(0275) 2974 127
Salah satu cara praktis untuk mengurangi kebiasaan scrolling sebelum tidur adalah menjauhkan HP dari tempat tidur. Jika smartphone berada tepat di samping bantal atau mudah dijangkau, pengguna dapat lebih mudah mengambilnya ketika ingin kembali membuka media sosial, video, atau pesan.
Menjauhkan HP bukan berarti smartphone harus dilarang digunakan sama sekali pada malam hari. Tujuannya adalah membuat batas yang lebih jelas antara waktu menggunakan HP dan waktu tidur.
Membatasi aktivitas scrolling ketika berada di tempat tidur dapat membantu membangun rutinitas yang lebih konsisten sebelum tidur.
Ketika seseorang terbiasa menggunakan HP sambil berbaring, aktivitas tersebut dapat menjadi bagian dari rutinitas sebelum tidur. Bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut dapat membuat waktu penggunaan smartphone menjadi lebih panjang karena perangkat selalu berada dalam jangkauan.
Sebuah penelitian yang melibatkan 75 peserta menganalisis data penggunaan smartphone dan data tidur yang dikumpulkan menggunakan wearable ring. Penelitian tersebut menemukan bahwa penggunaan smartphone di tempat tidur berkaitan dengan beberapa indikator tidur yang kurang baik, termasuk waktu yang lebih lama untuk mulai tidur dan lebih banyak waktu terjaga. Dalam penelitian tersebut, hubungan negatif yang sama tidak ditemukan ketika smartphone digunakan di luar tempat tidur.
Namun, hasil tersebut tidak berarti penggunaan HP di tempat tidur pasti menyebabkan gangguan tidur pada setiap orang. Penelitian tersebut merupakan penelitian observasional, sehingga temuannya menunjukkan hubungan, bukan bukti sebab-akibat.
Karena itu, menjauhkan smartphone dari tempat tidur dapat digunakan sebagai strategi praktis untuk mengurangi kesempatan melakukan scrolling secara spontan.
Cara paling sederhana adalah meletakkan HP di meja atau permukaan lain yang berjarak dari tempat tidur.
Misalnya, daripada menaruh smartphone di bawah bantal atau di meja samping tempat tidur, letakkan perangkat di lokasi yang mengharuskan seseorang bangun dari kasur jika ingin mengambilnya.
Jarak fisik tersebut dapat menjadi hambatan kecil sebelum seseorang mengambil smartphone secara spontan.
Jika biasanya seseorang mengambil HP hanya karena bosan atau ingin mengecek notifikasi, adanya jarak dapat memberikan jeda sebelum keputusan tersebut dilakukan.
Jeda tersebut dapat dimanfaatkan untuk bertanya kepada diri sendiri:
“Apakah saya benar-benar perlu membuka HP sekarang?”
Jika jawabannya tidak, smartphone dapat tetap dibiarkan di tempatnya.
Salah satu alasan orang membawa HP ke tempat tidur adalah karena smartphone digunakan sebagai alarm.
Jika memungkinkan, gunakan jam alarm terpisah sehingga HP tidak perlu berada di samping tempat tidur. Dengan begitu, smartphone dapat ditempatkan lebih jauh dan tidak selalu berada dalam jangkauan tangan.
Namun, jika tetap menggunakan HP sebagai alarm, letakkan perangkat di lokasi yang tidak mudah dijangkau dari posisi tidur. Hindari meletakkannya di bawah bantal atau menutupinya dengan benda lain.
Cara ini juga dapat membantu mengurangi kebiasaan mengambil HP segera setelah alarm berbunyi.
Menjauhkan HP secara fisik dapat dikombinasikan dengan mengurangi gangguan dari perangkat.
Notifikasi pesan, media sosial, promosi, berita, dan aplikasi lainnya dapat menjadi pemicu seseorang memeriksa layar. Karena itu, sebelum tidur, pengguna dapat mengaktifkan mode Jangan Ganggu atau menonaktifkan notifikasi yang tidak diperlukan.
Untuk kebutuhan tertentu, seperti panggilan penting dari anggota keluarga, pengguna dapat mengatur pengecualian sesuai fitur yang tersedia pada perangkat.
Tujuannya bukan menghilangkan seluruh notifikasi, tetapi mengurangi gangguan yang tidak diperlukan selama waktu tidur.
Sebagian orang terbiasa membawa HP ke kasur karena ingin menonton video, mendengarkan audio, membaca media sosial, atau sekadar menemani diri sampai mengantuk.
Kebiasaan ini perlu diperhatikan karena aktivitas tersebut dapat memperpanjang waktu yang dihabiskan dengan smartphone.
NHLBI menyarankan menggunakan waktu sebelum tidur untuk aktivitas yang tenang serta menghindari cahaya buatan yang terang. NHLBI juga menyarankan agar kamar tidur dibuat tenang, sejuk, dan gelap untuk mendukung kebiasaan tidur yang sehat.
Jika membutuhkan aktivitas untuk membantu beralih ke waktu tidur, alternatifnya dapat berupa membaca buku fisik, melakukan teknik relaksasi, atau aktivitas tenang lainnya.
Tidak semua penggunaan HP pada malam hari dapat dihindari. Seseorang mungkin perlu menerima telepon penting, membaca pesan keluarga, menggunakan aplikasi tertentu, atau melakukan kebutuhan lainnya.
