(0275) 2974 127
Dalam dunia jaringan komputer, pemilihan topologi sangat menentukan performa, stabilitas, dan kemudahan pengelolaan sistem. Salah satu topologi yang sering digunakan dalam jaringan skala menengah hingga besar adalah Topologi Tree. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan detail mengenai pengertian topologi tree, cara kerjanya, karakteristik, kelebihan, kekurangan, serta contoh penerapannya.
Topologi Tree adalah jenis topologi jaringan komputer yang memiliki struktur bercabang menyerupai pohon. Topologi ini merupakan kombinasi dari Topologi Star dan Topologi Bus. Disebut tree (pohon) karena strukturnya terdiri dari:
Root node (akar) sebagai pusat utama
Cabang (branch) yang menghubungkan beberapa node
Leaf node (daun) sebagai perangkat akhir
Struktur ini membentuk hierarki bertingkat yang memungkinkan pengelolaan jaringan lebih terorganisir.
Pada gambar di atas, terlihat bahwa:
Terdapat satu backbone utama
Dari backbone tersebut, beberapa hub/switch bercabang
Setiap cabang menghubungkan beberapa komputer
Topologi tree bekerja dengan sistem hierarki. Berikut alur sederhananya:
Data dikirim dari node (komputer) ke hub atau switch cabang.
Jika tujuan berada di cabang lain, data akan dikirim ke backbone utama.
Backbone akan meneruskan data ke cabang tujuan.
Data diterima oleh node tujuan.
Karena menggunakan struktur bertingkat, pengiriman data lebih terkontrol dibanding topologi bus biasa.
Beberapa ciri khas topologi tree antara lain:
Memiliki struktur hierarki (bertingkat)
Terdapat backbone utama
Kombinasi topologi star dan bus
Cocok untuk jaringan skala besar
Menggunakan banyak hub atau switch
Beberapa perangkat yang biasa digunakan dalam topologi tree:
Kabel jaringan (UTP/Fiber Optic)
Hub atau switch
Router
Server
Client (komputer pengguna)
Berikut beberapa keunggulan topologi tree:
1. Mudah Dikembangkan (Scalable)
Struktur bercabang memungkinkan penambahan node baru tanpa mengganggu jaringan utama.
2. Pengelolaan Lebih Terstruktur
Karena berbentuk hierarki, admin jaringan dapat memantau dan mengelola tiap cabang secara terpisah.
3. Cocok untuk Jaringan Besar
Topologi ini sangat ideal untuk kantor besar, sekolah, kampus, atau perusahaan multi-departemen.
4. Isolasi Masalah Lebih Mudah
Jika terjadi gangguan pada satu cabang, cabang lain tidak langsung terdampak.
Meski memiliki banyak kelebihan, topologi tree juga memiliki beberapa kelemahan:
1. Ketergantungan pada Backbone
Jika backbone utama rusak, seluruh jaringan bisa terganggu.
2. Biaya Instalasi Lebih Mahal
Membutuhkan banyak kabel dan perangkat jaringan seperti hub/switch tambahan.
3. Instalasi Lebih Rumit
Dibanding topologi star atau bus, konfigurasi topologi tree lebih kompleks.
4. Maintenance Lebih Kompleks
Karena struktur bertingkat, troubleshooting membutuhkan pemetaan jaringan yang jelas.
1. Topologi Tree vs Topologi Star
Star: Semua node terhubung ke satu pusat.
Tree: Terdapat beberapa pusat cabang yang terhubung ke backbone.
2. Topologi Tree vs Topologi Bus
Bus: Menggunakan satu jalur utama tanpa hierarki.
Tree: Menggunakan backbone dengan cabang-cabang.
Topologi tree banyak digunakan pada:
Jaringan kampus
Perusahaan besar dengan banyak divisi
Sekolah dengan beberapa laboratorium komputer
Jaringan perbankan
Sistem jaringan pemerintahan
Struktur bertingkat memudahkan pengelompokan berdasarkan divisi atau lantai gedung.
Topologi tree cocok digunakan jika:
Jumlah perangkat cukup banyak
Dibutuhkan sistem hierarki jaringan
Ingin memisahkan jaringan berdasarkan departemen
Membutuhkan skalabilitas tinggi
Jika jaringan hanya kecil (rumahan atau kantor kecil), topologi star biasanya lebih sederhana dan ekonomis.
Misalnya sebuah sekolah memiliki:
1 ruang server utama
3 laboratorium komputer
1 ruang administrasi
Server utama menjadi backbone, lalu masing-masing ruangan memiliki switch yang terhubung ke server tersebut. Inilah contoh implementasi topologi tree dalam skala sederhana.
Topologi Tree adalah topologi jaringan berbentuk hierarki yang merupakan kombinasi dari topologi star dan bus. Struktur bercabang membuatnya cocok untuk jaringan skala menengah hingga besar.
Kelebihannya terletak pada skalabilitas dan kemudahan pengelolaan, sedangkan kekurangannya berada pada biaya instalasi dan ketergantungan pada backbone utama. Dengan memahami karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya, Anda dapat menentukan apakah topologi tree adalah pilihan terbaik untuk kebutuhan jaringan Anda.
Keamanan website adalah hal yang sangat penting, terutama jika Anda menggunakan hosting berbasis cPanel. Salah…
Dalam pengelolaan website berbasis WordPress, kustomisasi tampilan merupakan hal yang sangat umum dilakukan. Namun, banyak…
Ancaman siber terhadap pengguna macOS kembali menunjukkan tren peningkatan. Selama bertahun-tahun, perangkat Mac kerap dipandang…
Awal 2026 menjadi momen yang cukup mengejutkan bagi para gamer global. Konsol game genggam populer…
Apa Itu Django? Django adalah framework web berbasis bahasa pemrograman Python yang dirancang untuk membangun…
Dalam dunia bisnis dan layanan digital seperti hosting dan domain, invoice merupakan dokumen penting yang…