Awal 2026 menjadi momen yang cukup mengejutkan bagi para gamer global. Konsol game genggam populer Steam Deck mendadak berstatus out of stock di berbagai wilayah, mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, hingga Taiwan. Banyak calon pembeli yang mencoba memesannya melalui toko resmi milik Valve Corporation, namun justru mendapati keterangan stok habis tanpa kepastian kapan akan tersedia kembali.
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan pengguna: mengapa perangkat yang sebelumnya relatif mudah didapat kini tiba-tiba menghilang dari peredaran resmi? Apakah lonjakan permintaan menjadi penyebabnya, atau ada persoalan lain yang lebih kompleks di balik kekosongan stok tersebut?
Penyebab Utama: Krisis RAM dan Komponen
Penyebab utama di balik habisnya stok bukan sekadar efek flash sale atau lonjakan permintaan musiman. Akar persoalannya justru mengarah pada krisis komponen memori global, khususnya RAM dan media penyimpanan. Dalam beberapa bulan terakhir, produsen semikonduktor diketahui lebih memprioritaskan produksi memori kelas enterprise untuk kebutuhan data center, komputasi awan, serta infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Akibatnya, pasokan chip seperti LPDDR5 DRAM dan NAND flash untuk perangkat konsumen menjadi semakin terbatas dan harganya melonjak. Situasi ini berdampak langsung pada perangkat yang sangat bergantung pada ketersediaan modul memori berkecepatan tinggi, termasuk konsol genggam seperti Steam Deck OLED.
Melalui pemberitahuan resmi di laman produknya, Valve Corporation menyebutkan bahwa model OLED dapat mengalami status out of stock secara intermittent akibat keterbatasan pasokan memori dan penyimpanan. Pernyataan ini menegaskan bahwa kekosongan stok yang terjadi bukanlah kondisi biasa, melainkan imbas dari tekanan rantai pasok global yang sedang berlangsung.
Dampak Kehabisan Stok
a. Semua Varian Habis Terjual
Dampak paling nyata terlihat dari seluruh lini produk yang kini sulit ditemukan di toko resmi. Model Steam Deck LCD 256GB, yang produksinya memang telah dihentikan sejak Desember 2025, kini benar-benar ludes tanpa sisa stok.
Sementara itu, varian yang lebih baru seperti Steam Deck OLED kapasitas 512GB dan 1TB juga dilaporkan berstatus out of stock di banyak pasar global. Artinya, baik model lama maupun generasi terbaru sama-sama terdampak tekanan pasokan komponen.
b. Supply Chain Terpengaruh
Krisis ini juga menyoroti kerentanan rantai pasok (supply chain) industri perangkat keras. Pasokan RAM dan chip memori dikuasai oleh segelintir produsen semikonduktor besar, sehingga perusahaan seperti Valve Corporation harus bersaing mendapatkan alokasi produksi.
Berbeda dengan raksasa teknologi yang memiliki volume pembelian jauh lebih besar dan daya tawar tinggi, Valve menghadapi tantangan menjaga stabilitas produksi di tengah prioritas industri yang kini lebih condong ke sektor AI dan data center.
c. Potensi Dampak Harga dan Peluncuran Produk Lain
Lonjakan harga komponen memori berpotensi memicu penyesuaian harga jual perangkat di masa mendatang. Jika biaya produksi terus meningkat, bukan tidak mungkin harga konsol ikut terdorong naik ketika stok kembali tersedia.
Selain itu, tekanan pasokan ini juga dapat memengaruhi roadmap perangkat keras Valve lainnya, seperti lini Steam Machine, proyek Steam Frame VR, maupun aksesori seperti controller. Penyesuaian jadwal rilis atau strategi harga bisa menjadi langkah yang harus diambil untuk menjaga keberlanjutan produksi di tengah ketidakpastian pasar komponen global.
Mengapa Krisis RAM Bisa Terjadi?
