(0275) 2974 127
WordPress menyediakan editor yang digunakan untuk membuat dan mengelola konten seperti artikel dan halaman. Sejak WordPress 5.0 dirilis pada Desember 2018, WordPress memperkenalkan Block Editor (Gutenberg) sebagai editor utama untuk menggantikan pengalaman editor klasik yang sebelumnya digunakan selama bertahun-tahun.
Bagi pengguna yang masih terbiasa dengan tampilan editor lama, WordPress menyediakan Classic Editor sebagai plugin resmi yang dikelola oleh tim WordPress. Plugin ini mengembalikan editor klasik dan tampilan layar pengeditan sebelumnya, termasuk dukungan terhadap berbagai plugin yang bergantung pada editor tersebut. Classic Editor masih banyak digunakan, terutama pada website yang memiliki workflow lama, plugin tertentu, atau pengguna yang lebih nyaman membuat konten dengan editor berbasis teks seperti sebelumnya.
Classic Editor adalah plugin WordPress resmi yang mengembalikan editor klasik WordPress dan tampilan pengeditan artikel seperti sebelum hadirnya Block Editor. Editor klasik menggunakan pendekatan pengeditan yang lebih sederhana. Konten ditulis dalam satu area editor dengan toolbar formatting, bukan disusun menggunakan berbagai blok seperti pada Gutenberg.
Classic Editor juga mempertahankan beberapa komponen lama WordPress, seperti TinyMCE, meta box, Visual Editor, dan Text/HTML Editor. Plugin ini dirancang agar plugin atau fitur lama yang bergantung pada tampilan editor sebelumnya tetap dapat digunakan. Dengan kata lain, Classic Editor bukan editor WordPress yang terpisah dari sistem WordPress, melainkan plugin yang mengembalikan pengalaman pengeditan klasik.
Sebelum WordPress 5.0, pengguna WordPress sudah lama menggunakan editor klasik untuk membuat artikel dan halaman. Editor tersebut menyediakan area penulisan dengan toolbar formatting yang memungkinkan pengguna membuat teks tebal, miring, heading, link, daftar, dan berbagai format lainnya.
Pada Desember 2018, WordPress 5.0 memperkenalkan Block Editor atau Gutenberg sebagai pengalaman pengeditan baru. Perubahan tersebut membawa pendekatan baru dalam membuat konten. Jika editor klasik menggunakan satu area konten utama, Gutenberg menggunakan konsep blok, di mana paragraf, gambar, heading, video, tombol, dan elemen lainnya dapat ditempatkan sebagai blok terpisah. Untuk pengguna yang ingin tetap menggunakan pengalaman lama, WordPress menyediakan plugin Classic Editor.
Classic Editor memiliki beberapa fungsi utama yang membuatnya masih relevan untuk website tertentu.
1. Mengembalikan Editor WordPress Lama
Fungsi utama Classic Editor adalah mengembalikan tampilan editor yang digunakan sebelum Block Editor diperkenalkan. Pengguna dapat kembali membuat artikel dengan editor berbasis toolbar yang lebih sederhana.
2. Mendukung Plugin Lama
Beberapa plugin WordPress dibuat dengan asumsi bahwa pengguna menggunakan editor klasik atau membutuhkan meta box pada layar pengeditan. Classic Editor dapat membantu mempertahankan kompatibilitas dengan plugin yang memperluas layar editor lama.
3. Menyediakan Visual dan Text Editor
Classic Editor menyediakan dua pendekatan pengeditan utama:
WordPress mendokumentasikan bahwa Text Editor memungkinkan pengguna melihat kode dan menggunakan quicktags untuk formatting tertentu.
4. Mempertahankan Workflow Lama
Website yang sudah memiliki banyak konten dan terbiasa dengan workflow editor klasik dapat menggunakan Classic Editor untuk mempertahankan cara kerja yang sudah dikenal oleh administrator atau content writer.
