HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Tips

Cara Membuat Variasi Produk di WooCommerce, Lengkap dengan Kategori

WooCommerce merupakan salah satu plugin e-commerce populer untuk WordPress yang memungkinkan pemilik website membuat toko online dengan berbagai fitur, mulai dari pengelolaan produk hingga pemrosesan pesanan. Agar toko online mudah digunakan, produk perlu disusun secara teratur berdasarkan kategori dan dilengkapi variasi jika memiliki pilihan seperti ukuran, warna, bahan, atau kapasitas.

Cara membuat kategori dan variasi produk di WooCommerce penting dipahami oleh pemilik toko online, terutama jika menjual banyak jenis barang. Kategori membantu pelanggan menemukan produk berdasarkan kelompok tertentu, sedangkan variasi memungkinkan pelanggan memilih opsi produk sesuai kebutuhan sebelum melakukan pembelian.

Sebagai contoh, toko pakaian dapat menggunakan kategori seperti kaus, kemeja, dan celana. Sementara itu, produk kaus dapat memiliki variasi ukuran S, M, L, dan XL serta pilihan warna hitam, putih, atau biru. Dengan pengaturan yang tepat, pelanggan dapat memilih produk dengan lebih mudah dan pemilik toko dapat mengelola stok serta harga secara lebih terstruktur.

Artikel ini membahas cara membuat kategori produk, menambahkan variasi produk, mengatur atribut, mengelola stok, serta beberapa tips agar katalog WooCommerce lebih rapi dan mudah digunakan.

Apa Itu Kategori Produk di WooCommerce?

Kategori produk di WooCommerce adalah fitur untuk mengelompokkan produk berdasarkan jenis, fungsi, karakteristik, atau kelompok tertentu. Fitur ini membantu pemilik toko menyusun katalog secara sistematis sehingga pelanggan dapat menemukan produk yang dicari tanpa harus menelusuri seluruh daftar barang.

Misalnya, toko perlengkapan komputer dapat memiliki kategori laptop, monitor, keyboard, mouse, dan aksesori. Setiap kategori dapat berisi banyak produk yang sejenis.

Kategori produk juga dapat dibuat secara bertingkat. Sebagai contoh, kategori utama Pakaian Pria dapat memiliki subkategori Kemeja, Kaus, dan Celana. Struktur tersebut memudahkan pengelolaan katalog ketika jumlah produk semakin banyak.

Beberapa manfaat kategori produk di WooCommerce antara lain:

  • Memudahkan navigasi toko
    Pelanggan dapat mencari produk berdasarkan kelompok yang sesuai.
  • Membuat katalog lebih teratur
    Produk sejenis berada dalam kategori yang sama.
  • Mendukung SEO website
    Halaman kategori dapat dioptimalkan agar lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.
  • Mempermudah promosi
    Pemilik toko dapat menampilkan kelompok produk tertentu, misalnya produk diskon atau koleksi terbaru, dengan struktur katalog yang jelas.
  • Meningkatkan pengalaman pengguna
    Pelanggan dapat menemukan produk yang dibutuhkan dengan lebih cepat.

Kategori produk berbeda dengan tag produk. Kategori biasanya digunakan untuk membentuk struktur utama katalog, sedangkan tag digunakan untuk menandai karakteristik atau topik tertentu yang dapat berkaitan dengan produk dari berbagai kategori.

Apa Itu Variasi Produk di WooCommerce?

Variasi produk adalah pilihan berbeda yang tersedia dalam satu produk utama. Fitur ini biasanya digunakan untuk barang yang memiliki beberapa ukuran, warna, kapasitas, bahan, atau pilihan lain, tetapi tetap termasuk produk yang sama.

Contohnya, sebuah toko menjual sepatu dengan ukuran 38, 39, 40, dan 41. Daripada membuat halaman produk terpisah untuk setiap ukuran, pemilik toko dapat membuat satu produk sepatu dengan beberapa variasi.