Dalam kondisi tersebut, fokusnya bukan pada larangan absolut, tetapi membatasi penggunaan yang tidak diperlukan.
Misalnya:
NHLBI menjelaskan bahwa cahaya buatan yang terang pada malam hari dapat mengganggu proses yang mengatur siklus tidur-bangun. Karena itu, mengurangi paparan cahaya terang sebelum tidur merupakan salah satu bagian dari kebiasaan tidur yang sehat.
Dengan cara ini, HP tetap dapat digunakan ketika memang diperlukan tanpa menjadikannya bagian utama dari rutinitas scrolling sebelum tidur.
Jika ingin lebih konsisten, tentukan area tertentu sebagai zona tanpa HP.
Contohnya, area tempat tidur menjadi tempat untuk tidur dan beristirahat, sedangkan meja di sisi lain kamar menjadi tempat meletakkan smartphone.
Aturan sederhana ini membuat batas fisik yang mudah dipahami:
HP di meja → waktu penggunaan
HP sudah disimpan → waktu bersiap tidur
Berada di kasur → fokus beristirahat
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip sleep hygiene. CDC merekomendasikan mematikan perangkat elektronik setidaknya 30 menit sebelum tidur, sementara NHLBI menyarankan menggunakan waktu sebelum tidur untuk aktivitas yang tenang serta menjaga kamar tetap tenang, sejuk, dan gelap.
Menjauhkan smartphone merupakan salah satu strategi, bukan jaminan bahwa seseorang otomatis akan tidur lebih cepat.
Kebiasaan tidur dipengaruhi banyak faktor, termasuk jadwal tidur, lingkungan kamar, konsumsi kafein, aktivitas fisik, dan paparan cahaya pada malam hari. NHLBI juga merekomendasikan jadwal tidur yang konsisten, aktivitas fisik pada siang hari, serta membatasi kafein dan paparan cahaya buatan yang terang sebelum tidur.
Penelitian terhadap 152 mahasiswa di China dengan gejala problematic smartphone use memberikan bukti tambahan mengenai pembatasan penggunaan smartphone di tempat tidur. Peserta secara acak dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol dan diikuti selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan penggunaan smartphone di tempat tidur menurunkan pre-sleep cognitive arousal dan meningkatkan kualitas tidur pada populasi penelitian tersebut.
Karena peserta penelitian merupakan mahasiswa China dengan gejala problematic smartphone use, hasilnya tidak otomatis dapat digeneralisasi kepada seluruh pengguna smartphone.
Dengan demikian, menjauhkan HP dapat dipandang sebagai salah satu cara untuk mengurangi pemicu scrolling sekaligus membantu menciptakan rutinitas sebelum tidur yang lebih konsisten.
Jika biasanya HP selalu berada di samping bantal, coba ubah rutinitas menjadi:
22.00 — Selesaikan aktivitas penting di HP
↓
22.15 — Aktifkan Jangan Ganggu
↓
22.20 — Letakkan HP di meja yang jauh dari tempat tidur
↓
22.20–22.50 — Membaca atau melakukan aktivitas santai
↓
22.50 — Bersiap masuk ke tempat tidur
↓
23.00 — Tidur tanpa HP dalam jangkauan
Tidak perlu langsung menerapkan semua perubahan sekaligus. Mulailah dengan satu aturan sederhana: setelah waktu yang ditentukan, HP tidak lagi berada di atas atau di samping kasur.
Jika kebiasaan tersebut sudah mulai terbentuk, langkah berikutnya adalah mengurangi pemicu yang membuat tangan kembali mengambil smartphone. Salah satunya adalah notifikasi dan akses mudah ke aplikasi yang membuat pengguna terus scrolling, yang akan dibahas pada bagian selanjutnya.
Ingin mempelajari lebih banyak seputar web development, cloud computing, keamanan siber, server, hingga berbagai tren teknologi terbaru? Kunjungi blog Hosteko untuk mendapatkan artikel yang informatif, mudah dipahami, dan selalu diperbarui mengikuti perkembangan dunia digital.
Jangan lewatkan berbagai panduan, tips, serta tutorial yang dapat membantu Anda mengembangkan website, meningkatkan performa bisnis online, dan memperluas wawasan di bidang teknologi. Temukan artikel menarik lainnya hanya di Hosteko Blog dan terus ikuti informasi terbaru untuk mendukung perjalanan digital Anda.
Perkembangan cloud computing, microservices, container, Kubernetes, dan DevOps membuat pengembangan aplikasi semakin fleksibel. Namun, semakin…
Dalam lingkungan kerja maupun organisasi, kebutuhan untuk menyimpan dan berbagi file terus meningkat. Dokumen, gambar,…
Salah satu cara praktis untuk mengurangi kebiasaan scrolling sebelum tidur adalah menentukan batas waktu yang…
Dalam infrastruktur IT, menjaga agar aplikasi dan layanan tetap tersedia menjadi salah satu hal yang…
Pernah berniat hanya melihat HP selama lima menit sebelum tidur, tetapi tanpa sadar sudah menghabiskan…
Dalam sistem digital, data terus berubah setiap saat. Data pelanggan dapat diperbarui, transaksi baru masuk,…