Classic Editor dan Gutenberg memiliki pendekatan yang berbeda dalam membuat konten.
| Aspek | Classic Editor | Gutenberg / Block Editor |
|---|---|---|
| Konsep | Editor berbasis dokumen | Editor berbasis blok |
| Tampilan | Toolbar dan area konten | Kumpulan blok |
| Penulisan | Satu area utama | Setiap elemen menjadi blok |
| HTML | Tersedia melalui Text Editor | Dapat menggunakan blok atau HTML sesuai kebutuhan |
| Layout kompleks | Membutuhkan shortcode/plugin/theme | Banyak fitur dapat dibuat menggunakan blok |
| Kompatibilitas plugin lama | Sangat baik untuk plugin yang bergantung pada editor klasik | Bergantung pada dukungan plugin |
| Cocok untuk | Workflow klasik dan konten sederhana | Konten dan layout berbasis blok |
Gutenberg bukan sekadar versi baru dari Classic Editor. Keduanya menggunakan pendekatan pengeditan yang berbeda. Classic Editor mempertahankan pengalaman pengeditan lama, sedangkan Block Editor menggunakan struktur konten berbasis blok.
Classic Editor memiliki beberapa komponen utama yang digunakan untuk membuat konten.
1. Title
Bagian Title digunakan untuk memasukkan judul artikel atau halaman. Judul tersebut juga berhubungan dengan permalink atau slug yang digunakan WordPress untuk URL konten. WordPress menyediakan opsi untuk mengubah slug secara manual.
2. Content Editor
Area utama digunakan untuk menulis isi artikel. Pengguna dapat memasukkan:
3. Visual Editor
Visual Editor memungkinkan pengguna membuat dan memformat konten tanpa harus menulis HTML secara langsung. Pendekatan ini mirip dengan aplikasi pengolah dokumen sehingga cukup mudah digunakan oleh pengguna non-teknis.
4. Text Editor
Text Editor digunakan untuk melihat atau mengedit kode HTML dari konten. Mode ini berguna ketika pengguna perlu mengontrol markup tertentu atau melakukan perubahan HTML secara langsung. WordPress juga menyediakan quicktags untuk berbagai elemen HTML.
5. Publish Box
Publish Box digunakan untuk mengatur status artikel, menyimpan draft, melakukan preview, atau menerbitkan artikel. WordPress menyediakan beberapa status seperti Draft dan Published, sementara tombol Preview dapat digunakan untuk melihat konten sebelum dipublikasikan.
6. Meta Box
Classic Editor juga mendukung berbagai meta box yang ditambahkan oleh WordPress, theme, atau plugin. Contohnya dapat berupa pengaturan SEO, custom fields, atau konfigurasi tertentu dari plugin.
Classic Editor masih memiliki sejumlah kelebihan, terutama untuk pengguna yang sudah terbiasa dengan workflow WordPress lama.
Antarmuka Classic Editor relatif sederhana karena pengguna bekerja dalam satu area konten utama dengan toolbar formatting. Hal ini dapat membuat proses menulis artikel menjadi lebih familiar bagi pengguna lama WordPress.
Untuk artikel yang sebagian besar terdiri dari teks, heading, gambar, link, dan list, Classic Editor dapat menjadi pilihan yang praktis.
Website yang telah menggunakan plugin atau custom functionality yang dirancang untuk editor klasik dapat mempertahankan workflow tersebut. Plugin Classic Editor memang dibuat untuk mendukung plugin yang memperluas layar editor lama dan menggunakan meta box.
Pengguna yang memahami HTML dapat menggunakan Text Editor untuk melihat atau mengubah markup konten secara langsung.
Meskipun sederhana, Classic Editor juga memiliki keterbatasan.
Classic Editor tidak menyediakan pendekatan block-based editing seperti Gutenberg. Hal ini membuat pembuatan layout tertentu membutuhkan shortcode, HTML, plugin tambahan, atau dukungan dari theme.
Untuk membuat layout visual yang kompleks, Gutenberg atau page builder modern umumnya menawarkan lebih banyak fleksibilitas.
Beberapa fungsi yang dapat dilakukan menggunakan blok pada Gutenberg mungkin membutuhkan plugin atau shortcode ketika menggunakan Classic Editor.
Classic Editor tidak cocok dengan block themes yang bergantung pada sistem blok. Dokumentasi plugin Classic Editor menyatakan bahwa plugin tersebut tidak bekerja dengan full site editing dan block themes karena block themes bergantung pada blocks.