Setiap variasi dapat memiliki pengaturan tersendiri, seperti harga, SKU, stok, berat, dimensi, dan gambar, sesuai kebutuhan serta dukungan WooCommerce. Variasi produk bermanfaat untuk:

  1. Menyediakan pilihan produk dalam satu halaman.
  2. Mengatur harga berbeda untuk ukuran atau tipe tertentu.
  3. Mengelola stok setiap pilihan secara terpisah.
  4. Menampilkan gambar yang sesuai dengan warna atau tipe yang dipilih.
  5. Mengurangi duplikasi halaman produk yang sebenarnya merupakan satu jenis barang.

WooCommerce membedakan produk sederhana (Simple Product) dan produk variabel (Variable Product). Produk sederhana digunakan ketika barang tidak memiliki pilihan variasi yang perlu dipilih pelanggan, sedangkan produk variabel digunakan ketika pelanggan perlu memilih satu atau beberapa opsi sebelum membeli.

Perbedaan Kategori, Atribut, dan Variasi Produk

Sebelum mulai mengatur katalog, penting untuk memahami perbedaan ketiga fitur ini karena masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Fitur Fungsi Contoh
Kategori produk Mengelompokkan produk berdasarkan jenis atau kelompok Sepatu, Kaus, Laptop
Atribut produk Menentukan karakteristik atau pilihan produk Ukuran, Warna, Kapasitas
Variasi produk Membuat kombinasi pilihan yang dapat dipilih pelanggan Kaus ukuran M warna hitam

Sebagai contoh, sebuah toko menjual kaus. Kaus tersebut dimasukkan ke kategori Kaus, kemudian diberi atribut Ukuran dan Warna. Setelah itu, atribut digunakan untuk membuat variasi seperti ukuran M warna hitam atau ukuran L warna putih.

Perlu dipahami bahwa atribut tidak otomatis membuat variasi. Atribut dapat digunakan sekadar untuk menampilkan informasi produk atau dijadikan dasar untuk membuat variasi yang dapat dipilih pelanggan.

Persiapan Sebelum Membuat Kategori dan Variasi Produk

Sebelum mengatur produk di WooCommerce, pastikan website WordPress dan plugin WooCommerce sudah terpasang serta dapat diakses melalui dashboard administrator.

Beberapa hal yang sebaiknya disiapkan adalah:

  • Daftar kategori produk
    Tentukan kelompok utama dan subkategori berdasarkan jenis barang yang dijual.
  • Data produk
    Siapkan nama, deskripsi, harga, gambar, dan informasi produk lainnya.
  • Daftar atribut
    Tentukan pilihan seperti ukuran, warna, bahan, atau kapasitas jika produk memiliki variasi.
  • Informasi stok
    Siapkan jumlah stok untuk setiap variasi jika pengelolaan stok akan diaktifkan.
  • Struktur katalog
    Rencanakan kategori agar tidak terlalu banyak, tumpang tindih, atau membingungkan pelanggan.

Nama menu dan tampilan dashboard dapat sedikit berbeda tergantung versi WooCommerce, tema, serta plugin tambahan yang digunakan. Namun, langkah-langkah dasarnya relatif serupa.

Cara Membuat Kategori Produk di WooCommerce

Membuat kategori produk dapat dilakukan langsung melalui dashboard WordPress. Kategori bisa dibuat sebelum menambahkan produk atau ketika sedang mengedit produk.

1. Masuk ke Dashboard WordPress

Login ke dashboard administrator WordPress menggunakan akun yang memiliki izin untuk mengelola produk. Setelah berhasil masuk, cari menu Products → Categories pada sidebar dashboard. Menu ini digunakan untuk menambahkan, mengedit, dan menghapus kategori produk WooCommerce.

2. Tambahkan Kategori Produk Baru

Pada halaman kategori, tersedia formulir untuk membuat kategori baru. Isi informasi berikut sesuai kebutuhan.

Kolom Fungsi Contoh
Name Nama kategori yang ditampilkan Sepatu Pria
Slug Bagian URL kategori sepatu-pria
Parent category Menentukan kategori induk Sepatu
Description Menjelaskan isi kategori Koleksi sepatu untuk pria
Display type Mengatur tampilan kategori, jika tersedia Default, Products, Subcategories, atau Both
Thumbnail Gambar kategori, jika tersedia Gambar koleksi sepatu

Nama kategori sebaiknya singkat dan mudah dipahami. Gunakan slug yang relevan dengan nama kategori agar URL lebih rapi.

