(0275) 2974 127
Setiap perubahan pada website WordPress berisiko menimbulkan error, mulai dari plugin konflik hingga website tidak bisa diakses. Karena itu, developer profesional tidak pernah langsung melakukan update di website live. Dengan staging WordPress, kamu bisa mencoba semua perubahan di website salinan terlebih dahulu sebelum diterapkan ke website utama. Pada artikel ini, kamu akan mempelajari cara membuat staging WordPress di cPanel dengan mudah dan aman agar website tetap stabil dan profesional.
Staging WordPress adalah salinan identik dari website utama (live site) yang digunakan sebagai lingkungan pengujian. Website ini dibuat khusus untuk mencoba perubahan seperti update plugin, tema, atau fitur baru tanpa risiko merusak website utama. Dengan staging, semua eksperimen dilakukan di “ruang aman” sebelum diterapkan ke website yang dikunjungi pengunjung.
1. Menghindari Kerusakan Website Live
Setiap perubahan berisiko menyebabkan error, white screen, atau website down. Dengan staging, semua perubahan diuji terlebih dahulu sehingga website utama tetap stabil.
2. Proses Update Lebih Aman
Update WordPress, plugin, dan tema sering menimbulkan konflik. Staging memungkinkan kamu mengecek kompatibilitas sebelum update di website utama.
3. Menghemat Waktu & Biaya
Daripada memperbaiki error di website live, lebih efisien melakukan testing di staging terlebih dahulu.
4. Meningkatkan Profesionalitas
Staging adalah standar kerja developer profesional dalam mengelola website skala kecil maupun besar.
5. Keamanan Lebih Terjaga
Website live tidak perlu sering dibongkar pasang, sehingga risiko keamanan berkurang.
Masuk ke halaman cPanel hosting kamu. Biasanya melalui: https://namadomain.com/cpanel
Di menu Software, klik Softaculous Apps Installer, lalu pilih WordPress.
Klik tab Installations untuk melihat semua website WordPress yang terpasang.
Pilih website yang ingin dibuat staging, lalu klik Create Staging.
Tentukan alamat staging, misalnya:
staging.namadomain.comnamadomain.com/stagingAlamat ini akan menjadi website uji coba kamu.
Klik Create Staging dan tunggu hingga proses selesai. Softaculous akan otomatis menyalin file, database, dan konfigurasi WordPress.
Masuk ke File Manager → public_html, buat folder staging, lalu copy seluruh file WordPress ke folder tersebut.
Masuk ke phpMyAdmin, export database utama, buat database baru, lalu import ke database staging.
Edit file wp-config.php di folder staging dan sesuaikan:
Update alamat website di database agar staging bisa dibuka dengan benar.
1. Dengan Softaculous
Setelah selesai testing, klik Push to Live untuk menerapkan perubahan dari staging ke website utama secara otomatis.
2. Secara Manual
Backup website utama terlebih dahulu, lalu upload file dan database dari staging ke website live.
Agar tidak bisa diakses sembarang orang.
Tambahkan noindex agar staging tidak muncul di hasil pencarian.
Agar tidak terjadi spam atau pelanggaran kebijakan iklan.
Membuat staging WordPress di cPanel adalah langkah penting untuk menjaga website tetap aman, stabil, dan profesional. Dengan staging, kamu bisa bereksperimen tanpa takut merusak website utama.
Pernah melihat chatbot AI memberikan jawaban seperti sedang takut, tertekan, bingung, frustrasi, atau bahkan merasa…
Dalam sebuah aplikasi, database tidak hanya berfungsi untuk menyimpan data. Database juga harus mampu memastikan…
Dalam pengembangan aplikasi modern, berbagai sistem perlu saling bertukar informasi agar proses dapat berjalan secara…
Di era digital, memiliki website bukan lagi hanya kebutuhan perusahaan besar. UMKM juga dapat memanfaatkan…
Setelah mengunggah Instagram Stories, seseorang mungkin kembali melihat konten tersebut untuk mengecek bagaimana penampilan atau…
Gangguan operasional dapat terjadi kapan saja. Server mengalami kerusakan, jaringan internet terputus, bencana alam mengganggu…