Krisis RAM yang terjadi saat ini bukanlah fenomena tiba-tiba, melainkan akumulasi dari dinamika industri semikonduktor global dalam beberapa waktu terakhir. Ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicunya:
1. Lonjakan Permintaan dari Sektor AI dan Data Center
Perkembangan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan infrastruktur data center mendorong kebutuhan modul memori berkapasitas besar dan berkecepatan tinggi. Server AI membutuhkan DRAM dan NAND dalam jumlah masif untuk menangani pelatihan model serta pemrosesan data skala besar.
Prioritas produksi pun bergeser ke modul kelas enterprise yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi dibandingkan memori untuk perangkat konsumen.
2. Strategi Produsen Memori
Produsen semikonduktor cenderung mengalokasikan kapasitas produksi ke segmen yang paling menguntungkan. Ketika permintaan dari sektor AI melonjak drastis, lini produksi DRAM dan NAND difokuskan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Akibatnya, pasokan memori untuk perangkat konsumen, termasuk konsol seperti Steam Deck, menjadi lebih terbatas.
3. Pertumbuhan Pasokan Tidak Seimbang
Produksi DRAM global memang terus berjalan, tetapi pertumbuhannya tidak secepat lonjakan permintaan dari industri AI dan cloud computing. Ketidakseimbangan inilah yang menciptakan tekanan harga sekaligus kelangkaan komponen di pasar konsumen.
Dampaknya terasa langsung pada perangkat elektronik seperti laptop, smartphone, hingga konsol game genggam, yang sangat bergantung pada ketersediaan RAM dan penyimpanan berkecepatan tinggi.
Reaksi Komunitas dan Industri
Di luar pernyataan resmi perusahaan, reaksi dari komunitas gamer dan penggemar PC cukup ramai. Berbagai forum diskusi, media sosial, hingga komunitas PC gaming menyoroti bahwa hilangnya stok bukan sekadar tren musiman atau lonjakan permintaan sesaat. Banyak yang menilai kondisi ini bisa menjadi indikasi persoalan komponen jangka panjang yang lebih luas di industri semikonduktor.
Di komunitas pengguna Steam Deck, muncul kekhawatiran bahwa kelangkaan ini dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan, terutama jika pasar memori global masih memprioritaskan sektor AI dan data center. Beberapa calon pembeli bahkan menyatakan frustrasi karena sulit mendapatkan perangkat resmi tanpa harus beralih ke pasar pihak ketiga dengan harga lebih tinggi.
Dari sisi industri, pengamat menilai situasi ini menjadi pengingat bahwa perangkat konsumen tetap sangat bergantung pada stabilitas rantai pasok komponen. Tanpa adanya penyeimbangan kembali produksi DRAM dan NAND untuk pasar konsumen, stok perangkat seperti Steam Deck berpotensi terus mengalami tekanan dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Fenomena habisnya stok Steam Deck bukan sekadar dampak flash sale atau lonjakan permintaan sesaat dari konsumen. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang lebih besar, yakni krisis pasokan komponen memori global yang semakin terasa di industri teknologi sepanjang 2026.
Ketika produksi RAM dan NAND lebih difokuskan untuk kebutuhan AI serta data center, perangkat konsumen seperti konsol genggam ikut terdampak. Situasi ini menunjukkan betapa eratnya keterkaitan antara tren teknologi global dan ketersediaan produk di pasar ritel.
Lebih jauh lagi, kasus ini menjadi sinyal bahwa tantangan rantai pasok belum sepenuhnya pulih. Jika ketidakseimbangan pasokan dan permintaan memori terus berlanjut, bukan tidak mungkin perangkat keras konsumen lainnya juga akan menghadapi tekanan serupa dalam waktu mendatang.
Ingin tahu mengapa Steam Deck bisa mendadak langka dan bagaimana krisis RAM global memengaruhi industri gadget? Simak analisis lengkapnya hanya di Hosteko. Jangan sampai ketinggalan insight teknologi terbaru yang berdampak langsung pada pasar perangkat gaming!