Jika kategori tidak memiliki induk, biarkan pilihan Parent category tetap pada kondisi default atau None. Setelah semua informasi diisi, klik Add new category untuk menyimpan kategori tersebut.

3. Membuat Subkategori Produk

Jika toko memiliki banyak jenis produk, gunakan subkategori untuk menyusun katalog secara lebih terstruktur. Misalnya, toko elektronik memiliki kategori utama Elektronik dengan subkategori berikut:

  • Laptop
  • Komputer Desktop
  • Monitor
  • Aksesori Komputer

Untuk membuat subkategori, buka kembali halaman Products → Categories, kemudian isi nama subkategori dan pilih kategori induk pada kolom Parent category.

Sebagai contoh, kategori Keyboard dapat ditempatkan di bawah kategori Aksesori Komputer. Setelah disimpan, struktur kategori akan menunjukkan hubungan antara kategori utama dan subkategori.

Hindari membuat terlalu banyak tingkatan kategori jika tidak diperlukan. Struktur yang sederhana biasanya lebih mudah dipahami pelanggan.

4. Memasukkan Produk ke Kategori yang Sesuai

Setelah kategori dibuat, masukkan produk ke kelompok yang tepat. Langkah-langkahnya:

  • Buka menu Products → All Products.
  • Pilih produk yang ingin diedit atau klik Add New Product untuk membuat produk baru.
  • Cari bagian Product categories pada halaman pengeditan produk.
  • Centang kategori yang sesuai dengan produk.
  • Klik Update untuk menyimpan perubahan atau Publish jika produk baru belum diterbitkan.

Sebagai contoh, produk sepatu olahraga dapat dimasukkan ke kategori Sepatu dan subkategori Sepatu Olahraga jika struktur toko memang menggunakan kedua kelompok tersebut.

Pilih kategori yang benar-benar relevan. Pengelompokan yang konsisten akan membantu pelanggan menjelajahi katalog tanpa kebingungan.

Cara Membuat Variasi Produk di WooCommerce

Untuk membuat pilihan seperti ukuran, warna, atau kapasitas, gunakan jenis produk Variable Product. Prosesnya melibatkan pembuatan atribut, pengaturan atribut sebagai dasar variasi, dan konfigurasi setiap variasi produk.

1. Buka atau Tambahkan Produk Baru

Masuk ke dashboard WordPress, lalu buka Products → Add New Product untuk membuat produk baru atau Products → All Products untuk mengedit produk yang sudah ada.

Masukkan nama produk, deskripsi, gambar, serta informasi dasar lainnya. Pada bagian Product data, ubah jenis produk dari Simple product menjadi Variable product.

Pilihan ini memungkinkan satu halaman produk memiliki beberapa variasi yang dapat dipilih pelanggan.

2. Tambahkan Atribut Produk

Setelah memilih Variable Product, buka tab Attributes pada bagian Product data.

Atribut dapat dibuat secara khusus untuk satu produk atau menggunakan atribut global yang sudah disiapkan melalui WooCommerce.

Sebagai contoh, produk kaus memiliki atribut Ukuran dan Warna. Jika membuat atribut langsung pada produk, langkahnya adalah:

  • Buka tab Attributes.
  • Pilih Add new.
  • Masukkan nama atribut, misalnya Ukuran.
  • Isi nilai atribut, misalnya S, M, L, XL.
  • Aktifkan pilihan Used for variations.
  • Simpan atribut.
  • Ulangi langkah tersebut untuk atribut Warna jika diperlukan.

Pada atribut produk, beberapa nilai biasanya dipisahkan menggunakan karakter | atau pemisah yang ditentukan oleh antarmuka WooCommerce. Contoh nilai ukuran adalah S | M | L | XL.

