HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Cara Mengatasi Situs Yang Terkena Blacklisted

Bagi anda pemilik website, tentu setiap hari mengisi artikel dan menata desain dalam waktu yang tidak singkat. Tapi pernahkan anda terbayangkan? Jika pada suatu hari traffic website hasil kunjungan dari pencarian Google tiba – tiba menurun drastis bahkan tidak ada sama sekali. Tentunya anda akan panik dan memastikan apakah website anda terkena blacklist google atau tidak. Blacklisting merupakan sebuah praktik yang menandai situs web mempunyai konten  yang berbahaya untuk mencegah pengguna mengunduh malware secara tidak sengaja. Tetapi, mesin pencari dan vendor antivirus dapat membuatnya masuk ke dalam daftar hitam situs sebagai akibat dari serangan dunia maya. Hal ini akan menyebabkan kredibilitas anda menurun. Apabila pengunjung sudah tidak dapat mempercayai situs anda, mereka tidak akan mengambil resiko dan  takut jika mengunduh malware atau membahayakan informasi mereka.

Apa itu Blacklisting?

Blacklisting atau daftar hitam merupakan praktik yang berguna untuk memelihara daftar situs web yang mengandung malware. Mesin pencari (seperti Google dan Bing) dan vendor antivirus (termasuk McAfee, Norton, dan lainnya) menyimpan daftar hitam sehingga mereka dapat memperingatkan pengguna ketika mereka mengunjungi situs web yang berpotensi berbahaya. Blacklisting terjadi karena banyak sebab dan alasan. Pengunjung situs web akan melihat peringatan untuk menyarankan berhenti mengakses ketika mereka membuka situs anda. Hal ini akan menyebabkan bounce rate meningkat dan merusak reputasi website anda.

Berikut beberapa cara pemulihan pada situs Blacklisted

1. Temukan Status Blacklist

Jika traffic lalu lintas menurun tanpa sebab dan alasan, sebaiknya anda memeriksa dan memastikan apakah situs anda masuk daftar hitam atau tidak. Untuk melakukannya, anda dapat menggunakan Google’s Safe Browsing.

2. Menghapus Malware pada situs anda

Terdapat banyak cara untuk menghapus malware, yaitu dengan mencoba plugin keamanan baik  yang tersedia secara gratis dan berbayar.

3. Kirim laporan dan menunggu situs kembali ke daftar putih

Setelah situs pulih, anda dapat mengirimkan laporan ke mesin pencari atau vendor antivirus yang telah memasukkan situs anda kedalam daftar hitam. Misalkan pada Google, untuk memasukkan permintaan, pengguna harus memiliki akun Google Webmaster dan telah memverifikasi situs yang dimiliki di Search Console. Lalu masuk dan arahkan pada bagian Security Issue. Pada bagian ini, anda akan melihat pemberitahuan mengenai serangan peretas, malware atau masalah lain yang terdeteksi Google pada situs anda. Klik tombol Request A Review yang relevan jika tidak terjadi masalah yang mengancam.

Setelah mengirimkan laporan, selanjutnya anda bisa menunggu dan memerlukan waktu beberapa bulan bagi mesin pencari untuk menghapus nama situs anda dari daftar hitam.

4. Tingkatkan situs keamanan untuk mencegah blacklisting kembali

Untuk mencegah kejadian terulang lagi, sebaiknya anda menerapkan pengamanan website dengan menambahkan fitur dan plugin yang lebih kuat.

5. Bangun kembali reputasi dan visibilitas situs anda

Untuk mengembalikan tingkat arus traffic website dan pengunjung dengan memberitahu pengikut anda pada sosial media, blog maupun platform yang dimiliki. Dengan ini anda dapat menarik minat kembali dengan cara SEO dengan cara menjaga kinerja yang berkualitas tinggi, riset kata kunci, hindari spam dan lain sebagainya.

 

1.8/5 - (5 votes)
Sallu Warni

Recent Posts

Apa Itu Internet Download Manager (IDM)? Fungsi, Fitur, dan Cara Menggunakannya

Mengunduh file dari internet merupakan aktivitas yang sering dilakukan oleh pengguna komputer, baik untuk keperluan…

7 hours ago

Apa Itu CLI? Fungsi, Cara Kerja, Kelebihan dan Contohnya

Saat menggunakan komputer, sebagian besar pengguna berinteraksi melalui tampilan grafis atau GUI (Graphical User Interface),…

8 hours ago

Apa Itu Deep Web? Pengertian, Cara Kerja, dan Perbedaannya dengan Dark Web

Ketika mendengar istilah Deep Web, banyak orang langsung mengaitkannya dengan aktivitas ilegal, peretasan, atau dunia…

11 hours ago

Supply Chain Attack dalam Keamanan Siber: Pengertian, Contoh, dan Cara Mencegahnya

Di era digital modern, organisasi tidak hanya bergantung pada sistem internal mereka sendiri, tetapi juga…

12 hours ago

Cyber Resilience: Strategi Bertahan dari Serangan Siber Modern

Di era transformasi digital, ancaman siber menjadi salah satu risiko terbesar yang dihadapi organisasi, perusahaan,…

14 hours ago

Apa Itu Whitelist IP? Fungsi, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Di era digital yang semakin terhubung, keamanan data dan sistem menjadi salah satu prioritas utama…

1 day ago