Classic Editor tersedia sebagai plugin resmi di direktori WordPress. Untuk menginstalnya, ikuti langkah berikut:
Setelah plugin Classic Editor aktif, administrator dapat mengatur editor yang digunakan website. Umumnya pengaturan dapat ditemukan melalui: Settings → Writing.
Plugin Classic Editor menyediakan opsi bagi administrator untuk menentukan editor default dan, jika diizinkan, memberikan pengguna kemampuan untuk memilih editor yang ingin digunakan. Dengan konfigurasi tersebut, administrator dapat memilih apakah seluruh pengguna harus menggunakan Classic Editor atau pengguna diperbolehkan memilih antara Classic Editor dan Block Editor.
Ya. Classic Editor masih tersedia sebagai plugin WordPress dan terus diperbarui. Halaman resmi plugin saat ini menunjukkan versi 1.7.0 dengan jutaan instalasi aktif dan pengujian pada WordPress versi terbaru yang tercantum di direktori plugin. Namun, ketersediaan plugin tidak berarti semua website sebaiknya menggunakan Classic Editor. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan theme, plugin, kebutuhan website, dan workflow pengelolaan konten.
Classic Editor aman digunakan selama plugin dan website WordPress dikelola dengan baik. Classic Editor merupakan plugin resmi WordPress yang tersedia melalui direktori plugin resmi. Namun, keamanan website tidak hanya bergantung pada editor, tetapi juga pada versi WordPress, plugin, theme, serta konfigurasi keamanan secara keseluruhan.
Untuk menjaga keamanan Classic Editor WordPress, pastikan WordPress, plugin, dan theme selalu diperbarui. Gunakan plugin dari sumber terpercaya, hapus plugin yang sudah tidak digunakan, gunakan password yang kuat, batasi akses administrator, dan lakukan backup secara rutin.
Classic Editor juga sebaiknya selalu diperbarui ketika versi terbaru tersedia. Langkah ini membantu menjaga keamanan, kompatibilitas, dan stabilitas website WordPress.
Tidak ada satu pilihan yang selalu paling baik untuk semua website.
| Kebutuhan | Pilihan yang Lebih Sesuai |
|---|---|
| Terbiasa dengan editor WordPress lama | Classic Editor |
| Membuat artikel berbasis teks | Classic Editor |
| Menggunakan plugin lama yang membutuhkan editor klasik | Classic Editor |
| Membutuhkan layout berbasis blok | Gutenberg |
| Membuat halaman dengan berbagai elemen visual | Gutenberg |
| Menggunakan block theme | Gutenberg |
| Membutuhkan fleksibilitas blok | Gutenberg |
| Website baru dengan workflow modern | Gutenberg |
Jika website menggunakan banyak plugin lama yang bergantung pada Classic Editor, menggunakan plugin tersebut dapat menjadi pilihan praktis. Sebaliknya, jika website menggunakan block theme dan fitur Full Site Editing, Block Editor merupakan pilihan yang lebih sesuai.
Classic Editor tidak secara langsung menentukan peringkat website di mesin pencari. Classic Editor pada dasarnya merupakan alat untuk membuat dan mengelola konten WordPress, sehingga dampaknya terhadap SEO lebih bergantung pada bagaimana konten tersebut dibuat dan dioptimalkan.
Selama artikel memiliki struktur heading yang jelas, konten yang relevan, internal linking yang baik, gambar yang dioptimalkan, serta struktur HTML yang sesuai, penggunaan Classic Editor tidak membuat website menjadi tidak SEO friendly. Faktor seperti kualitas konten, performa website, crawlability, pengalaman pengguna, dan aspek teknis SEO tetap lebih penting.
Classic Editor juga dapat digunakan bersama plugin SEO seperti Rank Math atau Yoast SEO untuk membantu mengoptimalkan metadata, focus keyword, sitemap, dan elemen SEO lainnya. Dengan konfigurasi yang tepat, website WordPress tetap dapat dioptimalkan untuk mesin pencari meskipun menggunakan Classic Editor.
