HOTLINE

(0275) 2974 127

CHAT WA 24/7
0859-60000-390 (Sales)
0852-8969-9009 (Support)
Blog

Apa itu B2B, B2C, C2C? Inilah Perbedaannya

Mungkin Anda sering mendengar istikah B2B, B2C, dan C2C dalam dunia bisnis. B2B, B2C, dan C2C merupakan strategi bisnis yang erat kaitannya dengan e-commerce. Lantas apa perbedaan dari ketiganya? Simak penjelasannya berikut ini!

Apa itu B2B?

B2B (Business to Business) merupakan transaksi bisnis yang terjadi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Terjadinya B2B salah satunya, yaitu karena sebuah perusahaan membutuhkan barang atau jasa dari perusahaan lain, baik untuk memasarkan produk maupun mendapatkan bahan baku. Jadi, perusahaan yang memanfaatkan B2B adalah perusahaan yang kesehariannya menjual dan membeli barang ataupun jasa.

Apa itu B2C?

B2C (Business to Customer) merupakan salah satu strategi bisnis dimana penjual secara langsung menjual produknya ke konsumen terakhir. Contoh sederhananya, seperti Anda melakukan transaksi jual beli sayur di pasar.

Seiring dengan perkembangan zaman yang serba digital, B2C tidak hanya dilakukan secara tatap muka saja. Namun, bisa secara daring melalui e-commerce. B2C digunakan oleh beberapa perusahaan e-commerce, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Amazon, dan lain sebagainya.

Apa itu C2C?

C2C (Customer to Customer) merupakan strategi bisnis yang memfasilitasi perdagangan antara individu pribadi. C2C memungkinkan adanya interaksi antara pelanggan dan membantu pembeli dan penjual menemukan satu sama lain.

Perbedaan B2B, B2C, C2C

a) Target Pasar

B2B, B2C, dan C2C memiliki target pasar yang berbeda, yang dimana B2B memiliki target pasar perusahaan. Sedangkan B2C dan C2C memiliki target pasar konsumen. Ketiganya juga memiliki prospek pasar yang berbeda, yaitu B2B memiliki prospek pasar yang lebih spesifik dan kecil sebab hanya berfokus pada perusahaan saja. Sedangkan B2C dan C2C memiliki prospek dan potensi pasar yang besar dan luas sebab berfokus pada semua koncumen yang ada di seluruh negara.

b) Jumlah Pembelian dan Harga

Dari segi pembelian dan harga, B2B tidak memperhatikan jumlah pembelian sebab pada dasarnya perusahaan sudah menentukan atau memiliki harga yang cukup tinggi, seperti nilai kontrak kerjasama. Sedangkan B2C dan C2C mengharuskan penjual untuk menjual produknya dengan jumlah banyak.

c) Pembuatan Keputusan

Dalam mengambil keputusan B2B harus memperhatikan pertimbangan semua pemangku kepentingan, seperti manajer keuangan, legal, dan marketing. Sebab dalam transaksi jual belinya B2B melibatkan satu perusahaan bukan individu, selain itu nomial yang dikeluarkan atau diterima dalam jumlah yang besar. Sedangkan, pengambilan keputusan pada B2B dan C2C hanya dilakukan oleh individu saja. Sebab B2B dan C2C memiliki ruang lingkup yang lebih kecil dan bersifat personal.

d) Persaingan

B2B memiliki tingkat persaingan yang rendah sebab tidak banyak orang yang tertarik untuk menggunakan strategi ini. Untuk menggunakan strategi B2B, sebuah perusahaan harus memiliki koneksi dan reputasi yang baik agar perusahaan lain lebih percaya dan bersedia untuk kerjasama. Sedangkan B2C dan C2C memiliki persaingan yang sangat ketat sehingga membuat para pelaku bisnis berlomba-lomba untuk melakukan iklan hingga memberikan promo besar-besaran.

e) Strategi Marketing

Dalam melakukan strategi marketing, B2B lebih berfokus untuk meningkatkan reputasi dengan memanfaatkan berbagai media untuk menampilkan portofolio yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan keyakinan klien untuk bekerjasama. Sedangkan B2B dan C2C lebih berfokus pada emosional yang dimiliki konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.

f) Hubungan Penjual dan Pembeli

Dengan menggunakan strategi B2B, banyak perusahan yang melakukan kontrak kerjasama dalam jangka pangjang. Sedangkan B2C dan C2C memiliki hubungan yang singkat, hal ini dikarenakan produk yang ditawarkan memiliki banyak pilihan sehingga membuat konsumen dapat membeli produk dari penjual yang berbeda-beda.

g) Motivasi

Dalam menjalankan bisnisnya, B2B memiliki motivasi untuk memaksimalkan keuntungan, efisiensi pekerjaan, dan investasi. Sedangkam, B2C dan C2C lebih mengarah pada sisi emosional untuk menyakinkan konsumen membeli produknya.

Itulah beberapa perbedaan strategi bisnis B2B, B2C, C2C. Semoga bermanfaat!

5/5 - (1 vote)
Dwi H

Recent Posts

Cara Kerja Hugging Face: Library, Penggunaan

Setelah mengenal apa itu Hugging Face beserta fitur-fitur utamanya, kini saatnya memahami bagaimana platform ini…

22 minutes ago

Apa Itu North Star Metric? Pengertian, Fungsi, Cara Menentukan, dan Contoh

Setiap perusahaan tentu memiliki tujuan untuk terus bertumbuh. Namun, pertumbuhan bisnis tidak dapat diukur hanya…

17 hours ago

CORS Error Sering Muncul? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat mengembangkan website atau aplikasi berbasis web, Anda mungkin pernah menemukan pesan seperti "Blocked by…

18 hours ago

Apa Itu Hugging Face? Platform AI untuk Pemula

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat pesat. Kini, teknologi AI tidak…

20 hours ago

Mengenal Website Migration: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Cara Melakukannya

Website merupakan aset digital yang terus berkembang mengikuti kebutuhan bisnis, teknologi, dan perilaku pengguna. Seiring…

21 hours ago

Apa Itu Object Storage? Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Kelebihannya

Seiring meningkatnya penggunaan cloud computing, aplikasi modern, serta kebutuhan penyimpanan data dalam jumlah besar, teknologi…

24 hours ago