Pastikan pilihan Used for variations diaktifkan. Jika tidak, atribut tersebut tidak akan tersedia sebagai dasar untuk membuat variasi pada produk variabel.

3. Buat Variasi dari Atribut

Setelah atribut disimpan, buka tab Variations.

WooCommerce menyediakan pilihan untuk membuat variasi secara otomatis dari kombinasi atribut yang telah disiapkan. Pilih opsi pembuatan variasi yang tersedia pada dashboard, lalu konfirmasikan jika diminta.

Misalnya, sebuah kaus memiliki empat ukuran dan tiga warna. Jika semua kombinasi diperbolehkan, WooCommerce dapat membuat hingga 12 variasi.

Ukuran Warna Contoh variasi
S Hitam Kaus ukuran S warna hitam
S Putih Kaus ukuran S warna putih
M Hitam Kaus ukuran M warna hitam
M Putih Kaus ukuran M warna putih
L Hitam Kaus ukuran L warna hitam
L Putih Kaus ukuran L warna putih

Tabel tersebut hanya menampilkan beberapa kombinasi. Jika terdapat empat ukuran dan tiga warna, jumlah seluruh kombinasi adalah 12.

Penting: gunakan pembuatan variasi otomatis hanya jika semua kombinasi atribut memang tersedia untuk dijual. Jika ukuran tertentu tidak tersedia dalam warna tertentu, buat variasi yang sesuai dengan produk sebenarnya agar pelanggan tidak dapat memilih kombinasi yang tidak tersedia.

4. Atur Harga Setiap Variasi

Setiap variasi produk yang ingin dijual perlu memiliki harga yang sesuai. Buka bagian Variations, lalu perluas variasi yang ingin diedit.

Masukkan harga reguler (Regular price) dan, jika diperlukan, harga promo (Sale price).

Contohnya, kaus ukuran S dan M dijual seharga Rp75.000, sedangkan ukuran XL dijual seharga Rp85.000. Harga dapat disesuaikan untuk setiap variasi jika memang berbeda.

Pastikan variasi yang akan dijual memiliki harga yang valid. Jika harga belum diatur dengan benar, pelanggan mungkin tidak dapat membeli variasi tersebut.

5. Atur Stok untuk Setiap Variasi

WooCommerce memungkinkan pengelolaan stok secara terpisah untuk variasi produk. Fitur ini sangat berguna jika jumlah barang berbeda untuk setiap ukuran, warna, atau tipe.

Langkah pengaturannya:

  • Buka tab Variations.
  • Perluas variasi yang ingin dikelola.
  • Aktifkan pengelolaan stok pada variasi jika ingin mencatat jumlah barang secara terpisah.
  • Masukkan jumlah stok yang tersedia.
  • Atur status stok sesuai kondisi barang.
  • Simpan perubahan.

Sebagai contoh, kaus ukuran S tersedia 10 unit, ukuran M tersedia 15 unit, dan ukuran L tersedia 8 unit. Dengan pengelolaan stok per variasi, jumlah tersebut dapat dicatat secara terpisah.

Jika stok dikelola pada tingkat produk utama, pastikan pengaturannya tidak bertentangan dengan stok masing-masing variasi. Pilih metode pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan toko.

6. Tambahkan SKU dan Gambar Variasi

SKU (Stock Keeping Unit) adalah kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi produk atau variasi dalam pengelolaan inventaris.

Jika diperlukan, berikan SKU berbeda untuk setiap variasi agar pencatatan stok dan pesanan lebih mudah. Misalnya, kaus hitam ukuran M dapat menggunakan kode KAUS-HITAM-M.

WooCommerce juga memungkinkan gambar ditetapkan pada variasi tertentu. Fitur ini berguna untuk produk yang memiliki perbedaan warna atau tampilan fisik.

Untuk mengaturnya, buka variasi yang diinginkan, lalu pilih gambar variasi pada bagian yang tersedia. Ketika pelanggan memilih opsi tersebut, gambar yang sesuai dapat ditampilkan pada halaman produk, bergantung pada konfigurasi tema dan antarmuka toko.

