(0275) 2974 127
Transformasi digital di sektor keuangan Indonesia berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat kini semakin terbiasa melakukan transaksi non-tunai, mulai dari belanja di minimarket hingga membayar parkir dan transportasi umum. Dompet digital, mobile banking, hingga pembayaran berbasis QR code menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Salah satu inovasi terbesar adalah kehadiran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. QRIS menyatukan berbagai metode pembayaran dalam satu kode QR, sehingga memudahkan transaksi lintas aplikasi dan bank. Kini, teknologinya semakin berkembang dengan hadirnya QRIS Tap, yang memungkinkan pembayaran cukup dengan mendekatkan ponsel ke mesin pembaca (NFC) tanpa perlu memindai kode QR secara manual.
Namun di tengah meningkatnya penggunaan QRIS Tap, muncul pertanyaan dari banyak pengguna: kenapa iPhone di Indonesia belum bisa menggunakan QRIS Tap? Padahal, perangkat iPhone sudah memiliki fitur NFC. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi kendala? Apakah karena regulasi, kebijakan perusahaan, atau faktor teknis lainnya?
Artikel ini akan membahas penjelasan lengkapnya.
Perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia terus mengalami inovasi. Salah satu terobosan terbaru adalah QRIS Tap, yang dirancang untuk membuat transaksi menjadi lebih cepat dan praktis.
QRIS Tap adalah pengembangan dari sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang memungkinkan pembayaran dilakukan cukup dengan mendekatkan ponsel ke mesin pembaca (NFC) tanpa perlu memindai kode QR secara manual.
QRIS sendiri merupakan standar pembayaran nasional yang diinisiasi oleh Bank Indonesia untuk menyatukan berbagai metode pembayaran berbasis QR dalam satu sistem terintegrasi. Dengan QRIS Tap, proses transaksi menjadi lebih ringkas karena tidak lagi mengandalkan pemindaian kamera.
QRIS Tap memanfaatkan teknologi NFC (Near Field Communication), yaitu teknologi komunikasi jarak dekat antar perangkat.
Alur kerjanya secara sederhana:
Proses ini biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa detik dan tidak perlu membuka kamera untuk memindai kode QR.
QR Scan Biasa:
QRIS Tap:
Secara pengalaman pengguna, QRIS Tap terasa lebih mirip metode pembayaran kartu debit/kredit contactless.
Sebagai bank sentral, Bank Indonesia berperan besar dalam:
Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem pembayaran yang lebih inklusif, efisien, dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Sebagian besar ponsel Android sudah bisa menggunakan QRIS Tap dengan lancar. Hal ini karena sistem Android memberikan akses NFC yang lebih terbuka untuk aplikasi perbankan dan dompet digital.
QRIS Tap di Android memanfaatkan teknologi NFC (Near Field Communication), yaitu fitur komunikasi jarak dekat yang memungkinkan dua perangkat bertukar data hanya dengan saling didekatkan.
Pada ponsel Android yang memiliki NFC, prosesnya sederhana:
Teknologi ini mirip dengan metode pembayaran kartu debit/kredit contactless.
Sistem Android memungkinkan aplikasi perbankan dan fintech mengakses modul NFC untuk kebutuhan pembayaran. Karena itu, banyak aplikasi bank nasional maupun dompet digital bisa langsung mengintegrasikan QRIS Tap ke dalam sistem mereka.
Dukungan ini tentu tetap berada dalam pengawasan dan regulasi dari Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran nasional.
Dengan integrasi tersebut, pengguna Android tidak perlu aplikasi tambahan—cukup memakai aplikasi bank atau e-wallet yang sudah mendukung QRIS Tap.
Ada beberapa alasan utama:
1. Sistem NFC Lebih Terbuka
Android memberikan akses lebih fleksibel kepada pengembang aplikasi untuk memanfaatkan fitur NFC.
2. Variasi Perangkat yang Luas
Banyak produsen Android telah menyematkan NFC bahkan di ponsel kelas menengah.
3. Kolaborasi dengan Bank & Fintech Lokal
Ekosistem Android relatif lebih mudah bekerja sama dengan perbankan nasional untuk implementasi teknologi pembayaran lokal seperti QRIS Tap.
Singkatnya, QRIS Tap di Android berjalan lancar karena kombinasi teknologi NFC yang terbuka, dukungan perangkat yang luas, serta integrasi langsung dengan sistem pembayaran nasional. Hal inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan: jika Android bisa, mengapa iPhone belum?
Meskipun iPhone memiliki fitur NFC, hingga saat ini pengguna iPhone di Indonesia belum bisa menggunakan QRIS Tap seperti di Android. Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebabnya.
