(0275) 2974 127
Penghapusan watermark yang terlihat pada gambar Gemini tidak berarti lapisan identifikasi digital lainnya ikut dinonaktifkan. Google menjelaskan bahwa SynthID tetap digunakan sebagai watermark yang tidak terlihat pada media yang dibuat atau diedit menggunakan Gemini. Selain itu, Gemini juga menggunakan Content Credentials berbasis C2PA untuk memberikan informasi mengenai asal-usul dan histori konten.
SynthID merupakan teknologi watermark digital Google yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi konten yang dibuat atau diedit menggunakan model AI Google. Berbeda dari watermark visual yang dapat dilihat langsung pengguna, watermark SynthID tidak terlihat secara kasatmata.
Google menjelaskan bahwa media AI yang dibuat atau diedit menggunakan Gemini menyertakan watermark SynthID yang tidak terlihat. Karena itu, tidak terlihatnya logo atau watermark Gemini pada gambar bukan berarti gambar tersebut tidak memiliki penanda digital.
Pengaturan Media watermark pada Gemini memang dapat digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan watermark yang terlihat. Namun, pengaturan tersebut tidak memengaruhi watermark SynthID maupun Content Credentials.
Google juga menyediakan fitur verifikasi di Gemini untuk membantu memeriksa apakah gambar, video, atau audio dibuat atau diedit menggunakan AI Google.
Dalam proses tersebut, Gemini dapat memeriksa keberadaan SynthID. Jika watermark SynthID terdeteksi pada gambar atau video, Google menyatakan bahwa seluruh atau sebagian konten tersebut dibuat atau diedit menggunakan model AI Google.
Sebaliknya, jika SynthID tidak terdeteksi, hasil tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa konten merupakan karya manusia. Google menjelaskan bahwa konten tersebut mungkin saja dibuat atau diedit menggunakan sistem AI lain yang tidak dapat dikenali oleh verifikasi SynthID di Gemini.
Ada pula kondisi ketika Gemini tidak dapat memastikan apakah sebuah gambar atau video dibuat atau diedit menggunakan AI Google. Google memberikan contoh seperti detail konten yang tidak cukup untuk diberi watermark atau perubahan yang terlalu kecil sehingga watermark tidak dapat terdeteksi.
Selain SynthID, Gemini menggunakan Content Credentials (C2PA). Google menggambarkan Content Credentials sebagai teknologi yang bekerja seperti “paspor digital” untuk mendokumentasikan asal-usul dan histori konten digital. Teknologi ini dapat digunakan untuk memberikan informasi mengenai konten AI maupun non-AI.
C2PA sendiri merupakan standar untuk membantu mendokumentasikan provenance atau riwayat suatu aset digital, termasuk informasi mengenai bagaimana konten dibuat atau diubah. Content Credentials menggunakan struktur yang dapat diverifikasi secara kriptografis untuk menyimpan informasi tersebut.
Karena itu, beberapa lapisan identifikasi perlu dibedakan:
Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Dengan demikian, menonaktifkan watermark visual tidak sama dengan menonaktifkan SynthID atau Content Credentials pada media yang dibuat menggunakan Gemini.
Ada batasan penting dalam sistem verifikasi ini. Google menyatakan bahwa meskipun perusahaan lain juga mulai menggunakan watermark SynthID, Gemini saat ini hanya dapat mengenali konten yang dibuat oleh alat AI Google.
Karena itu, jika sebuah gambar dibuat menggunakan sistem AI dari perusahaan lain dan tidak memiliki SynthID Google yang dapat dikenali, hasil pemeriksaan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa gambar tersebut bukan hasil AI.
Hal ini menunjukkan bahwa SynthID lebih tepat dipahami sebagai watermark digital untuk membantu identifikasi konten AI Google, bukan alat universal yang dapat menentukan semua gambar di internet sebagai “AI” atau “bukan AI”.
Dengan demikian, ketika Google memberikan opsi untuk menghilangkan watermark yang terlihat, perubahan tersebut terutama menyangkut tampilan visual hasil Gemini. Lapisan identifikasi lain seperti SynthID dan Content Credentials tidak dikontrol oleh pengaturan watermark terlihat tersebut.
Ingin mempelajari lebih banyak seputar web development, cloud computing, keamanan siber, server, hingga berbagai tren teknologi terbaru? Kunjungi blog Hosteko untuk mendapatkan artikel yang informatif, mudah dipahami, dan selalu diperbarui mengikuti perkembangan dunia digital.
Jangan lewatkan berbagai panduan, tips, serta tutorial yang dapat membantu Anda mengembangkan website, meningkatkan performa bisnis online, dan memperluas wawasan di bidang teknologi. Temukan artikel menarik lainnya hanya di Hosteko Blog dan terus ikuti informasi terbaru untuk mendukung perjalanan digital Anda.
Ketika aplikasi semakin berkembang, jumlah fitur, pengguna, dan integrasi membuat sistem menjadi lebih kompleks. Karena…
Dalam pengembangan software modern, Git menjadi salah satu teknologi penting untuk mengelola perubahan kode. Dengan…
Komputer selama ini dikenal mampu mengolah angka, teks, dan berbagai jenis data secara cepat. Namun,…
Google kini menyediakan pengaturan yang memungkinkan pengguna mengaktifkan atau menonaktifkan watermark yang terlihat pada media…
Perkembangan fitur generative AI membuat Google Gemini tidak hanya digunakan untuk menghasilkan teks, tetapi juga…
Perkembangan cloud computing membuat proses membangun dan menjalankan aplikasi menjadi semakin fleksibel. Jika sebelumnya developer…