7. Simpan dan Publikasikan Produk

Setelah atribut dan variasi selesai diatur, periksa kembali harga, stok, SKU, dan gambar setiap variasi.

Klik Save changes pada bagian variasi jika tombol tersebut tersedia, kemudian klik Update untuk produk yang sudah diterbitkan atau Publish untuk produk baru.

Buka halaman produk dari sisi pelanggan untuk memastikan pilihan ukuran, warna, atau atribut lainnya muncul dengan benar.

Cara Membuat Atribut Global di WooCommerce

Jika banyak produk menggunakan atribut yang sama, seperti ukuran atau warna, atribut global dapat membantu menjaga konsistensi katalog. Atribut global dibuat melalui menu Products → Attributes.

Langkah-langkahnya:

  • Buka Products → Attributes.
  • Masukkan nama atribut, misalnya Warna.
  • Tentukan slug jika diperlukan.
  • Atur opsi pengurutan sesuai kebutuhan.
  • Klik Add attribute.
  • Setelah atribut dibuat, pilih opsi untuk mengonfigurasi istilah atau Configure terms.
  • Tambahkan nilai atribut, misalnya Hitam, Putih, Biru, dan Merah.
  • Simpan setiap istilah yang ditambahkan.

Setelah atribut global tersedia, buka produk yang ingin diedit. Pada tab Attributes, pilih atribut global tersebut, lalu tentukan nilai yang relevan untuk produk.

Jika atribut akan digunakan untuk membuat variasi, aktifkan Used for variations dan simpan pengaturannya.

Perbedaan atribut global dan atribut khusus produk dapat dilihat pada tabel berikut.

Aspek Atribut Global Atribut Khusus Produk
Penggunaan Dapat digunakan pada banyak produk Digunakan pada produk tertentu
Pengelolaan Nilai dikelola secara terpusat Nilai diatur langsung pada produk
Konsistensi Memudahkan penggunaan istilah yang sama Lebih fleksibel untuk kebutuhan khusus
Contoh Warna dengan nilai Hitam, Putih, dan Biru Ukuran khusus untuk satu model pakaian

Untuk toko dengan banyak produk, atribut global biasanya lebih mudah dikelola. Namun, atribut khusus produk tetap berguna jika suatu barang memiliki pilihan yang tidak digunakan oleh produk lain.

Cara Menguji Kategori dan Variasi Produk

Setelah pengaturan selesai, jangan langsung menganggap katalog sudah berfungsi dengan benar. Lakukan pengujian dari halaman toko yang dilihat pelanggan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperiksa:

  • Kategori produk→ pastikan produk muncul pada kategori yang tepat.
  • Pilihan variasi→ pastikan ukuran, warna, atau opsi lain tampil sesuai pengaturan.
  • Harga → pastikan harga berubah sesuai variasi yang dipilih jika setiap variasi memiliki harga berbeda.
  • Stok → pastikan variasi yang habis tidak dapat dibeli jika pengaturan stok melarang pembelian barang habis.
  • Gambar → pastikan gambar yang sesuai muncul saat pelanggan memilih variasi tertentu.
  • Keranjang belanja→ coba tambahkan variasi ke keranjang dan periksa apakah pilihan yang dipilih sudah benar.
  • Tampilan perangkat seluler→ pastikan kategori dan pilihan variasi mudah digunakan melalui layar ponsel.

Pengujian ini membantu menemukan kesalahan sebelum pelanggan melakukan transaksi. Jika terdapat masalah, periksa kembali pengaturan produk, atribut, stok, dan kompatibilitas tema atau plugin yang digunakan.

Tips Mengelola Kategori dan Variasi Produk agar Lebih Optimal

Agar toko WooCommerce tetap rapi seiring bertambahnya produk, terapkan beberapa praktik berikut.

1. Gunakan Nama Kategori yang Jelas

Pilih nama kategori yang mudah dipahami pelanggan. Hindari kategori dengan nama terlalu umum atau istilah internal yang tidak dikenal pengunjung.

2. Hindari Kategori yang Terlalu Banyak

Buat kategori berdasarkan kebutuhan katalog, bukan sekadar menambahkan kategori untuk setiap produk. Struktur yang terlalu rumit dapat menyulitkan pelanggan menemukan barang.