Berbeda dengan Android yang memberikan akses luas ke pengembang, sistem NFC di iPhone cenderung lebih tertutup. Akses penuh terhadap modul NFC, terutama untuk transaksi pembayaran contactless—tidak sepenuhnya terbuka untuk semua aplikasi pihak ketiga.
Apple mengontrol ketat penggunaan NFC di perangkatnya. Untuk transaksi pembayaran berbasis tap-to-pay, Apple biasanya mengarahkan penggunaan NFC melalui sistem dan layanan resminya sendiri. Hal ini membuat integrasi langsung QRIS Tap ke aplikasi bank atau e-wallet di iPhone menjadi lebih kompleks dibanding Android.
Apple memiliki sistem pembayaran digital sendiri, yaitu Apple Pay. Layanan ini terintegrasi langsung dengan sistem iOS dan memanfaatkan NFC secara eksklusif untuk transaksi contactless.
Karena Apple Pay menjadi jalur utama pembayaran NFC di iPhone, maka sistem pembayaran lain harus mengikuti kebijakan dan kerja sama yang ditetapkan Apple. Jika suatu metode pembayaran belum terintegrasi secara resmi dalam ekosistem Apple Pay, maka fitur tap berbasis NFC tidak dapat digunakan secara bebas oleh aplikasi lain.
Inilah salah satu alasan mengapa QRIS Tap belum tersedia di iPhone di Indonesia.
QRIS merupakan standar pembayaran nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Agar QRIS Tap bisa berjalan di iPhone, diperlukan integrasi teknis dan kerja sama antara Apple, regulator, serta perbankan nasional.
Proses ini melibatkan:
Secara teori, QRIS Tap bisa saja hadir di iPhone jika terjadi kesepakatan dan integrasi resmi antara Apple dan pihak regulator di Indonesia. Namun, hal ini membutuhkan negosiasi bisnis, kesiapan infrastruktur, serta penyesuaian sistem di kedua belah pihak.
Jawabannya: ya, bisa. Namun, penggunaannya masih terbatas pada metode scan QR, belum mendukung fitur QRIS Tap berbasis NFC seperti di sebagian besar Android.
Pengguna iPhone tetap bisa melakukan pembayaran QRIS dengan cara:
Metode ini sudah umum digunakan dan tetap berada dalam sistem standar QRIS yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.
Jadi secara fungsi, QRIS tetap berjalan normal di iPhone—hanya saja belum dalam bentuk tap-to-pay.
Beberapa keterbatasan penggunaan QRIS di iPhone:
Keterbatasan ini berkaitan dengan kebijakan akses NFC yang dikendalikan oleh Apple dalam ekosistem iOS.
Di Android (yang mendukung QRIS Tap):
Di iPhone:
Secara pengalaman, Android memberikan sensasi transaksi yang lebih seamless untuk QRIS Tap, sementara iPhone masih mengandalkan metode QR scan konvensional.
Singkatnya, QRIS tetap bisa digunakan di iPhone, tetapi belum mendukung fitur QRIS Tap. Perbedaannya bukan pada kemampuan membayar, melainkan pada cara dan kenyamanan dalam proses transaksi.
Saat ini, fitur QRIS Tap berbasis NFC lebih identik dengan perangkat Android. Namun, bukan berarti iPhone selamanya akan tertinggal. Ada beberapa faktor yang bisa membuka peluang dukungan QRIS Tap di perangkat iPhone ke depan.
Berikut pembahasannya 👇
Selama bertahun-tahun, Apple Inc. membatasi akses NFC di iPhone hanya untuk sistem pembayaran mereka sendiri, yaitu Apple Pay. Artinya, pihak ketiga seperti bank atau regulator lokal tidak bisa bebas memanfaatkan NFC untuk sistem pembayaran alternatif.
Namun, situasi mulai berubah.
Di kawasan seperti Uni Eropa, regulator menekan Apple agar membuka akses NFC kepada pengembang dan penyedia layanan pembayaran lain demi persaingan yang lebih sehat. Jika tren regulasi ini meluas secara global, bukan tidak mungkin akses NFC iPhone akan semakin terbuka — termasuk untuk sistem seperti QRIS Tap.
Banyak negara kini mendorong interoperabilitas sistem pembayaran digital agar tidak bergantung pada satu ekosistem tertutup. Di Indonesia sendiri, sistem QRIS berada di bawah kendali Bank Indonesia.
Jika regulator melihat QRIS Tap sebagai infrastruktur pembayaran nasional yang strategis, bukan tidak mungkin akan ada negosiasi atau dorongan kebijakan agar iPhone dapat mendukung mekanisme NFC lintas sistem.
Tekanan seperti ini sudah terjadi di beberapa negara terhadap sistem pembayaran digital global.
