HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Berita

Desain Baru Telegram di Android Bikin Pangling, Lebih Minimalis ala iOS

Pengguna Telegram di perangkat Android baru-baru ini dibuat terkejut dengan pembaruan tampilan aplikasi yang berubah cukup drastis. Antarmuka (UI) yang sebelumnya identik dengan gaya khas Android kini tampil lebih bersih, minimalis, dan oleh banyak pengguna disebut terasa “iOS banget”.

Perubahan visual ini terlihat dari desain ikon, tata letak menu, hingga animasi transisi yang lebih halus dan modern. Tak heran, pembaruan tersebut langsung memicu beragam reaksi di kalangan pengguna—ada yang menyambutnya sebagai penyegaran yang elegan, namun tak sedikit pula yang merasa karakter Android perlahan memudar dalam aplikasi tersebut.

Apa yang Berubah?

Pembaruan terbaru Telegram di Android menghadirkan sejumlah perubahan visual yang cukup mencolok. Beberapa di antaranya langsung terasa begitu aplikasi dibuka:

  • Desain ikon dan navigasi lebih membulat, memberikan kesan modern dan lembut.
  • Tata letak menu lebih sederhana, dengan struktur yang tampak lebih ringkas dan rapi.
  • Animasi transisi lebih halus, sehingga perpindahan antarhalaman terasa lebih mulus.
  • Elemen visual yang menyerupai gaya desain khas iOS, terutama pada pemilihan bentuk, jarak elemen, dan nuansa minimalisnya.

Kombinasi perubahan ini membuat pengalaman penggunaan terasa cukup berbeda dibanding versi sebelumnya—lebih bersih dan konsisten, namun bagi sebagian pengguna, juga terasa kurang “Android banget.”

Alasan di Balik Perubahan Desain

Sebagai aplikasi perpesanan global, Telegram dikenal rutin menghadirkan pembaruan fitur maupun penyegaran antarmuka. Perubahan desain kali ini diduga bukan sekadar kosmetik, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas.

Beberapa tujuan yang kemungkinan ingin dicapai antara lain:

  • Menyeragamkan pengalaman pengguna lintas platform, terutama antara Android dan iOS, sehingga pengguna yang berpindah perangkat tetap merasakan konsistensi.
  • Memberikan tampilan lebih modern dan minimalis, mengikuti standar desain aplikasi masa kini.
  • Meningkatkan kenyamanan navigasi, dengan tata letak yang lebih sederhana dan intuitif.

Strategi ini juga sejalan dengan tren desain global yang semakin mengutamakan kesederhanaan, ruang kosong yang proporsional (white space), serta clean interface demi pengalaman pengguna yang lebih fokus dan nyaman.

Reaksi Pengguna

Perubahan besar pada tampilan Telegram di Android tentu memunculkan pro dan kontra di kalangan pengguna. Seperti pembaruan besar lainnya, respons yang muncul terbagi antara apresiasi dan kritik.

Respons Positif

  • Tampilan lebih segar dan modern, terasa mengikuti tren desain aplikasi masa kini.
  • Navigasi lebih intuitif, terutama bagi pengguna yang terbiasa dengan desain minimalis.
  • Pengalaman visual lebih nyaman, berkat animasi yang halus dan tata letak yang rapi.

Respons Negatif

  • Terlalu mirip iOS dan dinilai mengurangi identitas khas Android.
  • Membutuhkan waktu adaptasi, terutama bagi pengguna lama yang sudah terbiasa dengan layout sebelumnya.
  • Beberapa menu dianggap kurang praktis, karena posisi atau strukturnya berubah dari versi lama.

Perdebatan ini pun ramai dibahas di media sosial dan forum komunitas, menunjukkan bahwa perubahan desain aplikasi populer selalu menjadi topik sensitif bagi basis pengguna yang besar dan loyal.

Dampak bagi Ekosistem Android

Perubahan desain Telegram ini tidak hanya berdampak pada pengalaman pengguna aplikasi semata, tetapi juga memicu diskusi lebih luas tentang arah desain di ekosistem Android.