3. Gunakan Atribut Secara Konsisten

Jika ukuran dan warna digunakan pada banyak produk, pertahankan penamaan dan format yang seragam. Contohnya, gunakan istilah Hitam secara konsisten daripada membuat istilah berbeda untuk warna yang sama tanpa alasan jelas.

4. Perbarui Stok secara Berkala

Pastikan jumlah stok sesuai dengan kondisi barang yang tersedia. Ketidaksesuaian stok dapat menyebabkan pelanggan membeli variasi yang sebenarnya sudah habis.

5. Optimalkan Gambar Produk

Gunakan gambar yang jelas, relevan, dan memiliki ukuran file yang wajar. Untuk produk dengan banyak warna, sediakan gambar yang sesuai agar pelanggan dapat membedakan setiap pilihan.

6. Perhatikan SEO Halaman Kategori

Gunakan nama kategori dan deskripsi yang menjelaskan isi koleksi secara alami. Jika relevan, optimalkan judul halaman, meta description, slug, serta tautan internal. Hindari memasukkan kata kunci secara berlebihan karena dapat mengurangi kualitas informasi bagi pelanggan.

7. Perhatikan Jumlah Kombinasi Variasi

Semakin banyak atribut yang digunakan, semakin banyak kombinasi variasi yang mungkin terbentuk. Buat hanya variasi yang benar-benar tersedia dan relevan untuk dijual.

Untuk katalog dengan kombinasi sangat banyak, pertimbangkan apakah seluruh pilihan perlu dijadikan variasi atau apakah sebagian cukup ditampilkan sebagai informasi produk.

Kesimpulan

Cara membuat kategori dan variasi produk di WooCommerce dapat dilakukan melalui dashboard WordPress dengan mengatur kategori, atribut, dan jenis produk yang sesuai. Kategori membantu menyusun katalog agar mudah dijelajahi, sedangkan variasi memungkinkan pelanggan memilih ukuran, warna, atau opsi produk lainnya dalam satu halaman.

Dengan pengaturan kategori yang terstruktur, atribut yang konsisten, serta harga dan stok yang akurat, pengelolaan toko online dapat menjadi lebih efisien dan pengalaman belanja pelanggan lebih nyaman. Jangan lupa menguji setiap produk sebelum dipublikasikan agar semua pilihan berfungsi dengan baik.

Untuk mempelajari lebih banyak tentang WordPress, WooCommerce, website, hosting, dan perkembangan teknologi digital, kunjungi Blog Hosteko yang menyajikan berbagai artikel informatif dan tutorial untuk membantu Anda mengelola website dengan lebih optimal.

5/5 - (1 vote)
Fitri Ana

Recent Posts

Cara Kerja Web Dinamis dan Proses Pengolahan Data

Web dinamis bekerja dengan memproses permintaan pengguna, mengolah data, dan menghasilkan respons sesuai kebutuhan. Dalam…

2 hours ago

Apa Itu Web Dinamis? Pengertian dan Cara Kerjanya

Web dinamis adalah website yang dapat menghasilkan atau memperbarui konten berdasarkan permintaan pengguna, data yang…

5 hours ago

Cara Cek Link Phishing agar Tidak Terjebak Penipuan Online

Di era digital, link digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari membuka situs web hingga melakukan…

6 hours ago

MX Record: Pengaturan Penting agar Email Domain Berfungsi dengan Benar

Dalam pengelolaan domain dan email bisnis, ada beberapa pengaturan DNS yang perlu dipahami agar layanan…

10 hours ago

Apakah Pengguna Weebly Perlu Beralih

Pengguna Weebly tidak selalu harus berpindah ke platform lain. Keputusan untuk mempertahankan atau memigrasikan website…

1 day ago

Woongkir Tidak Muncul di Checkout WooCommerce? Ini Cara Mengatasinya

WooCommerce merupakan salah satu platform yang banyak digunakan untuk membangun toko online berbasis WordPress. Untuk…

1 day ago