Classic Editor cocok digunakan untuk blog yang sebagian besar berisi artikel berbasis teks. Editor ini memudahkan pengguna membuat konten seperti paragraf, heading, gambar, link, list, dan kutipan dengan tampilan yang sederhana dan familiar.
Namun, jika blog membutuhkan layout yang lebih kompleks, banyak elemen visual, atau menggunakan block theme, Gutenberg dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel karena menyediakan sistem pengeditan berbasis blok. Dengan demikian, pemilihan Classic Editor atau Gutenberg sebaiknya disesuaikan dengan jenis konten, kebutuhan desain, dan workflow pengelolaan blog.
Classic Editor sebaiknya digunakan ketika workflow website masih mengandalkan editor WordPress klasik. Editor ini cocok untuk pengguna yang sudah terbiasa dengan tampilan lama, website yang menggunakan classic theme, atau plugin tertentu yang membutuhkan kompatibilitas dengan editor klasik.
Classic Editor juga sesuai untuk blog yang sebagian besar berisi artikel berbasis teks dan tidak membutuhkan layout berbasis blok yang kompleks. Website dengan banyak custom meta box yang bergantung pada editor lama juga dapat mempertimbangkan penggunaan Classic Editor.
Sebaliknya, jika website menggunakan block theme atau membutuhkan fleksibilitas editing berbasis blok, Gutenberg biasanya menjadi pilihan yang lebih sesuai. Pemilihan editor sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan website, theme, plugin, dan workflow pengelolaan konten.
Tidak. Classic Editor bukan editor yang wajib digunakan pada setiap website WordPress. WordPress saat ini menggunakan Block Editor (Gutenberg) sebagai editor utama, sedangkan Classic Editor tersedia sebagai pilihan bagi pengguna yang masih membutuhkan pengalaman pengeditan klasik.
Pemilihan editor sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan website, kompatibilitas theme dan plugin, jenis konten, serta workflow pengguna. Jika website sudah berjalan dengan baik menggunakan Gutenberg, tidak ada alasan khusus untuk beralih ke Classic Editor.
Sebaliknya, Classic Editor dapat menjadi pilihan yang praktis jika website masih menggunakan workflow lama, theme klasik, atau plugin yang membutuhkan editor klasik. Dengan memilih editor yang sesuai, proses pengelolaan konten WordPress dapat berjalan lebih efektif dan nyaman.
Classic Editor adalah plugin WordPress resmi yang mengembalikan pengalaman editor klasik sebelum hadirnya Gutenberg. Plugin ini menyediakan kembali tampilan pengeditan lama, termasuk Visual Editor, Text Editor, toolbar formatting, serta dukungan terhadap berbagai plugin dan meta box yang bergantung pada editor klasik.
Classic Editor cocok untuk website yang masih menggunakan theme klasik, plugin lama, workflow berbasis artikel, atau pengguna yang lebih nyaman dengan tampilan editor tradisional. Namun, Classic Editor tidak ditujukan untuk block themes yang bergantung pada sistem blok.
Sementara itu, Gutenberg atau Block Editor lebih sesuai untuk website yang membutuhkan fleksibilitas layout berbasis blok dan fitur WordPress modern. Oleh karena itu, pemilihan antara Classic Editor dan Gutenberg sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan website, bukan semata-mata berdasarkan preferensi terhadap tampilan editor.
Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih banyak mengenai WordPress, hosting, domain, server, SEO, dan teknologi website, Anda juga dapat menemukan berbagai panduan teknis lainnya melalui blog Hosteko.
Internet memberikan akses cepat ke berbagai informasi dan layanan, tetapi aktivitas online juga melibatkan pertukaran…
Database merupakan salah satu komponen penting dalam aplikasi modern. Seiring bertambahnya jumlah pengguna, transaksi, dan…
Memilih software ERP bukan sekadar membandingkan jumlah fitur atau mencari vendor yang paling populer. ERP…
Database replication adalah teknik untuk membuat dan mempertahankan salinan data dari satu database ke database…
Setelah memahami fungsi dan manfaat ERP, langkah berikutnya adalah mengenali model penerapan ERP, modul yang…
Setelah memahami pengertian dan cara kerja ERP, pembahasan berikutnya adalah fungsi serta manfaatnya bagi perusahaan.…