Sebagian pengamat menilai bahwa semakin banyak aplikasi Android kini mengadopsi pendekatan visual yang menyerupai iOS, lebih minimalis, membulat, dan seragam. Di satu sisi, konsistensi lintas platform ini memang memudahkan pengguna yang sering berpindah perangkat, karena pengalaman antarmuka terasa familiar di mana pun mereka berada.

Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa identitas desain khas Android bisa semakin memudar. Android selama ini dikenal fleksibel dan memiliki karakter visual yang berbeda. Jika tren penyeragaman terus berlanjut, perbedaan pengalaman antarplatform bisa semakin tipis, dan sebagian pengguna merasa kehilangan ciri khas yang membuat Android unik.

Apakah Pengguna Bisa Mengembalikan Tampilan Lama?

Sejauh ini, perubahan antarmuka pada Telegram di Android mengikuti pembaruan resmi aplikasi. Artinya, tidak tersedia opsi bawaan untuk sepenuhnya mengembalikan desain ke versi sebelumnya.

Meski begitu, pengguna masih memiliki beberapa opsi kustomisasi. Telegram menyediakan pengaturan untuk mengubah tema, warna aksen, latar belakang chat, hingga ukuran teks, sehingga tampilan dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing.

Namun perlu dicatat, penyesuaian ini bersifat kosmetik dan tidak mengembalikan struktur navigasi atau tata letak lama secara menyeluruh. Bagi pengguna yang kurang nyaman dengan perubahan tersebut, satu-satunya alternatif adalah menunggu pembaruan berikutnya yang mungkin menghadirkan opsi tambahan atau penyesuaian berdasarkan masukan komunitas.

Kesimpulan

Perubahan tampilan Telegram di Android menjadi langkah berani yang mencerminkan evolusi desain aplikasi menuju keseragaman lintas platform. Pendekatan visual yang lebih minimalis dan menyerupai iOS menunjukkan upaya Telegram dalam menciptakan pengalaman yang konsisten bagi seluruh penggunanya.

Meski menuai pro dan kontra, pembaruan ini menegaskan bahwa pengalaman pengguna tetap menjadi prioritas utama pengembang. Pada akhirnya, adaptasi desain adalah bagian dari dinamika dunia aplikasi—dan respons pengguna akan menjadi pertimbangan penting bagi arah pembaruan selanjutnya.

Tetap update soal dunia aplikasi dan teknologi terbaru biar kamu nggak ketinggalan tren! Perubahan tampilan Telegram di Android yang kini makin “iOS banget” jadi bukti bahwa inovasi digital terus berkembang demi pengalaman pengguna yang lebih modern dan konsisten lintas platform.

👉 Temukan pembahasan lengkap, insight menarik, dan update teknologi lainnya hanya di Hosteko, sumber informasi digital yang siap menambah wawasanmu setiap hari! 🚀

5/5 - (4 votes)
Mulki A. A

Recent Posts

Apa Itu Pay Per Post? Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya untuk Monetisasi Website

Pay Per Post adalah model monetisasi di mana pengunjung membayar untuk mengakses satu artikel tertentu…

24 minutes ago

Server Tiba-Tiba Error? Begini Cara Cek Disk Space VPS Lewat SSH Sebelum Terlambat

Mengelola ruang penyimpanan (disk space) pada VPS adalah hal penting untuk menjaga performa dan stabilitas…

2 hours ago

SEAblings vs Korsel: Ketika Nasionalisme Digital Ramai di Media Sosial

Istilah SEAblings mendadak ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu diskusi lintas negara. Percakapan ini…

20 hours ago

Cara Scan Malware Website Melalui Virus Scanner di cPanel dengan Mudah dan Aman

Keamanan website adalah hal yang sangat penting, terutama jika Anda menggunakan hosting berbasis cPanel. Salah…

24 hours ago

Apa Itu Topologi Tree? Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya Lengkap

Dalam dunia jaringan komputer, pemilihan topologi sangat menentukan performa, stabilitas, dan kemudahan pengelolaan sistem. Salah…

1 day ago

Apa Itu Child Theme? Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya di WordPress

Dalam pengelolaan website berbasis WordPress, kustomisasi tampilan merupakan hal yang sangat umum dilakukan. Namun, banyak…

1 day ago