(0275) 2974 127
Mengelola ruang penyimpanan (disk space) pada VPS adalah hal penting untuk menjaga performa dan stabilitas server. Jika disk penuh, berbagai layanan bisa terganggu—mulai dari website tidak bisa diakses, database error, hingga gagal menerima email.
Bagi pengguna server Linux, pengecekan disk space paling efektif dilakukan melalui SSH (Secure Shell). Artikel ini akan membahas secara lengkap dan detail cara cek disk space VPS melalui SSH, lengkap dengan perintah yang sering digunakan serta cara membaca hasilnya.
VPS (Virtual Private Server) adalah server virtual yang berjalan di atas sebuah server fisik dan memiliki resource terdedikasi seperti CPU, RAM, serta storage yang tidak dibagi secara bebas dengan pengguna lain. VPS sering digunakan untuk menjalankan website, aplikasi, maupun layanan berbasis server karena memberikan kontrol penuh layaknya dedicated server dengan biaya yang lebih terjangkau.
Untuk mengelola VPS berbasis Linux, umumnya digunakan SSH (Secure Shell), khususnya implementasi seperti OpenSSH, yang memungkinkan akses server secara remote melalui terminal. Melalui koneksi SSH, pengguna dapat mengelola file, menginstal aplikasi, mengatur konfigurasi server, hingga memantau penggunaan resource seperti disk space dengan aman dan efisien.
Beberapa alasan penting melakukan pengecekan disk secara rutin:
Mencegah server down karena disk penuh
Menghindari error database (MySQL/MariaDB)
Mengontrol penggunaan log file
Memastikan backup berjalan lancar
Mengoptimalkan performa server
Disk yang penuh bisa menyebabkan error seperti: No space left on device
Sebelum mengecek disk, pastikan Anda sudah login ke VPS.
Gunakan terminal (Linux/macOS) atau aplikasi seperti PuTTY (Windows), lalu jalankan: ssh root@IP_ADDRESS_VPS
Contoh: ssh root@192.168.1.10
Masukkan password jika diminta.
Berikut adalah beberapa perintah penting yang bisa digunakan.
1. Menggunakan Perintah df -h
Perintah paling umum untuk mengecek disk space adalah: df -h
Fungsi:
df = disk free
-h = human readable (format MB/GB)
Contoh Output:
Penjelasan Kolom:
Size = Total kapasitas
Used = Ruang terpakai
Avail = Ruang tersedia
Use% = Persentase penggunaan
Mounted on = Lokasi partisi
Jika Use% mendekati 100%, artinya disk hampir penuh.
2. Melihat Detail Semua Partisi
Gunakan: lsblk
Perintah ini menampilkan struktur disk dan partisi.
Contoh: NAME MAJ:MIN RM SIZE RO TYPE MOUNTPOINT
vda 252:0 0 40G 0 disk
└─vda1 252:1 0 40G 0 part /
3. Mengecek Penggunaan Folder Tertentu
Jika ingin mengetahui folder mana yang paling besar, gunakan: du -sh /var/*
Penjelasan:
du = disk usage
-s = summary
-h = human readable
Contoh output:
Dari sini Anda bisa mengetahui folder mana yang memakan ruang terbesar.
4. Menampilkan 10 Folder Terbesar
Gunakan kombinasi: du -ah / | sort -rh | head -n 10
Perintah ini akan membantu menemukan file atau folder terbesar di server.
5. Mengecek Inode (Jika Disk Tidak Penuh Tapi Error)
Kadang disk masih kosong, tapi muncul error. Bisa jadi inode habis.
Cek dengan: df -i
Jika Inode Use% mendekati 100%, berarti terlalu banyak file kecil di server.
Beberapa penyebab umum:
Log file tidak pernah dibersihkan
Backup menumpuk
Cache aplikasi
File upload besar
Email server (mail queue)
File malware tersembunyi
Berikut beberapa solusi umum:
1. Bersihkan Log Lama
2. Hapus Cache
3. Hapus File Tidak Terpakai
Gunakan: rm -rf namafile
(Hati-hati saat menggunakan perintah ini.)
Agar tidak kecolongan, lakukan hal berikut:
Cek disk minimal seminggu sekali
Gunakan monitoring tools seperti Netdata
Atur log rotation (logrotate)
Gunakan notifikasi alert disk usage
Misalnya VPS Anda memiliki kapasitas 40GB dan saat dicek dengan df -h menunjukkan: = 95%
Setelah dicek dengan: du -sh /var/log/*
Ternyata folder /var/log menggunakan 15GB karena log lama menumpuk.
Solusi:
Bersihkan log
Aktifkan logrotate
Batasi ukuran log
Mengecek disk space VPS melalui SSH merupakan langkah krusial dalam manajemen server yang tidak boleh diabaikan. Dengan memahami dan menguasai perintah dasar seperti df -h untuk melihat penggunaan disk, du -sh untuk mengetahui ukuran folder, lsblk untuk mengecek partisi, serta df -i untuk memeriksa inode, Anda dapat memantau kondisi penyimpanan server secara menyeluruh.
Pemantauan disk yang dilakukan secara rutin membantu mencegah berbagai masalah serius seperti server down, error database, hingga gangguan layanan lainnya. Pada akhirnya, pengelolaan server yang baik selalu dimulai dari monitoring resource secara berkala, dan disk space menjadi salah satu aspek paling penting yang harus selalu diperhatikan.
Pengguna Telegram di perangkat Android baru-baru ini dibuat terkejut dengan pembaruan tampilan aplikasi yang berubah…
Istilah SEAblings mendadak ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu diskusi lintas negara. Percakapan ini…
Keamanan website adalah hal yang sangat penting, terutama jika Anda menggunakan hosting berbasis cPanel. Salah…
Dalam dunia jaringan komputer, pemilihan topologi sangat menentukan performa, stabilitas, dan kemudahan pengelolaan sistem. Salah…
Dalam pengelolaan website berbasis WordPress, kustomisasi tampilan merupakan hal yang sangat umum dilakukan. Namun, banyak…
Ancaman siber terhadap pengguna macOS kembali menunjukkan tren peningkatan. Selama bertahun-tahun, perangkat Mac kerap dipandang…