Skenario paling realistis adalah kerja sama resmi antara Apple dan Bank Indonesia, atau integrasi QRIS ke dalam sistem pembayaran resmi Apple.
Ada beberapa kemungkinan model:
Jika kerja sama ini terwujud, pengalaman pengguna iPhone bisa setara dengan Android dalam hal tap-to-pay berbasis QRIS.
Jawaban singkatnya: mungkin, tetapi tergantung kebijakan dan negosiasi.
Secara teknologi, iPhone sudah memiliki NFC yang mumpuni. Tantangannya bukan pada hardware, melainkan pada:
Jika regulasi terus berkembang dan kebutuhan interoperabilitas makin kuat, peluang QRIS Tap hadir di iPhone tetap terbuka di masa depan.
Implementasi QRIS Tap yang saat ini lebih optimal di Android tentu membawa sejumlah dampak bagi pengguna iPhone di Indonesia. Berikut pembahasannya:
Pengguna iPhone memang tetap bisa menggunakan QRIS, tetapi masih dengan metode scan QR menggunakan kamera, bukan tap berbasis NFC seperti di banyak ponsel Android.
Dampaknya:
Sementara itu, akses NFC di iPhone lebih terintegrasi dengan Apple Pay, yang hingga kini belum mendukung QRIS secara native.
Bagi pengguna yang terbiasa dengan transaksi cepat dan praktis, ini bisa terasa sebagai keterbatasan pengalaman.
Meski belum mendukung QRIS Tap, pengguna iPhone tetap punya beberapa opsi:
✅ Scan QRIS menggunakan aplikasi mobile banking
✅ Scan melalui e-wallet seperti OVO, GoPay, DANA, dll.
✅ Gunakan kartu debit/kredit contactless (jika merchant mendukung)
Selain itu, semua sistem QRIS tetap berada di bawah regulasi Bank Indonesia, sehingga interoperabilitas tetap terjamin — hanya metode aksesnya yang berbeda.
Artinya, secara fungsi pembayaran tetap bisa dilakukan, hanya pengalaman pengguna (UX) yang berbeda.
Jawabannya tergantung prioritas pengguna.
Bagi sebagian orang:
lebih penting dibanding metode pembayaran.
Namun, bagi pengguna yang:
hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli iPhone.
Meski begitu, sejauh ini keterbatasan QRIS Tap belum menjadi faktor dominan dalam keputusan pembelian di Indonesia. Faktor harga, spesifikasi, dan ekosistem masih jauh lebih berpengaruh.
Perbedaan dukungan QRIS Tap antara Android dan iPhone bukan disebabkan oleh keterbatasan teknologi perangkat, melainkan karena kebijakan akses NFC dan model ekosistem yang tertutup.
Secara ringkas, penyebab utamanya adalah:
Artinya, iPhone bukan tidak bisa menggunakan QRIS. Pengguna tetap dapat melakukan pembayaran QRIS dengan metode scan QR melalui aplikasi perbankan atau e-wallet. Namun, untuk saat ini, iPhone memang belum mendukung QRIS Tap berbasis NFC seperti Android.
Ke depan, peluang perubahan tetap terbuka. Perkembangan regulasi global terkait akses NFC, tekanan interoperabilitas sistem pembayaran, serta potensi kerja sama antara Apple dan regulator Indonesia bisa menjadi pintu masuk dukungan QRIS Tap di iPhone.
Jadi, ini bukan soal tidak mampu, melainkan soal kebijakan dan ekosistem. Dan dalam dunia teknologi, kebijakan bisa saja berubah.
Tertarik memahami lebih dalam soal QRIS Tap, perbedaan Android dan iPhone, serta dampaknya bagi pengguna di Indonesia?
Yuk, baca pembahasan lengkapnya hanya di Hosteko!
Dapatkan insight teknologi terbaru, penjelasan yang mudah dipahami, dan update digital yang relevan dengan kebutuhan kamu sehari-hari.
Jangan sampai ketinggalan informasi penting seputar dunia tech, kunjungi Hosteko sekarang juga 🚀
Perkembangan media sosial tidak lagi sekadar menjadi tempat berbagi cerita atau berinteraksi dengan teman. Kini,…
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi membagikan uang baru sebagai THR (Tunjangan Hari Raya) sudah…
Latar Belakang Pemblokiran PSE Pada tahun 2021–2022, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)…
Kecepatan website adalah faktor penting dalam pengalaman pengguna dan SEO. Salah satu cara paling efektif…
WhatsApp dikabarkan tengah menyiapkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mengirim pesan secara otomatis sesuai waktu…
Pernahkah kamu memperhatikan bahwa tombol F dan J di keyboard memiliki tonjolan kecil yang tidak…