinggi.

Di sisi lain, beberapa franchise besar tetap aktif dikembangkan dan menjadi prioritas utama. Seri seperti Assassin’s Creed dan Far Cry masih menjadi tulang punggung perusahaan, dengan proyek lanjutan yang dirancang untuk memperkuat daya saing Ubisoft di pasar global.

Dengan strategi yang lebih terfokus, Ubisoft berharap dapat meningkatkan kualitas rilis, memperbaiki kepercayaan pemain, serta menjaga keberlanjutan bisnis di tengah industri game AAA yang semakin kompetitif dan mahal dalam proses pengembangannya.

Kesimpulan

Pembatalan enam game oleh Ubisoft menjadi bagian dari perubahan strategis besar yang tengah dilakukan perusahaan. Langkah ini mencerminkan upaya restrukturisasi dan penyederhanaan portofolio agar lebih fokus pada proyek yang dinilai memiliki potensi kuat secara kualitas dan bisnis.

Meski sejumlah proyek ambisius harus dihentikan, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Ubisoft ingin lebih selektif dan berhati-hati dalam mengembangkan game AAA di tengah biaya produksi yang semakin tinggi dan persaingan yang ketat. Fokus pada inovasi, kualitas, serta model pengembangan yang lebih berkelanjutan menjadi prioritas utama ke depan.

Bagi para penggemar franchise besar, situasi ini memang mengecewakan. Namun harapan tetap ada, karena beberapa seri andalan masih aktif dikembangkan dengan pendekatan baru yang diharapkan mampu menghadirkan pengalaman bermain yang lebih matang dan memuaskan di masa mendatang.

Ingin tahu lebih dalam dampak pembatalan enam game ini terhadap masa depan franchise besar seperti Assassin’s Creed dan arah baru strategi Ubisoft?

✨ Baca juga artikel lanjutan di Hosteko untuk analisis lengkap seputar restrukturisasi Ubisoft, potensi perubahan strategi live service, serta dampaknya terhadap industri game AAA secara global.

Jangan lewatkan pembahasan mendalamnya dan ikut diskusi bersama pembaca lainnya hanya di Hosteko! 🎮🔥

5/5 - (4 votes)
Mulki A. A

Recent Posts

Emas Digital Melonjak, Apa Penyebab dan Dampaknya?

Harga emas digital kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah platform investasi…

3 hours ago

Cara Meningkatkan Public Speaking untuk Pemula dengan Cepat

Pernah merasa jantung berdebar kencang, tangan berkeringat, dan pikiran tiba-tiba kosong saat diminta berbicara di…

6 hours ago

Tips Memilih Tema WordPress SEO Friendly agar Website Cepat

Website sudah dibuat, konten sudah ditulis dengan rapi, namun traffic tetap stagnan? Bisa jadi masalahnya…

7 hours ago

Mengenal osCommerce: Pengertian, Fitur, dan Tutorial Instalasi di cPanel

Membangun toko online kini bukan lagi hal yang rumit. Tanpa harus memiliki kemampuan coding tingkat…

8 hours ago

Kerja Lebih Efisien Tanpa Aplikasi Tambahan? Manfaatkan 5 Fitur Chrome Ini

Hampir setiap hari kita membuka browser untuk bekerja, belajar, atau sekadar mencari informasi. Dari membuka…

1 day ago

Jangan Asal Install! Ini 7 Tanda VPN Palsu yang Berbahaya

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan VPN semakin meningkat. Banyak pengguna internet mulai sadar pentingnya menjaga…

1 day ago