HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Wordpress

Rahasia Membuat Pagination di WordPress Agar Lebih Profesional

Pernahkah Anda membuka sebuah website WordPress yang memiliki banyak artikel, tetapi pengunjung harus scroll sangat panjang untuk menemukan konten lama? Tampilan seperti itu tidak hanya mengganggu pengalaman pengguna, tetapi juga bisa berdampak pada SEO. Di sinilah pagination berperan penting. Pagination membantu membagi konten menjadi beberapa halaman sehingga lebih rapi, ringan, dan mudah dinavigasi.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan detail tentang cara membuat pagination di WordPress dengan mudah, baik menggunakan fitur bawaan, tanpa plugin, maupun dengan bantuan plugin tambahan. Panduan ini cocok untuk pemula maupun pengguna tingkat lanjut yang ingin meningkatkan kualitas website mereka.

Apa Itu Pagination di WordPress?

Pagination adalah fitur navigasi yang membagi daftar konten menjadi beberapa halaman terpisah. Biasanya ditampilkan dalam bentuk angka halaman seperti:

1 | 2 | 3 | Next »

Pada WordPress, pagination umum digunakan pada:

  • Halaman blog (post archive)

  • Halaman kategori

  • Halaman tag

  • Hasil pencarian

  • Custom post type

Mengapa Pagination Penting?

  • Meningkatkan User Experience (UX)
    Pengunjung dapat dengan mudah menelusuri artikel lama tanpa harus scroll terlalu panjang.
  • Meningkatkan Kecepatan Website
    Konten yang dibagi dalam beberapa halaman mengurangi beban loading.
  • Lebih SEO Friendly
    Pagination membantu mesin pencari mengindeks halaman dengan lebih terstruktur.
  • Tampilan Lebih Profesional
    Website terlihat lebih rapi dan terorganisir.

Jenis Pagination di WordPress

1. Pagination Default (Older Posts / Newer Posts)

Biasanya berupa link sederhana:

  • Older Posts

  • Newer Posts

2. Numeric Pagination

Menampilkan angka halaman seperti: 1, 2, 3, 4, 5

3. Infinite Scroll

Konten otomatis muncul saat scroll ke bawah.

Cara Membuat Pagination di WordPress Tanpa Plugin

Jika Anda menggunakan theme yang mendukung pagination, biasanya fitur ini sudah tersedia. Namun jika belum, Anda bisa menambahkannya secara manual.

Langkah 1: Edit File Theme

Masuk ke: Appearance → Theme File Editor → index.php atau archive.php

Langkah 2: Tambahkan Kode Pagination

Tambahkan kode berikut di bawah loop WordPress:

<?php
the_posts_pagination( array(
‘mid_size’ => 2,
‘prev_text’ => __( ‘« Sebelumnya’, ‘textdomain’ ),
‘next_text’ => __( ‘Selanjutnya »’, ‘textdomain’ ),
) );
?>

Kode ini menggunakan fungsi bawaan WordPress yang modern dan SEO friendly.

Penjelasan Kode:

  • mid_size → Jumlah angka halaman di sekitar halaman aktif

  • prev_text → Teks tombol sebelumnya

  • next_text → Teks tombol selanjutnya

Simpan perubahan, lalu cek hasilnya di halaman blog Anda.

Cara Membuat Pagination dengan Plugin

Jika tidak ingin mengedit kode, Anda bisa menggunakan plugin.

Plugin yang Direkomendasikan

  1. WP-PageNavi

  2. WP Paginate

  3. Pagination by BestWebSoft

Tutorial Menggunakan WP-PageNavi

Langkah 1: Install Plugin

  • Masuk ke Dashboard WordPress

  • Klik Plugins → Add New

  • Cari “WP-PageNavi”

  • Install dan Activate

Langkah 2: Tambahkan Kode ke Theme

Ganti kode pagination lama dengan:

<?php if(function_exists(‘wp_pagenavi’)) { wp_pagenavi(); } ?>

Simpan dan cek hasilnya.

Plugin ini memberikan tampilan pagination yang lebih modern dan bisa dikustomisasi.

Cara Mengatur Jumlah Post per Halaman

Pagination akan lebih efektif jika jumlah post per halaman diatur dengan tepat.

Langkah Mengatur:

  1. Masuk ke Settings → Reading

  2. Pada bagian “Blog pages show at most”

  3. Tentukan jumlah artikel (misalnya 10)

  4. Klik Save Changes

Idealnya antara 6–12 artikel per halaman agar tidak terlalu berat.

