HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
pengetahuan umum

Apa yang Dimaksud Iptables? Pengertian serta Cara Penggunaannya

Apa yang Dimaksud Iptables?

Iptables merupakan sebuah tool atau aplikasi yang fungsinya sebagai firewall dalam sistem operasi Linux. Anda dapat mengatur lalu lintas jaringan dalam server seperti mengizinkan, memblokir, atau melewatkan koneksi yang masuk dan keluar, mengelola port dan lainnya dengan menggunakan Iptables. Iptables ini digunakan secara default pada bermacam distribusi Linux, khususnya pada server yang tidak menggunakan control panel grafis seperti cPanel atau Plesk Panel.

Petunjuk Install Iptables

Iptables sendiri sudah terinstall secara default dan sudah siap untuk digunakan pada beberapa distribusi Linux seperti Ubuntu Server. Sedangkan pada beberapa distribusi lain seperti CentOS, Iptables masih harus diinstall secara terpisah. Berikut ini adalah langkah singkat cara menginstall Iptables pada CentOS:

  • Disable FIirewalld (firewall default pada CentOS)

  • Menginstall Iptables

Cara Kerja Iptables

Cara bekerja Iptables  yaitu dengan membaca lalu lintas jaringan dan membandingkannya dengan serangkaian aturan yang sudah dibuat. Aturan dalam Iptables berbentuk table yang terdiri dari serangkaian atuan yang disebut chain. Tiga table utamnya yaitu Filterm NAT, dan Mangle. Pada pembahasan kami akan lebih fokus membahas mengenai Filter karena yang paling sering digunakan dalam operasional server dengan sistem operasi Linux.

Tabel Filter pada Iptables

Tabel Filter merupakan tabel yang paling sering digunakan dalam mengatur lalu lintas jaringan dalam server. Tabel Filter ini membantu Anda dalam mengizinkan, memblokir, atua memutus koneksi dari IP Address atau port tertentu. Berikut merupakan beberapa rules dari tabel Filter:

  • Reject: menolak paket masuk
  • Accept: menerima paket masuk
  • Log: mencatat paket
  • Drop: memutuskan koneksi paket

Contoh Perintah Iptables

Berikut ini adalah beberapa contoh perintah dasar dari rule  tabel filter yang paling sering digunakan:

1. Membuat Whitelist IP Address

  • Mengizinkan koneksi masuk: iptables -A INPUT -s IP_Address -j ACCEPT
  • Mengizinkan koneksi keluar: iptables -A OUTPUT -d IP_Address -j ACCEPT

2.Memblokir IP Address

  • Memblokir koneksi masuk: iptables -A INPUT -s IP_Address -j DROP
  • Memblokir koneksi keluar: iptables -A OUTPUT -d IP_Address -j DROP

3.Membuka Port

  • Membuka port masuk: iptables -A INPUT -p tcp –dport nomor_port -j ACCEPT
  • Membuka port keluar: iptables -A OUTPUT -p tcp -d –dport nomor_port -j ACCEPT

4.Memblokir Port

  • Memblokir port masuk: iptables -A INPUT -p tcp –dport nomor_port -j DROP
  • Memblokir port keluar: iptables -A OUTPUT -p tcp –dport nomor_port -j DROP

Menyimpan Rules Iptables

Rules dari Iptables yag sudah kita jalankan akan aktif selama server berjalan. Apabila ada beberapa hal yang mengharuskan Anda merestart server, maka rules Iptables yang sudah diajlankan sebelumnya sudah tidak aktif. Pada server dengan OS Ubuntu Server, untuk membuat rules Iptables tersimpan secara permanen, Anda dapat menginstall paket iptables-persistent: sudo apt install iptables-persistent. Nanti akan muncul halaman konfirmasi untuk menyimpan rules dari Iptables, kemudian pilih “Yes” dua kali (dengan cara tekan tombol Enter)

Kesimpulan

Sebagai aplikasi firewall, Iptables bisa digunakan untuk mengendalikan aliran data jaringan dan mencegah tindakan berbahaya. Namun, untuk menjaga keamanan data dan website, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan, seperti: selalu menggunakan skrip yang terbaru, memakai plugin atau tema resmi, serta rutin memeriksa kondisi server Anda.Itulah tadi penjelasan mengenai apa itu Iptables serta cara menggunakannya. Semoga artikel ini berguna untuk Anda. Nantikan artikel kami selanjutnya!

 

5/5 - (1 vote)
Hamidah Putri

Recent Posts

Debian Linux: Pengertian, Versi, Kegunaan, dan Alasan Banyak Digunakan Server

Sistem operasi Linux merupakan salah satu fondasi utama dalam dunia teknologi modern. Berbeda dengan sistem…

20 hours ago

Cara Mudah Mengganti Favicon di Sitebuilder untuk Meningkatkan Branding Website

Saat Anda membuka sebuah website, pasti sering melihat ikon kecil yang muncul di tab browser.…

23 hours ago

Yahoo Masih Ada Gak Sih? Fakta Keberadaan Yahoo di Era Digital Sekarang

Bagi pengguna internet era awal 2000-an, nama Yahoo tentu bukan hal asing. Di masa ketika…

24 hours ago

Cara Mengirim Email SMTP di Laravel dengan PHPMailer (Tutorial Lengkap & Mudah)

Pengiriman email merupakan fitur penting dalam sebuah aplikasi web, seperti untuk verifikasi akun, notifikasi, hingga…

1 day ago

Apa Itu XSS? Cara Kerja, Dampak, dan Cara Mencegahnya pada Website

Di era digital modern, website tidak lagi hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi…

1 day ago

Apa Itu Website Maintenance? Pentingnya Perawatan Website di Era Digital

Perkembangan website di era digital mengalami peningkatan yang sangat pesat. Saat ini, website tidak hanya…

2 days ago