Membuat Pagination pada Custom Query

Jika Anda menggunakan WP_Query untuk custom loop, tambahkan parameter berikut:

$paged = ( get_query_var(‘paged’) ) ? get_query_var(‘paged’) : 1;

$args = array(
‘post_type’ => ‘post’,
‘paged’ => $paged
);

$query = new WP_Query($args);

Kemudian tambahkan:

echo paginate_links(array(
‘total’ => $query->max_num_pages
));

Ini memastikan pagination tetap berjalan pada custom query.

Tips Optimasi Pagination Agar SEO Friendly

1. Gunakan URL Struktur yang Rapi

Contoh: namadomain.com/page/2/

Hindari URL yang terlalu panjang atau berisi parameter tidak perlu.

2. Gunakan Internal Linking

Pastikan setiap halaman pagination tetap terhubung dengan struktur internal link yang baik.

3. Hindari Konten Duplikat

Gunakan canonical tag jika diperlukan.

4. Optimalkan Kecepatan Website

Gunakan caching plugin agar loading tetap cepat.

Infinite Scroll vs Pagination: Mana Lebih Baik?

Pagination Tradisional

1. Kelebihan:

  • SEO lebih stabil

  • Struktur URL jelas

  • Mudah dinavigasi

2. Kekurangan:

  • Pengguna harus klik halaman berikutnya

Infinite Scroll

1. Kelebihan:

  • User experience modern

  • Interaksi lebih tinggi

2. Kekurangan:

  • Jika tidak dikonfigurasi dengan benar bisa berdampak pada SEO

Untuk blog berbasis konten, pagination numeric masih lebih direkomendasikan.

Kesalahan Umum Saat Membuat Pagination

  1. Tidak menambahkan parameter ‘paged’ pada WP_Query

  2. Konflik dengan plugin cache

  3. Tema tidak mendukung pagination

  4. Struktur permalink belum diatur

Pastikan permalink sudah diatur ke format SEO seperti:

Post name (/%postname%/)

Contoh Studi Kasus

Sebuah blog dengan 200 artikel tanpa pagination mengalami:

  • Bounce rate tinggi

  • Waktu loading lama

  • Pengunjung sulit menemukan artikel lama

Setelah menerapkan pagination:

  • Bounce rate turun 20%

  • Page view meningkat

  • Struktur konten lebih rapi

Ini membuktikan pentingnya pagination dalam pengelolaan website.

Rekomendasi Pengaturan Ideal

  • 8–10 artikel per halaman

  • Gunakan numeric pagination

  • Aktifkan caching

  • Gunakan tema yang responsif

Dengan kombinasi ini, website akan lebih optimal dari sisi UX dan SEO.

Kesimpulan

Pagination adalah elemen penting dalam pengelolaan website WordPress, terutama bagi blog dengan banyak konten. Fitur ini tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga membantu optimasi SEO dan kecepatan website.

Anda dapat membuat pagination dengan mudah menggunakan fungsi bawaan WordPress seperti the_posts_pagination(), menambahkan kode custom pada WP_Query, atau menggunakan plugin seperti WP-PageNavi untuk hasil yang lebih fleksibel.

Pastikan Anda mengatur jumlah artikel per halaman dengan tepat, menggunakan struktur URL yang SEO friendly, serta menghindari kesalahan konfigurasi yang dapat menyebabkan error. Dengan penerapan yang benar, pagination akan membuat website Anda terlihat lebih profesional, terstruktur, dan siap bersaing di mesin pencari.

5/5 - (1 vote)
Fitri Ana

Recent Posts

Debian Linux: Pengertian, Versi, Kegunaan, dan Alasan Banyak Digunakan Server

Sistem operasi Linux merupakan salah satu fondasi utama dalam dunia teknologi modern. Berbeda dengan sistem…

2 days ago

Cara Mudah Mengganti Favicon di Sitebuilder untuk Meningkatkan Branding Website

Saat Anda membuka sebuah website, pasti sering melihat ikon kecil yang muncul di tab browser.…

2 days ago

Yahoo Masih Ada Gak Sih? Fakta Keberadaan Yahoo di Era Digital Sekarang

Bagi pengguna internet era awal 2000-an, nama Yahoo tentu bukan hal asing. Di masa ketika…

2 days ago

Cara Mengirim Email SMTP di Laravel dengan PHPMailer (Tutorial Lengkap & Mudah)

Pengiriman email merupakan fitur penting dalam sebuah aplikasi web, seperti untuk verifikasi akun, notifikasi, hingga…

2 days ago

Apa Itu XSS? Cara Kerja, Dampak, dan Cara Mencegahnya pada Website

Di era digital modern, website tidak lagi hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi…

2 days ago

Apa Itu Website Maintenance? Pentingnya Perawatan Website di Era Digital

Perkembangan website di era digital mengalami peningkatan yang sangat pesat. Saat ini, website tidak hanya…

3 days ago